Suara gemuruh terdengar, Aida diam beberapa saat. Apakah Dokter Cris baik baik saja? Namun Aida tak sempat memikirkan tentang Dokter Cris karena dirinya juga kini dalam masalah. Komandan Zero melayangkan kakinya pada wajah Aida, beruntung Aida segera menghindar ke samping kanan.
Namun tak lama setelah itu terdengar suara gemuruh lagi, terlihat dari lantai tiga debu berterbangan memenuhi lantai 3. Beberapa puing puing Ding-Ding bangunan lantai tiga berjatuhan ke bawah. Aida dan komandan Zero bergerak ke sana kemari untuk mengindari puing puing bangunan yang berjatuhan.
"Cris?" Ucap Aida pelan mengkhawatirkan kondisi Dokter Cris.
Terdengar 026 berteriak dengan kencang, suara gemuruh lagi lagi terdengar, terlihat di lantai dua debu beterbangan dari salah satu ruangan. Dari ruangan tersebut sesuatu meluncur dengan cepat dan menabrak ruangan lain yang ada di seberangnya. Aida bertanya tanya siapa yang terlempar tadi, Dokter Cris atau 026?
Pertanyaan Aida terjawab setelahnya, 026 keluar dari salah satu ruangan dan berteriak. Berarti yang tadi terlempar adalah Dokter Cris, wajah Aida tampak memucat. 026 lebih hebat dari sebelumnya, Aida juga mulai cemas pada keadaan Dokter Cris. Sudah lewat beberapa saat Dokter Cris tidak menunjukan dirinya, apakah Dokter Cris baik baik saja? Pasti tentunya tidak baik baik saja setelah di lempar sebegitu jauhnya, lalu apa Dokter Cris meninggal?
026 berteriak kencang lagi, melihat Aida yang berdiri diam 026 meluncurkan tentakelnya menuju Aida di bawah sana. Dua tentakel dengan capit besar bagaikan gunting tersebut meluncur hendak menyambar tubuh Aida. Aida menghindar sebanyak dua kali ke kanan, namun sayangnya Aida malah berhenti di jalan buntu karena sekarang dirinya terjebak di antara reruntuhan bangunan.
Aida kini benar benar terjebak, dirinya tak bisa ke kanan, kiri depan atau belakang. 026 melompat dari lantai dua dan mendarat tepat di hadapan Aida, wajah Aida seketika membeku. Apa ini akhir dari hidupnya? Mati di makan atau di bunuh oleh mister yang mengambil alih tubuh 026?
Di saat seperti itu, Aida baru menyadari pistolnya. Pistolnya belum di gunakan karena Aida mau memakainya saat keadaan darurat saja, tapi kali ini lebih dari darurat. Kini nyawanya berada di atas tanduk, Tampa berpikir panjang Aida mengeluarkan pistolnya dan menembak dahi 026 sebanyak 3 kali.
Aida terdiam melihat apakah 026 berhasil di kalahkannya? 026 terlihat diam saja tidak bergerak, wajahnya sudah hancur dan memperlihatkan isian kepalanya. Namun 026 masih hidup dan berteriak kencang, saking kerasnya teriakan 026 Aida sampai menutup telinganya yang berdengung kencang seperti kepalanya mau meledak.
026 dengan cepat menggunakan tentakelnya membuat Aida terhempas ke samping, menabrak reruntuhan bangunan dengan begitu keras. Terdengar bunyi krek yang sepertinya Aida mengalami patah tulang. Aida terkapar lemas di lantai, tubuhnya tak bisa di gerakkan. Dadanya begitu sesak sampai sulit untuk bernafas. Darah segar keluar melalui mulut Aida, Aida dengan samar melihat 026 mendekat padanya. Sepertinya inilah akhir dari hidupnya, padahal dia ingin mendapatkan beberapa jawaban. Kenapa dirinya harus di kirim ke kamp oleh ibunya? siapa yang begitu dendamnya pada keluarganya? Dan kenapa dirinya harus mengalami ini?
026 semakin mendekat pada Aida, tentakel dengan capit besarnya itu sudah meluncur siap memotong tubuh Aida. Aida hanya bisa pasrah karena seluruh tubuhnya tak bisa dia gerakan. Namun sesaat sebelum itu, ada sesuatu yang menyambar tentakel 026 sampai tentakel kanannya putus dari tubuhnya.
026 berteriak dan Mundur tiga langkah kebelakang, Aida tak sempat melihat benda apa yang secara tiba tiba menyambar begitu saja.
Terdengar satu teriakan berbeda, yang satu ini lebih bersuara nyaring. Aida melihat dari lantai tiga keluar sesuatu. Sesosok monster menyerupai manusia namun tidak memiliki kulit dengan kedua matanya yang kuning ke merahan serta giginya yang runcing.
"Ada monster lainnya lagi?! Satu saja sudah begitu sulit apalagi dua!" Ucap Aida dalam hati.
Monster yang ada di lantai tiga melompat ke arah 026, monster tersebut mendarat tepat di punggung 026. 026 nampak bergerak ke sana kemari untuk bisa melepaskan Monster yang menempel di punggungnya. Namun monster tersebut menggigit kepala 026 sampai terputus, kepala 026 menggelinding ke sembarang arah di lantai. Aida masih diam di tempat memperhatikan kedua Monster tersebut yang saling melawan. Aida merasa aneh kenapa kedua Monster tersebut saling berkelahi satu sama lain, berbeda dari monster lainnya.
026 yang tanpa kepala masih bisa bergerak, 026 menggerakkan tentakelnya dan menusuk monster yang ada di punggungnya. Namun cengkraman tangan monster tersebut lebih kuat dan erat di banding tentakel 026. Monster tersebut mengamuk dan mengeluarkan cakar dari tangannya lalu mencakar cakar punggung 026.
Darah terciprat ke mana mana, punggung 026 tampak sudah habis di cakar oleh monster tersebut. Di punggung 026 terlihat ada mahkluk yang mirip cacing menggeliat keluar dari punggung 026. Dengan sangat cepat Monster tersebut mencengkram mahkluk tersebut menggunakan tangannya yang bercakar, lalu monster tersebut menggigitnya sampai terpisah dari tubuh 026.
Tubuh 026 tergeletak di lantai setelah mahkluk yang menyerupai cacing tersebut terlepas dari tubuhnya, mahkluk tersebut masih menggeliat geliat di mulut monster tersebut. Monster tersebut seperti tidak menyukai mahkluk yang ada di mulutnya ini. Monster tersebut dalam keadaan menggigitnya lalu mengoyaknya sampai hancur. Aida masih diam membeku di tempatnya ada satu hal yang membuatnya diam seperti itu. Monster di hadapannya memiliki kalung yang memiliki huruf C, Aida seperti mengingat sesuatu dari kalung tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments