20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)

Bernardo mendaratkan dua jarinya di dagu Cyrene sembari membimbing wanita di sampingnya untuk kembali menatapnya, hingga membuat pandangan mereka kembali bertemu dan berhasil menciptakan keheningan yang terasa panjang bagi Cyrene.

Secara perlahan, pandangan Bernardo bergerak turun dan terhenti di bibir Cyrene, lalu kembali ke matanya seolah meminta ijin.

Cyrene hanya bergeming, tidak melakukan perlawanan saat tangan Bernardo menyentuh wajahnya. Bahkan saat Bernardo mendekatkan wajahnya, ia tidak berusaha menghindar.

Jari tangan Bernardo berpindah ke tengkuk Cyrene. Wajahnya kian mendekat dengan mengikis jarak di antara mereka hingga bibir mereka hampir bersentuhan.

"Hats-chi,,,!"

Suara bersin di belakang mereka membuat mereka berdua tersentak dan segera menjauhkan wajah mereka masing-masing.

Cyrene memalingkan wajahnya yang telah berubah merah padam menahan malu seolah mereka baru saja ketahuan melakukan sesuatu.

'TAAKK,,!'

"Aaww,,,!" rintih Emma memegangi kepalanya.

"Ish,,, dasar,,,, kau ini penganggu!" gerutu Gavin setelah menjitak kepala Emma.

"Haish,,, gagal,,," cetus Theo bernada kecewa.

"Maaf, aku mana tahu kalau aku akan bersin," jawab Emma membela diri.

Mereka bertiga segera keluar dari balik pintu dan bersikap seolah tidak melihat apapun. Kembali bergabung bersama Cyrene dan Bernardo yang saling membuang muka.

"Wajah kakak merah, apakah kakak demam?" tanya Gavin memasang wajah polos.

"Tidak," jawab Cyrene.

"Aku akan membersihkan ini dulu," imbuhnya segera beranjak dari tempatnya sembari membawa beberapa piring kotor.

"Aku bantu," ucap Bernardo.

"Tidak perlu, aku sendiri saja!" tolak Cyrene.

Cyrene meninggalkan Bernardo dengan langkah terburu-buru, meninggalkan kebingungan di wajah Bernardo namun tiga orang di dekatnya justru berusaha menahan tawa mereka.

'Apakah dia marah padaku?' batin Bernardo.

...%%%%%%%%...

"Hemmm,,, dia lumayan juga," gumam Das sembari menatap layar laptop di pangkuannya.

"Sepertinya tidak akan buruk jika aku mendekatinya untuk bermain sebentar," imbuhnya.

"Cyrene Jodie Elvarreta si pemilik cafe sekaligus seorang barista,"

"Aku penasaran apa yang di lihat Bernardo dari sosok wanita ini,"

Seringai lebar terbentuk di bibir Das saat membaca informasi yang berhasil ia dapatkan dari meretas data pribadi Cyrene.

Suara ponsel menyela kegiatannya yang tengah membaca data Cyrene, dan segera mengeluarkan ponselnya untuk menerima panggilan dari anak buahnya.

"Katakan!" perintahnya begitu ponsel menempel di telinganya.

📞📞📞📞

"Cafe itu akan kembali buka mulai besok. Hari ini mereka masih mempersiapkan untuk pembukaan, dan besok di buka untuk umum secara gratis," ungkap si penelepon.

"Menarik,,,," sambut Das.

"Apakah kau melihat dia ada di sana?" imbuhnya bertanya.

"Aku tidak melihatnya. Aku hanya melihat satu pemuda yang lebih muda dari wanita itu dan seorang gadis," jawabnya.

"Kudengar mereka berdua adalah karyawan dari wanita itu," lanjut si penelepon.

"Ah,,, aku juga sempat melihat seorang pria datang pagi ini dan belum terlihat keluar sejak dia datang sampai sekarang,"

"Karena kaca cafe masih tertutup tirai, aku tidak bisa melihat bagian dalam, tapi banyak orang di sekitar yang datang sekedar untuk bertanya dan segera keluar setelah mereka tahu besok akan buka gratis," paparnya.

"Baiklah, terus awasi dan laporkan jika kamu melihat Bernardo di sana," perintah Das.

"Baik," jawabnya.

📞📞📞📞

"Pembukaan gratis untuk semua orang," ulang Das sembari berpikir sejenak.

