Bab 7 - Kecewa

"Saya mau bertemu Aldo." ucap Tami begitu sampai di resepsionis.

Hari ini Tami masih izin sakit, surat dokternya menganjurkan istirahat selama 3 hari. Karena hari ini sudah mendingan, ia pun pergi mencari Aldo.

"Aldo? Di divisi apa ya, mbak?" tanya resepsionis memastikan. Banyak karyawan yang bernama Aldo di perusahaan ini.

Tami menggeleng, ia tidak tahu secara rinci Aldo bekerja di mananya. Jadi menyesal saat itu tidak menanyakannya.

"Mbak, hubungin saja temannya dulu." saran Resepsionis melihat wajah bingung wanita itu.

Tami mengangguk dan menjauh dari meja resepsionis. Sungguh dia tidak tahu apapun tentang pria itu. Ditelepon pun, sudah tidak terhubung lagi.

Mulai mengingat-ingat siapa yang mau ditanyanya tentang Aldo. Tapi tidak ada seorang pun. Aldo tidak pernah mengenalkannya pada siapapun. Bahkan teman-temannya Aldo, Tami juga tidak tahu.

Kini Tami seperti mencari alamat palsu. Mencari pria yang mendadak hilang dari peredaran.

'Mas Aldo, kenapa kamu jahat sih?' batin Tami sedih sekali. Pria itu begitu kejam padanya.

Kini Tami berada di sebuah taman. Ia duduk sambil melipat tangan di dada. Menatap ke arah depan dengan air mata berlinang.

Tami meratapi kisah cintanya yang sudah kandas di tengah jalan.

Kini ia kembali meraih ponsel dan menghubungi Aldo dan tetap saja tidak terhubung juga.

Tami mengusap air matanya dan berjalan ke arah penjual minuman. Ia meminjam ponsel penjual tersebut.

"Halo,"

"Mas Aldo." ucap Tami begitu panggilan terhubung. Hatinya senang mendengar suara pria itu.

Aldo kaget dan melihat nomor itu bukan nomor Tami. Mantannya menghubunginya dengan nomor yang lain.

"Mas Aldo, kita perlu bicara!" ucap Tami. Mereka harus bicara dengan kepala dingin. Hubungan mereka tidak bisa berakhir begitu saja.

Aldo membuang nafasnya berkali-kali. Baru mulai melupakan Tami, malah kembali mengingatnya. Mana suara wanita itu membuatnya berdesir.

"Tidak ada yang perlu kita dibicarakan!" tegas Aldo. Ia tidak bisa bersama Tami, maka harus dituntaskan segera. Ia tidak bisa memberikan kejelasan dan masa depan pada wanita itu.

"Mas, kita-"

"Tami!" Sela Aldo, ia tidak ingin Tami bicara. Pasti wanita itu akan menangis dan memohon. Pria itu takut goyah dan bagaimana nanti ancaman mamanya menjadi kenyataan. Akan menyulitkannya.

"Aku akan menikah minggu ini. Calon istriku sudah hamil!" ucap Aldo sedikit berbohong.

Aldo sengaja mengatakan itu, agar Tami tidak mencoba menghubunginya lagi. Ia ingin lepas dari bayangan-bayangnya dan meneruskan hidup. Menerima dengan ikhlas kehidupan ini.

"Mas!" Tami terkejut dan bingung jadinya. Aldo menghamili wanita lain.

"Aku harus bertanggung jawab padanya. Ku harap kamu mengerti. Tolong jangan menganggu hidupku lagi!"

Tut... Panggilan berakhir.

Tami pun menangis. Menangis pelan dan mulai terisak-isak. Aldo begitu jahat padanya.

"Mbak," panggil penjual minuman yang bingung. Wanita itu malah menangis.

Tami meraih dompetnya dan mengambil uang selembar. Lalu mengembalikan ponsel beserta memberikan uang. Sebagai ucapan terima kasih pada penjual minuman tersebut.

"Te-terima kasih, Bang." ucap Tami dengan terisak.

Niatnya tadi mau mempertahankan hubungan. Tapi malah mendapat alasan yang membuatnya merasa sesak.

Jika Aldo tidak bertanggung jawab, wanita itu akan hamil tanpa suami. Dan kasihan anak yang tidak berdosa itu. Tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya.

Tami tahu sakitnya tidak memiliki orang tua dan ia tidak mau anak itu bernasib seperti dirinya. Wanita itu tidak boleh egois. Harus berusaha ikhlas.

Tami pun melangkah pergi dan meninggalkan taman. Akan pulang dan rebahan segera. Kepalanya mendadak pusing.

'Entahlah!'

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

'Apa aku beli konn-dom ya?' batin Dewa sambil mengintari kamarnya, mondar-mandir seperti setrikaan.

Hari sudah malam, ia akan tidur dan akan memimpikan wanita itu.

