Vincent

"Oh ya, waktu di rumah sakit kenapa kamu sangat sedih dan ketakutan ketika suamimu tiba - tiba menghilang?" Tanya Mommy Kimberly yang tiba - tiba ingat dengan masa lalu.

"Hehehehe ... Aku lupa kalau kita merencanakan itu, maklum sudah tua karena itulah Aku sangat ketakutan ketika di ranjang suamiku tidak ada dan hanya bantal saja." Jawab Mommy Elisabeth sambil tertawa terkekeh - kekeh.

Mommy Kimberly dan Daddy Albert hanya menggelengkan kepalanya kemudian mereka kembali mengobrol untuk membicarakan langkah selanjutnya.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Di tempat yang berbeda di mana Putri Sandra di bawa oleh Ayah kandungnya yang bernama Redi bersama istri dan adik tirinya menuju ke mansion milik orang tua angkatnya Redi.

Mommy Elisabeth sengaja tidak merebut mansion tersebut karena sudah mempunyai rencana bersama suaminya dengan di bantu kedua sahabatnya sekaligus kedua orang tua Clara.

Di mana mereka sudah sampai di mansion megah dan Putri Sandra di sambut para penghuni mansion dengan sangat baik.

"Putri Sandra ini kamarmu, kamu suka?" Tanya Redi dengan nada lembut namun dalam hatinya rasanya ingin mual.

"Suka, Daddy." Jawab Putri Sandra sambil tersenyum bahagia.

"Sekarang istirahatlah, karena Daddy juga ingin istirahat." Ucap Redi sambil membalikkan badannya.

"Baik, Daddy." Jawab Putri Sandra sambil masih tersenyum.

"Mommy dan Rina juga ingin istirahat kamu tidurlah." Ucap Ririn sambil membalikkan badannya begitu pula dengan Rina.

"Baik, Mommy." Jawab Putri Sandra dengan patuh.

Redi, Ririn dan Rina keluar dari kamar Putri Sandra sedangkan Putri Sandra melihat kamarnya seperti seorang putri di mana semuanya serba pink dari meja rias, tempat tidur dan warna cat dinding.

Setelah puas melihat-lihat Putri Sandra berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama Putri Sandra tertidur dengan pulas.

xxxxxxx

Delapan Bulan Kemudian

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya Putri Sandra hidup bahagia bersama mereka karena mereka semua baik dan penuh kasih sayang.

Di tempat sekolah Putri Sandra sering menjadi korban bullying teman-teman kelasnya dan Rina berpura-pura menjadi pahlawan membela kakaknya.

Hingga ketika mereka di kelas, di mana Putri Sandra dan Ririn sedang belajar tiba - tiba datang ada siswa tampan menjadi murid baru pindahan dari luar kota.

Banyak siswi yang tergila-gila dengan ketampanannya terlebih pemuda itu keturunan dari keluarga kaya hanya sayang walau tampan pemuda itu mempunyai sifat jelek yaitu suka bergonta-ganti pacar dan sering celap celup sana sini tanpa mau bertanggung jawab.

Jika bosan langsung putus tanpa perduli dengan perasaan wanita itu karena bagi dirinya wanita itu ibarat pakaian jika bosan tinggal buang.

Para siswi tahu akan sifat playboy cowok tampan tersebut. Tapi karena kepintarannya dalam hal merayu dan selalu memanjakan dengan uangnya membuat siswi tidak berdaya.

Para gadis tanpa berpikir panjang langsung menerima pemuda tampan tersebut menjadi kekasihnya.

"Ahhh...." Terdengar suara desahan keluar dari mulut ke dua pasangan yang bukan suami istri tersebut.

Hingga beberapa saat mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri.

"Aku ingin mandi dulu." Kata pemuda tampan tersebut sambil turun dari ranjang.

"Baik sayang." Jawab kekasihnya dengan nada manja.

Pemuda itupun berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah lima belas menit kemudian pemuda itupun keluar dari kamar mandi.

Pemuda tampan tersebut keluar dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian santai.

"Vincent." Panggil kekasihnya dengan nada manja

" Hmmmm..." Jawab Vincent berupa deheman sambil memakai pakaian santai.

" Hubungan kita sudah dua bulan dan kita sering melakukan ini. Jadi kapan kamu mau menikahiku?" Tanya kekasihnya dengan wajah cemberut.

Vincent hanya diam hingga Vincent sudah selesai memakai pakaian santai. Vincent menatap kekasihnya dengan tatapan berbeda seakan ingin membunuhnya. Tidak seperti ketika mereka sedang melakukan hubungan istri.

"Aku tidak akan menikahimu jadi lebih baik kita putus." Jawab Vincent dengan nada santai.

"Apa??? Kamu bercanda bukan?" Tanya kekasihnya dengan wajah terkejut.

"Tidak. Aku sudah mulai bosan menjadi kekasihmu." Jawab Vincent dengan wajah serius.

"Tidak... Aku tidak mau putus denganmu... Aku sudah menyerahkan mahkota berhargaku yang selama ini Aku jaga." Ucap kekasihnya yang tidak terima diputuskan secara sepihak.

"Terserah. Apakah kamu lupa kalau Aku dulu pernah bilang kalau kita melakukan ini atas dasar suka sama suka?" Tanya Vincent tanpa punya perasaan.

"Apalagi Akukan pakai pengaman jadi kamu tenang saja ngga bakalan hamil." Ucap Vincent sambil berjalan meninggalkan kekasihnya yang tubuhnya masih polos tanpa sehelai benangpun.

"Tunggu, berarti benar kata orang-orang kalau kamu itu seorang playboy dan suka mempermainkan para wanita?" Tanya kekasihnya dengan wajah amarah dan penyesalan yang teramat sangat.

Wanita tersebut sangat menyesal karena telah memberikan harta berharga yang selama ini dijaganya karena mengira Vincent akan menikahi dirinya.

"Ya benar, kamu saja yang bodoh tertipu dengan bujuk rayuku." Ucap Vincent sambil membalikkan badannya.

"Kamu ?... Aku akan laporkan ke orang tuamu agar orang tuamu mau menikahi kita." Ancam kekasihnya dengan nada kesal.

"Silahkan saja. Karena orangtuaku pasti akan membelaku karena Aku akan bilang kalau kamu berbohong dan mengejar-ngejar Aku demi hidup enak." Jawab Vincent sambil membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah kekasihnya.

"Kamu sengaja merayuku karena Aku pemuda yang sangat tampan dan kaya raya." Sambung Vincent sambil tersenyum menyeringai.

"Kalau begitu Aku akan lapor ke pemilik sekolah kalau kamu melakukan ini padaku agar kamu dikeluarkan dari sekolah." Ancam kekasihnya lagi.

"Kamu tahu? Orang tuaku memiliki saham di sekolah kita, jadi yang ada kamu yang keluar dari sekolah kita. Sekarang apa lagi ancamanmu?" Tanya Vincent dengan nada santai.

"Kamu pria yang sangat menjijikkan." Ucap kekasihnya sambil berdiri dan bersiap menampar Vincent dan tidak memperdulikan tubuh polosnya.

Grep

"Kamu jangan sekali-kali menamparku." Ucap Vincent sambil menatap tajam ke arah kekasihnya sambil menahan tangan kanan kekasihnya.

Bruk

Tanpa punya perasaan Vincent mendorong tubuh kekasihnya hingga terjatuh. Kekasihnya kemudian mengambil pakaiannya dan memakaikan pakaian dengan cepat.

Setelah itu membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu sambil menahan amarah yang teramat sangat.

"Aku menyumpahimu semoga kamu akan menerima pembalasan yang setimpal yang tidak pernah kamu bayangkan." Ucap kekasihnya.

"Banyak mantan kekasihku menyumpahi Aku tapi sampai sekarang tidak terbukti." Ucap kekasihnya dengan nada santai sambil membuka pintu hotel dan melewati kekasihnya.

Jeder

Jeder

Bagai petir di siang bolong terdengar suara petir saling bersahutan membuat tubuh Vincent membeku.

Tapi setelah lima menit kemudian Vincent tersadar dan tidak memperdulikannya karena mungkin saja sebentar lagi akan turun hujan.

"Kalian berempat puaskan wanita itu kalau sudah puas buang wanita itu di pinggir jalan!" Perintah Vincent pada anak buahnya yang berjaga di depan pintu.

"Baik, Tuan." Jawab ke empat bodyguard dengan patuh.

"Vincent, Aku mohon jangan lakukan ini padaku." Mohon kekasihnya sambil mengeluarkan air matanya dengan wajah ketakutan.

Vincent tidak memperdulikan permohonan kekasihnya dan meninggalkan hotel tersebut. Wanita itu berteriak kesakitan karena mereka melakukan dengan kasar hingga wanita malang itu pun tidak sadarkan diri.

Setelah mereka puas dan memakai kembali pakaiannya wanita malang itu dibawa dengan menggunakan selimut tebal untuk menutupi tubuh polos wanita itu dan membuangnya di pinggir jalan.

Besok paginya di sekolah dihebohkan seorang siswi gantung diri di kamar kosnya sedangkan Vincent hanya diam saja karena dirinya tahu pasti kekasihnya terpukul dan bunuh diri karena ulah dirinya dan juga ke empat bodyguardnya.

Vincent memesan makanan dan minuman bersama teman-teman di kampusnya dan tidak sengaja melihat gadis culun dari jendela di lantai tiga.

"Siapa, Dia?" Tanya Vincent sambil menunjuk ke arah gadis culun yang berjalan masuk ke dalam kantin kampus.

"Oh, Dia adalah Putri Sandra, gadis paling culun dan juga sangat bodoh. Kamu suka dengan gadis culun itu?" Tanya temannya dengan nada meledek.

"Tidak, melihat saja rasanya ingin mual." Ucap Vincent.

"Bagaimana kalau kita taruhan?" Usul temannya.

"Maksudmu?" Tanya Vincent dengan wajah bingung.

"Jika kamu berhasil mendekati si culun itu menjadi kekasihmu maka mobilku menjadi milikmu tapi jika kamu kalah maka salah satu apartemen milikmu menjadi milikku." Jawab temannya.

"Bagaimana? Mau tidak?" Tanya temannya dengan semangat.

Temannya tahu selain Putri Sandra culun dan bodoh, Putri Sandra sulit untuk di dekati terutama pria.

"Aish ... Enak aja. Kamu yang enak sedangkan Aku yang rugi." Ucap Vincent dengan nada kesal.

"Kamu takut ya? Bukankah kamu si raja playboy? Pasti bisa donk menaklukkan si culun itu." Ucap temannya berusaha memprovakasi.

"Iya betul, pasti kamu bisa." Sambung teman lainnya.

"Iya betul-betul." Sambung teman-temannya dengan kompak.

Vincent menghembuskan nafasnya dengan kasar karena masalahnya melihat gadis culun saja membuat matanya menjadi sakit apalagi kalau merayu dan pura-pura menjadi kekasihnya.

Tapi karena teman-temannya mempengaruhi dirinya membuat Vincent menyetujui usulan gila teman-temannya.

"Baiklah, Aku setuju dan kamu bersiap-siap menyerahkan kunci mobilnya padaku." Ucap Vincent dengan penuh percaya diri.

"Tenang saja, kalian semua menjadi saksinya ya." Ucap temannya sambil tersenyum devil.

"Ok." Jawab mereka dengan serempak.

"Oh ya, satu lagi sebagai bukti kamu jadian sama culun itu kamu dan culun itu saling berpelukan dan perlihatkan pada kami sebagai bukti kalau kalian berdua menjadi pasangan kekasih." Ucap temannya.

