Bab 16 - Istriku

Deringan ponsel membangunkan seorang pria yang sedang tidur. Ia melihat tangan wanita yang memeluknya. Dan dengan pelan-pelan menggeser tangan itu, agar tidak membangunkannya.

"Aldo, mau ke mana?" tanya wanita itu yang juga terbangun. Ia melihat Aldo duduk di tepian tempat tidur sambil memegang ponsel.

"Angkat telepon." jawabnya sambil melirik sekilas wanita itu.

"Siapa yang menelepon?" tanya Kitty yang sedikit curiga. Ada yang menelepon suaminya di tengah malam.

Kitty bangun dan duduk menempel pada Aldo.

"Om Dewa. Aku angkat telepon dulu!" ucap pria itu pun menjauh.

"Jawab di sini saja!" tahannya.

Aldo mengabaikan ucapan Kitty dan berjalan pergi. Di balkon ia menjawab panggilan tersebut.

"Iya, Om." jawabnya dengan suara serak.

"Do, hari ini aku mau menikah." jawab Dewa langsung.

"Menikah? Hari ini?" tanya Aldo bingung mendengar kabar mendadak begitu.

"Iya, aku akan menikah malam ini." jelas Dewa kembali.

"Kenapa mendadak, Om?" tanya Aldo.

"Karena aku tidak mau kehilangan dia lagi!"

"Apa Om akan menikahi Ila?" tanya Aldo. Itu mantan Dewa yang tidak bisa dilupakannya.

Dewa diam sesaat mendengar satu nama. Nama sang mantan. Sang mantan kekasih yang akan ia tunggu jandanya sampai kapanpun. Meski sampai rambutnya beruban.

Tapi, Dewa menatap wanita yang berencana akan dinikahinya malam ini. Wanita yang selama ini dimimpikannya.

"Tidak. Aku menikah dengan wanita lain!" tegas Dewa. Ia sudah yakin dengan Tami dan Ila hanya masa lalu. Meski dulu ia berucap akan tetap menunggu janda sang mantan, tapi hatinya kini berpaling. Lebih condong pada Tami.

"Siapa?" tanya Aldo. Penasaran siapa wanita yang bisa mengalihkan tatapan Omnya itu. Mengingat Dewa yang hanya melihat Ila seorang. Tidak pernah mau melihat wanita lain.

"Wanita yang aku cintai." jelas Dewa. "Kau datang ya jadi saksi. Akan ku share lokasi ijab kabulnya." ucap Dewa dengan sangat antusias.

"Maaf, Om. Aku lagi dinas di luar negeri. Minggu depan aku baru kembali." ucap Aldo. Ia sedang berada di negara lain.

"Oh, begitu." ucap Dewa sedikit kecewa.

"Apa Om digrebek ya?" tebak Aldo. Mendadak mengabarkan akan menikah, ada apa? Mulai mengira mungkin saja Om-nya digrebek warga karena melakukan perbuatan asusila.

"Jangan sembarangan bicara!" ucap Dewa sinis dituduh begitu. Ia ini pria tampan yang sangat baik. Tidak mau merusak wanita.

"Ya, sudahlah kalau kamu tidak bisa datang. Datanglah saat resepsinya saja." ucap Dewa. Tadi berharap Aldo bisa menjadi saksi dari keluarga intinya.

"Tunggu! Apa mama tahu Om akan menikah?" tanya Aldo ingin tahu.

"Belum. Aku akan mengabarinya! lanjutkan lah tidurmu!" ledek Dewa.

Aldo pun mendengus lalu tidak lama panggilan berakhir.

"Kenapa Om Dewa menelepon?" tanya Kitty saat melihat Aldo menutup pintu balkon. Omnya Aldo menelepon malam-malam begini.

"Dia akan menikah malam ini."

"Kenapa mendadak begitu? Apa dia dijebak? Apa kita akan pulang malam ini?" tanya Kitty bertubi-tubi.

"Tidurlah, ini sudah malam!" ucap Aldo. Ia naik ke tempat tidur dan menyelimuti dirinya.

