EP 11 CRIS

Malam sudah larut, hewan hewan malam berkeliaran mencari mangsa. Udara yang begitu dingin serta hanya pencahayaan seadanya, Dokter Cris terlihat berjalan menyusuri hutan dengan di temani cahaya senter.

    Setiap langkahnya Dokter Cris selalu bersiaga untuk berjaga jaga atas apa yang akan terjadi. Pakaian Dokter Cris berganti dari baju khas Dokter menjadi pakaian serba hitam. Dari sarung tangan, masker, topi dan pakaiannya serba hitam. Dokter Cris seperti sedang melakukan misi menjadi seorang mata mata. Dengan serius Dokter Cris berjalan sambil menengok ke sana dan kemari memastikan jika tak ada yang mengikutinya.

    "Disini tempatnya" ucap Dokter Cris pelan.

   Dokter Cris mematikan senternya dan memasukannya ke dalam saku celana. Lalu dirinya memperbaiki masker dan topinya agar wajahnya sedikit lebih tertutup, lalu Dokter Cris berjalan dengan pelan agar tidak menimbulkan suara.

    Berjalan beberapa meter, Dokter Cris menuju ke suatu bangunan seperti rumah biasa yang tak terawat. Rumah ini hanya bangunan bertingkat dua yang atapnya sedikit berlubang. Dokter Cris maju mendekati rumah, Setelah sampai di depan rumah tersebut Dokter Cris melihat ke sekeliling takutnya ada yang melihatnya. Merasa aman Dokter Cris berjalan menuju pintu masuk rumah yang rupanya dalam keadaan di kunci, Dokter Cris mengeluarkan sesuatu dari saku baju di bagian kirinya. Ada sebuah benda seperti jarum, Dokter Cris mengutak-atik kunci pintu tersebut sampai kunci pintu tersebut berhasil dia buka.

   Dengan hati yang berdebar debat, Dokter Cris secara perlahan membuka pintu lalu masuk ke dalam. Di dalam kosong melompong, tak ada perabotan satupun seperti rumah ini memang sudah ditinggalkan begitu lama. Dokter Cris melihat ke atas bagian lantai dua, di sana sepertinya tidak ada apa apa juga.

   Dokter Cris perlahan masuk lebih dalam dan berkeliling di rumah tersebut namun dirinya tidak menemui apa apa selain ruangan ruangan yang kosong, disini Dokter Cris seperti mencari sesuatu. Apa yang dia cari disini?

    Dokter Cris sudah berkeliling ke lantai dua juga namun hasilnya tetap nihil. Menurutnya dirinya salah tempat atau mendapatkan informasi yang salah, tapi sesuatu membuatnya terdiam. Dari lantai dua, terlihat di bawah tangga ada semacam pintu yang nampaknya pintu tersebut masih dalam keadaan yang bagus. Tanpa pikir panjang Dokter Cris turun ke bawah untuk memeriksa pintu tersebut.

   Setelah turun melewati anak tangga Dokter Cris melihat jika pintu tersebut masih dalam keadaan terawat. Pegangan pintunya pun masih terlihat bagus tidak seperti pintu lain, Dokter Cris mencoba untuk membuka pintu tersebut. Rupanya pintu tersebut tidak terkunci, hhmmm ini agak mencurigakan.

    Saat pintu di buka, terlihat anak tangga yang menuju ke bawah. Sepertinya ini ruang bawah tanah, Dokter Cris kembali bersiap untuk turun ke bawah. Tak lupa juga dirinya menutup kembali pintu tersebut agar tak terlihat mencurigakan.

    Dokter Cris turun ke bawah, tangga yang terbuat dari kayu tersebut nampaknya agak rapuh. Lalu tempat di bawah sini begitu kotor, karena sangat gelap Dokter Cris terpaksa menyalakan kembali senternya.

    Cahaya dari senter kecil yang di bawa oleh Dokter Cris menyapu ruangan. Terlihat ada beberapa sangkar besi berbentuk kubus berjajar di sudut ruangan. Terdapat satu pintu berwarna hijau yang sama dibuat dengan besi, dengan pelan Dokter Cris berjalan maju ke depan.

    Setiap langkah Dokter Cris berjalan dengan hati hati takutnya ada jebakan, setelah berada di samping sangkar besi Dokter Cris mendengar sesuatu. Seperti suara nafas yang pelan, Dokter Cris menyoroti ke dalam sangkar. Betapa terkejutnya setelah melihat ada seseorang di dalam sangkar tersebut dengan keadaan yang sangat mengerikan.

    Dokter Cris mendekat pada sangkar besi tersebut, orang yang ada di dalam sangkar tersebut seperti dia kenal dari pakaiannya.

    "Bukankah itu...baju militer Inggris? Apa jangan jangan..?"  Ucap Dokter Cris dalam hati.

    "Hei..kau tidak apa apa? Apa kau mendengarku?" Ucap Dokter Cris pelan pada orang yang di dalam sangkar besi.

    Sepertinya orang yang ada di dalam sangkar besi tersebut masih sadar dan mendengar perkataan Dokter cris. Orang tersebut menatap Dokter Cris, Dokter Cris juga menatap orang tersebut. Jika dilihat dari wajahnya, orang tersebut adalah kapten tim militer Inggris yang pernah Aida selamatkan.

   "...cris?..kau cris?" Tanya orang tersebut dengan lemas.

   "Ya dan kau..kenapa kau ada di sini?" Jawab Dokter Cris.

   Orang tersebut berdiri walupun agak sedikit terhuyung, lalu mendekat pada Dokter Cris yang berada di luar sangkar.

   "Apa yang terjadi? Kemana yang lain? Bukankah kalian sudah di pulangkan ke Inggris?" Tanya Dokter Cris.

   "Hah..cris..ini semua jebakan..kau harus segera pergi.." ucap orang tersebut dengan terbata bata, terlihat dari dekat jika tubuhnya begitu banyak darah dan luka.

    "Apa maksudmu?" Tanya Dokter Cris masih bingung.

   "Semuanya...yang ada di sini, adalah..bahan percobaannya..dia..mengubah mereka menjadi monster.." jawab orang tersebut dengan tubuh gemetaran.

   "..." Dokter Cris tidak menjawab, dirinya khawatir dengan keadaan orang yang di depannya tersebut.

    Kapten militer Inggris tersebut melihat ada pisau yang masih tersarung di paha kanan Dokter Cris, dengan paksa dirinya membawa pisau tersebut dari cris.

    "Hei apa yang kau lakukan?!" Ucap Dokter Cris.

    "Hanya ini..satu satunya cara..untuk membuktikan dia bersalah" ucap orang tersebut.

   Dokter Cris terdiam apa yang akan di lakukannya dengan pisau tersebut? Kapten militer Inggris tersebut menusukan pisau tersebut pada paha bagian kirinya, Dokter Cris sempat terkejut karena tiba tiba orang di hadapannya ini menusuk dirinya sendiri.

   Kapten militer Inggris tersebut mengerang menahan sakit, terlihat darah keluar dari luka yang dia buat. Tak berhenti dari situ, kapten militer Inggris tersebut mengorek lukanya itu menggunakan tangannya. Dokter Cris sempat bergidik ngeri, bisa bisa orang di hadapannya mengorek lukanya sendiri.

   setelah mengorek lukanya itu, kapten militer Inggris tersebut mengeluarkan benda persegi kecil yaitu sebuah memory Entah bagaimana dirinya mendapatkan kartu memory tersebut dan entah bagaimana kartu tersebut ada di dalam sana.

   Dengan tangan bergetar orang tersebut menyerahkan kartu memory tersebut pada Dokter Cris. Orang tersebut terduduk karena tak bisa menahan keseimbangan, Dokter Cris juga ikut berjongkok. Terlihat kartu memory yang penuh dengan darah di telapak tangan Dokter Cris.

   "Apa ini..?" Ucap Dokter Cris pelan.

   "Aku rasa itu cukup..untuk dijadikan sebagai bukti..aku menemukannya di lab saat mencoba kabur dari sini. Sekarang cepatlah pergi sebelum mereka mengetahuinya. Karena aku merasa jika mereka juga sudah tahu siapa sebenarnya dirimu..cepatlah pergi!" Ucap orang tersebut dengan lemas.

   "Tapi aku tidak bisa meninggalkanmu disini! Kita harus.." belum selesai Dokter Cris berbicara. Terdengar suara langkah kaki dari lantai satu yang sepertinya menuju ke pintu ruang bawah tanah.

    "Cepat sembunyi!" Ucap orang tersebut memberi peringatan pada Dokter Cris.

    Sebenarnya Dokter Cris tidak mau meninggalkan orang tersebut namun dirinya terpaksa untuk meninggalkannya. Dokter Cris segera berlari menuju bawah tangga dan segera bersembunyi di sana.

   Bersamaan dengan Dokter Cris yang bersembunyi, pintu menuju ruang bawah tanah terbuka dan masuk dua orang yang berpakaian putih khas Dokter.

    Sepertinya mereka berdua tidak menyadari jika Dokter Cris bersembunyi di bawah tangga. Dari celah anak tangga Dokter Cris melihat dua orang tersebut membuka pintu sangkar besi yang di dalamnya terdapat kapten militer Inggris. Terlihat keduanya membopong orang yang di dalamnya lalu menuju pintu hijau, orang berpakaian putih tersebut membuka kunci pintu tersebut dengan sebuah kode 4 digit jika di dengar dari suaranya.

    Setelah mereka bertiga masuk, Dokter Cris bergerak menuju atas tangga agar keluar dari sana. Namun saat pintu ruang bawah tanah akan dibuka, pintu tersebut sudah di buka oleh seseorang. Di depannya ada seorang lelaki kekar yang langsung mencekik leher Dokter Cris.

   "Aku menemukannya, dia di sini!" Ucap orang tersebut.

   "Cih! Sial!" Ucap Dokter Cris yang langsung mengeluarkan pisaunya lalu menghunuskan ya pada wajah orang tersebut.

   Namun orang tersebut menyadari serahkan Dokter Cris, sebelum pisau terhunus ke wajahnya orang tersebut sempat membanting Dokter Cris ke bawah untuk menghindari serangan Dokter Cris.

   "Ahk!" Dokter Cris berteriak karena bagian belakang tubuhnya terasa sakit.

    "Gawat aku ketahuan, aku harus segera kabur!...Aida pasti dalam masalah sekarang!"  Ucap Dokter Cris dalam hati.

   Dokter Cris teringat akan Aida, dirinya sudah berjanji pada Aida bahwa dirinya akan membantu Aida keluar dari kamp. Tapi sekarang malah dirinyalah yang sepertinya terjebak sekarang.

    "Tidak, aku tidak boleh membuatnya kecewa" ucap Dokter Cris dengan sorot mata yang begitu tajam.

Terpopuler

Comments

Abdul

Abdul

apa cris seorang tentara dari Inggris? karena kayak kenal banget sama kapten itu.

2024-02-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!