Karena lelah Jonathan berbaring di samping ranjang dan tidak berapa lama dirinya tertidur dengan pulas nya.
Malam berganti pagi, perlahan Jonathan membuka matanya karena dirinya di peluk oleh seseorang membuat tubuhnya terasa hangat.
Jonathan melihat gadis itu sedang memeluk dirinya dengan kepala bersandar di dadanya dan tangannya memeluk tubuhnya sedangkan dirinya memeluk perut gadis tersebut.
"Apakah seperti ini jika Aku menikah? Setiap tidur ada yang menemaniku tidur dan membuatku merasa sangat nyaman. Apakah gadis ini sudah mempunyai kekasih?" Tanya Jonathan sambil tersenyum bahagia untuk pertama kalinya.
Tidak berapa lama gadis itupun menggerakkan tubuhnya membuat Jonathan memejamkan matanya. Gadis itupun perlahan membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya tempat yang sangat asing baginya.
"Di mana Aku? Seingatku, Aku tidak sadarkan diri di pinggir jalan." Ucap gadis cantik tersebut sambil berpikir.
"Kenapa aku memeluk pria ini?" Tanya gadis tersebut sambil menarik tangannya dan langsung turun dari ranjang.
Jonathan terpaksa membuka matanya dan menatap gadis cantik tersebut kemudian menahan tangannya agar tidak pergi.
"Kamu siapa?" Tanya Jonathan.
"Aku Putri Sandra, kalau Tuan?" Tanya Putri Sandra sambil kembali duduk di sisi ranjang.
"Aku Jonathan, panggil saja Nathan." Jawab Nathan.
'Kenapa nama gadis itu sama seperti nama gadis itu? Suaranya juga sama, apa jangan - jangan gadis di sebelah ku adalah gadis yang dulu menolongku?' Tanya Nathan dalam hati.
"Itu tidak sopan, bagaimana kalau Kak Nathan?" Tanya Putri Sandra.
"Kak Nathan?" Tanya ulang Nathan dengan wajah terkejut.
'Kenapa perkataannya sama seperti gadis waktu itu?' Tanya Nathan dalam hati.
"Kalau Kak Nathan tidak suka, Saya minta maaf." Jawab Putri Sandra.
"Aku suka kalau kamu memanggil ku dengan sebutan Kak Nathan." Jawab Nathan.
'Tapi kalau memang gadis ini adalah gadis yang menyelamatkan Aku, kenapa tidak mengenalku?' Tanya Nathan dalam hati.
Putri Sandra hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Nathan menatap wajah Putri Sandra.
"Kamu berbaringlah dulu, tubuhmu masih lemah." Ucap Nathan sambil berjalan ke arah kamar mandi.
"Kak Nathan mau kemana?" Tanya Putri Sandra.
"Mau ke kamar mandi, mau ikut?" Tanya Nathan sambil tersenyum jahil.
"Tidak terima kasih." Ucap Putri Sandra sambil duduk dan bersandar di kepala ranjang.
Nathan tersenyum melihat wajah merah Putri Sandra. Kemudian Nathan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah lima belas menit Nathan sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya membuat Putri Sandra menatapnya tanpa kedip.
"Sangat tampan." Ucap Putri Sandra dengan wajah polosnya.
"Baru tahu ya, kalau aku sangat tampan." Ucap Nathan dengan narsis.
"Aish... Sungguh menyesal Sku memuji Kak Nathan." Ucap Putri Sandra dengan bibir bawahnya dimajukan.
'Aduh itu bibirnya ingin rasanya mencium kembali.' Ucap Nathan dalam hati.
"Kamu mandilah setelah itu kita sarapan bersama." Ucap Nathan.
"Tapi Aku tidak membawa pakaian dan ini aku tidak tahu siapa yang memakaikan bajuku. Apakah Kak Nathan yang melakukannya?" Tanya Putri Sandra sambil menatap tajam ke arah Nathan.
"Tidak, kepala pelayan yang melakukannya." Jawab Nathan dengan jujur.
'Baru kali ini ada seorang gadis menatapku dengan tajam, membuatku penasaran dengan gadis ini.' Ucap Nathan dalam hati.
'Menarik.' Sambung Nathan dalam hati.
Putri Sandra menatap mata Nathan dan tidak ada kebohongan di matanya sedangkan Nathan membalikkan badannya dan berjalan ke arah lemari pakaian.
"Mana pakaianku?" Tanya Putri Sandra mengalihkan pakaian.
"Di sofa." Jawab Nathan sambil menunjuk sofa dengan menggunakan dagunya.
Putri Sandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengambil paper bag tersebut dan di bawa ke dalam kamar mandi.
Setelah setengah jam Putri Sandra sudah selesai mandi dan memakai pakaian yang dibelikan oleh Nathan.
"Sangat cantik." Puji Nathan.
"Terima kasih atas pujiannya." Ucap Putri Sandra sambil tersenyum.
"Ayo kita makan." Ajak Nathan.
"Ok." Jawab Putri Sandra dengan singkat.
Mereka berdua keluar dari kamar Nathan dan berjalan menuruni anak tangga menuju ke arah meja makan. Entah kenapa Putri Sandra mengambil makanan terlebih dahulu membuat Nathan terkejut tapi berusaha bersikap biasa saja.
Mungkin saja gadis itu lapar makanya mengambil duluan begitu pula dengan apa yang dipikirkan para pelayan tapi mereka tidak berani ikut campur karena semua penghuni mansion tahu akan sifat tuannya.
