14 : Pertolongan Dari Para Leluhur

Para kuntilanak berterbangan, melesat mencoba menghadang Hasna. Mereka yang jumlahnya belasan, berwujud nyaris sama. Mereka berbeda dari Echa, lidah mereka tak sampai terjulur. Wajah mereka penuh luka seolah mengobarkan api. Selain itu, belatung juga terus berjatuhan dari wajah mereka.

Para kuntilanak sengaja tiba-tiba muncul di hadapan wajah Hasna. Mereka membuat jarak wajah mereka dengan wajah Hasna sangat dekat. Namun dari semuanya, tak ada satupun yang bisa menghentikan Hasna. Karena jangankan takut, peduli saja, Hasna tidak.

“Darah wanita itu wangi. Apakah wanita itu sedang hamil?” ucap salah satu kuntilanak.

Para kuntilanak yang gagal menahan Hasna, menjadi berkerumun. Mereka melepas kepergian Hasna sambil membahas keanehan dari Hasna. Hasna yang tak hanya tidak takut kepada mereka. Namun juga berbeda dari manusia kebanyakan.

“Darahnya tak hanya wangi, tapi juga panas. Dia dikuasai arwah baik, hingga se.tan seperti kita tidak bisa menghentikannya!”

“Lebih tepatnya, dia memang sedang hamil. Dia hamil calon indigo yang kuat, tapi sekarang, wanita itu juga sedang dikuasai arwah baik!”

Hasna dan semua keiistimewaan yang sedang dibahas para kuntilanak, memang membuat hantu berjenis kele.min perempuan itu memilih mundur. Mereka memilih mengawasi dari kejauhan. Membuktikan apa yang mereka temukan sekaligus rasakan dari seorang Hasna.

Hasna menerobos masuk pintu kediaman pak Asnawi. Kedua matanya langsung menatap marah pandangan Rain dan Echa yang sungguh sudah dinikahkan. Jari manis tangan kanan keduanya telah diikat. Selain sama-sama tidak sadarkan diri, tubuh keduanya juga dihiasi banyak kembang melati.

“Dalam agama kami. Dalam kehidupan Rain sebagai manusia. Apa yang kalian lakukan kepada Rain sudah sangat melanggar!” tegas Hasna masih dengan suara kakek-kakek.

“Sopo nandur bakal ngunduh. Atau, siapa yang menanam dia juga yang akan memanen. Jadi, siapa pun dia yang membuat pernikahan ini terjadi, dia juga yang harus menjalani bagaimanapun prosesnya tadi!” tegas Hasna masih dengan suara kakek-kakek.

Kemudian, Hasna melemparkan sesuatu di tangan kanannya ke arah ibu Unarti. Padahal, tangan kanan Hasna kosong. Namun sebuah tali tambang berwarna putih, langsung mengikat kedua tangan maupun tubuh ibu Unarti. Ikatan tersebut sangat kuat. Hingga ibu Unarti tak hanya sulit bergerak, tapi juga sulit bernapas.

“Wanita ini memang sangat cantik, tapi lihat apa yang dia perbuat!” batin pak Asnawi.

Maksud pak Asnawi maju, murni karena akan memberi Hasna pelajaran. Namun tiba-tiba, beberapa sosok berpakaian serba putih, keluar dari tubuh Hasna. Sosok-sosok yang tampak sangat bersahaja itu menatap marah pak Asnawi. Mereka yang awalnya hanya berjumlah empat, mendadak menjadi sangat banyak memenuhi gubuk pak Asnawi. Sementara cahaya-cahaya yang keluar dari tubuh mereka, membuat gubuk pak Asnawi mulai terbakar.

Mereka, sosok-sosok yang keluar dari tubuh Hasna dan jumlahnya jadi puluhan, merupakan para leluhur dari keluarga Rain. Para leluhur yang selama satu bulan terakhir menjaga Hasna maupun janinnya.

Kenyataan kini membuat ibu Unarti mendelik, menatap tak percaya bahkan takjub. “Aku pikir, di dunia ini ki Asnawi yang paling kuat. Namun ini, mereka benar-benar membuatku merinding! Padahal pernikahanku dan ki Asnawi, juga pernikahan Rain dan Echa, sengaja dibuat untuk melawa.n janin indigo milik Hasna yang memiliki banyak pelindung!” batin ibu Unarti.

Kakek bermata sipit dan bersorban yang mengetuai leluhur Rain, maju. Alih-alih menik.am pak Asnawi selaku alasan kedua matanya sibuk menatap, kedua kakek bermata sipit itu malah menahan kepala Echa.

Di luar sana, kentong dan perabot dapur kembali ditabuh. Para kuntilanak yang awalnya sedang berkumpul mengawasi ulah Hasna, menjadi keberisikan. Para kuntilanak menggunakan kedua tangannya untuk menutupi telinga mereka erat-erat. Namun karena mereka tidak tahan oleh suara ramai perabotan yang ditabuh maupun kentongan, mereka memutuskan untuk pergi dari sana.

Rasa takut yang berlebihan memang membuat warga, menabuh perabot mereka sangat keras. Selain peot bahkan perabotan sampai ada yang bolong, kentongan juga ada yang retak. Mereka yang menyadari itu, meringis pilu diantara ketakutan mengawal ibu Rere dan Binar.

