Flash Back

Ketika Clara melahirkan Putri Kasandra di rumah sakit, Daddy Edward dan Mommy Elisabeth kedatangan seorang sahabat lama yang sudah lama tidak bertemu bersamaan kedatangan orang tua Clara.

"Aldo." Panggil Daddy Edward dan Mommy Elisabeth dengan serempak.

"Kalian? Sudah lama kita tidak bertemu? Bagaimana kabar kalian? Siapa yang sakit?" Tanya Aldo sambil menatap ke dua sahabatnya secara bergantian.

"Cihhh ... Aku tahu kalau kamu datang kesini pasti ingin memberitahukan sesuatu ke kami. Benar bukan tebakan kami?" Tanya Daddy Edward.

"Hehehehe ..." Tawa Aldo.

"Oh ya kenalkan ini kedua besan kami." Ucap Daddy Edward.

"Daddy, Aldo pasti sudah tahu kalau mereka adalah besan kita." Sambung Mommy Elisabeth.

"Tebakanmu tepat sekali." Jawab Aldo sambil tersenyum.

"Hah! Kok bisa tahu kami? Sedangkan kita baru saja bertemu di sini, darimana bisa tahu?" Tanya Ayahnya Clara dengan wajah terkejut.

"Aldo ini seorang peramal yang sangat terkenal di mana bisa mengetahui isi hati manusia dan tahu apa yang terjadi di masa depan." Jawab Daddy Edward.

"Jangan memujiku nanti Aku bisa terbang." Ucap Aldo.

Daddy Edward hanya menepuk bahu sahabatnya sedangkan kedua orang tua Clara sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Daddy Edward.

"Kalau seandainya tahu masa depan, boleh Aku bertanya?" Tanya Ayahnya Clara penuh harap.

"Aku tahu apa yang Tuan ingin tanyakan karena itulah Saya sengaja datang kesini demi keselamatan sahabat baikku." jawab Aldo dengan wajah serius.

Wajahnya yang tadi tersenyum mendadak menghilang menjadi wajah serius sedangkan ketiga pria paruh baya tersebut sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Aldo.

"Keselamatan kami? Maksudnya?" Daddy Edward dan Mommy Elisabeth dengan serempak.

"Nanti Aku ceritakan namun sebelumnya Aku ingin mengatakan ke Tuan Albert dan Nyonya Kimberly." Ucap Aldo.

"Pasti kalian memintaku untuk memanggil nama kalian saja dan Aku juga tahu kalau kalian sangat kaget karena Aku bisa tahu nama kalian, benar bukan?" Tanya Aldo.

"Ya." Jawab Daddy Albert dan Mommy Kimberly dengan serempak.

"Karena Aku adalah seorang peramal dan bisa tahu apa yang ada dipikiran manusia dan tahu apa yang terjadi di masa depan." Ucap Aldo.

"Aku sengaja datang ke sini karena kalian orang yang sangat baik dan tidak pantas diperlakukan oleh orang sekejam Redi." Sambung Aldo.

Orang tua Clara sangat terkejut karena Aldo bisa tahu semuanya namun mereka diam saja dan mendengarkan perkataan selanjutnya. Sedangkan Daddy Edward dan Mommy Elisabeth hanya diam dan menunggu kalimat selanjutnya.

"Clara akan melahirkan seorang putri dan kalian harus memberi nama dengan nama Putri Sandra." Ucap Aldo.

"Setelah Clara melahirkan mengalami koma dan Aku minta langsung di bawa ke rumah sakit luar negri dan buat surat kematian palsu untuk Clara." Sambung Aldo.

"Kenapa membuat surat kematian palsu?" Tanya mereka dengan serempak.

"Jika tidak membuatnya bisa dipastikan Clara dan Putri Sandra akan mati di bunuh oleh Redi dan wanita jahat itu." Jawab Aldo.

"Apa? Aku akan membunuhnya." Ucap Daddy Edward dan Daddy Albert dengan serempak.

