9 : Pelindung Hasna

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia medis, Binar tahu bahwa sosok di atas sana tengah mengalami pendar.ahan. “Kamu meninggal dalam keadaan hamil? Namun, apa maksudmu ada di sini? Ini bukan tempatmu!” tegas Binar marah, meski ia berucap dengan suara lirih.

Binar bermaksud pergi dari sana. Binar ingat, bahwa tadi dirinya membawa lidi lanang. Lidi yang biasa dipakai untuk mengusir hal-hal sekaligus gangguan layaknya sekarang. Biasanya lidi lanang, diberikan kepada orang hamil maupun yang baru melahirkan. Karenanya, Binar sengaja membawanya untuk Hasna.

Hanya saja, tubuh Binar mendadak tidak bisa bergerak. Jangankan berlari, sekadar membuka mulut untuk bersuara saja, Binar yang sudah balik badan membelakangi Echa, tak bisa melakukannya. Justru, Echa yang dengan gesit turun lari dengan cara merangkak layaknya bin.atang bu.as. Binar yang menyaksikan itu langsung bergidik ngeri.

“Astaghfirullah ... astaghfirullah!” seru ibu Rere ketakutan.

Binar masih bisa mendengar semua itu, tapi sekali lagi, Binar tak kuasa melakukan apa-apa.

Di sekitar tempat tidur, Echa yang tampilannya layaknya bina.tang buas. Kuntilanak versi hamil sekaligus pendar.ahan layaknya orang keguguran. Mata merah menyala, lidah terjulur, rambut awut-awutan, wajah pucat gelap, dan melangkahnya merangkak tapi sangat cepat.

Echa yang awalnya melakukan segala sesuatunya dengan cepat, refleks berhenti hanya karena doa-doa yang ibu Rere lakukan. Ibu Rere melemparkan tasbihnya. Kemudian buru-buru lari mengambil lidi lanang dan posisinya ada di depan kaki Hasna.

“Maju! Jangan takut pada apa pun. Ser.ang semua yang berusaha menghalang-halangi kamu dalam meluka.i sekaligus balas dendam kepada Hasna dan Rain!” Suara ibu Unarti, terus menggema di pikiran Echa.

Hingga karena suara itu juga, Echa tak segan menye.rang ibu Rere. Namun dengan refleks ibu Rere menghindar sambil menghan.tam Echa menggunakan lidi lanang.

Tubuh Echa layaknya tersetrum, detik itu juga. Namun dengan cepat Echa bangkit. Echa loncat dan hendak mener.kam Hasna. Akan tetapi, hal di luar nalar terjadi. Tubuh Hasna yang mendadak bercahaya, juga sampai melesat terbang menghindar. Padahal, Hasna masih dalam keadaan tidur.

“Apa lagi, ini?” lemas ibu Rere yang memang belum tahu, bahwa janin dalam perut Hasna, merupakan calon anak indigo. Janin Hasna dilindungi oleh para leluhur pak Ojan—baca novel : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa.h.

Lagi, Echa yang telanjur dikuasai dendam, berusaha meraih tubuh Hasna. Di atas tempat tidur sekitar tiga meter dari tempat tidur, tubuh Hasna masih di sana berselimut cahaya. Kendati demikian, Echa tetap nekat loncat. Echa bahkan meraih kaki Hasna. Namun kemudian, tubuh Echa layaknya tersetrum. Tubuh Echa kembali jatuh dan lebih parah dari efek sabet.an lidi lanang yang ibu Rere lakukan.

Ibu Rere yang awalnya nyaris pingsan, jadi tidak jadi. Ibu Rere menjadi sangat bersemangat untuk menghan.tam tubuh Echa menggunakan lidi lanang. Kali ini, ibu Rere menggunakan kedua tangannya untuk mengendalikan lidi lanangnya.

Bersama lemahnya Echa, Binar juga jadi bisa bergerak. Binar segera memastikan keluar kamar mandi. Namun di tempat berbeda, di sebuah al.fa yang sudah tutup, ibu Unarti kesakitan.

Ibu Unarti guling-guling, dan seolah merasakan apa yang Echa lakukan.

