EP 13 TERJEBAK

  Aida menghentikan laju mobilnya setelah sampai di depan pintu gerbang markas kamp. Aida keluar dari dalam mobil dan menuju pintu gerbang markas kamp. Aida merasa aneh karena disini begitu sepi, apa yang lain tidak berkumpul di sini? Apa mereka bertemu di tempat lain?

    Aida membuka pintu gerbang dengan hati hati, pintu gerbang terbuka Aida segera masuk ke dalam. Mata Aida langsung membulat setelah melihat bagian dalam Maskar kamp. Tubuh mayat yang tidak lengkap bergelimpangan di mana mana. Darah memenuhi tanah, tercium aroma amis darah yang menyengat.

    Banyak tubuh prajurit kamp yang tidak lengkap, ada yang kehilangan tangan, kaki, kepala dan bahkan setengah dari tubuhnya menghilang. Aida melihat ke sekeliling, tak mungkin jika seluruh prajurit kamp tak ada yang selamat. Bukankah ada komandan Zero yang dikenal paling hebat bertarung? Tak mungkin dia juga mati disini.

   Di antara tubuh yang bergelimpangan, Aida melihat jika dari tubuh mereka ada garis hitam di seluruh tubuh mereka. Sepertinya mereka yang di sini juga berubah seperti para prajurit kamp yang ada di asrama sebelumnya.

    Aida kembali menelusuri kamp, Aida memeriksa setiap bangunan dan tenda di sana, mungkin saja ada yang masih selamat selain dirinya. Setelah memeriksa beberapa bangunan, Aida juga sempat mengambil pistol dan pisau untuk jaga-jaga, setelah itu melanjutkan kembali untuk memeriksa tempat lainnya.

    Karena tidak ada siapa-siapa di area kamp, Aida memutuskan untuk pergi ke gudang. Setelah berjalan beberapa menit, dirinya tiba di depan bangunan tua yang dimana itu adalah gudang senjata kamp.

   Tak ada yang menjaga tempat tersebut, biasanya selama 24 jam tak ada satu menit pun gudang senjata di tinggalkan begitu saja. Aida masuk ke dalam yang dimana pintunya tidak terkunci, jika dilihat lagi gembok dari kuncinya seperti di hancurkan agar terbuka.

   Di dalam gudang begitu banyak peralatan yang masih Tersusun dengan rapi, tapi ada juga beberapa barang di sana yang hancur dan berhamburan di bawah. Sepertinya saat markas di serang, prajurit kamp menggunakan semua peralatan disini. Tapi tetap saja mereka mati walaupun ada banyak sekali barang bagus di sini.

   "Bertahanlah!"

   Aida menghentikan langkahnya setelah mendengar sebuah suara. Suara tersebut begitu lirih seperti menahan tangisan. Terdapat kotak kardus di sudut ruangan sebelah kiri dan Aida merasa jika suara tersebut berasal dari sana.

   Dengan pelan Aida berjalan ke antara tumpukan kotak kardus dengan bersiap dengan pistolnya di tangannya. Semakin dekat Aida mendengar suara tangisan seseorang yang sepertinya Aida kenal dengan suara ini.

    Aida mempercepat langkahnya dan melihat ke balik tumpukan kotak kardus, dirinya melihat 006 yang menangis dengan di peluknya 026 di pangkuannya. Terlihat 026 sedang dalam keadaan tubuh yang mulai mengeluarkan garis hitam seperti yang Aida ketahui itu tandanya 026 akan berubah seperti prajurit kamp yang lain.

   "006?" Ucap Aida memanggil 006 dengan pelan.

   006 berbalik dan melihat Aida berdiri di belakangnya, terlihat kedua matanya merah karena menangis. "Kau..apa yang kau lakukan disini? Cepatlah pergi!" ucap 006 dengan suara yang sedikit bergetar.

   "Kau harus meninggalkannya, dia akan berubah seperti yang lain" ucap Aida pada 006.

   "...jangan pedulikan aku, kau cepatlah pergi sendirian dari sini!" Jawab 006 menyuruh Aida agar segera meninggalkan kamp.

   "Kalau begitu kau juga harus pergi sekarang" ucap Aida tak mau kalah.