"Redi akan mati di tangan putri kandungnya karena perbuatan Redi sangat jahat jadi kalian berdua tidak perlu untuk membunuhnya. Terlebih orang - orang Redi sangat kuat di mana Redi tergabung dengan anggota mafia yang terkenal dengan kekejamannya." Ucap Aldo.

"Apa?" Tanya mereka dengan serempak dengan wajah terkejut.

"Karena itulah Aku meminta sama kalian untuk membuat surat kematian palsu untuk Clara agar Clara selamat dari kematian." Jawab Aldo.

"Tapi kami tidak bisa jauh dengan putri kami apalagi sampai di rawat di luar negri jadi lebih baik di rawat di rumah sakit daerah sini saja." Ucap Mommy Kimberly.

"Kalau itu terserah kalian mau di rawat di mana tapi yang penting buatkan surat kematian palsu." Jawab Aldo.

"Baik." Jawab mereka dengan serempak.

"Untuk sahabatku Edward, wanita jahat itu menyuruh Redi untuk membunuhmu jadi sebelum pulang kerja bawa dua orang kepercayaanku yang akan melindungimu." Ucap Aldo.

"Apa? Redi benar - benar jahat. Aku sangat menyesal merawatnya padahal kami sangat menyayanginya dengan sepenuh hati dan selalu memberikan apapun yang di minta." Ucap Daddy Edward dengan wajah kesal.

"Mommy juga, Dad." Sambung Mommy Elisabeth.

"Justru karena terlalu memanjakannya membuat Redi menjadi sosok jahat. Redi tidak pernah tahu apa yang dilakukan salah atau benar karena itulah Redi melakukan apapun yang Redi suka terlebih orang tua Redi terkenal sebagai perampok yang membunuh tanpa belas kasih." Ucap Aldo.

"Apa? Orang tua kandung Redi adalah perampok?" Tanya Daddy Edward dengan wajah terkejut begitu pula dengan yang lainnya.

"Benar. Ayah dan Ibunya sama - sama bekerja sebagai anggota mafia hingga mereka berdua mati mengenaskan ketika dalam perjalanan dari rumah sakit. Kemudian musuhnya membuang bayi itu hingga kalian menemukannya." Jawab Aldo.

"Maaf, sebenarnya Aku ingin memberitahukan kalian tapi Aku mendapatkan pesan dari langit untuk tidak mengatakannya. Aku baru mengatakan sekarang karena sesuai permintaan dari langit." Sambung Aldo menjelaskan.

"Tidak apa - apa. Lalu, selanjutnya apa yang terjadi?" Tanya Daddy Edward.

"Nanti dirimu terluka kemudian di bawa ke rumah sakit. Ketika kamu di rawat di ruang perawatan vvip ada seorang pemuda yang ingin membunuhmu jadi sebelum hal itu terjadi kamu meminum pil ini di mana pemuda itu mengira kamu mati." Jawab Aldo sambil memberikan plastik yang berisi satu butir pil.

Daddy Edward menerima pil tersebut kemudian menyimpannya lalu mendengarkan kalimat selanjutnya begitu pula dengan yang lainnya.

"Aku minta setelah itu buat juga surat kematian palsu lalu kamu bisa menunggu dan menemani Clara tersadar dari komanya." Ucap Aldo.

"Kami saja yang merawat Clara karena Clara adalah putri kami." Ucap kedua orang tua Clara.

"Jika kalian lakukan itu yang ada Redi akan curiga jadi kalian berdua bersama Elisabeth merawat Putri Sandra." jawab Aldo.

"Kalian berdua tenang saja karena Clara sudah kami anggap sebagai putri kandung kami." Ucap Daddy Edward sambil menepuk bahu sahabatnya.

"Apa yang dikatakan suamiku benar, apalagi dulu Clara pernah kami rawat ketika kalian sibuk bekerja." Sambung Mommy Elisabeth sambil menggenggam tangan sahabatnya.

"Baik. Kami percayakan Clara padamu dan kabari kami jika ada sesuatu." Ucap Daddy Albert.

"Itu sudah pasti." Jawab Daddy Edward.

