Empat Pasang Mata

“把奶奶的钱还给我。”克劳迪娅的命令

"Kembalikan uang nenek itu!" Perintah Putri Sandra tanpa memperdulikan ucapan mereka.

我不会。”他们异口同声的回答

"Tidak akan." Jawab mereka dengan serempak.

“那你是在找死。”克劳迪娅说

"Kalau begitu kalian cari mati." ucap Putri Sandra sambil tersenyum devil.

“攻击那个女孩。”命令其中之一。

"Serang gadis itu!" Perintah salah satu dari mereka.

Putri Sandra dengan gerakan lincah berhasil menghindar dan memukul para penjahat yang berjumlah sembilan orang dengan menggunakan tangan kanannya.

Sedangkan tangan kiri Putri Sandra untuk menotok ke titik syaraf ke sembilan pria tersebut. Putri Sandra sengaja menotok salah satu paha mereka agar adik kecil mereka impoten dan juga menotok ke titik syaraf agar tubuh mereka menjadi lemah.

bruk

bruk

bruk

Putri Sandra berhasil menotok titik syaraf menggunakan tangan kirinya hingga ke tiga pria terjatuh dengan tubuh yang sangat lemas seperti tidak bertulang.

bruk

bruk

bruk

bruk

Putri Sandra berhasil lagi menotok titik syaraf menggunakan tangan kirinya hingga ke empat pria terjatuh dengan tubuh yang sangat lemas.

Hingga menyisakan dua orang membuat kedua orang tersebut melarikan diri untuk meminta bantuan teman - temannya.

Sedangkan Nathan yang melihat dari jarak yang tidak begitu jauh berniat ingin membantu Putri Sandra. Namun Nathan membatalkannya karena ternyata Putri Sandra mampu melawan mereka.

“以后你不能强奸女孩,因为你的妹妹已经没有作用了,而且你的身体也很虚弱,没有压迫弱者的力量。”克劳迪娅一张一张地看着他们的脸说道。

"Untuk seterusnya kalian tidak akan bisa memper***a para gadis atau wanita karena adik kecil milik kalian sudah tidak berfungsi lagi. Selain itu juga tubuh kalian akan lemah dan tidak mempunyai kekuatan untuk menindas kaum lemah." Ucap Putri Sandra sambil menatap satu persatu wajah mereka.

“请原谅我们小姐,我们非常抱歉。”求七个人。

"Ampuni kami Nona, kami sangat menyesal." mohon ke tujuh pria tersebut.

“你的要求来不及了,这就是你们这些经常欺压弱者强暴少女的业力。”克劳迪娅一边说着,一边扔掉木块,然后拿起装着被抢走的祖母的钱的袋子。

"Permohonan kalian sudah terlambat. Inilah karma buat kalian yang sering menindas kaum lemah dan memper***a para gadis." Ucap Putri Sandra sambil membuang balok kayu kemudian mengambil kantong yang berisi uang milik nenek yang di jambret.

Putri Sandra berjalan dengan santai menuju ke arah nenek yang tadi di jambret sedangkan Nathan berjalan mengikuti Putri Sandra dari belakang sambil berfikir.

'Siapa sebenarnya Putri Sandra? Kemampuan bela dirinya tidak pernah Aku lihat. Aku harus berhati-hati jangan sampai menyinggung perasaannya kalau tidak adik kecilku... Oh tidak-tidak aku tidak bisa membayangkan kalau adik kecilku tidak berfungsi.' Ucap Nathan dalam hati yang tidak sanggup jika hal itu terjadi pada dirinya.

'Lebih baik Aku mati saja jika adik kecilku tidak berfungsi.' Sambung Nathan dalam hati sambil memegangi adik kecilnya sebentar.

Karena Nathan tidak ingin jadi bahan tertawaan orang lain kalau dirinya memegang adik kecilnya.

“这个奶奶的奶奶的。”克劳迪娅把装满钱的口袋递给她说

"Nenek ini milik Nenek." Ucap Putri Sandra sambil memberikan kantong yang berisi uang.

“谢谢你cu,哦,是的,这是钱作为感谢。”祖母一边说一边给克劳迪娅一些硬币。

"Terima kasih, Cu. Oh ya, ini uang sebagai ucapan terima kasih." ucap nenek tersebut sambil memberikan beberapa keping uang logam ke arah Putri Sandra.

“谢谢奶奶,我真心帮了她。”克劳迪娅笑着回答。

"Terima kasih, Nek. Saya menolongnya ikhlas kok." Jawab Putri Sandra sambil tersenyum.