   "Cih! Jangan sok peduli pada orang lain. Pedulikan saja dirimu sendiri, aku tidak akan meninggalkannya jadi kau segeralah pergi! Aku pun tidak mau mendengarkan semua perkataanmu" Jawab 006 mulai menaikan nada suaranya.

   "..aku adalah atasanmu sekarang, kau harus mendengarkan ku!" Jawab Aida mulai kesal.

   "...aku tak peduli, aku sudah berjanji padanya aku tidak akan meninggalkannya, aku akan mengikutinya kemanapun dia pergi, dia sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri" jawab 006.

   Aida tidak menjawab, orang di hadapannya ini begitu keras kepala, sebentar lagi pasti 026 akan berubah seperti yang lain. Dan jika dirinya terus ada disini dia bisa saja terbunuh, padahal Aida ingin jika salah satu dari temannya masih selamat bersamanya.

    "AAAAAaaa!!!" 026 berteriak dengan kencang.

    "026 kau.."

   Belum selesai 006 berbicara, 026 sudah lebih dulu memeluk 006 sampai 006 terbaring di lantai. Aida dan 006 diam, terlihat 026 seperti memeluk 006 dengan erat, namun mulutnya menggigit tepat di bagian leher 006. terlihat darah mengalir deras dari leher 006 yang 026 gigit. 026 sudah berubah, namun 006 tidak berbuat apa apa, malah dirinya semakin erat memeluk 026.

    026 semakin keras menggigit leher 006, namun terlihat di wajah 006 dirinya tampak tersenyum. "Tenang saja..aku tak akan pergi..meninggalkanmu" ucap 006 sambil tersenyum.

                            ***

    Ini kilas balik 006 dan 026 saat masih kecil dan masih dalam masa pelatihan di kamp. Terlihat 006 terkapar di tanah dengan wajah penuh luka, namun wajahnya begitu semangat dan langsung bangkit berdiri lagi.

   006, 026 dan anak anak lainnya di ajari bela diri. 026 lebih muda satu tahun di banding 006. Sifat 006 dan 026 hampir sama, 006 lebih tegas tapi 026 selalu ceria dan selalu bercanda pada 006. Tapi terkadang sifat keduanya selalu terbalik di momen tertentu, terkadang 006 lebih lembut pada 026, dan terkadang 026 selalu tegas pada 006.

    Sejak kecil, 006 dan 026 tak bisa di pisahkan. Mau itu dari tempat asrama, atau saat makan di kantin. Pasti 006 harus bersama 026. Terkadang 006 dan 026 sering bertengkar, tapi tak lama dari itu mereka lekas berbaikan. Keduanya bagaikan adik dan kakak selalu saling menjaga dan melindungi.

   006 dengan gesit bergerak ke sana kemari melawan prajurit kamp yang bisa dikatakan pelatihnya. Namun di sisi lain, 026 meringkuk di tanah karena takut, wajah dan tubuhnya juga sudah babak belur, tubuhnya bergetar karena ketakutan.

   "Bangunlah cepat!" Ucap pelatih dengan kasar pada 026 sambil menendang perutnya.

   Waktu pelatihan selesai, 026 di bawa ke Raung perawatan agar diobati. Terlihat seluruh tubuhnya hampir di balut perban putih, hanya menyisakan wajahnya dan juga tangan kanannya saja. 026 hanya duduk melamun memperhatikan semua lukanya, 006 mendekati 026 dan duduk di sebelahnya.

   "Tadi itu benar benar melelahkan ya" ucap 006 memulai pembicaraan.

   "..." 026 tidak menjawab.

   "Hah..kapan ini berakhir ya, aku benar benar bosan" ucap 006 kembali.

   "..." 026 tidak menjawab.

   "..., Baiklah. Hei, bagaimana jika kita bertarung bersama?" Ucap 006.

   026 melirik pada 006, "heh?" Ucap 026 tidak paham.

   "Hehe, kita berdua akan berjuang melawan mereka, berjuang menaikan pangkat kita dan jadi nomor satu di sini!" Ucap 006 dengan semangat.

    026 menatap 006 lalu tersenyum dan mengangguk, "ya" ucap 026.

   Di hari berikutnya, 026 duduk di kasur asmaranya. Terlihat dirinya sedang membaca buku cerita, jika dari gambarnya memperlihatkan pasir kuning dan birunya air laut. 026 begitu fokus membaca setiap halaman demi halaman buku cerita tersebut.