Bagaimana nanti jika kelanjutan mimpinya, mereka melakukan adegan panas itu? Apa ia akan pakai pengaman atau tembak di dalam saja? Terus kalau wanita itu sampai hamil bagaimana?

Aduh, Dewa mendadak pusing dan bingung jadinya. Ia yakin sekali, kali ini pasti kelanjutan mimpinya mereka berdua akan memadu kasih. Menikmati malam panas bergairah.

Walau tahu itu mimpi, pria itu mulai deg-deg an. Ia akan menggagahi seorang wanita. Wanita itu akan berteriak manja dalam kuasanya.

'Tapi tidak apa kalau dia hamil. Aku akan bertanggung jawab dalam mimpi.' batin Dewa dengan senyum melebar. Ia pria tampan yang sehat, sudah pasti sekali melakukan wanita itu akan hamil. Benihnya sangat tokcer dan kualitas unggul. Bukan kaleng-kaleng lah.

"Kalau nanti dia hamil, aku harus menikahinya. Aku juga harus jadi suami siaga selama kehamilannya. Nanti dia akan melahirkan anakku. Pasti sama tampannya sepertiku. Lalu kami akan program anak ke dua, ke tiga dan seterusnya.." Dewa senyum-senyum membayangkan kehidupan berumah tangga dalam mimpinya itu.

"Dewa, lupakanlah aku!" ucap seorang wanita.

"Aku tidak akan melupakanmu! Meski kamu sekarang menikah dengannya, aku akan tetap menunggumu! Aku akan menunggu jandamu, Ila!" tegas. Dewa penuh keseriusan.

"Kenapa aku menikahi wanita dalam mimpi itu? Akukan masih menunggu jandanya Ila." gumam Dewa tampak berpikir. Ia belum bisa melupakan sang mantan.

Meski mereka tidak pernah bertemu atau berkomunikasi lagi selama 2 tahun ini, tapi Dewa tetap menunggunya. Karena hati pria itu hanya pada Ila, tidak bisa berpindah ke lain hati. Hatinya sudah digembok dan kuncinya dibuang ke laut.

"Aku kan menikahi wanita itu dalam mimpi. Dan di kenyataannya aku akan tetap menunggu Ila selamanya."

Sepertinya pria itu akan memiliki dua kehidupan. Kehidupan nyata dan kehidupan dalam mimpinya. Ia juga akan memiliki 2 wanita. Wanita nyata dan tidak nyata. Ila dan wanita yang tidak tahu siapa namanya itu.

"Sudah jam 10 malam ternyata. Aku harus tidur." ucap Dewa sambil membaringkan diri di tempat tidur.

Perlahan ia menarik selimut dan memejamkan matanya. Jangan lupakan wajahnya yang terus tersenyum. Malam ini ia akan mimpi enak. Melakukan hal panas dengan wanita itu.

Deringan ponsel membangunkannya. Dengan mata yang sedikit terbuka, ia mencari ponsel di sekitar tempat tidurnya.

"Hah," jawab Dewa dengan suara seraknya.

"Selamat pagi, Pak Dewa."

"Apa, Zol?" tanyanya.

"Anda sudah di mana? Hari ini jam 9, ada pertemuan dengan klien di luar kantor, Pak." Ucap Zol memberitahu dari seberang sana.

"Jam berapa sekarang?" tanya Dewa, matanya masih sulit terbuka sempurna.

"Setengah 9, Pak."

"Ya, sudah. Kamu share lokasinya. Saya akan segera ke sana." jawab Dewa lalu menutup panggilan.

Dewa memaksa membuka matanya lalu diam sesaat. Sejenak mengumpulkan nyawanya sambil berpikir. Seperti ada yang hal yang mengganjal. Tapi apa?

Pria itu mulai mengingat sesuatu.

'Kenapa aku tidak memimpikan wanita itu?'

.

.

.

Terpopuler

Comments

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

krn g baca dia sebekum tidur Wa makanya g mimpi lg😍😂😂

2024-05-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Harapan
2 Bab 2 - Mimpi
3 Bab 3 - Maafkan Aku
4 Bab 4 - Sakit
5 Bab 5 - Kenangan
6 Bab 6 - Mimpi Lagi
7 Bab 7 - Kecewa
8 Bab 8 - Hari Berlalu
9 Bab 9 - Hari Sial
10 Bab 10 - Gendeng
11 Bab 11 - Deg
12 Bab 12 - Kamu Mau?
13 Bab 13 - Ayo, Kita Menikah!
14 Bab 14 - Terus Memaksa
15 Bab 15 - Malam Ini
16 Bab 16 - Istriku
17 Bab 17 - Suami Sendiri
18 Bab 18 - Ini Nyata
19 Bab 19 - Transfer
20 Bab 20 - Suka Kamu
21 Bab 21 - Demi Kamu
22 Bab 22 - Boleh Cium?
23 Bab 23 - Mak Tami
24 Bab 24 - Mas Dewa
25 Bab 25 - 3 Hari
26 Bab 26 - Ikut Aku
27 Bab 27 - Tante
28 Bab 28 -Jangan Memaksa
29 Bab 29 - Menginginkanmu
30 Bab 30 - Penghangat Ranjang
31 Bab 31 - Ke Rumah Rona
32 Bab 32 - Ceraikan Dia
33 Bab 33 - Hanya Masa Lalu
34 Bab 34 - Pikiran Aldo
35 Bab 35 - Kita Perlu Bicara
36 Bab 36 - Siapa Mantanmu?
37 Bab 37 - Kejujuran
38 Bab 38 - Tidak Terima
39 Bab 39 - Penuh Cinta
40 Bab 40 - Php
41 Bab 41 - Tolong
42 Bab 42 - Kerasukan
43 Bab 43 - Hati-hati
44 Bab 44 - Sudah Terukir
45 Bab 45 - Pingit
46 Bab 46 - Hari Bahagia
47 Bab 47 - Berlayar
48 Bab 48 - Bulan Madu
49 Bab 49 - Percaya Kamu
50 Bab 50 - Tentang Masa Lalu
51 Bab 51 - Penjelasan
52 Bab 52 - Sudah Pergi
53 Bab 53 - Semakin Dekat
54 Bab 54 - Adik Sepupu
55 Bab 55 - Begitu Manis
56 Bab 56 - Apapun Itu
57 Bab 57 - Gelap Mata
58 Bab 58 - Salah Target
59 Bab 59 - Menyesal
60 Bab 60 - Sudah Sadar
61 Bab 61 - Berusaha Tegar
62 Bab 62 - Mulai Stres
63 Bab 63 - Butuh Waktu
64 Bab 64 - Galau Sendiri
65 Bab 65 - Rasa Bersalah
66 Bab 66 - Aku Mencintaimu
67 Bab 67 - Penjelasan Dewa
68 Bab 68 - Aku Mau Pulang
69 Bab 69 - Bertemu
70 Bab 70 - Akhirnya
71 Promo
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 - Harapan
2
Bab 2 - Mimpi
3
Bab 3 - Maafkan Aku
4
Bab 4 - Sakit
5
Bab 5 - Kenangan
6
Bab 6 - Mimpi Lagi
7
Bab 7 - Kecewa
8
Bab 8 - Hari Berlalu
9
Bab 9 - Hari Sial
10
Bab 10 - Gendeng
11
Bab 11 - Deg
12
Bab 12 - Kamu Mau?
13
Bab 13 - Ayo, Kita Menikah!
14
Bab 14 - Terus Memaksa
15
Bab 15 - Malam Ini
16
Bab 16 - Istriku
17
Bab 17 - Suami Sendiri
18
Bab 18 - Ini Nyata
19
Bab 19 - Transfer
20
Bab 20 - Suka Kamu
21
Bab 21 - Demi Kamu
22
Bab 22 - Boleh Cium?
23
Bab 23 - Mak Tami
24
Bab 24 - Mas Dewa
25
Bab 25 - 3 Hari
26
Bab 26 - Ikut Aku
27
Bab 27 - Tante
28
Bab 28 -Jangan Memaksa
29
Bab 29 - Menginginkanmu
30
Bab 30 - Penghangat Ranjang
31
Bab 31 - Ke Rumah Rona
32
Bab 32 - Ceraikan Dia
33
Bab 33 - Hanya Masa Lalu
34
Bab 34 - Pikiran Aldo
35
Bab 35 - Kita Perlu Bicara
36
Bab 36 - Siapa Mantanmu?
37
Bab 37 - Kejujuran
38
Bab 38 - Tidak Terima
39
Bab 39 - Penuh Cinta
40
Bab 40 - Php
41
Bab 41 - Tolong
42
Bab 42 - Kerasukan
43
Bab 43 - Hati-hati
44
Bab 44 - Sudah Terukir
45
Bab 45 - Pingit
46
Bab 46 - Hari Bahagia
47
Bab 47 - Berlayar
48
Bab 48 - Bulan Madu
49
Bab 49 - Percaya Kamu
50
Bab 50 - Tentang Masa Lalu
51
Bab 51 - Penjelasan
52
Bab 52 - Sudah Pergi
53
Bab 53 - Semakin Dekat
54
Bab 54 - Adik Sepupu
55
Bab 55 - Begitu Manis
56
Bab 56 - Apapun Itu
57
Bab 57 - Gelap Mata
58
Bab 58 - Salah Target
59
Bab 59 - Menyesal
60
Bab 60 - Sudah Sadar
61
Bab 61 - Berusaha Tegar
62
Bab 62 - Mulai Stres
63
Bab 63 - Butuh Waktu
64
Bab 64 - Galau Sendiri
65
Bab 65 - Rasa Bersalah
66
Bab 66 - Aku Mencintaimu
67
Bab 67 - Penjelasan Dewa
68
Bab 68 - Aku Mau Pulang
69
Bab 69 - Bertemu
70
Bab 70 - Akhirnya
71
Promo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!