"Oh ya, kalian harus tetap membeli dua peti kosong dan menguburkannya agar Redi tidak curiga. Usahakan langsung di tutup rapat ketika di bawa ke rumah agar orang lain terutama Redi dan wanita jahat itu tidak curiga." Ucap Aldo.

"Baik, ada yang lainnya?" Tanya mereka dengan serempak.

"Tidak ada." jawab Aldo.

"Oh ya katamu Redi meninggal dunia oleh Putri Sandra, umur berapa Putri Sandra membunuhnya? Apa itu tidak membahayakan untuk cucu kami?" Tanya Daddy Edward.

"Iya benar, mengingat Redi adalah anggota mafia yang sangat kejam." Sambung Daddy Albert dengan wajah kuatir jika terjadi sesuatu dengan Putri Sandra.

"Di usia tujuh belas tahun Putri Sandra dapat membunuhnya begitu pula dengan wanita jahat itu dan membalas semua orang yang telah menindasnya." Jawab Aldo.

"Kalian tenang saja, di usia ke tujuh belas tahun Putri Sandra hidup kembali dengan tubuh yang sangat kuat karena ada seorang putri dari kerajaan dahulu masuk ke dalam tubuhnya." Sambung Aldo.

"Maksudnya?" Tanya mereka dengan serempak dan wajahnya sangat - sangat terkejut.

"Akibat siksaan Redi terhadap istrinya membuat Putri Sandra otaknya sangat lambat dan menjadi culun. Mereka akan membunuhnya di sebuah makam tua yang berada di luar negri hingga akhirnya jiwa dari kerajaan jaman dahulu masuk ke dalam tubuhnya." Jawab Aldo.

"Putri Sandra langsung berubah menjadi sangat pintar baik akademik maupun menguasai seni bela diri selain itu Putri Sandra menjadi gadis yang paling cantik di antar gadis lain." Sambung Aldo.

Mereka berempat terdiam dan menunggu kalimat selanjutnya sedangkan Aldo menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

"Putri Sandra yang baru akan membalaskan semua rasa sakit yang kalian rasakan termasuk membalas orang - orang yang membully waktu Putri Sandra masih hidup." Ucap Aldo.

"Tapi kalau ada jiwa masuk ke dalam tubuh Putri Sandra berarti Putri Sandra bukan cucuku." Ucap kedua orang tuanya dengan serempak.

"Dia tetap cucumu." Jawab Aldo.

"Aku tahu kalian menerima apapun yang terjadi dengan Putri Sandra. Tapi bagaimana dengan Putri Sandra? Hidupnya sangat menderita karena di hina oleh teman - temannya di tambah Ayah kandungnya berniat ingin membunuhnya." Sambung Aldo.

"Hanya cara ini satu - satunya untuk membalas perbuatan mereka." Sambung Aldo lagi.

Ke empat pria paruh baya tersebut menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Mereka berempatpun melakukan rencana sesuai perkataan Aldo sedangkan Aldo pergi dari tempat tersebut menuju ke tempat lain sesuai langkah kakinya.

