EP 16 KERJA SAMA

Aku tidak mengingat kenangan saat aku masih kecil, yang hanya aku ingat adalah saat aku bangun aku sudah berada di tempat aneh. Aku terbangun dan melihat tiga orang berpakaian putih seperti memperhatikanku. Salah seorang dari mereka menulis sesuatu di atas kertas, dan dua lainnya berbicara padaku. Mereka menanyakan bagaimana perasaanku setelah bangun.

     Anehnya aku tidak merasakan apa apa,  seperti semua emosi hilang di dalam diriku. Tak lama setelah itu, seseorang datang menemui ku. Dia tampak begitu ramah, sambil tersenyum dia mengajakku ke suatu tempat.

   Aku merasa bingung, di dalam kepalaku begitu banyak pertanyaan. Dimana aku? Siapa aku? Lalu, kenapa aku ada disini? Lalu siapa mereka? Mereka begitu akrab padaku, apa aku mengenal mereka?

    Setelah berjalan cukup lama, orang itu membawaku ke sebuah taman halaman rumah, yang entah siapa pemilik rumah tersebut.

    Orang itu mengajakku berkeliling hingga ke belakang rumah, di sana ada sepasang keluarga dengan satu anak perempuan. Mereka begitu bahagia bermain bersama anaknya, orang yang tadi bersamaku membawaku mendekat pada mereka.  Aku menurutinya, anak perempuan dan kedua orang tuannya menatapku. Di pikiranku, siapa mereka? Apa aku salah satu dari mereka juga? Setelah berdiri tiga langkah di hadapan mereka, anak perempuan itu mendekatiku dengan senang. Terlihat senyuman  tergambar di wajahnya. Jika dilihat dia seperti baru berumur 5 tahun.

    "Cristian" ucap seorang pria di hadapanku. Aku bertanya tanya, apa itu namaku  dan bagaimana aku ada di sini? Setelah tiga Minggu dari sana, aku pun mengetahui kebenaran akan siapa diriku dan kenapa aku ada di sini. Aku seorang anak yatim piatu, dan kepala keluarga Sebastian, tuan Sebastian vettel dan istrinya Amelia, mengadopsi ku.

    Tuan Vettel adalah seorang profesor terkenal di Inggris, lalu nyonya Amelia adalah warga negara Indonesia yang saat itu tinggal di Inggris. Mereka mempunyai satu anak yaitu Aida, aku di besarkan oleh mereka berdua. Tuan Vettel mengajariku tentang hal hal kedokteran, dan terkadang aku membantunya untuk membuat sebuah penelitian bersama nya. Tuan Vettel meneliti tentang pertumbuhan regenerasi pada seekor cacing pita dan bintang laut. Keduanya hampir memiliki pertumbuhan regenerasi yang sama, lalu hal yang di inginkan oleh tuan Vettel adalah pertumbuhan regenerasi tersebut.

    Dirinya ingin menciptakan sebuah obat yang mampu membuat pertumbuhan regenerasi manusia cepat seperti dua hewan tersebut. Setiap ada orang yang beruntung, pasti  selalu ada yang iri. Kejadian itupun terjadi, lab tuan Vettel di hancurkan. Banyak berkas berkas yang di curi, dan saat itupun Aida dan aku di culik oleh sekolompok orang.

    Lagi lagi aku terbangun di tempat yang aneh, ruangan ku begitu sempit bahkan tubuhku pun sulit di gerakan. Terpasang alat pernafasan di hidungku dan aku juga menyadari jika aku ada di dalam air di sebuah tabung. Namun samar samar aku melihat seseorang berpakaian putih berdiri di depanku lalu menuliskan sesuatu.

    Di belakang orang itu aku samar samar melihat ada sebuah tabung yang sama denganku dan ada 5 tabung lainnya. Salah satu tabung di hadapanku aku melihat ada Aida di dalam sana yang dalam keadaan yang sama sepertiku. Melihat Aida terperangkap di dalam sana, entah kenapa hatiku terasa sangat sakit. Emosiku langsung meluap, aku memaksakan tubuhku agar bergerak. Walaupun agak susah aku tetap memaksakannya, aku terus memukuli kaca tabung yang mengurungku.

