EP 15 CRIS (CRISTIAN)

Aku tidak mengingat kenangan saat aku masih kecil, yang hanya aku ingat adalah saat aku bangun aku sudah berada di tempat aneh. Aku terbangun dan melihat tiga orang berpakaian putih seperti memperhatikanku. Salah seorang dari mereka menulis sesuatu di atas kertas, dan dua lainnya berbicara padaku. Mereka menanyakan bagaimana perasaanku setelah bangun.

     Anehnya aku tidak merasakan apa apa,  seperti semua emosi hilang di dalam diriku. Tak lama setelah itu, seseorang datang menemui ku. Dia tampak begitu ramah, sambil tersenyum dia mengajakku ke suatu tempat.

   Aku merasa bingung, di dalam kepalaku begitu banyak pertanyaan. Dimana aku? Siapa aku? Lalu, kenapa aku ada disini? Lalu siapa mereka? Mereka begitu akrab padaku, apa aku mengenal mereka?

    Setelah berjalan cukup lama, orang itu membawaku ke sebuah taman halaman rumah, yang entah siapa pemilik rumah tersebut.

    Orang itu mengajakku berkeliling hingga ke belakang rumah, di sana ada sepasang keluarga dengan satu anak perempuan. Mereka begitu bahagia bermain bersama anaknya, orang yang tadi bersamaku membawaku mendekat pada mereka.  Aku menurutinya, anak perempuan dan kedua orang tuannya menatapku. Di pikiranku, siapa mereka? Apa aku salah satu dari mereka juga? Setelah berdiri tiga langkah di hadapan mereka, anak perempuan itu mendekatiku dengan senang. Terlihat senyuman  tergambar di wajahnya. Jika dilihat dia seperti baru berumur 5 tahun.

    "Cristian" ucap seorang pria di hadapanku. Aku bertanya tanya, apa itu namaku  dan bagaimana aku ada di sini? Setelah tiga Minggu dari sana, aku pun mengetahui kebenaran akan siapa diriku dan kenapa aku ada di sini. Aku seorang anak yatim piatu, dan kepala keluarga Sebastian, tuan Sebastian vettel dan istrinya Amelia, mengadopsi ku.

    Tuan Vettel adalah seorang profesor terkenal di Inggris, lalu nyonya Amelia adalah warga negara Indonesia yang saat itu tinggal di Inggris. Mereka mempunyai satu anak yaitu Aida, aku di besarkan oleh mereka berdua. Tuan Vettel mengajariku tentang hal hal kedokteran, dan terkadang aku membantunya untuk membuat sebuah penelitian bersama nya. Tuan Vettel meneliti tentang pertumbuhan regenerasi pada seekor cacing pita dan bintang laut. Keduanya hampir memiliki pertumbuhan regenerasi yang sama, lalu hal yang di inginkan oleh tuan Vettel adalah pertumbuhan regenerasi tersebut.

    Dirinya ingin menciptakan sebuah obat yang mampu membuat pertumbuhan regenerasi manusia cepat seperti dua hewan tersebut. Setiap ada orang yang beruntung, pasti  selalu ada yang iri. Kejadian itupun terjadi, lab tuan Vettel di hancurkan. Banyak berkas berkas yang di curi, dan saat itupun Aida dan aku di culik oleh sekolompok orang.

    Lagi lagi aku terbangun di tempat yang aneh, ruangan ku begitu sempit bahkan tubuhku pun sulit di gerakan. Terpasang alat pernafasan di hidungku dan aku juga menyadari jika aku ada di dalam air di sebuah tabung. Namun samar samar aku melihat seseorang berpakaian putih berdiri di depanku lalu menuliskan sesuatu.

    Di belakang orang itu aku samar samar melihat ada sebuah tabung yang sama denganku dan ada 5 tabung lainnya. Salah satu tabung di hadapanku aku melihat ada Aida di dalam sana yang dalam keadaan yang sama sepertiku. Melihat Aida terperangkap di dalam sana, entah kenapa hatiku terasa sangat sakit. Emosiku langsung meluap, aku memaksakan tubuhku agar bergerak. Walaupun agak susah aku tetap memaksakannya, aku terus memukuli kaca tabung yang mengurungku.

   Entah apa yang terjadi setelahnya aku juga tidak terlalu ingat, aku baru sadar setelah melihat kekacauan di sekelilingku. Aku berhasil keluar dari tabung yang tadi mengurungku dan melihat tabung tabung yang lain juga hancur dengan air yang membasahi lantai. Api dan asap mulai memenuhi ruangan, aku termangu setelah melihat satu tabung yang tidak hancur, dan di dalamnya ada Aida.

   Tanpa berpikir panjang, sebelum api menyebar memenuhi ruangan aku segera mencari sesuatu untuk memecahkan kaca tabung tersebut. Setelah menemukan sebuah obeng, aku berkali kali menusukkannya pada tabung tersebut sampai pecah.     Air di dalamnya tumpah semakin membanjiri ruangan, Aida terkulai lemas. Kedua matanya tidak mau terbuka, tubuhnya pun dingin. Aku saat itu tak bisa berpikir apa lagi yang harus aku lakukan.

   Saat setelah kejadian itu, Aida tidak lagi membuka matanya. Tuan Vettel dan nyonya Amelia begitu sedih, namun Aida belum meninggal, Dirinya hanya tertidur. Tuan Vettel berusaha mencari obat agar Aida bisa bangun kembali, setelah berjuang selama tiga tahun, tak ada hasil sama sekali. Tuan Vettel putus asa, begitu juga dengan nyonya Amelia. Aida belum terbangun dari tidurnya dan bahkan dirinya tidak bertumbuh, Aida masih sama seperti Aida yang berumur 5 tahun. Seharusnya sekarang Aida berumur 8 tahun, aku dan Aida hanya berbeda satu tahun.

    Setelah satu tahun kemudian, nyonya Amelia pergi dari rumah bersama Aida. Sebenarnya itu juga atas persetujuan tuan Vettel, nyonya Amelia pindah ke Indonesia membawa Aida. Tuan Vettel juga menyuruhku agar ikut pada nyonya Amelia agar bisa merawat Aida. Aku sudah sangat menghormatinya dan menaruh jiwaku pada keluarga Sebastian.

   Tapi tidak lama setelah nyonya Amelia pergi, tiba tiba terdengar kabar kalau tuan Vettel menghilang. Tak ada yang mengetahui kemana tuan Vettel menghilang.

    Lalu setelah itu juga, aku di perintahkan oleh nyonya Amelia agar menjagamu sepenuhnya. Aku sudah bersumpah padanya jika aku akan merawat Aida. Semenjak menghilangnya tuan Vettel, beberapa orang mencoba untuk mengambil Aida sebagai bahan percobaan. Entah percobaan apa yang mereka sedang lakukan namun mereka begitu menginginkan Aida.     Nyonya Amelia  memerintahku  agar aku berlatih dan menjadi lebih kuat agar bisa menjaga Aida jika dirinya sudah tidak ada. Karena aku sudah bersumpah jika aku akan menjaga Aida mau itu dengan cara apapun pasti aku akan lakukan. Aku di kirim oleh nyonya Amelia ke sebuah tempat bernama kamp, aku mungkin terlihat seperti orang yang tersesat lalu terpaksa harus menjadi prajurit kamp, tapi itulah alasanku kenapa aku di kirim kemari.

    Sejak saat itu aku tidak tahu bagaimana keadaan Aida dan nyonya Amelia, namun aku berharap padannya jika mereka baik baik saja. Hingga saat aku berusia 21 tahun, aku menemukan seekor merpati putih dengan surat yang terikat di kakinya. Rupanya surat tersebut dari nyonya Amelia, di katakan di surat itu jika aku akan bertemu Aida. Aku harus bisa merawat dan menjaganya. Melihat isi surat tersebut, hatiku berdebar kencang.

       Beberapa hari setelah itu, aku mendengar jika ada kecelakaan pesawat. Aku segera mencari lokasi kecelakaan tersebut, namun sayangnya pesawat itu sudah habis di bakar oleh api.

   Saat itu hatiku berdebar kencang, apa akan terjadi sesuatu? Aku menemukan tak jauh dari lokasi ada sebuah jejak kaki yang mengarah ke dalam hutan. Aku mengikutinya dan jejak itu berhenti di antara tumbuhan liar yang menutupi sebuah aliran sungai.

   Tak lama dari sana aku segera berlari menuju sebuah lokasi di mana kemungkinan besar aku akan bertemu dengan seseorang. Aliran sungai itu akan mengarah ke kamp, namun sebelum prajurit kamp menemukan mereka tentu harus aku lebih dulu yang menemukan mereka. Setelah berlari begitu lama, akhirnya orang yang aku tunggu tunggu pun aku menemukannya.

     Namun, aku melihat pemandangan yang mengerikan, nyonya Amelia tidak dalam bentuk yang normal. Aku melihat ada Aida yang terbaring di belakangnya. Dengan perasaan tercampur aduk aku mendekati nyonya Amelia. Saat itu, aku juga tak ingin melakukannya pada orang yang sangat aku hormati. Namun aku terpaksa harus membunuhnya, karena ini pilihan yang terbaik .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!