"Itu artinya aku bisa datang dan bersikap sebagai seorang pembeli,"

"Kalaupun Bernardo berada di sana, dia hanya akan bersikap tidak mengenalku alih-alih memancing keributan,"

Seringai lebar kembali terbentuk di bibirnya, memberikan tatapan yang sulit di artikan ketika ia kembali menatap layar laptop yang memperlihatkan beberapa foto Cyrene yang berhasil ia dapatkan.

...%%%%%%%%...

### Malam harinya.

"Terima kasih banyak untuk hari ini, Theo," ucap Cyrene saat berdiri di depan cafe.

Theo tersenyum sembari menatap Cyrene dan Bernardo secara bergantian sebelum menjawab.

"Aku senang bisa membantu, lebih lagi jika itu untukmu," jawab Theo mengedipkan matanya.

"Pft,,,,"

Theo berusaha menahan tawanya meski pada akhirnya tetap gagal saat ia mendapatkan tatapan tajam dari Bernardo setelah apa yang baru saja ia lakukan.

"Kenapa? Apakah ada yang lucu?" tanya Cyrene bingung.

"Tidak, bukan apa-apa, aku hanya teringat dengan sesuatu yang lucu saja," kilah Theo.

"Ah,,, begitu,"

"Hei,,, tolong jangan lupa untuk datang besok," ucap Cyrene.

"Tentu, aku pasti akan datang besok," sambut Theo.

"Kamu juga bisa membawa teman-temanmu bersamamu," ucap Cyrene lagi.

"Heee,,,, sungguh? Kau tidak keberatan tentang itu?" tanya Theo.

"Sama sekali tidak, aku akan senang jika kamu bisa datang bersama temanmu," jawab Cyrene.

"Baiklah, hanya saja aku tidak bisa menjanjikannya," sahut Theo.

"Aku bisa mengerti," jawab Cyrene.

"Baiklah, kalau begitu aku pamit, selamat malam Cyrene," ucap Theo sembari mengerakkan dua jari di pelipisnya dan mengedipkan sebelah matanya.

"Aku juga pamit, kak," sela Gavin.

"Aku juga," timpal Emma.

"Berhati-hatilah dalam perjalanan pulang kalian," balas Cyrene mengingatkan.

"Pasti kak," sambut mereka berdua serempak.

"Apakah kamu akan kembali ke apartemen malam ini?" tanya Bernardo setelah Gavin pergi menggunakan sepeda motornya bersama Emma yang membonceng di belakangnya.

"Sepertinya tidak malam ini," jawab Cyrene berbalik dan masuk ke dalam cafe lagi diikuti Bernardo di belakangnya.

"Hari ini cukup melelahkan, dan besok aku tidak ingin terlambat membuka cafe, jadi aku akan tidur di sini," sambungnya.

"Begitu," sambut Bernardo.

"Uhm,,, aku tidak bermaksud buruk, tapi bolehkah aku tetap di sini?" harapnya.

Cyrene berbalik menghadap Bernardo, menatapnya dengan alis terangkat yang membuat Bernardo menggosok tengkuknya.

"Pft,,, tentu saja," sambut Cyrene tertawa.

"Kenapa kamu terlihat tegang sekali?" imbuhnya.

"Aku hanya tidak ingin menempatkanmu dalam situasi tidak nyaman," jawab Bernardo.

"Jadi, aku akan pergi jika kamu merasa tidak nyaman dengan keberadaanku di sini," sambungnya.

"Aku tidak keberatan, tapi aku penasaran dengan satu hal," ucap Cyrene seraya duduk di kursi di depan mini bar.

"Apa itu?" tanya Bernardo.

Bernardo duduk di samping Cyrene seraya memutar kursinya hingga mereka berdua duduk saling berhadapan.

"Aku tidak pernah lagi melihatmu menggunakan mobil, tidak setelah pertemuan pertama kita,"

"Tapi, tolong jangan salah paham, aku tidak memiliki maksud apapun. Aku hanya penasaran mengapa?" tutur Cyrene.

"Aku hanya sedang tidak ingin menggunakannya," jawab Benardo.

"Aku meninggalkanya di rumah," imbuhnya.

"Apakah rumahmu jauh?" tanya Cyrene lagi.

"Tidak begitu jauh, hanya perlu waktu setengah jam perjalanan saja menggunakan mobil," jawab Bernardo.

"Itu lumayan jauh," sambut Cyrene.

"Apakah kamu menyukai Jeep?" sambung Cyrene bertanya lagi.

"Yah,,, bisa di katakan begitu," jawab Bernardo.

"Dari semua jenis mobil, aku lebih menyukai Jeep di bandingkan apapun," imbuhnya.