   Entah apa yang terjadi setelahnya aku juga tidak terlalu ingat, aku baru sadar setelah melihat kekacauan di sekelilingku. Aku berhasil keluar dari tabung yang tadi mengurungku dan melihat tabung tabung yang lain juga hancur dengan air yang membasahi lantai. Api dan asap mulai memenuhi ruangan, aku termangu setelah melihat satu tabung yang tidak hancur, dan di dalamnya ada Aida.

   Tanpa berpikir panjang, sebelum api menyebar memenuhi ruangan aku segera mencari sesuatu untuk memecahkan kaca tabung tersebut. Setelah menemukan sebuah obeng, aku berkali kali menusukkannya pada tabung tersebut sampai pecah.     Air di dalamnya tumpah semakin membanjiri ruangan, Aida terkulai lemas. Kedua matanya tidak mau terbuka, tubuhnya pun dingin. Aku saat itu tak bisa berpikir apa lagi yang harus aku lakukan.

   Saat setelah kejadian itu, Aida tidak lagi membuka matanya. Tuan Vettel dan nyonya Amelia begitu sedih, namun Aida belum meninggal, Dirinya hanya tertidur. Tuan Vettel berusaha mencari obat agar Aida bisa bangun kembali, setelah berjuang selama tiga tahun, tak ada hasil sama sekali. Tuan Vettel putus asa, begitu juga dengan nyonya Amelia. Aida belum terbangun dari tidurnya dan bahkan dirinya tidak bertumbuh, Aida masih sama seperti Aida yang berumur 5 tahun. Seharusnya sekarang Aida berumur 8 tahun, aku dan Aida hanya berbeda satu tahun.

    Setelah satu tahun kemudian, nyonya Amelia pergi dari rumah bersama Aida. Sebenarnya itu juga atas persetujuan tuan Vettel, nyonya Amelia pindah ke Indonesia membawa Aida. Tuan Vettel juga menyuruhku agar ikut pada nyonya Amelia agar bisa merawat Aida. Aku sudah sangat menghormatinya dan menaruh jiwaku pada keluarga Sebastian.

   Tapi tidak lama setelah nyonya Amelia pergi, tiba tiba terdengar kabar kalau tuan Vettel menghilang. Tak ada yang mengetahui kemana tuan Vettel menghilang.

    Lalu setelah itu juga, aku di perintahkan oleh nyonya Amelia agar menjagamu sepenuhnya. Aku sudah bersumpah padanya jika aku akan merawat Aida. Semenjak menghilangnya tuan Vettel, beberapa orang mencoba untuk mengambil Aida sebagai bahan percobaan. Entah percobaan apa yang mereka sedang lakukan namun mereka begitu menginginkan Aida.     Nyonya Amelia  memerintahku  agar aku berlatih dan menjadi lebih kuat agar bisa menjaga Aida jika dirinya sudah tidak ada. Karena aku sudah bersumpah jika aku akan menjaga Aida mau itu dengan cara apapun pasti aku akan lakukan. Aku di kirim oleh nyonya Amelia ke sebuah tempat bernama kamp, aku mungkin terlihat seperti orang yang tersesat lalu terpaksa harus menjadi prajurit kamp, tapi itulah alasanku kenapa aku di kirim kemari.

    Sejak saat itu aku tidak tahu bagaimana keadaan Aida dan nyonya Amelia, namun aku berharap padannya jika mereka baik baik saja. Hingga saat aku berusia 21 tahun, aku menemukan seekor merpati putih dengan surat yang terikat di kakinya. Rupanya surat tersebut dari nyonya Amelia, di katakan di surat itu jika aku akan bertemu Aida. Aku harus bisa merawat dan menjaganya. Melihat isi surat tersebut, hatiku berdebar kencang.

       Beberapa hari setelah itu, aku mendengar jika ada kecelakaan pesawat. Aku segera mencari lokasi kecelakaan tersebut, namun sayangnya pesawat itu sudah habis di bakar oleh api.

   Saat itu hatiku berdebar kencang, apa akan terjadi sesuatu? Aku menemukan tak jauh dari lokasi ada sebuah jejak kaki yang mengarah ke dalam hutan. Aku mengikutinya dan jejak itu berhenti di antara tumbuhan liar yang menutupi sebuah aliran sungai.

   Tak lama dari sana aku segera berlari menuju sebuah lokasi di mana kemungkinan besar aku akan bertemu dengan seseorang. Aliran sungai itu akan mengarah ke kamp, namun sebelum prajurit kamp menemukan mereka tentu harus aku lebih dulu yang menemukan mereka. Setelah berlari begitu lama, akhirnya orang yang aku tunggu tunggu pun aku menemukannya.

     Namun, aku melihat pemandangan yang mengerikan, nyonya Amelia tidak dalam bentuk yang normal. Aku melihat ada Aida yang terbaring di belakangnya. Dengan perasaan tercampur aduk aku mendekati nyonya Amelia. Saat itu, aku juga tak ingin melakukannya pada orang yang sangat aku hormati. Namun aku terpaksa harus membunuhnya, karena ini pilihan yang terbaik .

                             ***

    Aida membeku menatap Dokter Cris dengan wajah yang terlihat pucat, Aida diam tidak berkata membiarkan Dokter Cris bercerita. Dokter Cris meski dengan berat hati karena tak mau Aida sakit hati, mau tak mau harus menjelaskan semua kebenarannya pada Aida.

   Aida tertunduk diam, kini pikirannya penuh dengan tanda tanya. Kenapa Dokter Cris tidak memberitahukannya dari awal, mungkin dirinya tidak akan merasakan sakit di hatinya sedalam ini menerima jika ibunya meninggal di bunuh oleh Dokter Cris meski itu adalah sebuah perintah.

   "...lalu, di mana tubuh ibuku?.." ucap Aida pelan dengan suara bergetar.

   "..apa?" Jawab Dokter Cris balik bertanya.

   "Kemana tubuh ibuku? Dan..kenapa kau tidak memberitahunya dari awal.. jika..ibuku.." ucap Aida dengan menahan amarahnya yang bercampur aduk.

     ingin dirinya berteriak sekencang kencangnya namun itu tidak akan mengubah apapun, kini di pikirannya Aida hanya ingin tahu  semua kebenaran yang Dokter Cris tutupi pada dirinya. Siapa yang telah membuat seluruh keluarganya hancur? siapa dalang dari balik ini semua? Apa karena dendam atau rasa iri? Kenapa mereka begitu membenci keluarganya bahkan sampai membuat hal sejauh ini?

   "Itu..tubuh nyonya Amelia.., aku tak bisa membawanya saat itu. Sesaat setelah aku menembak nyonya Amelia, bala bantuan dari musuh mendekat. Aku hanya bisa membawamu saat itu..maafkan aku, aku tahu ini sangat menyakitkan..dan..kau pasti membenciku karena telah membunuh nyonya Amelia" ucap Dokter Cris dengan wajah sedih.

   Dokter Cris langsung berlutut di hadapan Aida, "ini salah saya karena tak bisa memegang janji, anda sebagai nona muda saya boleh menghukum saya seberat beratnya" ucap Dokter Cris dengan pasrah menunduk di hadapan Aida.

   Aida melihat wajah Dokter Cris yang pasrah, kenyataan yang baru saja dia dengar memang sulit untuk di terimanya. Biarpun dirinya menghukum Dokter Cris atau bahkan membunuhnya itu tak akan mengubah apapun, di pikirannya balas dendam tak akan memberikannya kedamaian.

      Namun hatinya masih tidak bisa menerima perlakuan dari seseorang pada keluarganya, dirinya ingin mencari siapa dalang di balik semua ini. Setelah itu, dirinya ingin membuat orang tersebut menyesal karena sudah berani merusak ketenangan keluarganya.

   Aida berdiri lalu membelakangi Dokter Cris, "Cris, maksudku Cristian. Kau sudah bersumpah untuk setia padaku kan? Kalau begitu, tetaplah bersamaku" ucap Aida yang lalu berbalik dan tersenyum pada Dokter Cris.

   "...Aida?" Ucap Dokter Cris pelan.

   "Seluruh keluargaku sudah hilang, balas dendam pun tak ada artinya bagiku. Tapi, aku tidak akan membiarkan mereka hidup damai di atas penderitaan kedua orang tuaku! Mereka harus merasakan apa yang aku rasakan ini, jadi Cristian! Kau teruslah berada di sampingku! Karena sekarang hanya kau lah yang aku miliki" ucap Aida dengan semangat.