Kitty ikut berbaring dan menempel pada pria itu.

"Suamiku, kapan kita akan program punya anak?" tanya wanita itu. Sudah beberapa minggu menikah, Aldo selalu memakai pengaman saat berhubungan dengannya.

"Aku belum siap." jawab Aldo. Ia saja masih berusaha menerima Kitty. Bahkan saat berhubungan dengan Kitty, ia masih memikirkan Tami. Wanita yang dia campakkan begitu saja.

Tah apa kabarnya Tami sekarang?

"Tapi, Suamiku aku-"

"Aku ngantuk. Selamat malam." ucap Aldo mengakhiri pembahasan itu. Pria itu memunggungi wanita itu.

Kitty hanya dapat menghembuskan nafas pelan. Aldo belum bisa menerima dirinya sepenuhnya. Ia harus lebih berusaha merobohkan tembok tinggi itu.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Zol melirik pria yang dari tadi berkali-kali membuang nafas. Tidak pernah melihat atasannya gugup begitu.

Kini mereka berada di sebuah ruangan dengan beberapa orang di dalamnya. Tadi Zol mendapat perintah untuk mempersiapkan pernikahan. Ia tidak mengerti ternyata Dewa serius dengan perkataannya. Tah bagaimana pria itu meyakinkan wanita pelamar itu hingga mau menikah di hari ini juga.

Zol tahunya hari ini pertama kali kedua orang itu bertemu. Ia tidak tahu saja jika wanita pelamar itu yang dibilangnya wanita ghaib dalam mimpi atasannya.

Deg,

Hati Dewa berdebar saat melihat calon mempelai wanitanya keluar. Tami memakai kebaya putih dan didandani sangat cantik.

Pria itu begitu terpukau dengan penampilan Tami. Wanita cantik itu seakan bersinar.

'Apa aku sedang bermimpi?' batin Dewa menyadari keadaan.

"Zol." ucap Dewa pelan meminta asistennya itu mendekat.

"Ada apa, Pak?" tanya Zol menundukkan tubuhnya, agar sejajar dengan Dewa yang duduk.

"Coba kamu cubit saya!" pinta Dewa memastikan.

"Cubit?" Zol bingung. Dewa selalu meminta dicubit.

"Cepat, Zol!" desak Dewa kembali. Zol itu kebanyakan berpikir, tinggal turuti saja susah amat.

Zol pun kembali mencubit lengan Dewa. Dan,

"Akh!" ringis Dewa pelan. Zol mencubitnya dengan kuat. "Kamu punya dendam dengan saya?"

"Ma-maaf, Pak. Saya sudah pelan mencubit anda." Ucap Zol menundukkan kepala. Salah lagi dia kan.

"Pelan?" Dewa menatap Zol sinis. Katanya pelan saja begitu sakit. Bagaimana jika cubitan yang kuat, apa akan dilarikan ke rumah sakit?

"Silahkan calon mempelai wanita duduk di samping calon mempelai pria." ucap tuan kadi mempersilahkan.

Tami perlahan duduk di samping pria itu. Di kursi yang sudah disediakan untuknya. Matanya tidak lepas menatap pria yang juga terus melihat ke arahnya.

'Apa aku akan menikah dengannya?' batin Tami tidak percaya. Mereka baru bertemu tadi pagi dan malamnya menikah.

"Baiklah, akan kita mulai-"

"Tung-tunggu sebentar, Pak!" Sela Tami pada tuan Kadi. "Saya perlu bicara sebentar dengannya!"

"Ada apa lagi?" tanya Dewa saat Tami menariknya menjauh dari orang-orang itu.

"A-apa anda yakin menikah denganku?"

"Kamu tidak yakin padaku?"

Tami mengangguk dan itu membuat Dewa jadi geram. Cepat sekali menggangguknya.

"Pernikahan itu-, eh apa yang anda lakukan?" Jadi bingung tatkala Dewa malah berlutut.

"Izinkan aku bersamamu selamanya, Tami! Izinkan aku mencintaimu." Dewa berlutut sambil mengadahkan tangannya.

