Sore hari tiba, Aida di antar kembali ke asramanya. Terlihat tangan wajahnya terdapat beberapa luka memar kehijauan, tubuhnya pun kotor karena tanah dan debu. Aida berjalan dengan lemas menuju asramanya, Aida masih belum mengerti situasi yang baru saja dia alami. Tak dia sangka setelah dirinya di pindahkan ke asrama, dirinya harus melakukan hal hal yang belum pernah dia lakukan. Berlari menghindari hujan peluru, di pecut, bahkan sampai harus berlari begitu lama dan hal hal lainnya.
"Aida!" Panggil seseorang yaitu Dokter Cris.
Sambil mendekat pada Aida, Dokter Cris memeriksa lengan dan wajah Aida. "Astaga kamu terluka? ayo ke kamarmu, kita obati lukamu, takutnya malah terjadi infeksi" ucap Dokter Cris sambil menuntun Aida menuju asramanya.
Aida duduk di atas kasurnya, Dokter Cris meninggalkan Aida sebentar lalu kembali sambil membawa kotak putih yang di dalamnya terdapat obat pertolongan pertama.
Dokter Cris duduk di samping Aida, lalu membersihkan tangan dan wajahnya yang kotor dan agar bersih dari kuman. Lalu memberikan salep luka agar tidak ada bekas luka di tangan maupun wajah Aida. Setelah itu Dokter Cris pun menutup luka Aida menggunakan plester luka.
Aida sama sekali tidak berbicara, begitu pula dengan Dokter Cris. Aida hanya diam memikirkan hal yang baru saja terjadi, kenapa dirinya harus disini? Kenapa dirinya harus berlatih keras seperti tadi? Kenapa juga hanya dirinya saja anak anak yang pergi ke sana? Itu semua yang Aida pikirkan.
"..., Kamu baik baik saja? Apa ada yang sakit lagi?" Tanya Dokter Cris.
"..." Aida tidak menjawab, akibat pelatihan tadi Aida jadi begitu lemas. Bahkan sampai berbicara pun dirinya kekurangan tenaga, Aida hanya diam saja sambil menatap ke lantai.
"..., Pasti kamu agak syok dengan apa saja yang baru kamu alami. Biar aku beritahu alasan kenapa dirimu harus menjalani hal tadi, itu karena kebijakan kamp. Orang yang tinggal di sini, harus mematuhi peraturan kamp.
Kamu harus bisa mencocokkan dirimu di sini, walaupun aku tahu itu sulit karena aku juga mengalaminya" ucap Dokter Cris.
"..." Aida masih tidak menjawab.
Dokter Cris yang melihat Aida terus diam jadi bingung harus berkata apa lagi. Bagaimana caranya agar bisa menghibur Aida?
"Tenang saja, aku akan selalu bersamamu. Jika kau mengalami kesulitan jangan segan segan untuk bercerita padaku" ucap Dokter Cris sambil mengelus pelan punggung Aida.
"Baiklah, lukamu sudah selesai aku obati. Kamu sudah makan? Makanan kantin sudah habis, jadi aku akan membuat khusus untukmu. Tunggu sebentar ya, sambil menunggu kamu bisa ganti bajumu dulu, aku tak akan lama kok" ucap Dokter Cris yang lalu pergi ke luar dengan membawa kotak putih dan sampah bekas membersihkan luka Aida tadi.
Aida dengan lemas, membawa baju gantinya dengan baju berwarna putih polos. Lalu berjalan ke kamar mandi wanita yang tak jauh dengan asramanya untuk Menganti baju dan mencuci kakinya yang terlihat kotor karena debu.
Setelah selesai Aida kembali ke asramanya, di asrama belum terlihat satupun anak anak di sana. Padahal hari mulai gelap tapi teman temannya yang lain belum pulang.
