Bab 3 - Maafkan Aku

"Sampai jumpa di sana." ucap Aldo lalu mengakhiri panggilan. Ia berkali-kali membuang nafas dengan kasar.

Aldo dipaksa menikahi Kitty, wanita pilihan Mamanya. Padahal dia punya wanita lain yang sangat dicintainya.

Dia dihadapkan pada dua pilihan. Mamanya atau wanita yang dicintainya? Sungguh, mereka berdua bukan pilihan. Ia ingin keduanya.

Tok... Tok... Tok... Pintu diketuk dengan kuat.

"Aldo! Buka pintunya! Mama mau bicara sama kamu!" teriak Mamanya sambil menggedori pintu kamar.

"Minggu depan kamu menikah, Aldo! Jangan buat masalah!" masih merepet sambil mengetuk.

"Aldo, segera kamu tinggalkan wanita itu! Jika tidak, lebih baik Mama mati saja!" ancamnya.

"Kak Ron, tenanglah!" Dewa berusaha menenangkan kakaknya yang marah-marah.

Aldo pun membuka pintu kamar, ia melihat keduanya sejenak. Lalu berlalu pergi.

"Mau ke mana kamu, Do?" tanya Rona dengan suara yang meninggi.

"Cari angin, Ma." jawab Aldo sekenanya.

"Aldo!" Rona memegang kepalanya yang mendadak sakit. Pusing mengatur putra semata wayangnya itu yang mulai bertingkah.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

'Aduh, cantiknya aku ini!' batin Tami melihat dirinya dalam pantulan cermin.

Wajah sudah dimake up, rambut digerai, tidak lupa juga menyemprotkan parfum agar wangi semerbak.

Tami membuang nafasnya berkali-kali, lalu berolah raga muka. Menormalkan wajahnya yang dari tadi senyam senyum tidak jelas. Menunjukkan wajah biasa, tapi sesaat kemudian senyam senyum lagi.

"Ok, perfect! Mari meluncur!" ucap Tami. Waktunya bertemu sang pujaan hati.

Dengan bersenandung kecil, Tami pun melangkah pergi. Keluar dari kost-an dan tidak lupa mengunci pintu.

"Selamat sore, Bu." sapa Tami saat berpapasan dengan sang ibu kost.

"Sore. Mau ke mana?" tanya ibu kost dengan nada lembut.

"Jalan-jalan sore, Bu." jawab Tami dengan senyuman lebarnya. Saat ini ia tidak bisa memasang wajah biasa saja, karena hatinya senang dan bahagia.

Ibu kost mengangguk mengerti. Pasti mau bertemu kekasih hati, makanya bawanya senyum terus. 'Gelora jiwa muda!'

Tami berjalan menuju depan gang. Ia melewati beberapa orang, menyapa mereka sekilas. Padahal tidak terlalu kenal, tapi disapanya saja.

Sampai di depan gang, Tami pun naik angkot yang lewat. Kebetulan tempat bertemu mereka dilalui angkot itu. Lumayan ongkosnya lebih irit.

Sampai di pintu masuk kafe, Tami mengedarkan pandangannya. Mencari kekasih tercintanya. Katanya ia sudah sampai.

"Tami," panggil seseorang dari belakangnya.

Tami menoleh ke belakang, wajahnya tersenyum melihat pria itu.

Deg, Hati Aldo berdesir. Hari ini Tami sangat cantik. Berbeda dari biasanya. Wajah bahkan senyumannya membuat terpukau.

"Mas." panggil Tami. Aldo malah melamun menatap dirinya, pasti terpesona padanya.

"Ayo!" Aldo pun tersenyum dan menggenggam tangan Tami. Membawa wanita itu ke mejanya.

"Kamu naik apa tadi?" tanya Aldo setelah mereka berdua duduk saling berhadapan.

"Naik angkot, Mas." jawab Tami.

Aldo mengangguk dan mereka pun memesan makanan.