"Ok, siapa takut." Jawab Vincent.

"Kalian semua menjadi saksi ya." Ucap temannya.

"Ok." Jawab teman-temannya dengan serempak.

Merekapun makan dan minum bersama di ruangan kantin khusus orang-orang kaya sehingga tidak semua tidak bisa masuk ke ruangan kantin tersebut.

xxxxxxx

Vincent berpikir kalau Putri Sandra sama seperti gadis-gadis yang lainnya di mana jika diberi coklat, bunga dan di traktir makan sambil di rayu langsung luluh dan bersedia menjadi kekasihnya tapi ternyata dirinya salah.

Putri Sandra tidak mau berpacaran karena dirinya ingin belajar supaya pintar walau dirinya bodoh tapi semangat belajarnya sangat tinggi.

Hingga di bulan ke dua usaha Vincent tidak sia-sia Putri Sandra menerima dirinya sebagai kekasihnya.

Putri Sandra mau menerima Vincent karena Vincent menyelamatkan nyawanya ketika dirinya ingin di bunuh oleh para preman padahal para preman itu orang suruhan dirinya.

"Aku sudah berhasil menjadi kekasihnya." Ucap Vincent.

Vincent sangat bahagia dan meminta hadiahnya pada temannya sesuai dengan perkataannya dan disaksikan oleh teman - temannya.

"Mana buktinya?" Tanya temannya dengan wajah terkejut.

"Ini lihat." Ucap Vincent sambil memperlihatkan fotonya ketika Putri Sandra dan Vincent saling berpelukan.

Sebenarnya Putri Sandra memeluk Vincent karena berhasil menyelamatkan nyawanya dari preman yang ingin membunuhnya dan Vincent tidak menyia-nyiakan membalas pelukan Putri Sandra dan memerintahkan seseorang untuk memfotonya sebagai bukti ke teman-temannya.

"Wah benar-benar raja playboy kamu." Ucap temannya sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.

"Iya donk." Jawab Vincent dengan bangga.

"Ini kuncinya." Ucap temannya sambil menatap dengan sendu ke arah kunci mobilnya yang terpaksa diberikan ke Vincent.

"Hahahaha..." Tawa teman-temannya melihat kesedihan sahabatnya.

"Hei lihat itu siapa?" Tanya Vincent menunjuk ke arah bawah di mana mereka berada di lantai tiga.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kenapa bukan anak si redi yg jadi pelampiasan vincent