Di kamar Aida, Dokter Cris rupanya sudah menyiapkan semangkuk sup hangat di atas nampan yang di pegangnya. Sambil tersenyum, Dokter Cris duduk di kasur Aida.
"Kemari, makan sup ini sebelum dingin. Mungkin rasanya agak aneh karena aku tak terlalu terbiasa memasak" ucap Dokter Cris.
Aida mengambil mangkuk yang berisi sup tersebut, ini sup ayam. Ada potongan ayam, wortel, brokoli dan kentang. Aida perlahan memakan sup tersebut, sup tersebut terasa hangat di tenggorokan nya. Rasanya pun lumayan enak, entah kenapa rasa sup ini seperti dia kenal.
Aida terus menyuap sup tersebut dengan lahap, Dokter Cris tersenyum melihat Aida yang lahap memakan sup buatannya.
Hanya sebentar Aida sudah menghabiskan semangkuk sup tersebut Tanpa sisa. Tidak dia sangka rupanya Dokter Cris bisa memasak, perutnya juga yang tadinya kosong kini sudah terisi penuh.
"Terimakasih atas makanannya" ucap Aida.
"Kamu menyukainya?" Tanya Dokter Cris sambil tersenyum.
"Ya, aku menyukainya" jawab Aida sambil tersenyum juga, setelah makan energinya kini kembali.
"Hahaha! Baguslah kalau kamu suka, kapan kapan jika kamu bosan makanan kantin nanti aku yang akan memasak, itu juga jika ada bahannya" ucap Dokter Cris senang.
"Baiklah, ini sudah hampir malam. Aku harus beres beres dulu diruangan ku. Kamu jangan tidur terlalu malam ya" ucap Dokter Cris sambil membawa mangkuk kosong, terlihat saat Dokter Cris keluar dirinya tersenyum dengan pipinya agak kemerahan, Lalu menghilang dari balik pintu.
Aida menatap langit langit ruangan dari bawah, Aida melihat kawanan rayap yang mengelilingi lampu di atas. Aida menghembuskan nafas panjang, hari sudah malam tapi teman temannya masih belum pulang.
Baru saja Aida pikirkan tentang teman temannya, pas sekali teman temannya langsung muncul dari balik pintu. 324 dan 342 datang bersamaan, mereka terlihat begitu lelah, dari wajah mereka terlihat sedikit pucat.
324 dan 342 menatap Aida dengan wajah yang lemas, "kau belum tidur? Ahh iya ini masih tidak terlalu malam sih, omong omong aku tidak melihatmu di pelatihan tadi, kau kemana saja? Apa kau tidak ikut latihan?" Ucap 324 pada Aida, tapi Aida hanya menatap 324 saja karena tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh 324.
"Dia tak akan mengerti, percuma kau berbicara panjang lebar juga. Sudahlah, aku lelah ingin tidur, selamat malam" jawab 342 yang melepas sepatunya dan langsung berbaring di kasurnya di kasur sebelah Aida bagian bawah.
"Lah, sudah mau tidur lagi? Kau bahkan belum mandi" ucap 324.
Tapi 342 tidak menghiraukan ucapan 324 dan lanjut untuk tidur, 324 hanya bisa menarik nafas panjang saja. Lalu menatap ke arah Aida, dilihatnya tangan dan wajah Aida yang terdapat beberapa plester luka dan sedikit luka memar berwarna kehijauan.
324 merasa ada yang aneh dengan Aida, perasaan saat tadi pagi Aida tidak memiliki luka tersebut, tapi sekarang dia memilikinya. 324 juga tidak melihat Aida hadir saat pelatihan, apa Aida mendapatkan luka tersebut karena tidak ikut pelatihan? Atau ada hal lain yang dirinya tidak ketahui?
324 tidak terlalu memikirkannya dan langsung bergegas untuk Menganti baju dan tidur. Aida juga nampaknya sudah sedikit mengantuk karena lelah, dirinya sudah berbaring di kasurnya dan tertidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments