Ayahnya Redi yang bernama Edward sangat terkejut dengan perkataan Redi. Membuat Edward langsung menampar, memukul dan menendang.
Sedangkan Clara merutuki kebodohannya karena pria yang sangat dicintainya ternyata tidak lebih dari seorang bajingan.
Clara hanya bisa mengusap wajahnya sambil menangis membuat Ibunya Redi yang bernama Mommy Elisabeth sangat kasihan dan memeluk tubuh Clara untuk mengurangi rasa sesak di hatinya.
"Ssttt sudah jangan menangis kalian pasti akan menikah." Ucap Mommy Elisabeth sambil mengusap bahu Clara.
"Hiks... Hiks... Hiks... Maafkan Clara Hiks... Hiks..." Ucap Clara sambil terisak dan membalas pelukan Mommy Elisabeth.
"Ssttt sudah." Jawab Mommy Elisabeth dengan nada lembut.
"Mommy dan Daddy, pokoknya Redi tidak mau menikah." Ucap Redi bersikeras.
"Baik kalau begitu kamu pergi dari sini dan segala fasilitas akan Daddy sita dan bukan itu saja kamu akan Daddy coret sebagai ahli waris." Ucap Daddy Edward dengan nada mengancam.
"Daddy, itu tidak adil." Ucap Redi dengan nada protes sambil menatap Clara dengan tatapan kebencian yang teramat sangat.
"Terserah, pilihanmu hanya dua menikah atau Daddy coret sebagai ahli waris." Ancam Daddy Edward dengan nada tegas.
"Baik, Edward akan menikah, puas." Ucap Redi sambil berjalan ke arah kamarnya.
brak
Redi membanting pintu dengan sangat keras kemudian menguncinya membuat sepasang suami istri tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Clara sangat terkejut membuatnya dirinya sangat menyesal mau menerima cinta pria brengs*k seperti Redi.
"Sudah jangan menangis biar kami akan mengurus pernikahan kalian dan maafkan perbuatan putra kami." Ucap Mommy Elisabeth merasa tidak enak hati.
"Tapi Tante dan Om, lebih baik kami tidak usah menikah karena Kak Redi tidak mau menikah denganku." Ucap Clara yang merasa keberatan untuk menikah.
"Bagaimana kalau kamu hamil? Apakah kamu tidak malu? Selain itu bagaimana dengan kedua orang tuamu? Apakah nanti mereka tidak sakit karena putrinya hamil di luar nikah?" Tanya Mommy Elisabeth dengan beruntun.
Clara terdiam dan apa yang dikatakan Mommy Elisabeth benar adanya dan Clara hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Sebulan Kemudian
Clara dan Redi kini sudah resmi menikah dan sikap Redi yang dulu sangat romantis berubah seratus delapan puluh derajat.
Di mana sikap Redi menjadi dingin dan tidak pernah menyentuh istrinya sama sekali karena bagi Redi setelah merasakan sekali Redi sudah bosan dan mencari wanita lain.
Sudah satu bulan mereka resmi menikah tapi tanda-tanda suaminya mau merubah sikapnya ternyata hanya sia-sia bagi Clara hingga dirinya memberanikan diri untuk berbicara.
"Mas, sampai kapan kamu seperti ini mencari wanita di luaran sana?" Tanya Clara dengan nada lirih.
"Sampai satu tahun baru Aku berubah." Ucap Redi dengan nada dingin.
"Kenapa lama?" Tanya Clara dengan wajah sendu.
"Karena setelah satu tahun kita akan berpisah dan setelah itu Aku berubah baik dan tidak dingin padamu." Jawab Redi dengan nada santai tanpa ada perasaan sedikitpun.
plak
Clara yang selama ini selalu bersabar menghadapi sikap suaminya akhirnya tidak bisa mengontrol emosinya hingga menampar suaminya untuk pertama kalinya.
plak
plak
bruk
"Akhhhhh.... sakit..." Teriak Clara.
Redi yang tidak pernah di tampar membalas Clara dua kali lipatnya hingga Clara terjatuh ke lantai. Clara merasakan perih pada kedua pipinya bersamaan sakit luar biasa pada perutnya membuat Clara berteriak hingga darah segar keluar dari sela-sela paha Clara.
Redi yang sangat kesal dengan Clara sama sekali tidak memperdulikan keadaan Clara dan keluar dari kamarnya hingga bertemu dengan kepala pelayan.
"Bibi ke kamarku sekarang karena wanita itu ada di kamarku!" Perintah Redi dengan nada angkuh dan tidak mau menyebut nama istriku melainkan memanggil dengan sebutan wanita itu.
"Baik tuan." Jawab kepala pelayan dengan patuh.
Redi keluar dari mansion dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke bar tempat biasa dirinya minum-minum dan bermain dengan wanita sedangkan kepala pelayan berjalan ke arah pintu kamar majikannya.
tok tok tok tok
hening
ceklek
Karena tidak ada jawaban kepala pelayan itu pergi memaksakan diri untuk membuka pintu dan matanya langsung membulat sempurna melihat nyonya mudanya berbaring tidak sadarkan diri dan ada darah keluar dari sela-sela paha Clara.
Kepala pelayan langsung membalikkan badannya dan membuka pintu kamar dengan lebar sambil berteriak meminta tolong. Setelah ada yang datang barulah mereka membawa Clara ke rumah sakit.
Skip
Kini mereka sudah menunggu di rumah sakit dan tidak berapa lama orang tua Redi datang dengan wajah kuatir.
Di mana Kepala pelayan menghubungi Redi tapi karena tidak di angkat kepala pelayan menghubungi orang tua Redi.
"Apa yang terjadi bi? Mana Redi?" Tanya Mommy Elisabeth dengan wajah sedih.
"Saya kurang tahu nyonya besar pas saya datang ke kamar Nyonya Muda, Nyonya Muda sudah tidak sadarkan diri dan darah keluar dari sela-sela pahanya." Jawab Kepala Pelayan.
"Tuan Muda Redi biasa Nyonya pergi." Sambung Kepala Pelayan.
"Pergi kemana?" Tanya MOmmy Elisabeth.
"Paling minum-minum soalnya setiap pulang selalu mabuk." Jawab Kepala Pelayan.
"Kenapa Bibi dan menantuku tidak cerita? Setiap Aku bertanya dengan menantuku selalu bilang baik-baik saja." Ucap Mommy Elisabeth sambil memijat keningnya yang tidak pusing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Diana Sofianty
aku juga
2024-06-04
0
Yakasa
hehehe masih misteri
2024-02-01
0
Nining Dwi Astuti
apa jgn2 Clara ini putri Sandra 🤔🤔🤔🤔
2024-02-01
0