“愿上帝报答你的恩情,为你找到一个忠实的伴侣。”祖母用真诚的语气说道。

"Semoga Tuhan membalas kebaikanmu dan menemukan pendamping yang setia padamu." ucap nenek tersebut dengan nada tulus.

“谢谢奶奶。”克劳迪娅笑着回答

"Terima kasih, Nek." Jawab Putri Sandra sambil tersenyum manis.

Putri Sandra meninggalkan nenek tersebut dan dirinya baru teringat kalau dirinya pergi bersama Nathan dan dirinya merutuki kebodohannya.

'Aduh, Aku baru ingat kalau Aku pergi dengan Kak Nathan. Aku akan coba cari di parkiran siapa tahu Kak Nathan menungguku.' ucap Putri Sandra dalam hati.

Putri Sandra berusaha mengingat tempat parkiran, setelah sampai di parkiran mobil, dirinya bingung karena dirinya tidak menghapal nomer plat mobil membuat Putri Sandra melihat ke arah sekelilingnya.

"Apakah Kak Nathan marah dan pergi meninggalkan, Aku?" ucap Putri Sandra sambil matanya melihat ke sekelilingnya.

Nathan yang ingin mengusili Putri Sandra tidak tega karena melihat mata Putri Sandra memerah menahan air matanya agar tidak keluar.

Hal itu membuat Nathan keluar dari persembunyiannya dan pura-pura berjalan ke arah Putri Sandra.

Putri Sandra tanpa sengaja melihat Nathan sedang berjalan ke arahnya membuat Putri Sandra berlari ke arah Nathan.

grep

"Hiks... Hiks... Maafkan Aku." Ucap Putri Sandra sambil terisak dan memeluk tubuh kekar Nathan.

"Kenapa minta maaf?" Tanya Nathan sambil membalas pelukan Putri Sandra dan berusaha menetralkan jantungnya yang berdetak kencang akibat di peluk oleh Putri Sandra.

"Gara-gara Aku kesal karena tidak dipinjamin duit membuatku marah sama Kak Nathan. Terlebih Kak Nathan sudah banyak menolongku menyelamatkan nyawaku ketika Aku tidak sadarkan diri, diberikan tempat tinggal, numpang makan dan sekarang di ajak jalan-jalan." Jawab Putri Sandra.

"Aku gadis tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih. Sekali lagi maafkan Aku." Sambung Putri Sandra sambil menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Nathan.

"Sstttt... Sudah lupakan apa yang telah terjadi. Ayo kita pulang atau ada yang ingin kamu beli ." Ucap Nathan sambil melepaskan pelukannya.

"Kita pulang saja." Jawab Putri Sandra sambil ikut melepaskan pelukannya.

"Kenapa pulang?" Tanya Nathan.

Nathan bisa melihat kalau Putri Sandra sebenarnya masih ingin jalan - jalan walau Putri Sandra tidak mengatakannya.

"Barang yang ingin Aku beli tidak bisa Aku beli jadi lebih baik kita pulang saja." Jawab Putri Sandra.

"Maksudmu ini?" Tanya Nathan sambil menyerahkan paper bag kemudian membuka pintu mobil di samping pengemudi agar Putri Sandra masuk ke dalam mobil.

Putri Sandra masuk ke dalam mobil dan membuka isi paper bag tersebut. Matanya membulat sempurna ketika melihat isi di dalam paper bag membuat wajahnya langsung berseri-seri.

"Wajahmu bahagia sekali, kenapa?" Tanya Nathan sambil duduk di samping pengemudi.

cup

"Terima kasih sudah membelikan Aku kipas." Ucap Putri Sandra sambil mengecup pipi Nathan dengan cepat karena dirinya sangat malu.

"Kalau terima kasih kok cium pipi." Ucap Nathan dengan wajah cemberut.

"Maksudnya?" Tanya Putri Sandra dengan wajah bingung.

"Kalau terima kasih seharusnya seperti ini." Ucap Nathan.

Nathan mengangkat tubuhnya dan ke dua tangannya diletakkan di sisi kanan dan di sisi kiri kursi yang diduduki oleh Putri Sandra.

Kemudian Nathan mendekatkan wajahnya ke wajah Putri Sandra kemudian mencium bibir Putri Sandra. Hal itu tentu saja membuat Putri Sandra mendorong tubuh Nathan dengan pelan.

Tapi Nathan malah dengan sengaja menyelipkan tangan kirinya untuk menahan tengkuk Putri Sandra kemudian kembali menciumnya namun berupa lu x ma x tan.