Hanya saja yang membuat mereka bingung sekaligus sangat terkejut karena Nathan sama sekali tidak protes ataupun memarahi gadis itu tapi mereka hanya bisa bertanya dalam hatinya tanpa berani berkomentar.
"Kak Nathan silahkan makan." Ucap Putri Sandra setelah selesai mengisi makanan ke dalam piring.
"Buatku?" Tanya Nathan tidak percaya karena baru kali ini dirinya diperlakukan seperti ini.
"Maaf, kalau Aku lancang melakukan ini." Ucap Putri Sandra sambil menundukkan kepalanya.
'Kebiasaan melihat Ibunda mengambil makanan untuk Ayahanda terlebih dahulu membuatku secara tidak sengaja mengambil makanan untuk Kak Nathan.' Sambung Putri Sandra dalam hati.
'Jadi kangen dengan Ayahanda, Ibunda dan ketiga saudaraku.' Sambung Putri Sandra lagi dengan mata berkaca-kaca.
Nathan yang melihat mata Putri Sandra merasa tidak tega dan entah kenapa hatinya sangat sakit.
"Tidak... tidak, Aku sangat senang kamu melakukan itu padaku." Ucap Nathan sambil membelai rambut Putri Sandra.
"Terima kasih, Kak." Jawab Putri Sandra sambil mengangkat kepalanya kemudian tersenyum manis.
deg deg deg deg
Jantung Nathan berdetak kencang melihat senyuman manis Putri Sandra.
"Oh iya, besok pagi Aku akan pulang ke Negara ku tempat Aku lahir. Apakah kamu mau ikut?" Tanya Nathan menawarkan diri.
"Benarkah Kak Nathan ingin mengajakku ke Negara tempat Kak Nathan lahir?" Tanya Putri Sandra dengan mata berbinar-binar.
"Iya benar, Aku tidak mungkin berbohong. Apakah ada keluargamu di sana?" Tanya Nathan penasaran.
"Ada, Aku mempunyai Kakek, Nenek dan Oma." Jawab Putri Sandra.
'Juga orang - orang yang menyakiti keluarga pemilik tubuh ini dan pemilik tubuh ini.' Sambung Putri Sandra dalam hati.
"Apakah selain itu, Kamu ingin menemui Kekasih atau suamimu?" Tanya Nathan penasaran.
'Aduh... Aku mohon jangan mempunyai kekasih apalagi kalau menikah.' Mohon Nathan dalam hati.
''Pffttttttt ..." Tawa Monika.
"Kenapa kamu tertawa?" Tanya Nathan dengan wajah kesal.
"Aku belum mempunyai kekasih apa lagi Aku belum pernah menikah karena aku masih sekolah dan sebentar lagi lulus." Jawab Putri Sandra.
"Syukurlah kalau begitu." Ucap Nathan sambil bernafas lega.
"Kenapa?" Tanya Putri Sandra sambil mengerutkan keningnya.
"Tidak lupakan saja, ayo kita makan." Ajak Nathan mengalihkan pembicaraan.
"Ok." Jawab Putri Sandra dengan singkat.
Putri Sandra berdoa terlebih dahulu kemudian baru makan membuat Nathan tidak enak hati karena dirinya tidak pernah berdoa. Mereka makan dalam diam tidak ada satupun yang berbicara setelah lima belas menit mereka sudah selesai makan dan minum.
Kini mereka berada di ruang keluarga sambil mengobrol dengan di temani minuman hangat.
"Sebelum kita pulang, adakah tempat yang akan kamu kunjungi?" Tanya Nathan mengawali obrolan.
"Hmmm... Aku ingin melihat pernak pernik di negara ini." Jawab Putri Sandra.
"Bagaimana kalau kita pergi ke pasar Yiwu?" Tanya Nathan memberikan usulan.
"Apakah Kak Nathan pernah ke sana?" Tanya Putri Sandra.
"Belum, hanya saja kata anak buah eh temanku di sana katanya menjual berbagai macam pernak pernik." Jawab Nathan hampir keceplosan.
'Maaf, Aku berbohong karena untuk sementara ini Aku menyembunyikan identitasku. Terlebih Aku ingin tahu, apakah kamu sama seperti gadis yang di luaran sana atau gadis berbeda.' Ucap Nathan dalam hati.
'Karena Aku tahu jika gadis di luaran sana tidak mungkin mau diajak ke pasar maunya pergi ke moll dan belanja barang - barang branded.' Sambung Nathan dalam hati sambil memperhatikan gerak gerik Putri Sandra.
"Ok. Berangkat sekarang?" Tanya Putri Sandra penuh harap.
"Ayo." Jawab Nathan dengan nada terkejut karena ternyata Putri Sandra bersedia tapi berusaha di tutupi rasa terkejutnya dengan bersikap biasa saja.
Mereka pun berangkat ke pasar Yiwu dan hanya membutuhkan waktu lima belas menit mereka sudah sampai.
Putri Sandra menatap kagum pasar Yiwu dan dirinya berharap menemukan apa yang dicarinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Oi Min
heh 3R(Redi, Ririn, Rina) tunggulah malaikat maut kalian sdang o te we
2024-06-06
0
Nining Dwi Astuti
semoga Putri Sandra bs bls dendam di bantu ka' Nathan 💪💪
2024-02-04
2