EP 06 AWAL KEHANCURAN

  Blup..Blup..Blup..., Terdengar bunyi gelembung. Di suatu tempat, tempat yang tersembunyi. Terdapat ruangan yang penuh dengan 6 tabung besar yang  di dalamnya ada cairan berwarna hijau terang. Kabel kabel tampak memenuhi lantai yang tersambung pada tabung tabung tersebut.

    Ada satu meja dengan satu monitor berwarna putih, di sana juga berdiri seseorang dengan menggunakan pakaian putih. Dirinya lalu mendekat pada salah satu tabung, dari dekat rupanya di dalam tabung tersebut ada sesuatu. Entah apa itu mahkluk hidup atau bukan, tapi yang pasti ada sesuatu di dalam tabung tersebut.

   Setelah selesai mengecek tabung tersebut, orang tersebut hendak pergi ke luar namun, dirinya di kejutkan dengan suara aneh, Seperti suara retakan kaca.

   Orang tersebut berhenti dan berbalik, namun dirinya tidak melihat hal yang mencurigakan dan melanjutkan langkahnya ke luar dari ruangan tersebut.

   Namun, setelah orang tersebut keluar. Salah satu dari ke enam tabung tersebut tiba tiba retak, itu adalah tabung yang tadi orang tersebut periksa. Tabung tersebut terus retak hingga akhirnya pecah dan isi cairan di dalamnya berhamburan ke sana kemari.

    Cairan tersebut membanjiri ruangan, kabel kabel yang terkena air mulai mengeluarkan percikan api hingga akhirnya meledak dan terbakar.

     Di antara api dan kepulan asap, sesuatu keluar dari tabung yang tadi pecah. Tak terlihat itu benda apa tapi kemudian keluar tentakel yang tajam dan menghancurkan tabung tabung yang lain.

     Setelah beberapa saat, sedikit demi sedikit benda yang tadi keluar mulai tampak jelas. Sesuatu menyerupai manusia namun kedua tangannya hanya memiliki 3 jari yang bercakar tajam, serta wajah dan tubuh yang belum sempurna dengan tiga tentakel yang ujungnya tajam berada di punggungnya.

                            ***

    "AAAHHH!!!" Aida berteriak.

   Aida bangun dari tidurnya, keringat membasahi dahinya. Aida baru sadar jika dirinya tidak berada di asrama nya, ini ruangan Dokter Cris. Aida bangun dari posisi tidurannya menjadi duduk.

    Baru sadar juga jika dirinya tidak memakai baju atasannya dan di ganti dengan perban putih menutupi tangan, perut dan dadanya. Pasti ini akibat ledakan granat kemarin, jika di ingat ingat, dirinya tak sadarkan diri setelah bertarung melawan pasukan musuh dengan bermodal nyali dan pisau. Ya..untungnya tim bantuan segera tiba setelah 2 jam bertarung dengan puluhan musuh, jika tidak pasti dirinya akan mati saat itu.

   "Yo! Sudah bangun, Aida?" Ucap Dokter Cris sambil tersenyum hangat yang ternyata duduk di kursinya dari tadi.

   "..." Aida tidak menjawab, dirinya hanya memasang wajah datar pada Dokter Cris. Aida menatap Dokter Cris sebentar lalu memalingkan wajahnya.

   "Di kacangin dong" ucap Dokter Cris.

   "Semakin ke sini kamu semakin pendiam saja, kali kali bicara dong" ucap Dokter Cris.

   "..., Aku hanya berbicara jika perlu saja" jawab Aida.

   "Hoo, ya kita ini kan teman, begini begini juga kan aku sudah menyelamatkan hidupmu beberapa kali, hehe" ucap Dokter Cris sambil mendekatkan dirinya pada Aida, tatapannya terus saja melihat ke tubuh Aida yang tidak memakai baju.

   Aida menatap tajam pada Dokter Cris yang terus menerus menatap tubuhnya, "hahaha, tenang saja. Aku tidak mengapa-apakan tubuhmu, aku juga masih punya harga diri" ucap Dokter Cris agak menjauh karena melihat tatapan Aida yang tajam.

