Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?

Dua hari kemudian tanpa sepengetahuan Putri Sandra kalau Vincent dan Rina diam - diam sering bertemu. Bukan itu saja awal bertemu mereka langsung melakukan hubungan suami istri hingga akhirnya mereka sering melakukan hubungan suami istri tanpa ada ikatan pernikahan.

Vincent sangat kecewa karena ternyata harta berharga milik Rina sudah diberikan oleh cinta pertamanya tapi karena permainannya yang hebat membuat Vincent bertahan sampai dirinya merasa bosan.

Tidak terasa kini Putri Sandra sudah berumur tujuh belas tahun. Di mana semua orang berkumpul di ruang kerja milik orang tua Redi.

"Sayang, ini ada dokumen jadi Daddy minta agar kamu menandatangani dokumen ini ya." Pinta Redi sambil menyodorkan dokumen.

"Baik, Daddy." Jawab Putri Sandra.

Tanpa curiga sedikitpun Putri Sandra langsung menandatangani surat pernyataan pemindahan semua aset berharganya tanpa membacanya terlebih dahulu.

Hal itu dikarenakan keluarga barunya memberikan kasih sayang yang berlimpah ruah membuat Putri Sandra percaya dengan mereka.

"Daddy sudah aku tandatangani suratnya." Ucap Putri Sandra sambil menyerahkan dokumen tersebut.

"Bagus anak pintar." Ucap Redi sambil tersenyum menyeringai dan menerima dokumen tersebut.

Ibu tiri yang bernama Ririn ketika mengetahui kalau Putri Sandra sudah menandatangani dokumen langsung berdiri.

Plak

Plak

Plak

Bruk

Ririn berjalan mendekati Putri Sandra kemudian menamparnya sebanyak dua kali lalu berlanjut ke Rina ikut menampar Putri Sandra sebanyak satu kali membuat tubuh Putri Sandra jatuh ke lantai.

Hingga ke dua pipinya memerah bekas tamparan mereka kemudian Ririn dan Rina mendorong tubuh Putri Sandra hingga jatuh terlentang di lantai. Putri Sandra berusaha untuk bangun dan merasakan sakit pada sekujur tubuhnya.

"Hiks... hiks... Mommy... Adik... Kenapa kalian tega memukulku?" Tanya Putri Sandra sambil terisak dan memegangi kedua pipinya.

"Kamu tahu? Kami berpura-pura baik denganmu agar kamu mau menandatangani dokumen yang diberikan oleh suamiku dan sekarang apa yang kami inginkan sudah terlaksana maka mulai sekarang kami akan menyiksamu." Jawab Ririn tanpa mempunyai rasa bersalah sedikitpun.

"Daddy." Panggil Putri Sandra sambil berjalan mendekati Redi.

"Stop! Jangan panggil Aku, daddy. Tapi panggil Aku ... (sambil menunjuk dirinya sendiri) ... Tuan Besar Redi, istriku kamu panggil Nyonya Besar Redi dan putri kesayanganku kamu panggil dengan sebutan Nona Muda Rina." Ucap Redi sambil menunjuk ke arah istrinya dan ke arah Rina.

"Mulai besok, kamu tidak perlu sekolah lagi karena kamu itu terlalu bodoh dan ngabisin duitku." ucap Ririn sambil matanya menatap tajam ke arah Putri Sandra.

"Karena kamu sudah tidak sekolah lagi maka mulai besok kamu bekerja menjadi pelayan tanpa upah sedikitpun. Anggap saja sebagai biaya ganti selama kamu tinggal di sini." Ucap Rina.

"Sekarang kamu keluar dan pindah ke kamar pembantu!" Perintah Redi dengan nada naik satu oktaf.

"Baik." Jawab Putri Sandra berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.

Putri Sandra dengan hati hancur keluar dari ruang kerja Redi menuju ke arah kamarnya untuk memindahkan barang-barang miliknya ke kamar pembantu.

Hidup Putri Sandra bagaikan di neraka sering mendapatkan siksaan baik dari ayah kandungnya, ibu tirinya maupun adik tirinya.