Selama makan mereka saling diam. Aldo berkali-kali menatap Tami dan saat Tami melihatnya, ia mengalihkan pandangan ke arah lain.

"Mas, pelan-pelan makannya." ucap Tami sambil mengelap sudut mulut Aldo. Ada makanan yang menempel di sana.

Aldo diam dengan perlakuan Tami. Kekasihnya itu sangat perhatian sekali.

'Kenapa Mas Aldo belum melamarku?' batin Tami mulai gelisah

Mereka sudah selesai makan, tapi Aldo masih duduk. Tidak bergeser dari kursinya. Apa dari posisi itu saja mau melamarnya?

Aldo mengdehem sejenak. Lalu ia menatap Tami.

Deg,

Jantung Tami tidak bisa dikondisikan melihat tatapan Aldo. Pasti ini waktunya. Waktunya Aldo melamarnya.

"Tami, ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu." ucap Aldo dengan nada serius. Ia harus mempertegas semuanya.

Deg... Deg... duh kan, makin berdebar tidak menentu.

"Katakan saja, Mas." jawab Tami dengan mengulum senyumannya. Aldo buat gemas, mau melamar saja buat berdebar-debar dulu.

"Kita-" Aldo menghembuskan nafasnya dengan kasar. Susah sekali mengatakannya.

Tami masih menunggu perkataan Aldo selanjutnya. Suasananya sekarang sangat mendebarkan.

"Kita-, kita akhiri saja hubungan ini." ucap Aldo akhirnya. Ia harus menuruti sang Mama. Menikah dan menerima Kitty.

Jedder,

Tami terkejut bukan main mendengar apa yang baru saja Aldo katakan. Pria itu bukan akan mengatakan menikahlah denganku, melainkan mengakhiri hubungan. Ini tidak seperti yang dibayangkannya.

"Ka-kamu becanda ya, Mas?" tanya Tami jadi terkekeh pelan. Tidak percaya Aldo mengakhiri hubungan begitu saja. Pasti pria itu sedang mengerjainya sebelum memberikan kejutan yang sebenarnya.

"Maafkan aku, Tam. Aku tidak bisa meneruskan hubungan kita. Aku ingin mengakhiri semua ini!" Aldo memperjelas perkataannya lagi. Tami mengira ia becanda. Padahal apa yang dikatakannya sangatlah serius.

"Mas, ada apa? Selama ini kita baik-baik saja! Ke-kenapa tiba-tiba bicara seperti itu?" tanya Tami berusaha menahan air matanya. Aldo bernar-benar serius ingin mereka berakhir.

"Maafkan aku."

"Mas, kamu bilang akan mencintaiku selamanya." Tami mengatakan ucapan yang dia pegang sampai sekarang. Ucapan yang seperti janji manis itu.

"Maafkan aku, Tam. Aku sudah salah."

"Sa-salah?" tanya Tami bingung.

"Perasaanku padamu selama ini salah. Aku tidak pernah mencintaimu dan lupakanlah pria seperti aku!" ucap Aldo. Ia tidak bisa terus bersama Tami, itu hanya akan menyakiti wanita itu. Ia akan menikah minggu depan, jika tetap bertahan dalam hubungan ini. Tami bisa dicap sebagai pelakor.

"Mas Aldo," Air mata itu pun jebol juga membasahi pipi. Perasaan Aldo selama ini padanya salah.

"Tam, aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya iseng saja menjalani hubungan denganmu dan kamu, bukan wanita yang kuinginkan untuk menjadi istriku!" Aldo mengucapkan kata-kata itu. Ia tahu itu kejam, tapi dengan begitu Tami akan membenci lalu segera melupakannya.

"Ti-tidak!" Tami menggeleng tidak percaya. Aldo berubah, apa salah minum obat.

"Jika aku mencintaimu, pasti aku akan memperjelas hubungan kita. Tidak mungkin kubiarkan selama 5 tahun ini, hubungan kita tidak berkembang!"