Sementara di dalam gubuk pak Asnawi yang mulai dikepung api, kakek bermata sipit yang tak lain alm. buyut Rain, dengan segera menembus sekaligus merogoh ubun-ubun Echa. Buyut Rain tersebut berusaha menarik keris yang bersemayam di sana. Detik itu juga kedua mata Echa jadi terbuka dan memelotot!

Terpopuler

Comments

karfix gt radial

karfix gt radial

🤘🤘🤘🤘🤘🤣🤣🤣gak bisa kelingking aja/Joyful//Joyful/

2024-02-16

0

Rumini Parto Sentono

Rumini Parto Sentono

nyoblos dong.....

2024-02-15

0

Firli Putrawan

Firli Putrawan

masya allah iih bnr bnr nyata y inalilahi

2024-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 1. Dendam yang Tak Berkesudahan
2 2 : Firasat yang Sudah Hasna Rasakan
3 3 : Ritual Pembangkitan
4 4 : Kekuatan Yang Menghalangi Ritual
5 5 : Titisan Kuntilanak
6 6 : Semuanya Sudah Dimulai
7 7 : Echa yang Sudah Langsung Mengincar Hasna
8 8 : Teror yang Benar-Benar Dimulai!
9 9 : Pelindung Hasna
10 10 : Kamu Harus Mati!
11 11 : Tersesat
12 12 : Sengaja Dises.atkan
13 13 : Jebakan Gaib
14 14 : Pertolongan Dari Para Leluhur
15 15 : Gara-Gara Keris
16 16 : Rukiyah
17 17 : Tali Pengikat Jodoh Gaib
18 18 : Kuntilanak Bunting
19 19 : Echa yang Berusaha Membun.uh Hasna
20 20 : Kesempatan Membalaskan Dendam
21 21 : Warga yang Jadi Resah
22 22 : Ibu Unarti yang Mulai Berulah
23 23 : Korban yang Mulai Berjatuhan
24 24 : Akibat Menjalani Perjanjian Gaib
25 25 : Bayaran yang Harus Diberikan
26 26 : Kedatangan Echa
27 27 : Ingin Balas Dendam
28 28 : Beraksi
29 29 : Kedatangan Hasna Dan Bertemu Ibu Unarti
30 30 : Kemarahan Ibu Unarti Kepada Rain
31 31 : Kemunculan Echa Dan Ulah Baru Pak Asnawi
32 32 : Mencabut Keris Dari Ubun-Ubun Ibu Unarti
33 33 : Kematian Ibu Unarti
34 34 : Jenazah yang Ditolak Bumi
35 35 : Bocah Berwajah Pak Asnawi
36 36 : Jebakan Balik
37 37 : Menuju Final Dendam
38 38 : Melawan Sang Dukun
39 39 : Berharap Keajaiban
40 40 : Ternyata Hamparan Pemakaman
41 41 : Nama Untuk Anak Echa
42 Akhir Kisah
43 Novel : Menikahi Wanita Taruhan
44 Novel Rain Dan Hasna (Sudah Tamat)
45 Promo Novel : Anak Kuntilanak Dan Teror Di Hutan Tua
46 Novel Anak-Anak : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
Episodes

Updated 46 Episodes

1
1. Dendam yang Tak Berkesudahan
2
2 : Firasat yang Sudah Hasna Rasakan
3
3 : Ritual Pembangkitan
4
4 : Kekuatan Yang Menghalangi Ritual
5
5 : Titisan Kuntilanak
6
6 : Semuanya Sudah Dimulai
7
7 : Echa yang Sudah Langsung Mengincar Hasna
8
8 : Teror yang Benar-Benar Dimulai!
9
9 : Pelindung Hasna
10
10 : Kamu Harus Mati!
11
11 : Tersesat
12
12 : Sengaja Dises.atkan
13
13 : Jebakan Gaib
14
14 : Pertolongan Dari Para Leluhur
15
15 : Gara-Gara Keris
16
16 : Rukiyah
17
17 : Tali Pengikat Jodoh Gaib
18
18 : Kuntilanak Bunting
19
19 : Echa yang Berusaha Membun.uh Hasna
20
20 : Kesempatan Membalaskan Dendam
21
21 : Warga yang Jadi Resah
22
22 : Ibu Unarti yang Mulai Berulah
23
23 : Korban yang Mulai Berjatuhan
24
24 : Akibat Menjalani Perjanjian Gaib
25
25 : Bayaran yang Harus Diberikan
26
26 : Kedatangan Echa
27
27 : Ingin Balas Dendam
28
28 : Beraksi
29
29 : Kedatangan Hasna Dan Bertemu Ibu Unarti
30
30 : Kemarahan Ibu Unarti Kepada Rain
31
31 : Kemunculan Echa Dan Ulah Baru Pak Asnawi
32
32 : Mencabut Keris Dari Ubun-Ubun Ibu Unarti
33
33 : Kematian Ibu Unarti
34
34 : Jenazah yang Ditolak Bumi
35
35 : Bocah Berwajah Pak Asnawi
36
36 : Jebakan Balik
37
37 : Menuju Final Dendam
38
38 : Melawan Sang Dukun
39
39 : Berharap Keajaiban
40
40 : Ternyata Hamparan Pemakaman
41
41 : Nama Untuk Anak Echa
42
Akhir Kisah
43
Novel : Menikahi Wanita Taruhan
44
Novel Rain Dan Hasna (Sudah Tamat)
45
Promo Novel : Anak Kuntilanak Dan Teror Di Hutan Tua
46
Novel Anak-Anak : Tumbal Pengantin Kebaya Merah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!