Entah kenapa Putri Sandra menikmati ciuman tersebut untuk pertama kalinya sedangkan Nathan sudah dua kali dan merasakan candu sejak pertama kali dirinya merasakan bibir milik Putri Sandra.

Putri Sandra mengalungkan ke dua tangannya ke leher Nathan sambil membalas ciumannya yang masih terbilang kaku.

'Ternyata lebih enak kalau mencium dalam kondisi Putri Sandra sadar.' Ucap Nathan dalam hati.

Putri Sandra memukul bahu Nathan ketika dirinya kehabisan pasokan oksigen. Nathan pun melepaskan ciumannya kemudian menjilat bibirnya sambil tersenyum.

"Bibirmu benar-benar manis." Ucap Nathan.

bugh

"Ciuman pertamaku." Pekik Putri Sandra sambil memukul bahu Nathan dengan wajah kesal.

"Benarkah?" Tanya Nathan dengan wajah menggoda sambil wajahnya didekatkan ke wajah Putri Sandra kembali.

Auch

Putri Sandra mencubit pinggang Nathan membuat Nathan pura-pura meringis karena baginya cubitan Putri Sandra seperti dikelitikin.

"Kalau tidak percaya ya sudah." Ucap Putri Sandra dengan bibirnya bawahnya dimajukan.

"Bibir jangan dimajukan nanti Aku cium lagi." Ancam Nathan.

"Sudah jalan, kita pulang saja. Aku lapar dan ingin makan." ucap Putri Sandra mengalihkan perhatian dengan wajah bersemu merah.

"Kita makan di restoran saja." Ucap Nathan sambil menarik tubuhnya dan duduk di kursinya sambil memasang sealbeltnya.

"Ok." jawab Putri Sandra dengan singkat.

"Kamu bisa bela diri?" Tanya Nathan pura - pura tidak tahu.

"Sedikit, kenapa?" Tanya Putri Sandra balik bertanya.

'Tidak mungkin hanya sedikit karena gayamu menghindar dan menyerang bahkan bisa menotok syaraf tidak semua orang bisa melakukannya.' Ucap Nathan dalam hati sambil melirik sekilas ke arah Putri Sandra.

"Tidak apa-apa tanya saja, apakah tidak boleh?" Tanya Nathan gantian balik bertanya.

"Boleh saja tidak ada larangan." Jawab Putri Sandra sambil menatap ke arah depan.

"Kamu bisa bahasa sini?" Tanya Nathan lagi.

"Memangnya kenapa?" Tanya Putri Sandra sambil melirik sekilas ke arah Nathan.

'Apa jangan-jangan Kak Nathan melihatku berkelahi dengan penjambret dan berbicara dengan menggunakan bahasa negara ini?" Tanya Putri Sandra dalam hati.

"Tidak apa-apa, hanya ingin tahu saja." Jawab Nathan.

'Aku ingin tahu kejujuranmu, apakah kamu berbohong atau tidak." Ucap Nathan dalam hati.

"Hoam... Tumben Aku ngantuk banget. Aku tidur sebentar ya." Ucap Putri Sandra sambil mulutnya tidak berhenti menguap sambil berpura-pura memejamkan matanya.

Nathan hanya menghembuskan napasnya perlahan kemudian menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Tanpa mereka ketahui kalau ada empat pasang mata melihat apa yang dilakukan Putri Sandra hingga Putri Sandra dan Nathan masuk ke dalam mobil milik Nathan sambil menahan amarahnya.

Salah satu dari ke empat pasang mata tersebut menghubungi bosnya namun sebelumnya memotret nomer polisi mobil milik Nathan.

'Kalian berdua harus mati karena sudah berani mencelakai teman - temanku.' Ucap salah satu pria tersebut dalam hati.

