Bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun tidak terasa usia Putri Sandra sudah genap enam belas tahun.
Putri Sandra tumbuh menjadi gadis yang culun dan juga sangat bodoh hingga dirinya sering mendapatkan bullying dari teman-teman sekolahnya.
"Sayang tahun depan putrimu genap tujuh belas tahun jadi bawalah ke sini." Ucap Ririn sambil memeluk tubuh polos suaminya setelah selesai melakukan kegiatan olah raga panasnya.
"Huh... Aku malas bertemu dengan gadis itu, jangan sebut dia putriku. Putriku sangat bodoh dan juga sangat culun sungguh sangat memalukan." Ucap Redi dengan nada malas.
"Tapi ..." Ucapan Ririn terpotong oleh Redi.
"Sesuai rencanaku saja, kalau Dia sudah berumur tujuh belas tahun barulah kita tinggal memaksanya agar menandatangani surat pemindahan warisan." Ucap Redi.
"Sayang jangan begitu, kita berpura-pura baik dengan gadis itu. Agar Dia mau menandatangani surat pernyataan pemindahan semua aset berharganya atas nama putri kita yang bernama Valen tanpa perlu memaksanya." Ucap Ririn.
"Tapi ..." Lagi - lagi ucapan Redi terpotong oleh Ririn.
"Ingat ada Kakek Tua dan dua Nenek Tua yang mengawasi gadis itu karena mereka pasti sudah menebak apa rencana kita. Kita tidak mau rencana yang sudah lama kita susun jadi gagal di tengah jalan." Ucap Ririn.
cup
"Baiklah Aku setuju. Aku bersyukur bisa menikah denganmu mempunyai seorang putri yang sangat pintar dan selalu juara pertama di sekolahnya bukan seperti gadis itu." Ucap Redi sambil mengecup bibir istrinya dengan singkat.
"Tentu saja, sayangku sangat pintar makanya putri kita juga sangat pintar." Ucap Ririn sambil tersenyum namun dalam hatinya ingin muntah.
'Bagaimana tidak pintar? Kepala Sekolahnya adalah Ayah kandungnya jadi bagaimanapun caranya Kepala Sekolah ingin putrinya selalu juara pertama.' Sambung Ririn dalam hati.
"Terima kasih sayang. Oh ya, kamu aturlah dengan gadis itu karena Aku sangat malas." Ucap Redi yang sangat membenci putri kandungnya.
Redi sangat membenci putri kandungnya karena telah membuat Redi tidak bisa menikmati segala fasilitas milik orang tua angkatnya.
Karena itulah Redi ingin sekali menyingkirkan Putri Sandra agar Redi bisa kembali seperti dulu yaitu mencari gadis - gadis yang masih segar dan orsinil.
Redi sudah mulai bosan dengan istrinya dan ingin mencari gadis lain namun karena kekurangan uang membuat Redi harus menahannya selama bertahun - tahun.
Cup
"Terima kasih sayang." Jawab Ririn sambil mengecup bibir suaminya dengan singkat.
"Akhhh ... Aku jadi ingin lagi." Ucap Redi yang memiliki nafsu yang sangat besar.
'Sebenarnya Aku sudah mulai bosan dan ingin mencari yang segar - segar tapi karena duitku semakin menipis terpaksa deh sama istriku. Apalagi istriku masih hot dan goyangannya mantap.' Sambung Redi dalam hati.
"Aku juga sayang." Jawab Ririn dengan suara menggoda.
'Akhhhhh... Aku lelah banget, suamiku tenaganya kuat banget. Demi kekayaan di depan mata Aku terpaksa melayani pria tua ini.' Ucap Ririn yang tidak menyadari dirinya juga sudah tua.
Mereka pun melakukan kegiatan suami istri sampai wortel import milik Redi keluar barulah mereka berhenti.
Malam berganti pagi Redi, Ririn dan putrinya makan bersama selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Sayang, lebih baik kita berdua pergi menemui gadis itu." Ucap Ririn yang sampai sekarang enggan memanggil namanya.
"Aku tidak mau." Tolak Redi dengan nada kesal.
"Gadis? Siapa, Mom?" Tanya Rina penasaran.
"Kakak tirimu." Jawab Ririn dengan nada malas.
"Kakak tiri? Kok Aku tidak tahu?" Tanya Rina yang masih penasaran.
"Sebelum Daddy kamu menikah dengan Mommy, Daddy kamu di jebak oleh perempuan murahan dan menghasilkan anak haram yang bernama Putri Sandra sehingga Daddy terpaksa menikah dengan wanita murahan itu." Jawab Ririn berbohong.
"Terus Mom?" Tanya Rina sambil menahan amarahnya terhadap Putri Sandra.
"Akhirnya wanita murahan itu terkena karmanya di mana ketika melahirkan, wanita itu meninggal dunia." Jawab Ririn sambil tersenyum bahagia karena sahabat baiknya meninggal dunia.
"Tapi kenapa gadis haram itu dibawa ke sini?" Tanya Rina dengan nada kesal.
"Sebelum wanita itu meninggal dunia, wanita murahan itu dengan liciknya menjelek-jelekkan Daddy kamu dihadapan Kakek dan Nenek kamu sehingga semua harta berharganya jatuh ke tangan putrinya." Jawab Ririn.
"Karena itulah kami terpaksa menemuinya dan membawanya ke sini agar gadis itu mau menandatangani surat pernyataan pemindahan semua aset berharganya atas nama kamu." Sambung Ririn.
"Jadi Mommy minta sama Daddy dan Kamu untuk berpura-pura baik dan sayang dengan gadis itu dan meminta pada Nenekmu untuk membawa gadis itu dan tinggal bersama dengan kita." sambung Ririn lagi.
"Baiklah, Mom. Aku setuju dan terpaksa pura-pura berbuat baik asalkan semua harta kekayaan menjadi milikku." Ucap Rina sambil tersenyum devil.
"Ayo Daddy kita pergi ke sana." Ajak Rina dengan semangat.
"Hah.... (menghembuskan nafasnya dengan kasar) ... Baiklah." Jawab Redi dengan nada malas.
"Ingat! Kalian berdua pasang wajah sedih dan penuh penyesalan agar mereka percaya dan kita bisa membawa gadis itu." Ucap Ririn mengingatkan Redi dan Rina.
"Baiklah." Jawab Redi dan Rina dengan serempak sambil memutar bola matanya dengan malas.
Skip
Kini mereka sudah sampai di rumah milik orang tua Clara. Mereka duduk di ruang keluarga sambil menunggu kedatangan Putri Sandra yang sedang pergi dengan Ayahnya Clara.
"Ada apa ke sini?" Tanya Mommy Elisabeth dengan nada ketus.
bruk
"Mommy maafkan Aku. Aku sangat menyesal dan ingin menebus kesalahanku dengan membawa Putri Sandra agar Aku dan istriku bisa mengurusnya." Ucap Redi sambil berlutut.
"Kamu tahu akibat ulahmu yang sering menyiksa Clara? Ternyata berpengaruh pada janinnya dan mengakibatkan putri mu tidak bisa menangkap apa yang dikatakan oleh orang lain." Ucap Mommy Elisabeth.
"Sampai kedua mertuamu menjual mansionnya untuk biaya pengobatan putrimu tapi tidak ada hasilnya sama sekali." sambung Mommy Elisabeth berbohong.
"Maafkan, Aku sungguh sangat menyesal. Sekarang kemana putriku? Aku akan mengobatinya dan memperbaiki kesalahanku di masa laluku. Aku akan menyekolahkan putriku di sekolah yang sama dengan adik tirinya." Ucap Redi sambil mengeluarkan air mata buayanya.
"Syukurlah kalau kamu sudah menyesal. Sekarang berdirilah sebentar lagi putrimu datang." Ucap Mommy Elisabeth.
'Cihhhhhh ... Aku tahu kalau kamu dan kalian mempunyai rencana busuk tapi demi rencana kami terpaksa kami mengijinkan Putri Sandra di asuh oleh kalian.' Sambung Mommy Elisabeth dalam hati.
" Baik mom."Jawab Redi sambil berdiri.
Tidak berapa lama datanglah pria paruh baya dan gadis yang berpenampilan sangat culun. Rambut di kepang dua, berkaca mata tebal dan memakai dress panjang sampai di bawah kaki. Mereka adalah ayahnya Clara dan gadis culun tersebut bernama Putri Sandra.
"Putri Sandra, ke sini sayang." ucap Mommy Elisabeth sambil tersenyum.
"Baik Oma." Jawab Putri Sandra sambil membalas senyuman.
Putri Sandra berjalan ke arah omanya dan sekali-kali melirik ke arah Redi. Putri Sandra duduk di tengah-tengah Mommy Elisabeth dan ibunya Clara.
"Sayang, Dia Daddy Kamu. Kamu mau tinggal dengan ayahmu?" Tanya Mommy Elisabeth dengan nada lembut.
Putri Sandra menatap wajah ayahnya dengan tatapan polosnya kemudian Putri Sandra berdiri dan berjalan ke arah ayahnya sambil memperhatikan wajah ayahnya dari arah dekat kemudian memeluknya.