   006 masuk dari balik pintu, melihat 026 yang begitu asik membaca dirinya lalu duduk di sebelah 026 dan ikut memperhatikan buku.

   "Wah buku yang bagus" ucap 006.

   "Ya, aku penasaran dengan yang namanya laut. Katanya air laut terasa asin, lalu di sana juga ada yang namanya pantai dengan pasir kuning yang hangat. Aku ingin pergi ke sana" jawab 026 dengan semangat.

   "...kau mau ke sana?" Tanya 006.

   "Ya! Aku mau!" Jawab 026 sambil tersenyum.

   "Kalau begitu, setelah kita keluar dari sini, ayo kita pergi ke yang namanya pantai dan melihat laut dengan air asin itu" ucap 006 sambil tersenyum.

    "...benarkah?" Ucap 026.

    "Ya, mari kita berjuang agar bisa keluar dari sini, bersama" ucap 006.

    "Baik!" Jawab 026 yang lalu tertawa bahagia, melihat 026 tertawa 006 pun juga ikut tertawa.

    "Berjanjilah kau akan terus bersamaku, karena hanya kau saja yang sudah ku anggap seperti kakakku sendiri" ucap 026.

    "Ya, aku berjanji. Sampai kapanpun aku akan terus bersamamu" jawab 006 dengan yakin.

                          ***

Aida masih diam di tempat, memperhatikan 026 yang dengan lahap memakan bagian leher 006. Entah kenapa tubuh Aida tidak bisa bergerak, tubuhnya membeku serta wajahnya terlihat pucat melihat kengerian 026.

   Dengan tubuh agak gemetaran, Aida berjalan mundur ke belakang secara perlahan. Dirinya merasa jika 026 tidak menyadari jika Aida ada di belakangnya.

    026 memakan habis leher 006 sampai kepalanya terpisah dari tubuhnya, dengan lahap 026 meremukkan kepala 006 dengan mudahnya lalu memakan bagian dalam kepalanya, Aida bergidik ngeri dan jijik. Rasanya perutnya mual melihat 026 memakan kepala temannya sendiri, Aida terus berjalan mundur ke pintu keluar tanpa menimbulkan suara sedikitpun.

    Beberapa langkah lagi, Aida hampir sampai ke pintu keluar gudang. Tapi tidak Aida sangka jika lantai kayu gudang sedikit rapuh dan menimbulkan sedikit bunyi berdecit, 026 langsung menghentikan makannya dan mematung, begitu pula dengan Aida yang langsung membatu di tempat.

   Apa 026 menyadarinya? Haruskah Aida langsung kabur saja? 026 yang diam, tak lama setelahnya melanjutkan kembali dengan melahap kepala 006.

     "Astaga hampir saja! Ayo cepat keluar dari sini lalu kabur mencari bantuan!"  Ucap hati Aida.

   Aida kembali berjalan mundur dan sampai di pintu keluar gudang, setelah keluar Aida segera menjauhi gudang sebelum 026 menyadarinya.

    Baru saja Aida menjauh dari masalah, masalah baru datang kembali. Tiba tiba sebuah bom asap dengan asap berwarna kuning meluncur ke hadapannya dan meledak. Aida sampai terkejut dan menutup hidungnya agar tidak menghirup asap kuning tersebut. Di sekelilingnya hanya ada asap kuning, Aida bergegas lari agar keluar dari kamp.

    Namun Aida mendengar sebuah erangan dan Geraman, dari asap kuning terlihat beberapa orang orang kamp yang tadinya tergeletak tak bernyawa kini hidup kembali. Saat melihat Aida, mereka langsung berlari mengejar Aida, Aida terpaksa harus melawan mereka lagi.

    Beberapa tembakan Aida keluarkan agar bisa menghentikan beberapa orang, namun percuma karena mereka tidak bisa merasakan sakit dan terus berlari menuju Aida.

   "Cih! Kenapa mereka banyak sekali? Kenapa pula mereka bisa hidup lagi?!" Ucap Aida kesal sambil terus berlari, menyerang, dan menghindar.