Bahkan para pembantu juga ikut menyiksanya dengan cara menyerahkan semua pekerjaan rumah tangga dan terkadang memukulnya. Hingga suatu ketika dirinya di panggil oleh adik tirinya.

"Pelayan." Teriak Rina.

Putri Sandra berjalan dengan cepat dan berdiri di depan adik tirinya namun matanya membulat sempurna melihat kekasihnya sedang memeluk adik tirinya.

"Kak Vincent." Panggil Putri Sandra dengan suara tercekat.

"Panggil Aku Tuan Muda Vincent." Ucap Vincent tanpa punya perasaan.

"Buatkan kami minuman." Ucap Rina tanpa memperdulikan ucapan mereka berdua.

"Baik." Jawab Putri Sandra sambil menahan air matanya agar tidak keluar.

Putri Sandra membalikkan badannya dan berjalan ke arah dapur untuk membuat minuman.

Setelah selesai membuat minuman Putri Sandra berjalan ke arah ruang tamu. Matanya langsung membulat sempurna melihat mereka berdua tidak menggunakan sehelai benangpun.

Mereka melakukan hubungan suami istri dengan posisi Vincent berada di atas sedangkan Rina berada di bawah.

Prang

Ke dua pasangan mesum itu sangat terkejut kemudian menatap tajam ke arah Putri Sandra karena Putri Sandra telah mengganggu kesenangan mereka dengan menjatuhkan nampan yang berisi dua gelas minuman.

Vincent menarik adik kecilnya dengan kasar kemudian berjalan ke arah Putri Sandra sedangkan Rina hanya bisa mendengus kesal.

plak

bruk

Vincent mengangkat tangannya ke atas kemudian menampar Putri Sandra dengan kencang hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar kemudian jatuh ke lantai.

"Ini akibat mengganggu kesenangan kami, sekarang kamu pergi!!" Usir Vincent dengan nada satu oktaf.

Putri Sandra langsung bangun dan berlari ke arah kamarnya dengan hati yang sangat hancur. Ingin rasanya dirinya pulang tapi tidak tega melihat Oma, Kakek dan Nenek sedih karena dirinya mendengar kalau mereka sedang sakit.

Siang berganti malam kini Redi, Ririn dan Rina sedang berkumpul di ruang kerja milik Redi setelah mereka selesai makan malam.

"Daddy, Aku malas melihat Putri Sandra, Putri Sandra sering merusak barang-barangku." Adu Rina berbohong sambil memeluk Redi.

"Aku juga kesal dengan Putri Sandra karena semua pekerja rumah tidak pernah benar. Setiap hari memecahkan gelas." Adu Ririn ikut berbohong.

"Kalau Daddy tidak percaya, Daddy bisa melihat di tempat sampah dapur ada bekas pecahan gelas." sambung Ririn.

"Lalu apa yang mesti Daddy lakukan?" Tanya Redi yang juga membenci Putri Sandra.

Episodes
1 Awal Mula
2 Pergi Kemana?
3 Aku Bersumpah
4 Surat Kematian Palsu
5 Redi dan Ririn Di Usir
6 Pemuda
7 Rencana Jahat Ririn
8 Enam Belas Tahun Kemudian
9 Flash Back
10 Vincent
11 Awal Bertemu
12 Tuan Muda Jonathan William
13 Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14 Tawa Jahat
15 Merindukannya
16 Tuan Jonathan
17 Jantungku Berdetak Kencang
18 Putri Sandra dan Nathan
19 Jambret
20 Empat Pasang Mata
21 Asisten Sekretaris
22 Apa Yang Kamu Minta?
23 Sedikit Saja
24 Sangat Nyaman
25 Apakah Kakak Lupa?
26 Mau Minta Hadiah Apa?
27 Membantumu
28 Jiwa Usilnya
29 Ada Apa?
30 Tapi Kek ...
31 Membalaskan Dendam
32 Tali Panjang
33 Awal Pembalasan
34 Ada Apa Redi?
35 Hukuman Untuk Redi
36 Brangkas
37 Atas Nama
38 Pria Tampan
39 Kembali Bertemu
40 Jual Saja
41 Tumben
42 Milikku
43 Empat Pemuda Tampan
44 Suara Bariton
45 Aku jawab apa ya?
46 Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47 Satu Kata
48 Menahan Amarahnya
49 Ada Apa?
50 Nathan Dan Putri Sandra
51 Apakah Benar?
52 Karma
53 Ada apa?
54 Kamu Tidak Pantas
55 Di Usir
56 Dokumen
57 Dela dan Tuan Louis
58 Milik Bersama
59 Tuan Berani Pada Kami
60 Barang Berharga
61 Kenapa Aku Tidak Berhak?
62 Adik Kecil
63 Karma
64 Redi Meninggal Dunia
65 Keceplosan
66 Tidak Percaya
67 Kematian Ririn
68 Janji
69 Alergi Cumi dan Udang
70 Tidak Suka
71 Dua puluh lima juta
72 Simpanan
73 Penasaran
74 Kembali ke jaman dahulu
75 Menikah Dengan Putra Sulung
76 Han, apa yang harus aku lakukan?
77 Pria Tampan
78 Tuan Muda Pertama dan Reynald
79 Putri Sandra Kesakitan
80 Maaf
81 Di Hukum
82 Racun
83 Tuan Muda Zulke
84 Kamera CCTV
85 Angel
86 Kenapa Terburu-buru Turun
87 Wanita Sangat Cantik
88 Pura-pura
89 Tamat
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Awal Mula
2
Pergi Kemana?
3
Aku Bersumpah
4
Surat Kematian Palsu
5
Redi dan Ririn Di Usir
6
Pemuda
7
Rencana Jahat Ririn
8
Enam Belas Tahun Kemudian
9
Flash Back
10
Vincent
11
Awal Bertemu
12
Tuan Muda Jonathan William
13
Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14
Tawa Jahat
15
Merindukannya
16
Tuan Jonathan
17
Jantungku Berdetak Kencang
18
Putri Sandra dan Nathan
19
Jambret
20
Empat Pasang Mata
21
Asisten Sekretaris
22
Apa Yang Kamu Minta?
23
Sedikit Saja
24
Sangat Nyaman
25
Apakah Kakak Lupa?
26
Mau Minta Hadiah Apa?
27
Membantumu
28
Jiwa Usilnya
29
Ada Apa?
30
Tapi Kek ...
31
Membalaskan Dendam
32
Tali Panjang
33
Awal Pembalasan
34
Ada Apa Redi?
35
Hukuman Untuk Redi
36
Brangkas
37
Atas Nama
38
Pria Tampan
39
Kembali Bertemu
40
Jual Saja
41
Tumben
42
Milikku
43
Empat Pemuda Tampan
44
Suara Bariton
45
Aku jawab apa ya?
46
Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47
Satu Kata
48
Menahan Amarahnya
49
Ada Apa?
50
Nathan Dan Putri Sandra
51
Apakah Benar?
52
Karma
53
Ada apa?
54
Kamu Tidak Pantas
55
Di Usir
56
Dokumen
57
Dela dan Tuan Louis
58
Milik Bersama
59
Tuan Berani Pada Kami
60
Barang Berharga
61
Kenapa Aku Tidak Berhak?
62
Adik Kecil
63
Karma
64
Redi Meninggal Dunia
65
Keceplosan
66
Tidak Percaya
67
Kematian Ririn
68
Janji
69
Alergi Cumi dan Udang
70
Tidak Suka
71
Dua puluh lima juta
72
Simpanan
73
Penasaran
74
Kembali ke jaman dahulu
75
Menikah Dengan Putra Sulung
76
Han, apa yang harus aku lakukan?
77
Pria Tampan
78
Tuan Muda Pertama dan Reynald
79
Putri Sandra Kesakitan
80
Maaf
81
Di Hukum
82
Racun
83
Tuan Muda Zulke
84
Kamera CCTV
85
Angel
86
Kenapa Terburu-buru Turun
87
Wanita Sangat Cantik
88
Pura-pura
89
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!