Deg,

Jadi selama ini Aldo tidak pernah membahas pernikahan, karena pria itu dari awal memang tidak ingin menikahinya.

"Minggu depan aku akan menikah. Aku akan menikah dengan wanitaku."

Nyut, Nyut, terasa hati Tami berdenyut nyeri mendengar pengakuan Aldo.

"Jangan pernah mencari atau mengharapkanku lagi, Tami. Jika kita tidak sengaja bertemu, berpura-puralah tidak mengenalku!" Aldo bangkit dari duduknya. Ia merasa sudah cukup mengatakan semua.

"Aku pergi." Aldo menepuk pundak Tami pelan. Ia menatap sesaat wajah bersimbah air mata. Ia sudah menyakiti Tami.

"Mas!" panggil Tami menahan tangan Aldo. Mereka tidak bisa berakhir begitu saja.

"Mas, ki-kita bisa bicara baik-baik. Jika aku bersalah padamu, aku minta maaf. Jangan akhiri hubungan kita!" mohon Tami. Ia sangat mencintai pria itu.

"Maafkan aku, Tam. Aku tidak mencintaimu." Aldo melepas pegangan tangan Tami. Lalu melangkah pergi.

Aldo terus melangkah, tidak peduli wanita yang telah mewarnai hari-harinya 5 tahun itu memanggilnya.

"Mas,"

"Mas Aldo,"

"Mas Aldo,"

.

.

.

Terpopuler

Comments

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

ketemu lg thor bagus karya barumu,Tami km tu di bohongi Aldo mencintaimu hanya saja wanita yg akan di nikahi Aldo pilihan Mamanya ancam Aldo hanys menuruti mamamya dan melindungimu Tam km akan dapat ganti lebih dr Aldo

