Malam hari di dalam hutan, bulan purnama terlihat enggan menunjukan dirinya. Udara dingin menyelimuti tubuh, serta gelap karena tak ada pencahayaan.
Di sebuah menara tua, terdapat sebuah penjara bawah tanah yang dingin dan gelap. Lima orang laki laki dewasa duduk lemas, terlihat dari pakaian mereka mereka adalah pasukan militer Inggris. Sebelah kaki mereka di rantai di lantai, dengan tubuh babak belur, mereka hanya diam meratapi nasibnya.
BUMMM!!! Terdengar suara ledakan besar di luar menara, lima orang yang di penjara di dalam menara terkejut. Apakah itu adalah tim bantuan?
"Cepat bunuh dia!!! Ahk...!" Ucap seseorang sambil berteriak.
Terdengar suara tembakan berkali kali di luar menara, terlihat penjaga yang ada di luar sudah terkapar dengan kepala mereka yang tertembak.
Ada satu orang yang menarik perhatian, orang tersebut dengan baju serba hitam serta wajahnya yang di tutupi oleh masker hitam begitu lincah bergerak ke sana kemari merubuhkan lawannya.
Dengan hitungan detik orang tersebut sudah mengalahkan lima orang dengan cara menembak kepala mereka. Orang tersebut tidak melihat lagi penjaga yang menghampirinya, langsung orang tersebut menghampiri pintu masuk ke bagian bawah tanah dari menara tersebut. Pintu ada di bagian tengah ruangan menara, pintu tersebut terlihat di gembok. Orang tersebut memeriksa salah satu tubuh lawannya yang terkulai.
Dirinya menemukan 3 kunci dari dalam saku celananya, pasti ini adalah kunci pintu ruang bawah tanah dan juga kunci pintu penjara bawah tanah. Dengan cepat orang tersebut mencoba satu persatu dari ke tiga kunci tersebut. Di percobaannya yang ke dua kunci tersebut membuka pintu ruang bawah tanah.
Tanpa berlama lama, orang tersebut masuk ke dalam pintu tersebut, Menuruni beberapa anak tangga lalu berjajar ruangan penjara yang di Pagari oleh pagar besi. Salah satu ruangan yang paling ujung adalah tempat tentara Inggris yang di tahan dan orang tersebut mendekati pintu penjara tersebut.
Lima orang yang ada di dalam penjara melihat ke arah orang tersebut, mereka tidak mengenal orang yang berdiri di depan ruang penjara mereka. Orang tersebut sepertinya bukan tim bantuan, siapa dia?
Orang tersebut membuka kunci dengan kunci yang dia dapatkan dari salah penjaga yang baru saja dia kalahkan. Lalu maju dua langkah ke depan dan mendongak ke atas, terlihat di sudut ruangan dekat pintu penjara ada sebuah cctv kecil yang hampir tak terlihat, orang tersebut langsung saja merusak cctv tersebut dengan menembaknya. Lalu membuka ikatan besi yang melilit kaki ke lima orang anggota militer tersebut.
"Sekarang ikuti aku" ucap orang tersebut.
"Eh?" Jawab seseorang dari mereka yang dimana dia adalah kapten tim militer Inggris tersebut.
"Tak ada waktu, ayo pergi" ucap orang tersebut kembali.
"Tunggu, apa dia anggota tim bantuan? Aku belum pernah melihatnya, dan juga dia wanita" ucap kapten tim militer Inggris dalam hati.
Wanita yang di duga menyelamatkan lima anggota militer Inggris tersebut langsung ke luar, diikuti dengan lima orang lainnya. Wanita tersebut bersiap siaga dengan pistolnya sambil berjalan dengan pelan.
Merasa aman, wanita dan lima orang lainnya langsung keluar dari dalam menara lewat pintu belakang. Setelah itu mereka berjalan berdampingan masuk ke dalam hutan.
"Anu..kau sepertinya bukan anggota militer? Siapa kau?" Tanya kapten Militer Inggris.
