" C-virus , adalah virus yang bisa meningkatkan pertumbuhan regenerasi tubuh dengan pesat."
Di suatu tempat, terlihat seperti ruangan laboratorium. Banyak sekali botol botol cairan yang nampaknya berbahaya. Empat Dokter dengan pakaian bedahnya bersiap menggunakan sarung tangannya, terdapat satu orang laki laki yang terbaring dengan keadaan yang mengerikan dengan sekujur tubuhnya penuh dengan darah dan luka, bisa dibilang orang ini sedang sekarat.
"Seperti halnya pertumbuhan regenerasi pada bintang laut, yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri dengan cepat." Salah satu Dokter mengeluarkan alat suntik yang di dalamnya sudah berisi cairan berwarna kuning yang lalu menusukkan jarum tersebut pada bagian lengan kiri orang yang terbaring.
"C-virus bisa beregenerasi lebih cepat dari bintang laut. Bukan hanya bisa membuat regenerasi semakin cepat saja, namun kekuatan imun pun menjadi lebih kuat, bahkan orang yang sudah memiliki C-virus bisa tahan dengan peluru." Terlihat orang yang tadi di masukan cairan berwarna kuning tadi, tubuhnya bergetar dengan hebat. Teriakannya begitu memilukan, tubuhnya terasa terbakar dengan rasa sakit yang luar biasa.
Namun di balik itu semua, luka yang ada di tubuhnya mulai menghilang secara perlahan, hanya satu menit setelahnya seluruh luka yang ada di tubuhnya hilang tanpa bekas. Erangan orang tersebut pun berhenti setelah semua luka di tubuhnya hilang.
Para Dokter bersorak gembira, karena penelitiannya tentang C-virus akhirnya berhasil. Namun baru saja beberapa menit setelahnya, orang yang tadi mengalami kejang kejang. Para Dokter yang awalnya bersorak gembira kini menjadi panik, mereka mundur beberapa langkah kebelakang menjauhi orang yang kini sedang kejang kejang.
Tak lama setelahnya orang yang kejang kejang tersebut menjatuhkan dirinya ke bawah lantai, tubuhnya bergetar dengan hebat dengan mulut yang berbusa dan kedua matanya yang memerah.
para Dokter masih diam di tempat dengan ketakutan melihat pasiennya semakin menggila. Dari punggung pasiennya muncul sebuah benjolan besar, benjolan tersebut sebesar bola basket dan terus membesar. Orang tersebut terus berteriak kesakitan, namun para Dokter tidak berbuat apa apa karena mereka juga bingung harus berbuat apa.
Benjolan besar yang ada di punggungnya akhirnya meledak dan mengeluarkan sesuatu. Benda besar dan panjang menyerupai cacing namun memiliki satu mata berwarna kuning kemerahan dan enam jari kecil.
"Apa yang..?"
Para dokter semakin dibuat takut dengan kemunculan monster dari punggung pasiennya.
"Lari semuanya!" Ucap salah seorang dari mereka yang lalu lari berhamburan.
Pasiennya kini seperti di ambil alih oleh mahluk di punggungnya tersebut, orang tersebut berjalan meskipun agak pincang dan menyerang para Dokter tersebut dengan ganas.
***
Dokter Cris terdiam setelah melihat isi dari memory yang diberikan oleh kapten militer Inggris sebelumnya. Terlihat dirinya berada di sebuah ruangan laboratorium yang dimana banyak sekali darah menempel di Ding-Ding dan terdapat mayat mayat di sekitarnya.
Mungkin kalian penasaran kenapa Dokter Cris ada di sini. Setelah Dokter Cris tertangkap dirinya di bawa ke ruangan yang kini di tempatinya. Tempat ini juga di mana kapten militer Inggris sebelumnya dan teman temannya di jadikan bahan eksperimen untuk menguji tentang C-virus.
Sayangnya mereka meninggal karena gagal menjadi bahan eksperimen dan langsung dibunuh, Dokter Cris akhirnya membunuh semua Dokter yang menjadi biang keladi dari eksperimen C-virus tersebut.
Terlihat seluruh ruangan begitu berantakan, lemari, botol botol cairan dan segalanya berhamburan di mana mana. Tubuh Dokter Cris juga penuh dengan darah di bagian wajah dan tangannya.