2024-05-05

0

Elaine73

Elaine73

melipir kemari,candu dg karya2 mu thor,sukses selalu

2024-04-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Harapan
2 Bab 2 - Mimpi
3 Bab 3 - Maafkan Aku
4 Bab 4 - Sakit
5 Bab 5 - Kenangan
6 Bab 6 - Mimpi Lagi
7 Bab 7 - Kecewa
8 Bab 8 - Hari Berlalu
9 Bab 9 - Hari Sial
10 Bab 10 - Gendeng
11 Bab 11 - Deg
12 Bab 12 - Kamu Mau?
13 Bab 13 - Ayo, Kita Menikah!
14 Bab 14 - Terus Memaksa
15 Bab 15 - Malam Ini
16 Bab 16 - Istriku
17 Bab 17 - Suami Sendiri
18 Bab 18 - Ini Nyata
19 Bab 19 - Transfer
20 Bab 20 - Suka Kamu
21 Bab 21 - Demi Kamu
22 Bab 22 - Boleh Cium?
23 Bab 23 - Mak Tami
24 Bab 24 - Mas Dewa
25 Bab 25 - 3 Hari
26 Bab 26 - Ikut Aku
27 Bab 27 - Tante
28 Bab 28 -Jangan Memaksa
29 Bab 29 - Menginginkanmu
30 Bab 30 - Penghangat Ranjang
31 Bab 31 - Ke Rumah Rona
32 Bab 32 - Ceraikan Dia
33 Bab 33 - Hanya Masa Lalu
34 Bab 34 - Pikiran Aldo
35 Bab 35 - Kita Perlu Bicara
36 Bab 36 - Siapa Mantanmu?
37 Bab 37 - Kejujuran
38 Bab 38 - Tidak Terima
39 Bab 39 - Penuh Cinta
40 Bab 40 - Php
41 Bab 41 - Tolong
42 Bab 42 - Kerasukan
43 Bab 43 - Hati-hati
44 Bab 44 - Sudah Terukir
45 Bab 45 - Pingit
46 Bab 46 - Hari Bahagia
47 Bab 47 - Berlayar
48 Bab 48 - Bulan Madu
49 Bab 49 - Percaya Kamu
50 Bab 50 - Tentang Masa Lalu
51 Bab 51 - Penjelasan
52 Bab 52 - Sudah Pergi
53 Bab 53 - Semakin Dekat
54 Bab 54 - Adik Sepupu
55 Bab 55 - Begitu Manis
56 Bab 56 - Apapun Itu
57 Bab 57 - Gelap Mata
58 Bab 58 - Salah Target
59 Bab 59 - Menyesal
60 Bab 60 - Sudah Sadar
61 Bab 61 - Berusaha Tegar
62 Bab 62 - Mulai Stres
63 Bab 63 - Butuh Waktu
64 Bab 64 - Galau Sendiri
65 Bab 65 - Rasa Bersalah
66 Bab 66 - Aku Mencintaimu
67 Bab 67 - Penjelasan Dewa
68 Bab 68 - Aku Mau Pulang
69 Bab 69 - Bertemu
70 Bab 70 - Akhirnya
71 Promo
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 - Harapan
2
Bab 2 - Mimpi
3
Bab 3 - Maafkan Aku
4
Bab 4 - Sakit
5
Bab 5 - Kenangan
6
Bab 6 - Mimpi Lagi
7
Bab 7 - Kecewa
8
Bab 8 - Hari Berlalu
9
Bab 9 - Hari Sial
10
Bab 10 - Gendeng
11
Bab 11 - Deg
12
Bab 12 - Kamu Mau?
13
Bab 13 - Ayo, Kita Menikah!
14
Bab 14 - Terus Memaksa
15
Bab 15 - Malam Ini
16
Bab 16 - Istriku
17
Bab 17 - Suami Sendiri
18
Bab 18 - Ini Nyata
19
Bab 19 - Transfer
20
Bab 20 - Suka Kamu
21
Bab 21 - Demi Kamu
22
Bab 22 - Boleh Cium?
23
Bab 23 - Mak Tami
24
Bab 24 - Mas Dewa
25
Bab 25 - 3 Hari
26
Bab 26 - Ikut Aku
27
Bab 27 - Tante
28
Bab 28 -Jangan Memaksa
29
Bab 29 - Menginginkanmu
30
Bab 30 - Penghangat Ranjang
31
Bab 31 - Ke Rumah Rona
32
Bab 32 - Ceraikan Dia
33
Bab 33 - Hanya Masa Lalu
34
Bab 34 - Pikiran Aldo
35
Bab 35 - Kita Perlu Bicara
36
Bab 36 - Siapa Mantanmu?
37
Bab 37 - Kejujuran
38
Bab 38 - Tidak Terima
39
Bab 39 - Penuh Cinta
40
Bab 40 - Php
41
Bab 41 - Tolong
42
Bab 42 - Kerasukan
43
Bab 43 - Hati-hati
44
Bab 44 - Sudah Terukir
45
Bab 45 - Pingit
46
Bab 46 - Hari Bahagia
47
Bab 47 - Berlayar
48
Bab 48 - Bulan Madu
49
Bab 49 - Percaya Kamu
50
Bab 50 - Tentang Masa Lalu
51
Bab 51 - Penjelasan
52
Bab 52 - Sudah Pergi
53
Bab 53 - Semakin Dekat
54
Bab 54 - Adik Sepupu
55
Bab 55 - Begitu Manis
56
Bab 56 - Apapun Itu
57
Bab 57 - Gelap Mata
58
Bab 58 - Salah Target
59
Bab 59 - Menyesal
60
Bab 60 - Sudah Sadar
61
Bab 61 - Berusaha Tegar
62
Bab 62 - Mulai Stres
63
Bab 63 - Butuh Waktu
64
Bab 64 - Galau Sendiri
65
Bab 65 - Rasa Bersalah
66
Bab 66 - Aku Mencintaimu
67
Bab 67 - Penjelasan Dewa
68
Bab 68 - Aku Mau Pulang
69
Bab 69 - Bertemu
70
Bab 70 - Akhirnya
71
Promo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!