Surat Kematian Palsu

"Akhhh... sakit!!" Teriak Clara sambil memegangi perutnya yang terasa sangat sakit luar biasa.

"Kita lanjutkan lagi." Ucap Ririn tanpa memperdulikan teriakan kesakitan Clara.

"Kita lanjutkan di kamar sebelah." Ucap Redi.

"Oke." Jawab Ririn dengan singkat.

brak

Redi dan Ririn kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut tanpa memperdulikan Clara sedikitpun hingga Redi membanting pintu.

Sedangkan Clara berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa untuk berdiri hingga dirinya tidak mampu lagi dan tidak berapa lama darah segar keluar dari sela-sela pahanya karena tidak kuat dirinya tidak sadarkan diri.

Kepala pelayan yang berjalan ke arah dapur mendengar suara teriakan kesakitan dan suara petir bersahut-sahutan dengan langkah terburu-buru berlari menaiki anak tangga.

Kepala pelayan membulatkan matanya dengan sempurna melihat Clara berbaring dengan darah segar tidak berhenti keluar dari sela - sela pahanya di tambah tubuh Clara yang juga mengeluarkan darah segar.

"Nyonya Muda." Panggil kepala pelayan dengan wajah panik.

Kepala pelayan itupun membalikkan badannya dan berlari menuruni anak tangga untuk memanggil sopir dan bodyguard untuk membawa Clara ke rumah sakit.

Skip

Kini Clara sedang berada di ruang operasi kemudian kepala pelayan menghubungi orang tua Redi. Hingga setengah jam menunggu akhirnya orang tua Redi datang.

"Sebenarnya apa yang terjadi, Bi?" Tanya Mommy Elisabeth.

"Saya tidak tahu Nyonya Besar, waktu Saya lagi tidur Saya sangat kaget mendengar suara petir yang sangat kencang dan karena Saya lagi haus maka saya berjalan ke arah dapur untuk minum." Jawab Kepala Pelayan.

"Hingga Saya tidak sengaja mendengar suara teriakan kesakitan dan pas Saya melihat ternyata Nyonya Muda tidak sadarkan diri dengan darah segar keluar dari sela-sela paha Nyonya Muda dan tubuhnya." Sambung Kepala pelayan menjelaskan apa yang terjadi secara detail.

"Apakah Redi menyiksa istrinya lagi?" Tanya Mommy Elisabeth yang merasa sangat yakin kalau Redi akan menyiksanya.

"Benar Nyonya Besar." Jawab kepala pelayan.

Ke dua orang tua Redi menghembuskan nafasnya dengan kasar.

ceklek

Pintu ruang operasi terbuka dan dokter melihat ke arah mereka dengan tatapan berbeda membuat sepasang suami istri langsung berdiri dan berjalan ke arah dokter dengan hati yang tidak menentu.

"Bagaimana dengan keadaan menantu dan cucuku dok?" Tanya Mommy Elisabeth dengan wajah kuatir.

"Maaf kami sudah berusaha, menantu Tuan Besar dan Nyonya Besar mengalami koma karena mengalami pendarahan hebat." Jawab dokter tersebut.

"Apa?? Bagaimana dengan cucuku?" Tanya Mommy Elisabeth dan tidak berapa lama air matanya keluar.

"Cucu Tuan dan Nyonya baik - baik saja dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruangan khusus bayi." Jawab dokter tersebut.

Orang tua Redi hanya menganggukkan kepalanya kemudian menghubungi orang kepercayaannya sekaligus besannya orang tua dari Clara untuk memberitahukan keadaan putrinya dan juga cucunya.

Hingga beberapa saat kemudian orang tua Clara datang dengan wajah kuatir dengan keadaan putri dan cucu mereka.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Ibunya Clara.

Mommy Elisabeth menceritakan sesuai perkataan Kepala Pelayan sedangkan kedua orang tuanya bisa menebak pasti pelakunya menantunya yang bernama Redi.

"Kalau begitu Aku akan membawa Clara keluar negri sekaligus membuat surat kematian palsu." Ucap Ayahnya Clara setelah selesai mendengar cerita Mommy Elisabeth.

"Kenapa membuat Surat Kematian Palsu?" Tanya mereka dengan wajah terkejut.

"Karena Aku sangat yakin kalau pelakunya Redi. Aku tidak ingin kejadian ini terulang kembali mungkin dengan cara ini kehidupan Clara lebih baik." Jawab Ayahnya Clara sambil menahan amarahnya terhadap Redi.

Mereka sebenarnya ingin marah terhadap kedua besannya namun karena mereka sahabat baik dan sering di bantu membuat mereka hanya bisa diam dan menahan amarahnya.

"Baik, kebetulan Aku mempunyai dokter yang sangat handal di rumah sakit milikku yang ada di luar negri. Selain itu Aku akan membiayai semua keperluan Clara selama di rawat di rumah sakit hingga Clara bisa mandiri dan tidak tergantung sama pria." Ucap Daddy Edward.

"Maafkan perbuatan putra kami dan sebagai kompesasinya kami akan memberikan tiga puluh persen saham perusahaan dan beberapa properti untuk Clara." Ucap Mommy Elisabeth.

"Kami tidak menginginkan itu semua karena yang kami inginkan adalah putriku harus bercerai dengan Redi." Ucap Ibunya Clara dengan nada tegas.

"Aku juga setuju." Sambung Ayahnya Edward.

"Aku juga sangat setuju." Sambung Mommy Elisabeth yang tidak ingin menantu kesayangannya menderita lagi akibat ulah Redi.

"Tenang saja, kami akan mengurus semuanya." Ucap Daddy Edward yang tidak enak hati dengan sahabat baiknya.

Orang tua Clara hanya menganggukkan kepalanya kemudian Daddy Edward menyuruh orang kepercayaannya untuk mengurus kepindahan Clara untuk di rawat di rumah sakit yang berada di luar negri.

Selain itu Daddy Edward meminta dokter pribadinya untuk membuat surat kematian agar Redi mengira kalau istrinya sudah meninggal dunia.

'Semoga saja apa yang kami lakukan ini sudah benar.' ucap ke empat orang tersebut dalam hati.