Episodes
1 Awal Mula
2 Pergi Kemana?
3 Aku Bersumpah
4 Surat Kematian Palsu
5 Redi dan Ririn Di Usir
6 Pemuda
7 Rencana Jahat Ririn
8 Enam Belas Tahun Kemudian
9 Flash Back
10 Vincent
11 Awal Bertemu
12 Tuan Muda Jonathan William
13 Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14 Tawa Jahat
15 Merindukannya
16 Tuan Jonathan
17 Jantungku Berdetak Kencang
18 Putri Sandra dan Nathan
19 Jambret
20 Empat Pasang Mata
21 Asisten Sekretaris
22 Apa Yang Kamu Minta?
23 Sedikit Saja
24 Sangat Nyaman
25 Apakah Kakak Lupa?
26 Mau Minta Hadiah Apa?
27 Membantumu
28 Jiwa Usilnya
29 Ada Apa?
30 Tapi Kek ...
31 Membalaskan Dendam
32 Tali Panjang
33 Awal Pembalasan
34 Ada Apa Redi?
35 Hukuman Untuk Redi
36 Brangkas
37 Atas Nama
38 Pria Tampan
39 Kembali Bertemu
40 Jual Saja
41 Tumben
42 Milikku
43 Empat Pemuda Tampan
44 Suara Bariton
45 Aku jawab apa ya?
46 Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47 Satu Kata
48 Menahan Amarahnya
49 Ada Apa?
50 Nathan Dan Putri Sandra
51 Apakah Benar?
52 Karma
53 Ada apa?
54 Kamu Tidak Pantas
55 Di Usir
56 Dokumen
57 Dela dan Tuan Louis
58 Milik Bersama
59 Tuan Berani Pada Kami
60 Barang Berharga
61 Kenapa Aku Tidak Berhak?
62 Adik Kecil
63 Karma
64 Redi Meninggal Dunia
65 Keceplosan
66 Tidak Percaya
67 Kematian Ririn
68 Janji
69 Alergi Cumi dan Udang
70 Tidak Suka
71 Dua puluh lima juta
72 Simpanan
73 Penasaran
74 Kembali ke jaman dahulu
75 Menikah Dengan Putra Sulung
76 Han, apa yang harus aku lakukan?
77 Pria Tampan
78 Tuan Muda Pertama dan Reynald
79 Putri Sandra Kesakitan
80 Maaf
81 Di Hukum
82 Racun
83 Tuan Muda Zulke
84 Kamera CCTV
85 Angel
86 Kenapa Terburu-buru Turun
87 Wanita Sangat Cantik
88 Pura-pura
89 Tamat
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Awal Mula
2
Pergi Kemana?
3
Aku Bersumpah
4
Surat Kematian Palsu
5
Redi dan Ririn Di Usir
6
Pemuda
7
Rencana Jahat Ririn
8
Enam Belas Tahun Kemudian
9
Flash Back
10
Vincent
11
Awal Bertemu
12
Tuan Muda Jonathan William
13
Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14
Tawa Jahat
15
Merindukannya
16
Tuan Jonathan
17
Jantungku Berdetak Kencang
18
Putri Sandra dan Nathan
19
Jambret
20
Empat Pasang Mata
21
Asisten Sekretaris
22
Apa Yang Kamu Minta?
23
Sedikit Saja
24
Sangat Nyaman
25
Apakah Kakak Lupa?
26
Mau Minta Hadiah Apa?
27
Membantumu
28
Jiwa Usilnya
29
Ada Apa?
30
Tapi Kek ...
31
Membalaskan Dendam
32
Tali Panjang
33
Awal Pembalasan
34
Ada Apa Redi?
35
Hukuman Untuk Redi
36
Brangkas
37
Atas Nama
38
Pria Tampan
39
Kembali Bertemu
40
Jual Saja
41
Tumben
42
Milikku
43
Empat Pemuda Tampan
44
Suara Bariton
45
Aku jawab apa ya?
46
Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47
Satu Kata
48
Menahan Amarahnya
49
Ada Apa?
50
Nathan Dan Putri Sandra
51
Apakah Benar?
52
Karma
53
Ada apa?
54
Kamu Tidak Pantas
55
Di Usir
56
Dokumen
57
Dela dan Tuan Louis
58
Milik Bersama
59
Tuan Berani Pada Kami
60
Barang Berharga
61
Kenapa Aku Tidak Berhak?
62
Adik Kecil
63
Karma
64
Redi Meninggal Dunia
65
Keceplosan
66
Tidak Percaya
67
Kematian Ririn
68
Janji
69
Alergi Cumi dan Udang
70
Tidak Suka
71
Dua puluh lima juta
72
Simpanan
73
Penasaran
74
Kembali ke jaman dahulu
75
Menikah Dengan Putra Sulung
76
Han, apa yang harus aku lakukan?
77
Pria Tampan
78
Tuan Muda Pertama dan Reynald
79
Putri Sandra Kesakitan
80
Maaf
81
Di Hukum
82
Racun
83
Tuan Muda Zulke
84
Kamera CCTV
85
Angel
86
Kenapa Terburu-buru Turun
87
Wanita Sangat Cantik
88
Pura-pura
89
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!