   Aida melihat ada tumpukan karung di samping sebuah rumah, Aida segera menaiki tumpukan karung tersebut dan naik ke atap rumah. Di sana Aida menjadi lebih leluasa untuk menembak karena musuhnya ada di bawahnya.

    Rupanya mereka juga agak pintar, mereka juga menaiki tumpukan karung dan ikut naik ke atap rumah. Aida dengan pisaunya langsung menebas leher mereka sampai terjatuh, tangan serta wajah Aida penuh dengan bercak darah. Aida juga sudah mulai kelelahan karena mereka tak ada habisnya menyerang.

   Di tengah tengah keramaian Aida yang terus bertahan di atas atap, terlihat 026 juga ikut mendekat. Namun ada yang sedikit aneh darinya, tubuhnya gemetaran serta mulutnya mengeluarkan busa putih.

   Aida yang melihat 026 dari atap segera menembaki tubuh 026 sebanyak dua kali. 026 mundur tiga langkah ke belakang, namun setelah itu 026 diam.

   Aida memperhatikan 026 dari jauh, busa yang keluar dari mulutnya semakin banyak keluar, tubuhnya pun semakin bergetar hebat. Apa Aida berhasil membunuhnya? Apa tubuh bagian atas adalah kelemahannya?

    026 mengerang dengan kencang, Aida masih diam memperhatikan. Tidak Aida sangka jika sebenarnya 026 tidak mati melainkan 026 mulai berevolusi. kepalanya perlahan membelah menjadi dua, mengeluarkan sesuatu seperti tentakel dengan ujungnya yang memiliki satu bola mata merah dengan ujungnya yang tajam bagaikan celurit.

    Aida langsung menembak kembali 026 di bagian tubuh bagian atasnya, tapi tak terjadi apa apa pada 026. Aida mencoba kembali untuk menembak 026, namun entah kenapa tangannya langsung terasa kaku tak bisa dia gerakan. Tangannya benar benar tak bisa Aida gerakan sampai pistol yang dia pegang jatuh ke bawah.

    Tak hanya itu juga, sekujur tubuh Aida mulai mengeluarkan garis garis hitam.  "Apa ini? Jangan jangan..asap kuning tadi tak sengaja aku hirup, aku terinfeksi? Apa aku akan jadi seperti mereka?"  Ucap Aida dalam hati.

    Tak lama setelahnya, sekujur tubuh Aida terasa sakit. Terasa rasa panas di sekujur tubuhnya, kepalanya berdengung kencang seakan akan kepala Aida ingin meledak. Aida mengerang menahan sakit di sekujur tubuhnya, keringat dingin mulai keluar membasahi dahi Aida, darah juga keluar dari hidung Aida. Tak lama setelahnya penglihatan Aida mulai buram,  tubuhnya terasa lemas dan semakin terasa sakit.

    026 yang tak jauh dari rumah yang Aida tempati, mulai menyerang dengan menggunakan tentakelnya yang tajam. Tentakel tersebut rupanya bisa memanjang, dengan cepat tentakel mengarah pada Aida. Aida yang masih sempat mengeluarkan pisaunya dan menangkis tentakel 026. Karena kerasnya tentakel 026 dengan pisau Aida, pisau Aida sampai patah.

    Aida kini tak bisa apa apa, tubuhnya benar benar lemas seperti tak ada tenaga sama sekali. 026 mulai meluncurkan kembali tentakelnya menuju Aida, namun tentakel 026 di arahkan pada rumah yang Aida tempati. Bagian luar rumah tersebut hancur dalam satu serangan, seketika Ding Ding rumah retak dan akhirnya hancur. Aida yang ada di atas atap rumah tersebut jatuh ke bawah.

    Setengah bagian tubuhnya dari kaki sampai pinggang tertimpa Ding Ding bangunan yang jatuh, Aida tak bisa bergerak sama sekali. Kesadarannya juga semakin berkurang, Aida melihat 026 mendekatinya. Tentakel 026 terangkat ke atas hendak menyerang Aida, namun ada tentakel lain yang serupa menyerang 026, menggagalkan serangan 026.

    Akibatnya, 026 sampai terhempas jauh. Entah datang dari mana tentakel tersebut, hal terakhir yang Aida lihat hanyalah 026 yang terhempas jauh dan juga Aida mendengar suara Dokter Cris yang memanggil nama dirinya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!