   "..." Dokter Cris tak bisa berkata apa apa, melihat Aida bersikap seperti itu dirinya seperti melihat nyonya Amelia berada di depannya. Api semangat di dalam dirinya sama seperti tuan Vettel.

   "Baik, saya akan selalu berada di samping anda. Baik itu dari jauh, maupun dari dekat saya akan terus berada di samping anda" jawab Dokter Cris yang terlihat begitu elegan dengan ciri khas seorang pelayan dari keluarga bangsawan.

    Aida berbalik, tatapannya begitu tajam menatap lurus ke dalam hutan. "Baiklah, ayo kita cari siapa penyebab ini semua, lalu kita akhiri semua ini" ucap Aida dengan semangat.

   "Baik, nona muda" jawab Dokter Cris dengan sedikit tersenyum.

    "Panggil aku seperti biasannya Cris, aku tak terlalu suka dengan panggilan nona muda seperti itu" ucap Aida.

   "Baiklah, jika itu maumu" jawab Dokter Cris.

   Aida diam berpikir, sekarang dirinya harus kemana? Karena jika terus diam di sini mungkin para monster itu dapat menemukan mereka.

   "Apa kau tahu mereka yang berubah seperti itu apa?" Tanya Aida.

   "..., Aku rasa mereka berubah karena suatu hal. Ada virus bernama C-virus, orang yang terinfeksi oleh C-virus kehilangan kesadaran mereka dan mulai tak terkendali" jawab Dokter Cris.

   "C-virus? Virus apa itu?" Tanya Aida tidak mengerti.

   "Aku sempat menelitinya, C-virus hampir sama seperti virus jamur bernama Cordyceps, jamur yang bisa mengambil alih sistem syaraf dan otak serangga" jawab Dokter Cris.

   "Hhmm, begitu ya. Lalu cara menghentikan mereka? Apa kau sudah menemukannya?" Tanya Aida kembali.

    "Sayangnya tidak, aku belum menemukan obat atau vaksin yang bisa menghentikan mereka" jawab Dokter Cris.

    "..ini akan sulit, tapi..ada satu hal dari mereka yang berbeda Seperti 026, dia tampaknya berbeda dari yang lain" ucap Aida.

   "..dia bergenerasi, aku rasa semakin banyak mereka memakan tubuh manusia maka semakin kuat juga mereka. Mungkin itu juga yang menjadi penyebab 026 berubah berbeda seperti yang lain" jawab Dokter Cris.

   Aida terdiam lalu menatap Dokter Cris, "kau sepertinya tahu semua ini sejak lama, apa ada hal lagi yang kau sembunyikan dariku?" Ucap Aida.

   "Apa?! Haha! Tentu saja tidak, aku ini kan seorang Dokter sudah tentu aku pasti akan meneliti tentang mereka hehe" jawab Dokter Cris terlihat salah tingkah.

   Aida semakin tajam melihat ke arah Dokter Cris, "...hah sudahlah, nanti juga aku pasti akan tahu. Sekarang kita lebih baik berpikir cara untuk memusnahkan mereka ini, takutnya ada dari mereka yang lepas keluar dari sini" ucap Aida.

   "Ya, itu benar. Jika mereka sampai keluar dari hutan ini mereka bisa saja membuat kekacauan" jawab Dokter Cris.

   "Tapi, siapa yang sudah menyebarkan virus ini?" Tanya Aida.

   "...aku rasa ada seseorang yang sengaja melakukannya, dan dia pasti masih ada di sekitar sini. Dia masih berada di kamp" jawab Dokter Cris.

   "Tunggu, kau tahu siapa orangnya?" Ucap Aida.

   "Belum pasti, tapi kita bisa mendapatkan petunjuk darinya, mungkin" ucap Dokter Cris.

   Dokter Cris berjalan menjauh dari Aida, Aida mengikuti Dokter Cris dari belakang. Mereka berdua berjalan menelusuri dalamnya hutan, di dalam pikiran Aida, Aida tak berhentinya bertanya tanya tentang siapa Cris sebenarnya? Dokter Cris seperti menyembunyikan sesuatu darinya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!