Terpopuler

Comments

Helen Nirawan

Helen Nirawan

gk enak.kasi kucing aj , 😞😞

2024-07-16

0

Yakasa

Yakasa

Hehehehe betul. hebat sekali bisa menebak alurnya

2024-02-02

0

Nining Dwi Astuti

Nining Dwi Astuti

klo dr part yg ini sich kayaY putri Sandra bkln jd pemilik tubuhY Clara dech😁✌️

2024-02-01

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Pergi Kemana?
3 Aku Bersumpah
4 Surat Kematian Palsu
5 Redi dan Ririn Di Usir
6 Pemuda
7 Rencana Jahat Ririn
8 Enam Belas Tahun Kemudian
9 Flash Back
10 Vincent
11 Awal Bertemu
12 Tuan Muda Jonathan William
13 Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14 Tawa Jahat
15 Merindukannya
16 Tuan Jonathan
17 Jantungku Berdetak Kencang
18 Putri Sandra dan Nathan
19 Jambret
20 Empat Pasang Mata
21 Asisten Sekretaris
22 Apa Yang Kamu Minta?
23 Sedikit Saja
24 Sangat Nyaman
25 Apakah Kakak Lupa?
26 Mau Minta Hadiah Apa?
27 Membantumu
28 Jiwa Usilnya
29 Ada Apa?
30 Tapi Kek ...
31 Membalaskan Dendam
32 Tali Panjang
33 Awal Pembalasan
34 Ada Apa Redi?
35 Hukuman Untuk Redi
36 Brangkas
37 Atas Nama
38 Pria Tampan
39 Kembali Bertemu
40 Jual Saja
41 Tumben
42 Milikku
43 Empat Pemuda Tampan
44 Suara Bariton
45 Aku jawab apa ya?
46 Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47 Satu Kata
48 Menahan Amarahnya
49 Ada Apa?
50 Nathan Dan Putri Sandra
51 Apakah Benar?
52 Karma
53 Ada apa?
54 Kamu Tidak Pantas
55 Di Usir
56 Dokumen
57 Dela dan Tuan Louis
58 Milik Bersama
59 Tuan Berani Pada Kami
60 Barang Berharga
61 Kenapa Aku Tidak Berhak?
62 Adik Kecil
63 Karma
64 Redi Meninggal Dunia
65 Keceplosan
66 Tidak Percaya
67 Kematian Ririn
68 Janji
69 Alergi Cumi dan Udang
70 Tidak Suka
71 Dua puluh lima juta
72 Simpanan
73 Penasaran
74 Kembali ke jaman dahulu
75 Menikah Dengan Putra Sulung
76 Han, apa yang harus aku lakukan?
77 Pria Tampan
78 Tuan Muda Pertama dan Reynald
79 Putri Sandra Kesakitan
80 Maaf
81 Di Hukum
82 Racun
83 Tuan Muda Zulke
84 Kamera CCTV
85 Angel
86 Kenapa Terburu-buru Turun
87 Wanita Sangat Cantik
88 Pura-pura
89 Tamat
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Awal Mula
2
Pergi Kemana?
3
Aku Bersumpah
4
Surat Kematian Palsu
5
Redi dan Ririn Di Usir
6
Pemuda
7
Rencana Jahat Ririn
8
Enam Belas Tahun Kemudian
9
Flash Back
10
Vincent
11
Awal Bertemu
12
Tuan Muda Jonathan William
13
Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14
Tawa Jahat
15
Merindukannya
16
Tuan Jonathan
17
Jantungku Berdetak Kencang
18
Putri Sandra dan Nathan
19
Jambret
20
Empat Pasang Mata
21
Asisten Sekretaris
22
Apa Yang Kamu Minta?
23
Sedikit Saja
24
Sangat Nyaman
25
Apakah Kakak Lupa?
26
Mau Minta Hadiah Apa?
27
Membantumu
28
Jiwa Usilnya
29
Ada Apa?
30
Tapi Kek ...
31
Membalaskan Dendam
32
Tali Panjang
33
Awal Pembalasan
34
Ada Apa Redi?
35
Hukuman Untuk Redi
36
Brangkas
37
Atas Nama
38
Pria Tampan
39
Kembali Bertemu
40
Jual Saja
41
Tumben
42
Milikku
43
Empat Pemuda Tampan
44
Suara Bariton
45
Aku jawab apa ya?
46
Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47
Satu Kata
48
Menahan Amarahnya
49
Ada Apa?
50
Nathan Dan Putri Sandra
51
Apakah Benar?
52
Karma
53
Ada apa?
54
Kamu Tidak Pantas
55
Di Usir
56
Dokumen
57
Dela dan Tuan Louis
58
Milik Bersama
59
Tuan Berani Pada Kami
60
Barang Berharga
61
Kenapa Aku Tidak Berhak?
62
Adik Kecil
63
Karma
64
Redi Meninggal Dunia
65
Keceplosan
66
Tidak Percaya
67
Kematian Ririn
68
Janji
69
Alergi Cumi dan Udang
70
Tidak Suka
71
Dua puluh lima juta
72
Simpanan
73
Penasaran
74
Kembali ke jaman dahulu
75
Menikah Dengan Putra Sulung
76
Han, apa yang harus aku lakukan?
77
Pria Tampan
78
Tuan Muda Pertama dan Reynald
79
Putri Sandra Kesakitan
80
Maaf
81
Di Hukum
82
Racun
83
Tuan Muda Zulke
84
Kamera CCTV
85
Angel
86
Kenapa Terburu-buru Turun
87
Wanita Sangat Cantik
88
Pura-pura
89
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!