Terpopuler

Comments

Yakasa

Yakasa

di bawahnya ada artinya

2024-02-04

0

Nining Dwi Astuti

Nining Dwi Astuti

g bs baca tulisanY g ngerti😭😭😭😭

2024-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Pergi Kemana?
3 Aku Bersumpah
4 Surat Kematian Palsu
5 Redi dan Ririn Di Usir
6 Pemuda
7 Rencana Jahat Ririn
8 Enam Belas Tahun Kemudian
9 Flash Back
10 Vincent
11 Awal Bertemu
12 Tuan Muda Jonathan William
13 Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14 Tawa Jahat
15 Merindukannya
16 Tuan Jonathan
17 Jantungku Berdetak Kencang
18 Putri Sandra dan Nathan
19 Jambret
20 Empat Pasang Mata
21 Asisten Sekretaris
22 Apa Yang Kamu Minta?
23 Sedikit Saja
24 Sangat Nyaman
25 Apakah Kakak Lupa?
26 Mau Minta Hadiah Apa?
27 Membantumu
28 Jiwa Usilnya
29 Ada Apa?
30 Tapi Kek ...
31 Membalaskan Dendam
32 Tali Panjang
33 Awal Pembalasan
34 Ada Apa Redi?
35 Hukuman Untuk Redi
36 Brangkas
37 Atas Nama
38 Pria Tampan
39 Kembali Bertemu
40 Jual Saja
41 Tumben
42 Milikku
43 Empat Pemuda Tampan
44 Suara Bariton
45 Aku jawab apa ya?
46 Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47 Satu Kata
48 Menahan Amarahnya
49 Ada Apa?
50 Nathan Dan Putri Sandra
51 Apakah Benar?
52 Karma
53 Ada apa?
54 Kamu Tidak Pantas
55 Di Usir
56 Dokumen
57 Dela dan Tuan Louis
58 Milik Bersama
59 Tuan Berani Pada Kami
60 Barang Berharga
61 Kenapa Aku Tidak Berhak?
62 Adik Kecil
63 Karma
64 Redi Meninggal Dunia
65 Keceplosan
66 Tidak Percaya
67 Kematian Ririn
68 Janji
69 Alergi Cumi dan Udang
70 Tidak Suka
71 Dua puluh lima juta
72 Simpanan
73 Penasaran
74 Kembali ke jaman dahulu
75 Menikah Dengan Putra Sulung
76 Han, apa yang harus aku lakukan?
77 Pria Tampan
78 Tuan Muda Pertama dan Reynald
79 Putri Sandra Kesakitan
80 Maaf
81 Di Hukum
82 Racun
83 Tuan Muda Zulke
84 Kamera CCTV
85 Angel
86 Kenapa Terburu-buru Turun
87 Wanita Sangat Cantik
88 Pura-pura
89 Tamat
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Awal Mula
2
Pergi Kemana?
3
Aku Bersumpah
4
Surat Kematian Palsu
5
Redi dan Ririn Di Usir
6
Pemuda
7
Rencana Jahat Ririn
8
Enam Belas Tahun Kemudian
9
Flash Back
10
Vincent
11
Awal Bertemu
12
Tuan Muda Jonathan William
13
Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14
Tawa Jahat
15
Merindukannya
16
Tuan Jonathan
17
Jantungku Berdetak Kencang
18
Putri Sandra dan Nathan
19
Jambret
20
Empat Pasang Mata
21
Asisten Sekretaris
22
Apa Yang Kamu Minta?
23
Sedikit Saja
24
Sangat Nyaman
25
Apakah Kakak Lupa?
26
Mau Minta Hadiah Apa?
27
Membantumu
28
Jiwa Usilnya
29
Ada Apa?
30
Tapi Kek ...
31
Membalaskan Dendam
32
Tali Panjang
33
Awal Pembalasan
34
Ada Apa Redi?
35
Hukuman Untuk Redi
36
Brangkas
37
Atas Nama
38
Pria Tampan
39
Kembali Bertemu
40
Jual Saja
41
Tumben
42
Milikku
43
Empat Pemuda Tampan
44
Suara Bariton
45
Aku jawab apa ya?
46
Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47
Satu Kata
48
Menahan Amarahnya
49
Ada Apa?
50
Nathan Dan Putri Sandra
51
Apakah Benar?
52
Karma
53
Ada apa?
54
Kamu Tidak Pantas
55
Di Usir
56
Dokumen
57
Dela dan Tuan Louis
58
Milik Bersama
59
Tuan Berani Pada Kami
60
Barang Berharga
61
Kenapa Aku Tidak Berhak?
62
Adik Kecil
63
Karma
64
Redi Meninggal Dunia
65
Keceplosan
66
Tidak Percaya
67
Kematian Ririn
68
Janji
69
Alergi Cumi dan Udang
70
Tidak Suka
71
Dua puluh lima juta
72
Simpanan
73
Penasaran
74
Kembali ke jaman dahulu
75
Menikah Dengan Putra Sulung
76
Han, apa yang harus aku lakukan?
77
Pria Tampan
78
Tuan Muda Pertama dan Reynald
79
Putri Sandra Kesakitan
80
Maaf
81
Di Hukum
82
Racun
83
Tuan Muda Zulke
84
Kamera CCTV
85
Angel
86
Kenapa Terburu-buru Turun
87
Wanita Sangat Cantik
88
Pura-pura
89
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!