“Ini aku kenapa?” pikir ibu Unarti di tengah rasa sakitnya. “Atau jangan-jangan, ... Echa?” pikirnya sudah langsung yakin.

“Chaaa, pergi Cha. Pergi jika kamu memang teran.cam!” jerit ibu Unarti dalam hatinya. Jeritan yang juga sudah langsung sampai ke pikiran Echa.

Echa yang awalnya kesakitan, segera merangkak cepat. Echa menembus jendela dengan sangat mudah. Karena saat malam hari hingga subuh, Echa memang sepenuhnya menjelma menjadi kuntilanak.

Tak butuh waktu lama akhirnya Echa sampai di keberadaan ibu Unarti. Ibu Unarti memang sengaja menunggu di sana. Karena ibu Unarti tak mungkin melakukannya di kompleks perumahan orang tua Rain. Yang ada selain bisa berurusan dengan satpam kompleks, ibu Unarti juga bisa berurusan dengan polisi. Mengingat warga di perumahan orang tua Rain tinggal, semuanya merupakan orang kaya.

Alih-alih menolong sang mama, atau setidaknya diam, Echa malah membab.i buta menga.uk ibu Unarta.

“Cha ... Chaa ... ini Mama! Berhenti atau kalai tidak, pergi!” teriak ibu Unarti. Kebetulan, di sekitar sana memang sepi. Hingga apa yang terjadi padanya maupun Echa, tak sampai menjadi pusat perhatian secara langsung.

Wajah, leher, dan juga bagian tubuh Unarti yang lain, mengalami luka caka.r parah. Darah segar merembas, sementara Echa berakhir minggat meninggalkan ibu Unarti.

“Echa ... Cha ... kamu mau ke mana, Cha?” panik ibu Unarti. Ia buru-buru memasang hijabnya dengan benar. Tak mau keadaannya yang terluka akibat caka.ran tajam kuku-kuku Echa, menjadi pusat perhatian.

“Kenapa Echa jadi seperti tadi? Kenapa Echa sampai menyera.ngku? Dan sekarang, Echa ke mana?” batin ibu Unarti masih sibuk mencari Echa. Ia menelusuri jalan yang masih ramai pengendara. Beberapa orang juga menjadikan ibu Unarti sebagai perhatian. Sebab bekas cak.ar di wajah ibu Unarti memang sangat mencolok.

“Echa hilang, aku harus mengabarkan ini ke mbah Asnawi!” lirih ibu Unarti benar-benar kalut.

Terpopuler

Comments

YuniSetyowati 1999

YuniSetyowati 1999

Baca novel beginian bisa mendekatkan kita pada Gusti Allah 🤭 karena sambil baca sambil sesekali istighfar dan berdzikir menyebut AsmaNYA.
God job Thor 👍 Karna novelmu bisa mendekatkan seorang hamba pd Tuhannya 🤭

2024-04-06

2

🥰Siti Hindun

🥰Siti Hindun

Nah kan, apa ga ngeri tuh bu? okelah niat ibu itu untuk balas dendam terhadap Rain dn Hasna, tapi apa yg terjadi? ibu jg turut terluka kan akibat ulah Echa🙄🙄