2024-03-22

1

Maya Rubiyanti

Maya Rubiyanti

lebih pk p pi la lapang 0pppopoooooppppppppppp

2024-03-04

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Pergi Kemana?
3 Aku Bersumpah
4 Surat Kematian Palsu
5 Redi dan Ririn Di Usir
6 Pemuda
7 Rencana Jahat Ririn
8 Enam Belas Tahun Kemudian
9 Flash Back
10 Vincent
11 Awal Bertemu
12 Tuan Muda Jonathan William
13 Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14 Tawa Jahat
15 Merindukannya
16 Tuan Jonathan
17 Jantungku Berdetak Kencang
18 Putri Sandra dan Nathan
19 Jambret
20 Empat Pasang Mata
21 Asisten Sekretaris
22 Apa Yang Kamu Minta?
23 Sedikit Saja
24 Sangat Nyaman
25 Apakah Kakak Lupa?
26 Mau Minta Hadiah Apa?
27 Membantumu
28 Jiwa Usilnya
29 Ada Apa?
30 Tapi Kek ...
31 Membalaskan Dendam
32 Tali Panjang
33 Awal Pembalasan
34 Ada Apa Redi?
35 Hukuman Untuk Redi
36 Brangkas
37 Atas Nama
38 Pria Tampan
39 Kembali Bertemu
40 Jual Saja
41 Tumben
42 Milikku
43 Empat Pemuda Tampan
44 Suara Bariton
45 Aku jawab apa ya?
46 Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47 Satu Kata
48 Menahan Amarahnya
49 Ada Apa?
50 Nathan Dan Putri Sandra
51 Apakah Benar?
52 Karma
53 Ada apa?
54 Kamu Tidak Pantas
55 Di Usir
56 Dokumen
57 Dela dan Tuan Louis
58 Milik Bersama
59 Tuan Berani Pada Kami
60 Barang Berharga
61 Kenapa Aku Tidak Berhak?
62 Adik Kecil
63 Karma
64 Redi Meninggal Dunia
65 Keceplosan
66 Tidak Percaya
67 Kematian Ririn
68 Janji
69 Alergi Cumi dan Udang
70 Tidak Suka
71 Dua puluh lima juta
72 Simpanan
73 Penasaran
74 Kembali ke jaman dahulu
75 Menikah Dengan Putra Sulung
76 Han, apa yang harus aku lakukan?
77 Pria Tampan
78 Tuan Muda Pertama dan Reynald
79 Putri Sandra Kesakitan
80 Maaf
81 Di Hukum
82 Racun
83 Tuan Muda Zulke
84 Kamera CCTV
85 Angel
86 Kenapa Terburu-buru Turun
87 Wanita Sangat Cantik
88 Pura-pura
89 Tamat
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Awal Mula
2
Pergi Kemana?
3
Aku Bersumpah
4
Surat Kematian Palsu
5
Redi dan Ririn Di Usir
6
Pemuda
7
Rencana Jahat Ririn
8
Enam Belas Tahun Kemudian
9
Flash Back
10
Vincent
11
Awal Bertemu
12
Tuan Muda Jonathan William
13
Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14
Tawa Jahat
15
Merindukannya
16
Tuan Jonathan
17
Jantungku Berdetak Kencang
18
Putri Sandra dan Nathan
19
Jambret
20
Empat Pasang Mata
21
Asisten Sekretaris
22
Apa Yang Kamu Minta?
23
Sedikit Saja
24
Sangat Nyaman
25
Apakah Kakak Lupa?
26
Mau Minta Hadiah Apa?
27
Membantumu
28
Jiwa Usilnya
29
Ada Apa?
30
Tapi Kek ...
31
Membalaskan Dendam
32
Tali Panjang
33
Awal Pembalasan
34
Ada Apa Redi?
35
Hukuman Untuk Redi
36
Brangkas
37
Atas Nama
38
Pria Tampan
39
Kembali Bertemu
40
Jual Saja
41
Tumben
42
Milikku
43
Empat Pemuda Tampan
44
Suara Bariton
45
Aku jawab apa ya?
46
Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47
Satu Kata
48
Menahan Amarahnya
49
Ada Apa?
50
Nathan Dan Putri Sandra
51
Apakah Benar?
52
Karma
53
Ada apa?
54
Kamu Tidak Pantas
55
Di Usir
56
Dokumen
57
Dela dan Tuan Louis
58
Milik Bersama
59
Tuan Berani Pada Kami
60
Barang Berharga
61
Kenapa Aku Tidak Berhak?
62
Adik Kecil
63
Karma
64
Redi Meninggal Dunia
65
Keceplosan
66
Tidak Percaya
67
Kematian Ririn
68
Janji
69
Alergi Cumi dan Udang
70
Tidak Suka
71
Dua puluh lima juta
72
Simpanan
73
Penasaran
74
Kembali ke jaman dahulu
75
Menikah Dengan Putra Sulung
76
Han, apa yang harus aku lakukan?
77
Pria Tampan
78
Tuan Muda Pertama dan Reynald
79
Putri Sandra Kesakitan
80
Maaf
81
Di Hukum
82
Racun
83
Tuan Muda Zulke
84
Kamera CCTV
85
Angel
86
Kenapa Terburu-buru Turun
87
Wanita Sangat Cantik
88
Pura-pura
89
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!