"Daddy hiks... hiks... hiks... Putri Sandra kangen dengan Daddy." Ucap Putri Sandra sambil terisak.
'Si*l, Aku malas banget di peluk anak culun ini tapi demi harta warisan Aku harus berpura-pura baik di depannya dan juga di depan kakek tua dan ke dua nenek tua ini.' Ucap Redi dalam hati.
"Maafkan Daddy sayang, baru hari ini menengokmu." Ucap Redi sambil membalas pelukannya.
"Tidak apa-apa, Daddy." Jawab Putri Sandra sambil tersenyum karena baru kali ini merasakan pelukan ayahnya untuk pertama kalinya.
"Kamu maukan ikut, Daddy?" Tanya Redi sambil mendorong perlahan putrinya kemudian menghapus ke dua air mata Putri Sandra dengan kedua ibu jari tangannya.
"Oma, Kakek dan Nenek. Putri Sandra bolehkan tinggal sama mereka?" Tanya Putri Sandra sambil menengok ke arah Oma, Kakek dan Neneknya secara bergantian.
"Kalau kamu ingin tinggal dengan Daddy kamu maka oma tidak akan melarangnya." Jawab Mommy Elisabeth.
"Kami juga sayang." Jawab orangtuanya Clara dengan serempak.
'Sebentar lagi karma untuk kalian akan segera tiba.' ucap orang tua Clara dan Mommy Elisabeth dalam hati.
"Mau, Daddy." Jawab Putri Sandra sambil tersenyum bahagia.
"Oh ya sayang, perkenalkan ini Mommynya Putri Sandra dan kamu bisa memanggilnya dengan sebutan Mommy sedangkan yang ini adikmu namanya Rina." Ucap Redi memperkenalkan istri dan anak bungsunya.
"Hallo sayang, perkenalkan ini Mommy barumu." Ucap Ririn sambil memeluk Putri Sandra.
"Putri Sandra sekarang punya Mommy. Semua orang meledekku karena tidak punya orang tua dan sekarang Putri Sandra sudah punya, terima kasih Mommy ." Ucap Putri Sandra dengan wajah sendu sambil membalas pelukan ibu tirinya.
'Demi putriku Rina membuatku terpaksa harus berpura-pura baik dengan anak sia**n ini." Ucap Ririn dalam hati.
'Maafkan kami, demi membalaskan dendam kami membuatmu di hina oleh teman - temanmu.' ucap ketiga paruh baya dalam hati.
"Oh ya, ini adikmu namanya Rina nanti kamu satu kelas dengan Rina." Ucap Ririn memperkenalkan anak kandungnya sambil melepaskan pelukannya.
"Hallo Kakak, Saya Rina." Ucap Rina sambil tersenyum dan memeluknya.
"Rina kamu cantik sekali." Puji Putri Sandra sambil membalas pelukan Rina.
'Aish nyebelin banget demi kekayaan terpaksa Aku harus berbuat baik padanya." Ucap Rina dalam hati.
"Aku sangat senang Kakak mau ikut dengan kami." Ucap Rina sambil melepaskan pelukannya.
"Iya, Kakak juga sangat senang karena ada Mommy, Daddy dan adik. Karena Kakak sudah lama ingin mempunyai keluarga lengkap." Ucap Putri Sandra dengan wajah polos tanpa dosa sambil melepaskan pelukannya.
Ucapan Putri Sandra membuat orang tua Clara dan Mommy Elisabeth menjadi sedih karena ternyata cucu kesayangannya ingin memiliki keluarga yang lengkap.
Namun mereka terpaksa melakukan hal itu karena ingin membalaskan perbuatan Redi, Ririn dan Rina yang sudah sangat keterlaluan.
"Kalau begitu kamu siap-siap ikut kami pulang. Ucap Redi.
"Baik, Daddy." Jawab Putri Sandra dengan patuh.
Putri Sandra membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamar untuk mengambil barang-barang miliknya setelah selesai merekapun pergi meninggalkan rumah sederhana itu.
"Semoga apa yang dikatakan peramal benar adanya." Ucap Ayahnya Clara.
"Setahuku kata peramal tidak akan pernah salah karena peramal itu terkenal sangat sakti dan bisa mengetahui masa depan." jawab Mommy Elisabeth sambil mengingat kejadian bertahun - tahun yang lalu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Oi Min
kok Rina.... tdi katanya Valen
2024-06-06
0
Shinta Dewiana
jadi clara sm deddy edward mana bukannya mereka pura2 mati..
2024-03-22
0