2024-02-19

0

Eka suci

Eka suci

jadi pengasuh Kunti repot sendiri

2024-02-16

0

lihat semua
Episodes
1 1. Dendam yang Tak Berkesudahan
2 2 : Firasat yang Sudah Hasna Rasakan
3 3 : Ritual Pembangkitan
4 4 : Kekuatan Yang Menghalangi Ritual
5 5 : Titisan Kuntilanak
6 6 : Semuanya Sudah Dimulai
7 7 : Echa yang Sudah Langsung Mengincar Hasna
8 8 : Teror yang Benar-Benar Dimulai!
9 9 : Pelindung Hasna
10 10 : Kamu Harus Mati!
11 11 : Tersesat
12 12 : Sengaja Dises.atkan
13 13 : Jebakan Gaib
14 14 : Pertolongan Dari Para Leluhur
15 15 : Gara-Gara Keris
16 16 : Rukiyah
17 17 : Tali Pengikat Jodoh Gaib
18 18 : Kuntilanak Bunting
19 19 : Echa yang Berusaha Membun.uh Hasna
20 20 : Kesempatan Membalaskan Dendam
21 21 : Warga yang Jadi Resah
22 22 : Ibu Unarti yang Mulai Berulah
23 23 : Korban yang Mulai Berjatuhan
24 24 : Akibat Menjalani Perjanjian Gaib
25 25 : Bayaran yang Harus Diberikan
26 26 : Kedatangan Echa
27 27 : Ingin Balas Dendam
28 28 : Beraksi
29 29 : Kedatangan Hasna Dan Bertemu Ibu Unarti
30 30 : Kemarahan Ibu Unarti Kepada Rain
31 31 : Kemunculan Echa Dan Ulah Baru Pak Asnawi
32 32 : Mencabut Keris Dari Ubun-Ubun Ibu Unarti
33 33 : Kematian Ibu Unarti
34 34 : Jenazah yang Ditolak Bumi
35 35 : Bocah Berwajah Pak Asnawi
36 36 : Jebakan Balik
37 37 : Menuju Final Dendam
38 38 : Melawan Sang Dukun
39 39 : Berharap Keajaiban
40 40 : Ternyata Hamparan Pemakaman
41 41 : Nama Untuk Anak Echa
42 Akhir Kisah
43 Novel : Menikahi Wanita Taruhan
44 Novel Rain Dan Hasna (Sudah Tamat)
45 Promo Novel : Anak Kuntilanak Dan Teror Di Hutan Tua
46 Novel Anak-Anak : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
Episodes

Updated 46 Episodes

1
1. Dendam yang Tak Berkesudahan
2
2 : Firasat yang Sudah Hasna Rasakan
3
3 : Ritual Pembangkitan
4
4 : Kekuatan Yang Menghalangi Ritual
5
5 : Titisan Kuntilanak
6
6 : Semuanya Sudah Dimulai
7
7 : Echa yang Sudah Langsung Mengincar Hasna
8
8 : Teror yang Benar-Benar Dimulai!
9
9 : Pelindung Hasna
10
10 : Kamu Harus Mati!
11
11 : Tersesat
12
12 : Sengaja Dises.atkan
13
13 : Jebakan Gaib
14
14 : Pertolongan Dari Para Leluhur
15
15 : Gara-Gara Keris
16
16 : Rukiyah
17
17 : Tali Pengikat Jodoh Gaib
18
18 : Kuntilanak Bunting
19
19 : Echa yang Berusaha Membun.uh Hasna
20
20 : Kesempatan Membalaskan Dendam
21
21 : Warga yang Jadi Resah
22
22 : Ibu Unarti yang Mulai Berulah
23
23 : Korban yang Mulai Berjatuhan
24
24 : Akibat Menjalani Perjanjian Gaib
25
25 : Bayaran yang Harus Diberikan
26
26 : Kedatangan Echa
27
27 : Ingin Balas Dendam
28
28 : Beraksi
29
29 : Kedatangan Hasna Dan Bertemu Ibu Unarti
30
30 : Kemarahan Ibu Unarti Kepada Rain
31
31 : Kemunculan Echa Dan Ulah Baru Pak Asnawi
32
32 : Mencabut Keris Dari Ubun-Ubun Ibu Unarti
33
33 : Kematian Ibu Unarti
34
34 : Jenazah yang Ditolak Bumi
35
35 : Bocah Berwajah Pak Asnawi
36
36 : Jebakan Balik
37
37 : Menuju Final Dendam
38
38 : Melawan Sang Dukun
39
39 : Berharap Keajaiban
40
40 : Ternyata Hamparan Pemakaman
41
41 : Nama Untuk Anak Echa
42
Akhir Kisah
43
Novel : Menikahi Wanita Taruhan
44
Novel Rain Dan Hasna (Sudah Tamat)
45
Promo Novel : Anak Kuntilanak Dan Teror Di Hutan Tua
46
Novel Anak-Anak : Tumbal Pengantin Kebaya Merah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!