   "..." Aida tidak menanggapi dokter cris dan langsung menyelimuti dirinya dengan selimut putih.

   "Kamu pasti sangat lelah ya, istirahatlah. Tenang saja, kamu diliburkan tiga hari karena dalam Pase penyembuhan. Aku akan pergi dulu untuk memeriksa pasienku yang lain, besok kamu bisa pulang ke asrama, hehe sampai jumpa aida~ mimpi indah~" ucap Dokter Cris yang lalu pergi ke luar meninggalkan Aida sendirian.

    Aida termenung, di pikir pikir lagi memang benar perkataan Dokter Cris tadi. Dokter Cris sudah banyak membantu Aida selama ini, Setiap Aida terluka akibat pelatihan pasti dirinya akan langsung di obati oleh Dokter Cris. Dokter Cris lah yang menjaganya, Aida teringat kembali saat Dokter Cris membawakan makanan pada Aida, karena makanan di kantin sudah habis jadi Dokter Cris yang menyiapkan makanan untuk Aida.

    Lalu selama ini, Aida harus berlatih dan berlatih. Setelah sedikit dewasa di umur 13 tahunnya Aida di latih langsung dengan turun lapangan, melakukan misi misi berbahaya. Terkadang satu misi bisa terselesaikan dalam waktu 3 sampai 5 hari. Lalu dengan bekal seadanya, yaitu hanya sereal kering yang sudah di kemas atau roti yang entah bagaimana roti tersebut agak keras seperti sudah basi.

    Aida juga di beritahu oleh Dokter Cris tentang tempat ini, tempat ini rupanya adalah markas pembunuh bayaran atau bisa di namai kamp. Dokter Cris bilang karena Aida tinggal di sini maka harus menjalani kehidupan yang sama seperti yang lain.

    Aida kembali menutup matanya untuk tidur, jujur Aida sebenarnya sudah lelah. Lelah terus bertarung, berlatih, bertarung lagi, berlatih lagi, dan seterusnya seperti itu. Tak ada waktu untuknya melakukan hal yang di inginkannya. Dirinya juga masih penasaran apakah dirinya memiliki keluarga? Lalu apa itu keluarga?

    Aida kembali mengingat momen ketika dirinya melakukan misi, dirinya bertemu dengan satu orang ayah dengan kedua anaknya yang masih kecil.

   "Aku siap mengorbankan nyawaku demi keluarga ku! Mereka adalah orang yang paling berharga bagiku! Aku tidak akan memberikan anak anakku pada siapapun!" Ucap ayah dari dua anak tersebut, melindungi kedua anaknya yang bersembunyi di belakangnya. Walaupun tubuhnya penuh dengan darah, tapi api semangat demi melindungi ke dua anaknya membara di matanya, dirinya tidak takut mati asalkan anak anaknya bisa selamat.

   Aida yang mendengar perkataan seorang ayah tersebut langsung mematung, "keluarga? Keluarga itu..seperti apa?" Ucap Aida pada seorang ayah dari dua anak tersebut.

   "Eh?" Ayah tersebut balik bertanya.

   "Apa itu..keluarga?" Ucap Aida kembali.

   ".., keluarga itu adalah orang yang siap menerimamu apa adanya, melindunginya, merasakan pahit manisnya kehidupan bersama, dan tempatmu untuk mencurahkan isi hati mu.

    Tapi sebagai seorang ayah dan sebagai keluarga, aku akan melindungi keluargaku. Meskipun nyawa bayarannya" ucap seorang ayah tersebut dengan tegas.

   Aida yang mendengar perkataan seorang ayah tersebut langsung terdiam, terlihat wajah sedih tergambar jelas di wajah Aida, antara sedih, bingung, dan penasaran dengan yang namannya keluarga. Dirinya benar benar melupakan apa itu yang namanya keluarga, dirinya pun berharap bisa mendapatkan keluarga lagi.

    "Keluarga? Melindungi? Apakah seperti Cris padaku?" Ucap Aida pelan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!