Wanita itu masih menatap pria itu. Tidak mengerti dengan perasaannya. Tapi dalam hatinya, ia ingin pria itu.

"Awas kalau anda membuatku kecewa!" ancam Tami. Ia akan percaya pria itu.

Dewa tersenyum saat Tami mengulurkan tangannya. Ia pun menggenggamnya.

"Ayo, kita menikah!"

Tami mengangguk dan mereka berjalan bergandengan tangan menghadap sang tuan kadi yang sudah menunggu.

"Bisa kita mulai."

Dewa dan Tami mengangguk mantap. Keduanya sudah yakin dan tidak ragu lagi.

Dan tak lama,

"SAHHH!"

Kata sakral itu pun menggema di ruangan kecil itu. Pernikahan telah terlaksana.

Dewa tersenyum menatap wanita di sampingnya. Begitu juga Tami, wajahnya kini terasa panas. Tatapan pria itu mulai meresahkan.

"Terima kasih, istriku." ucap Dewa dengan suara begitu lembut. Tidak lupa tatapannya yang mendalam. Sedalam samudera. Sangat dalam lah.

Istriku. Istriku katanya?

'Akhhh!' ronta Tami dalam hati, ia baper. Ucapan Dewa itu membuatnya meleleh.

Nyes,

.

.

.

Terpopuler

Comments

Sri

Sri

tinggal si rona tuh yg sombong masalahnya

2024-10-23

0

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

ahkirnya mau dan Sahhh jg jd istri Dewa oh jd Aldo g bs datang krn lg di luar negeri wah nanti kl pulang akan terkejut kl mantan kekasih yg di campahkan demi batu kerikil pilihan mamanya telah menikah dg Om nya sendiri.wkwkwkw selamat dan bahagia terus ya Dewa Tami seru lucu ng bikin ngakak sampai sakit perut🤣🤣🤣😍😍

2024-05-05

0

Rina Azzahra

Rina Azzahra

lah dah dah aja si tami dah nikah wkkwkw tanpa undangan ya tami /Chuckle/

2024-02-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Harapan
2 Bab 2 - Mimpi
3 Bab 3 - Maafkan Aku
4 Bab 4 - Sakit
5 Bab 5 - Kenangan
6 Bab 6 - Mimpi Lagi
7 Bab 7 - Kecewa
8 Bab 8 - Hari Berlalu
9 Bab 9 - Hari Sial
10 Bab 10 - Gendeng
11 Bab 11 - Deg
12 Bab 12 - Kamu Mau?
13 Bab 13 - Ayo, Kita Menikah!
14 Bab 14 - Terus Memaksa
15 Bab 15 - Malam Ini
16 Bab 16 - Istriku
17 Bab 17 - Suami Sendiri
18 Bab 18 - Ini Nyata
19 Bab 19 - Transfer
20 Bab 20 - Suka Kamu
21 Bab 21 - Demi Kamu
22 Bab 22 - Boleh Cium?
23 Bab 23 - Mak Tami
24 Bab 24 - Mas Dewa
25 Bab 25 - 3 Hari
26 Bab 26 - Ikut Aku
27 Bab 27 - Tante
28 Bab 28 -Jangan Memaksa
29 Bab 29 - Menginginkanmu
30 Bab 30 - Penghangat Ranjang
31 Bab 31 - Ke Rumah Rona
32 Bab 32 - Ceraikan Dia
33 Bab 33 - Hanya Masa Lalu
34 Bab 34 - Pikiran Aldo
35 Bab 35 - Kita Perlu Bicara
36 Bab 36 - Siapa Mantanmu?
37 Bab 37 - Kejujuran
38 Bab 38 - Tidak Terima
39 Bab 39 - Penuh Cinta
40 Bab 40 - Php
41 Bab 41 - Tolong
42 Bab 42 - Kerasukan
43 Bab 43 - Hati-hati
44 Bab 44 - Sudah Terukir
45 Bab 45 - Pingit
46 Bab 46 - Hari Bahagia
47 Bab 47 - Berlayar
48 Bab 48 - Bulan Madu
49 Bab 49 - Percaya Kamu
50 Bab 50 - Tentang Masa Lalu
51 Bab 51 - Penjelasan
52 Bab 52 - Sudah Pergi
53 Bab 53 - Semakin Dekat
54 Bab 54 - Adik Sepupu
55 Bab 55 - Begitu Manis
56 Bab 56 - Apapun Itu
57 Bab 57 - Gelap Mata
58 Bab 58 - Salah Target
59 Bab 59 - Menyesal
60 Bab 60 - Sudah Sadar
61 Bab 61 - Berusaha Tegar
62 Bab 62 - Mulai Stres
63 Bab 63 - Butuh Waktu
64 Bab 64 - Galau Sendiri
65 Bab 65 - Rasa Bersalah
66 Bab 66 - Aku Mencintaimu
67 Bab 67 - Penjelasan Dewa
68 Bab 68 - Aku Mau Pulang
69 Bab 69 - Bertemu
70 Bab 70 - Akhirnya
71 Promo
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 - Harapan
2
Bab 2 - Mimpi
3
Bab 3 - Maafkan Aku
4
Bab 4 - Sakit
5
Bab 5 - Kenangan
6
Bab 6 - Mimpi Lagi
7
Bab 7 - Kecewa
8
Bab 8 - Hari Berlalu
9
Bab 9 - Hari Sial
10
Bab 10 - Gendeng
11
Bab 11 - Deg
12
Bab 12 - Kamu Mau?
13
Bab 13 - Ayo, Kita Menikah!
14
Bab 14 - Terus Memaksa
15
Bab 15 - Malam Ini
16
Bab 16 - Istriku
17
Bab 17 - Suami Sendiri
18
Bab 18 - Ini Nyata
19
Bab 19 - Transfer
20
Bab 20 - Suka Kamu
21
Bab 21 - Demi Kamu
22
Bab 22 - Boleh Cium?
23
Bab 23 - Mak Tami
24
Bab 24 - Mas Dewa
25
Bab 25 - 3 Hari
26
Bab 26 - Ikut Aku
27
Bab 27 - Tante
28
Bab 28 -Jangan Memaksa
29
Bab 29 - Menginginkanmu
30
Bab 30 - Penghangat Ranjang
31
Bab 31 - Ke Rumah Rona
32
Bab 32 - Ceraikan Dia
33
Bab 33 - Hanya Masa Lalu
34
Bab 34 - Pikiran Aldo
35
Bab 35 - Kita Perlu Bicara
36
Bab 36 - Siapa Mantanmu?
37
Bab 37 - Kejujuran
38
Bab 38 - Tidak Terima
39
Bab 39 - Penuh Cinta
40
Bab 40 - Php
41
Bab 41 - Tolong
42
Bab 42 - Kerasukan
43
Bab 43 - Hati-hati
44
Bab 44 - Sudah Terukir
45
Bab 45 - Pingit
46
Bab 46 - Hari Bahagia
47
Bab 47 - Berlayar
48
Bab 48 - Bulan Madu
49
Bab 49 - Percaya Kamu
50
Bab 50 - Tentang Masa Lalu
51
Bab 51 - Penjelasan
52
Bab 52 - Sudah Pergi
53
Bab 53 - Semakin Dekat
54
Bab 54 - Adik Sepupu
55
Bab 55 - Begitu Manis
56
Bab 56 - Apapun Itu
57
Bab 57 - Gelap Mata
58
Bab 58 - Salah Target
59
Bab 59 - Menyesal
60
Bab 60 - Sudah Sadar
61
Bab 61 - Berusaha Tegar
62
Bab 62 - Mulai Stres
63
Bab 63 - Butuh Waktu
64
Bab 64 - Galau Sendiri
65
Bab 65 - Rasa Bersalah
66
Bab 66 - Aku Mencintaimu
67
Bab 67 - Penjelasan Dewa
68
Bab 68 - Aku Mau Pulang
69
Bab 69 - Bertemu
70
Bab 70 - Akhirnya
71
Promo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!