"..." Wanita tersebut tidak menjawab dan terus berjalan.
"Aku belum pernah melihat wanita sepertimu masuk ke Medan perang berbahaya seperti ini" ucap kapten Militer Inggris kembali.
"..." Wanita tersebut masih saja tidak menjawab dan terus fokus.
"Apa kau dari Inggris? Tapi wajahmu seperti bukan dari sana, lalu cara kau bicara masih agak berantakan" ucap kapten Militer Inggris kembali.
"..." Tetap saja wanita tersebut tidak menjawab, kapten militer tersebut sedikit kesal karena wanita yang di hadapannya.
"Anda memang tak punya bakat pada perempuan kapten" ucap salah satu dari teman teman timnya.
"Diamlah!" Jawab kapten mereka yang kesal. Para bawahan kapten tersebut menahan tawa mereka karena melihat kapten mereka yang kesal.
Wanita tersebut menghentikan langkahnya, "sudah sampai" ucap wanita tersebut.
Di depan mereka ada sebuah mobil yang di tumpangi oleh beberapa orang, di sana juga sudah ada tiga orang yang memakai baju yang sama seperti wanita tersebut pakai, lalu di belakang mobil terdapat 3 orang lagi yang memakai pakaian militer Inggris. Sepertinya tiga orang tersebut di selamatkan oleh teman wanita tersebut.
"Ini.." ucap kapten militer.
"Mereka akan membawa kalian ke tempat yang aman, sekarang pergilah" ucap wanita tersebut.
"Tunggu kau tidak ikut?" Tanya kapten tim militer.
"Ini sudah perintah, aku harus menjaga kalian" jawab wanita tersebut.
"Tempat ini berbahaya, dan sebentar lagi pasti tim musuh akan segera kemari. Jika kau sendirian saja di sini maka kau.."
Belum selesai berbicara, serangan mendadak muncul. Seseorang melemparkan granat dan meledak tepat di hadapan mereka.
Pandangan menjadi kabur, suara tampak nyaring dengan suara ledakan serta suara tembakan, Debu mengepul di sekeliling mereka.
"Musuh di arah jam 6!" Teriak seseorang.
Terdengar suara tembakan berkali kali, kapten tim cemas pada teman temannya. Tapi untung saja, teman temannya tidak terluka cukup parah.
Wanita yang tadi bersama nya juga terkapar, terdapat luka bakar di bahu kanannya mungkin karena ledakan granat tadi. Wanita tersebut bangun dan langsung bersiaga dengan pistolnya. Tiga tembakan wanita tersebut lepaskan, tiga orang kena sasaran. Debu mulai berkurang, musuh semakin terlihat ada di mana mana, wajah wanita tadi pun terlihat. Maskernya terlepas dan wajahnya kotor dengan debu dan keringat. Tatapan wanita tersebut begitu tajam namun tenang, matanya sangat fokus pada musuh dan pemilik wajah itu adalah Aida yang berusia 15 tahun.
"Eh? Dia..masih muda?" Ucap kapten tim militer dalam hati.
Aida dengan mudah menembak para musuhnya, tak ada satupun peluru yang meleset.
"Jangan diam saja di sana! Cepat pergi!" Teriak Aida mengalahkan suara ledakan dan tembakan yang keras.
"Apa? Tapi..."
"Tak ada waktu lagi! Kalian harus selamat! Itulah misi kami! Terus bergerak ke barat di sana sudah ada yang menunggu kalian!" Teriak Aida kembali.
"Tapi, kau?"
"Tim bantuan akan segera tiba! kami bisa mengulur waktu sebentar! Sekarang pergilah jangan buat misi kami gagal!" Teriak Aida yang langsung mengeluarkan pisaunya dari sarungnya yang di letakan di pahanya karena pistolnya kehabisan peluru.
Aida langsung bangkit berdiri dan langsung berlari ke arah musuh, dirinya berlari zig zag agar menghindari peluru dari musuh. Setelah dekat dengan musuh Aida lalu melompat dan menghunuskan pisaunya ke musuhnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments