Jambret

Nathan memarkirkan mobilnya kemudian turun dari mobil begitu pula dengan Putri Sandra.

"Ayo Kak, kita lihat-lihat ke dalam." Ajak Putri Sandra dengan penuh semangat dan tanpa sadar menggenggam tangan Nathan.

Nathan sangat terkejut ketika tangannya di tarik oleh Putri Sandra membuat Nathan menatap tangan Putri Sandra membuat Putri Sandra melepaskan tangannya.

Karena selama ini tidak ada satupun gadis atau wanita yang berani melakukannya. Semua orang tahu kalau Nathan tidak suka di sentuh namun sudah ada dua gadis yang diijinkan menyentuh dirinya.

Nathan tidak mengetahui kalau dua gadis itu adalah orang yang sama. Sedangkan Putri Sandra tiba - tiba tersadar ketika Nathan menatap tangannya.

"Maaf." Ucap Putri Sandra sambil melepaskan genggamannya.

"Tidak apa-apa santai saja." Ucap Nathan sambil menggenggam tangan Putri Sandra.

Putri Sandra tersenyum dan membalas genggaman tangan Nathan. Mereka berdua melihat-lihat souvernir yang sangat menarik perhatian Putri Sandra.

Hingga Putri Sandra tidak sengaja melihat toko yang menjual berbagai macam - macam bentuk kipas dan juga menjual berbagai macam selendang.

"Kita ke toko itu." Ucap Putri Sandra sambil menunjuk ke arah toko tersebut.

Nathan menengok ke arah depan toko yang ditunjuk oleh Putri Sandra kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.

"Ok." Jawab Nathan dengan singkat.

Merekapun berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Putri Sandra. Putri Sandra melihat - lihat sambil mencoba kipas-kipas tersebut dari ukuran besar hingga ukuran sedang.

Setelah beberapa saat Putri Sandra mengalungkan ke dua tangannya ke leher Nathan kemudian menariknya secara perlahan. Hal itu dikarenakan Nathan lebih tinggi selisih delapan cm.

Nathan sangat terkejut ketika Putri Sandra mendekatkan wajahnya ke wajah Nathan. Wajah mereka yang sangat dekat dan nyaris bersentuhan membuat Nathan langsung memejamkan matanya dengan pipi merona merah.

'Kak Nathan, Aku tidak punya uang bolehkah Aku meminjam uang Kak Nathan untuk membeli kipas? Aku berjanji kalau Aku sudah kembali ke negaraku maka Aku akan mengembalikan uang yang Aku pinjam.' Bisik Putri Sandra kemudian menarik wajahnya agar tidak dekat dengan wajah Nathan sambil melepaskan kedua tangannya.

Nathan membuka matanya sambil tersenyum malu karena dirinya mengira akan dicium oleh Putri Sandra.

"Tidak boleh pinjam." Jawab Nathan sambil memberi kode ke arah anak buahnya yang tidak jauh darinya.

"Terus kita ke sini, mau ngapain?" Tanya Putri Sandra dengan wajah di tekuk.

"Bukannya kamu bilang hanya jalan-jalan, ya sudah kita jalan-jalan saja." Jawab Nathan dengan wajah polosnya.

"Aish nyebelin, ya sudahlah kita pulang saja." Ucap Putri Sandra dengan wajah kesal sambil melepaskan genggaman tangannya kemudian membalikkan badannya dan berjalan sambil ke dua kakinya di hentak- hentakan ke lantai.

"Ok." Jawab Nathan dengan singkat sambil menahan senyum karena Putri Sandra sangat menggemaskan.

Nathan menerima paper bag dari anak buahnya kemudian Nathan berjalan dengan santai sambil melihat Putri Sandra yang sedang berjalan dari jarak yang tidak begitu jauh.

Putri Sandra berjalan tanpa memperdulikan Nathan hingga tanpa sengaja melihat seorang nenek tua di jambret dan meminta pertolongan tapi tidak ada satupun yang menolongnya.

Hal itu dikarenakan mereka tahu kalau penjambret itu pasti anggota gengster dan mempunyai banyak teman.

Karena itulah mereka lebih mementingkan nyawa mereka dan tidak mau menolong Nenek malang itu.

Sedangkan Putri Sandra tidak bisa melihat orang lain menderita karena itulah Putri Sandra langsung mengejar penjambret itu sambil berteriak.

"Jambret!!!" Teriak Putri Sandra.

Penjambret itupun langsung berhenti kemudian menepuk tangannya sekali dan tidak berapa lama muncul delapan orang pria bertampang sangar.

Tiba - tiba Putri Sandra mendapatkan penglihatan di mana pemilik tubuh di siksa dan nyaris mati mengenaskan.

Hal itu tentu saja membuat Putri Sandra membulatkan matanya karena di antara mereka ada beberapa orang yang menyiksa pemilik tubuhnya.

Putri Sandra melihat sekelilingnya dan tidak sengaja melihat kayu ukuran enam puluh lima centi meter kemudian mengambilnya.

哇……那个漂亮姑娘想用那块木头打我们。”其中一个戏谑道。

"Waw... gadis cantik mau memukul kami pakai kayu itu." Ledek salah satu dari mereka dengan menggunakan bahasa negara mereka.