"..aku harus segera menemukan Aida sekarang" ucap Dokter Cris pelan lalu hendak mengeluarkan kembali memory yang dia pasang pada komputer lab. Namun baru saja akan dia kembalikan sistemnya tak dia sangka monitor komputer di depannya tiba tiba meledak. Untung saja Dokter Cris sempat menghindar sebelum terkena ledakan. Karena ledakan tersebut, seketika listrik di tempat tersebut padam, Seluruh ruangan menjadi gelap.
Dokter Cris melihat ke belakangnya, ada seseorang di belakangnya yang memegang sebuah pistol dan dia menggunakannya untuk menghancurkan komputer yang di pakai oleh Dokter Cris tadi.
"Hahaha! Rupanya benar sekali dugaanku, akhirnya hal yang aku tunggu tunggu akan segera tiba!" Ucap orang tersebut dengan senang. Entah siapa yang berbicara namun orang tersebut begitu senang, suaranya pun sedikit di kenal oleh Dokter cris.
"Kau..?" Ucap Dokter Cris pelan sedikit terkejut.
***
Hari masih malam, Aida belum tidur karena entah kenapa dirinya tak bisa tidur malam ini, jarang jarang sekali dirinya sulit tidur seperti ini.
Suasana sunyi karena anak-anak sudah terlelap dalam tidur mereka, Aida mencoba untuk menutup kedua matanya berharap dirinya bisa tertidur.
Namun, baru saja dirinya memejamkan mata. Terdengar suara sirine alarm dengan begitu keras, membuat Aida dan anak-anak terbangun.
"Ada apa ini?" Ucap salah satu anak mulai ketakutan.
"Semuanya cepat pergi keluar asrama!" Ucap Aida dengan lantang.
Anak-anak dengan segera turun dari kasur mereka dan berlari menuju luar asmara. Aida tahu kenapa sirine alarm berbunyi berarti menandakan jika kamp di serang. Aida dengan cepat membuka lemarinya dan mengambil peralatannya seperti pistol dan pisau. Setelahnya Aida segera berlari ke luar untuk menyusul anak anak.
Dari luar terdengar suara tembakan dan ledakan. Aida agak cemas pada anak-anak, mungkin mereka kini ketakutan. Aida agak kesal kenapa dirinya membiarkan anak-anak itu pergi ke luar sendirian tanpa dirinya.
Di luar, keadaan kamp sudah sangat berantakan. Prajurit kamp berlarian ke sana kemari membawa senjata dan bersiap. Api memenuhi kawasan asrama, Aida melihat ke sana kemari mencari anak-anak.
"Anak-anak! Kalian di mana!" Aida berteriak mencoba memanggil mereka.
Sesuatu meluncur dari atas dan meledak setelah bersentuhan dengan tanah, sebuah bom asap. Namun anehnya asap tersebut berwarna kuning dan berbau agak amis. Aida menutup hidungnya karena tak tahan dengan baunya.
Aida berlari entah kemana untuk mencari anak-anak, namun dirinya masih tetap tidak menemukan mereka.
"Tolong...tolong aku..!" Seseorang mengerang meminta tolong.
Aida memperhatikan orang yang meminta tolong tersebut dan mendekatinya, Aida melihat orang tersebut kejang kejang dengan mulut yang mengeluarkan busa dan matanya yang memerah. Terlihat ada garis garis hitam di bagian leher, tangan dan wajahnya. Kenapa dengan orang ini? Apakah asap tadi beracun?
Orang yang terbaring di hadapannya ini entah kenapa tiba tiba saya menyerang Aida, dirinya hampir saja di gigit oleh orang tersebut.
"Kau ini kenapa?!" Ucap Aida agak kesal padanya.
Orang tersebut tidak menjawab dan malah semakin membabi buta ingin menyerang Aida.
"Cih! Terpaksa aku melakukan ini padamu!" Ucap Aida yang lalu mengeluarkan pistolnya dan menembak kaki orang tersebut sampai terjatuh.
Anehnya setelah di tembak, orang tersebut seperti tidak merasakan sakit dan terus berusaha untuk menyerang Aida walaupun orang tersebut berjalan dengan pincang.
"Apa yang terjadi?" Ucap Aida pelan karena masih merasa bingung.