Episodes
1 Awal Mula
2 Pergi Kemana?
3 Aku Bersumpah
4 Surat Kematian Palsu
5 Redi dan Ririn Di Usir
6 Pemuda
7 Rencana Jahat Ririn
8 Enam Belas Tahun Kemudian
9 Flash Back
10 Vincent
11 Awal Bertemu
12 Tuan Muda Jonathan William
13 Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14 Tawa Jahat
15 Merindukannya
16 Tuan Jonathan
17 Jantungku Berdetak Kencang
18 Putri Sandra dan Nathan
19 Jambret
20 Empat Pasang Mata
21 Asisten Sekretaris
22 Apa Yang Kamu Minta?
23 Sedikit Saja
24 Sangat Nyaman
25 Apakah Kakak Lupa?
26 Mau Minta Hadiah Apa?
27 Membantumu
28 Jiwa Usilnya
29 Ada Apa?
30 Tapi Kek ...
31 Membalaskan Dendam
32 Tali Panjang
33 Awal Pembalasan
34 Ada Apa Redi?
35 Hukuman Untuk Redi
36 Brangkas
37 Atas Nama
38 Pria Tampan
39 Kembali Bertemu
40 Jual Saja
41 Tumben
42 Milikku
43 Empat Pemuda Tampan
44 Suara Bariton
45 Aku jawab apa ya?
46 Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47 Satu Kata
48 Menahan Amarahnya
49 Ada Apa?
50 Nathan Dan Putri Sandra
51 Apakah Benar?
52 Karma
53 Ada apa?
54 Kamu Tidak Pantas
55 Di Usir
56 Dokumen
57 Dela dan Tuan Louis
58 Milik Bersama
59 Tuan Berani Pada Kami
60 Barang Berharga
61 Kenapa Aku Tidak Berhak?
62 Adik Kecil
63 Karma
64 Redi Meninggal Dunia
65 Keceplosan
66 Tidak Percaya
67 Kematian Ririn
68 Janji
69 Alergi Cumi dan Udang
70 Tidak Suka
71 Dua puluh lima juta
72 Simpanan
73 Penasaran
74 Kembali ke jaman dahulu
75 Menikah Dengan Putra Sulung
76 Han, apa yang harus aku lakukan?
77 Pria Tampan
78 Tuan Muda Pertama dan Reynald
79 Putri Sandra Kesakitan
80 Maaf
81 Di Hukum
82 Racun
83 Tuan Muda Zulke
84 Kamera CCTV
85 Angel
86 Kenapa Terburu-buru Turun
87 Wanita Sangat Cantik
88 Pura-pura
89 Tamat
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Awal Mula
2
Pergi Kemana?
3
Aku Bersumpah
4
Surat Kematian Palsu
5
Redi dan Ririn Di Usir
6
Pemuda
7
Rencana Jahat Ririn
8
Enam Belas Tahun Kemudian
9
Flash Back
10
Vincent
11
Awal Bertemu
12
Tuan Muda Jonathan William
13
Apa Yang Mesti Daddy Lakukan?
14
Tawa Jahat
15
Merindukannya
16
Tuan Jonathan
17
Jantungku Berdetak Kencang
18
Putri Sandra dan Nathan
19
Jambret
20
Empat Pasang Mata
21
Asisten Sekretaris
22
Apa Yang Kamu Minta?
23
Sedikit Saja
24
Sangat Nyaman
25
Apakah Kakak Lupa?
26
Mau Minta Hadiah Apa?
27
Membantumu
28
Jiwa Usilnya
29
Ada Apa?
30
Tapi Kek ...
31
Membalaskan Dendam
32
Tali Panjang
33
Awal Pembalasan
34
Ada Apa Redi?
35
Hukuman Untuk Redi
36
Brangkas
37
Atas Nama
38
Pria Tampan
39
Kembali Bertemu
40
Jual Saja
41
Tumben
42
Milikku
43
Empat Pemuda Tampan
44
Suara Bariton
45
Aku jawab apa ya?
46
Kenapa Kamu Tidak Mempertahankanku?
47
Satu Kata
48
Menahan Amarahnya
49
Ada Apa?
50
Nathan Dan Putri Sandra
51
Apakah Benar?
52
Karma
53
Ada apa?
54
Kamu Tidak Pantas
55
Di Usir
56
Dokumen
57
Dela dan Tuan Louis
58
Milik Bersama
59
Tuan Berani Pada Kami
60
Barang Berharga
61
Kenapa Aku Tidak Berhak?
62
Adik Kecil
63
Karma
64
Redi Meninggal Dunia
65
Keceplosan
66
Tidak Percaya
67
Kematian Ririn
68
Janji
69
Alergi Cumi dan Udang
70
Tidak Suka
71
Dua puluh lima juta
72
Simpanan
73
Penasaran
74
Kembali ke jaman dahulu
75
Menikah Dengan Putra Sulung
76
Han, apa yang harus aku lakukan?
77
Pria Tampan
78
Tuan Muda Pertama dan Reynald
79
Putri Sandra Kesakitan
80
Maaf
81
Di Hukum
82
Racun
83
Tuan Muda Zulke
84
Kamera CCTV
85
Angel
86
Kenapa Terburu-buru Turun
87
Wanita Sangat Cantik
88
Pura-pura
89
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!