Aida mencoba menembak kembali kaki orang tersebut namun lagi lagi orang tersebut tidak merasakan sakit dan terus berusaha mendekati Aida. Aida berlari menjauhinya karena sepertinya dirinya tak bisa menghentikannya. Aida memilih untuk keluar dari asrama dan menuju kamp, baru saja dirinya berlari sebentar. Terlihat kerumunan prajurit kamp yang dalam keadaan sama seperti orang sebelumnya, saat mereka melihat Aida mereka berlari mendekati Aida.
Aida menembak kaki mereka untuk menghentikan gerakan mereka, sayangnya mereka lebih cepat dan banyak jadi Aida tidak bisa menghentikan semuanya. Aida masuk ke bangunan rumah yang dimana itu adalah asrama putra di sebelahnya.
Saat masuk Aida dengan cepat menutup pintu dan menguncinya, tidak hanya menguncinya saja, Aida bahkan memblokir pintu masuk dengan lemari buku yang ada di samping pintu. Terdengar orang yang ada di luar mendobrak pintu dengan keras, Aida menarik nafas panjang karena sepertinya di sini aman.
"Apa yang terjadi pada mereka? Kenapa mereka jadi seperti itu?" Ucap Aida pelan.
Aida mendengar suara benda jatuh tak jauh darinya, Aida bersiap dengan pistolnya dan berjalan ke arah suara tersebut. Di rumah ini ada dua lantai, Aida menelusuri bagian bawahnya terlebih dahulu. Ada sebuah lemari pakaian berwarna coklat tua, Aida merasa jika suara tadi berasal dari sana.
Dengan hati hati Aida mendekati lemari tersebut lalu membukanya, Aida agak terkejut karena di dalamnya ada tiga anak anak yang sebelumnya bersamanya. Kenapa hanya mereka bertiga saja? Kemana dua lainnya?
"...kakak..." Ucap salah satu dari mereka.
Aida mendekati tiga anak tersebut lalu membantu mereka agar keluar dari dalam lemari. "Kalian tidak apa apa? Kemana yang lain?" Tanya Aida.
"Kami tidak tahu, kami terpisah saat berlari" jawab salah satu dari tiga anak tersebut agak ketakutan.
"..kalau begitu ayo kita keluar dari sini" ucap Aida yang lalu berjalan menuju tangga ke lantai dua dengan diikuti oleh tiga anak anak di belakangnya.
"Kakak!" Ucap salah satu anak di belakang Aida.
Aida langsung berbalik dan melihat salah satu dari mereka terkapar dengan tubuhnya yang kejang kejang, mulut mengeluarkan busa dan kedua matanya memerah. Anak ini memiliki ciri ciri akan berubah seperti mereka yang ada di luar, namun Aida tidak tahu cara menghentikannya.
Dua anak tersebut ketakutan melihat temannya yang seperti itu, Aida merasa lebih baik membunuh anak itu sebelum anak itu berubah. Aida mengarahkan pistolnya pada anak tersebut yang kini mulai tak terkendali, namun Aida terlihat segan segan untuk menembak anak tersebut.
"Apa yang harus aku lakukan? Jika aku tidak segera membunuhnya maka anak-anak yang lain akan terluka olehnya" ucap Aida dalam hati.
Anak yang kini terbaring tersebut berteriak kesakitan, Aida memberanikan hatinya agar menembak anak tersebut sebelum terlambat. Tapi, baru saja dia akan menekan pelatuk pistol, salah satu anak segera menghentikannya.
"Kakak jangan!" Ucap anak tersebut menghentikan Aida yang akan menembak dengan berdiri di depan pistol.
"Minggirlah! Aku harus membunuhnya sebelum dia berubah!" Ucap Aida sambil mendorong anak di depannya ke samping untuk menjauh.
Aida kembali mengarahkan pistolnya kepada anak yang terbaring dengan tubuh yang bergetar di lantai, Aida menatap anak tersebut. Melihatnya yang dalam keadaan seperti itu, hati Aida merasa sakit. Jika dirinya tidak segera membunuhnya, maka dirinya dan anak-anak yang lain akan dalam bahaya. Tapi Aida merasa tak sanggup untuk membunuh anak tersebut, padahal dia masih kecil tapi kenapa dia harus mengalami penderitaan seperti ini.
lama Aida menatap anak tersebut, secara tiba tiba terjadi ledakan besar di pinggir ruangan yang Aida tempati. Setengah bangunan hancur, puing puing bangunan berhamburan ke mana mana. Tubuh Aida tertutup dengan puing puing bangunan yang hancur, untung saja dirinya tidak terluka parah.
Aida tidak melihat anak anak yang tadi bersamanya, apakah mereka terjebak di antara reruntuhan? Aida dengan cepat menyingkirkan puing puing bangunan, mencari anak anak yang semoga saja dalam keadaan baik baik saja.
"Gggrrrhhh..!"
Terdengar sebuah suara, Aida berbalik ke belakang. Para prajurit kamp yang berubah mulai mendekati Aida, mereka dengan segera mengepung Aida masuk ke dalam rumah.
"Cih! Sialan!" Ucap Aida kesal.
Duak!!! Puing puing bangunan yang ada di hadapannya terlempar, keluar tiga orang anak yang Aida tengah cari. Keadaan mereka sama seperti yang lain. Kini Aida terkepung, namun Aida melihat ada tangga ke lantai dua tak jauh di sampingnya. Terpaksa Aida harus melarikan diri, dengan cepat Aida menaiki anak tangga dan sampai di lantai dua. Diikuti dengan para prajurit kamp yang menggila melihatnya dan langsung berlari mengejarnya, Aida tak bisa melawan mereka karena pistolnya hilang.
Kini Aida terjebak, para prajurit kamp yang sudah berubah sudah mulai dekat dengannya. Melihat ada jendela yang dalam keadaan terbuka, Aida langsung melompat dari sana ke luar.
Di luar masih ada beberapa prajurit kamp yang sudah berubah menunggu di luar, kini Aida di kejar kembali. Aida berlari menuju gerbang pintu keluar dari asmara kamp, namun terlihat gerbang masih tertutup. Namun Aida tidak berhenti dari sana, Aida melihat ada sebuah mobil yang terparkir sembarangan. Aida berlari menuju ke mobil tersebut dan melihat ada kunci masih terpasang di mobil tersebut.
"Bagus! Aku bisa kabur sekarang!" Ucap Aida senang.
Baru saja akan menaiki mobil tersebut, Aida di kejutkan dengan prajurit kamp yang sudah berubah melompat ke arahnya dari samping. Dengan cekatan Aida langsung melancarkan tinjunya pada bagian wajahnya sampai prajurit kamp tersebut terhempas beberapa langkah ke belakang.
Karena terlalu banyak dan Aida semakin terpojok, Aida segera masuk ke dalam mobil dan menutup pintu. Dari luar banyak sekali para prajurit kamp yang ingin mengeluarkan Aida dalam mobil. Aida langsung saja menyalakan mesin mobil dan memundurkannya ke belakang melindas beberapa orang dari belakang.
"Maaf...tapi aku terpaksa melakukannya karena aku ingin keluar dari sini" ucap Aida yang langsung menancap gas kembali maju ke depan dengan kencang.
Mobil menabrak beberapa orang, Aida terus melaju dengan kecepatan tinggi menuju pintu gerbang. Dengan cepat Aida menabrakkan mobilnya pada pintu gerbang sampai pintunya terbuka dengan paksa. Aida berhasil keluar dari asmara kamp.
sesaat Aida menjauh dari asrama kamp, entah bagaimana terdapat tiga ledakan di dalam area asrama kamp. Bukan ledakan kecil melainkan ledakan besar yang sampai menghancurkan seluruh wilayah di asrama kamp. Para prajurit kamp yang ada di sana meledak bersamaan dengan meledaknya asrama.
Terlihat dari kaca dasboard mobil Aida melihat asap hitam pekat memenuhi langit. Di sekitarnya begitu gelap karena asap hitam tersebut, Aida merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tak bisa melindungi anak-anak dengan baik. Tak mungkin mereka selamat dari ledakan itu.
Setelahnya Aida kembali terpikirkan akan Dokter cris, apa Dokter cris baik baik saja? Aida saja tidak tahu apa Dokter cris ada di asmara kamp saat itu atau tidak.
Aida terus memajukan mobilnya menelusuri jalanan tengah hutan, tujuannya kini adalah pergi ke markas kamp yang berada tak jauh dari asmara. Jika dengan kecepatan sekarang Aida bisa sampai 10 menit agar tiba di sana, Aida merasa jika Dokter cris dan mungkin para prajurit kamp lainnya berkumpul di sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Abdul
ada virus nya, sama kayak virus zombie.
2024-02-02
0