"Dan kamu memodifikasi sendiri mobil yang kamu gunakan sesuai dengan keinginanmu?" tanya Cyrene.

"Tepat," sambut Bernardo.

"Kau tahu? Meski terlihat sederhana, tapi mobil bisa memperlihatkan karakter seseorang," ungkapnya.

"Bagaimana bisa?" sambut Cyrene kurang percaya.

"Kamu tidak percaya?" tanya Bernardo.

"Lebih tepatnya, aku tidak mengerti dengan bagaimana caranya," ralat Cyrene.

"Sederhana saja," jawab Bernardo.

"Misalnya saja, ketika seseorang menggunakan mobil SUV. Setiap orang yang melihatnya akan langsung berpikir pemilik mobil itu sangat menyukai petualangan dan sosok yang maskulin,"

"Mobil klasik akan membuat orang berpikir pemiliknya adalah seorang yang romantis,"

"Mobil Pick-up, orang akan langsung menyebut mereka sebagai sosok seorang pekerja keras,"

"Dan mobil sport, banyak dari mereka akan menganggap pemiliknya adalah sosok yang menyukai adrenalin, dan suka menjadi pusat perhatian,"

"Ketika kamu menggunakan dua mobil yang berbeda, mereka yang melihatmu juga akan memberikan penilaian berbeda hanya karena mobil yang kamu gunakan," terang Bernardo.

"Bagaimana jika mereka menggunakan jasa taksi?" tanya Cyrene.

"Mereka akan berpikir orang itu ingin menghemat pengeluaran atau malas untuk mengemudi sendiri," jawab Bernardo.

Cyrene tertawa kecil, membenarkan apa yang di katakan Bernardo memang tidak salah jika di pikir ulang alasan beberapa orang menggunakan jasa taksi atau bus. Termasuk dirinya sendiri yang lebih memilih menggunakan jasa taksi untuk berangkat ke cafe setiap harinya.

Selama beberapa saat, Cyrene tersenyum saat melihat betapa Bernardo terlihat antusias saat membicarakan tentang mobil.

Hal itu membuat ia mengerti mengapa Bernardo memilih Jeep sebagai mobil pilihannya. Melihat sosok Bernardo, mobil Jeep memang paling cocok jika di lihat dari penampilan luarnya. Di mana Jeep memiliki karakter kuat dan tangguh.

'Dia terlihat berbeda ketika membicarakan tentang mobil. Matanya bahkan lebih berbinar dibandingkan saat dia membiarakan tentang pekerjaannya,'

'Kuharap, dia benar-benar bisa terlepas dari para sindikat gelap itu. Dia terlihat lebih hidup saat ini dibandingkan sebelumnya. Bahkan aku bisa melihat dia tertawa lepas bersama Gavin dan Emma,' batin Cyrene penuh harap.

...%%%%%%%%...

### Keesoakan harinya....

. . . .

. . . . .

To be continued...

Terpopuler

Comments

Birru

Birru

gak tahu harus komen apa.. saking terbawa suasana saat membaca🥺

2024-06-21

0

Rona Risa

Rona Risa

iklan-iklan untuk edo-ren ❤️❤️❤️

2024-04-09

1

Rona Risa

Rona Risa

pembaca juga berharap begitu 😭

2024-04-09

1

lihat semua
Episodes
1 1. Camp
2 2.Peduli
3 3.Pertemuan
4 4.Rasa Takut
5 5. Datang ke Cafe
6 6. Bahaya!
7 7. Di Ganggu.
8 8. Tiba-tiba
9 9. Pindah,,,?!?
10 10. Masa kini
11 11. Hadiah
12 12. Kejadian
13 13. Melihatnya
14 14. Sikap abai
15 15. Misi Ringan
16 16. Sepakat (Masa lalu 1)
17 17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18 18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19 19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20 20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21 21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22 22. Khawatir (Masa lalu 7)
23 23. Cemburu (Masa lalu 8)
24 24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25 25. Menjebak (Masa lalu 10)
26 26. Hampir (Masa lalu 11)
27 27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28 28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29 29. Terjalin (Masa lalu 14)
30 30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31 31. Rencana (Masa lalu 16)
32 32. Cincin (Masa lalu 17)
33 33. Lamaran (Masa lalu 18)
34 34. (Masa lalu 19)
35 35. (Masa lalu 20)
36 36 (Masa lalu 21)
37 37. ( Masa lalu 22)
38 38. (Masa lalu 23)
39 39. (Masa lalu 24)
40 40. (Masa lalu 25)
41 41. (Masa lalu 26)
42 42. (Masa lalu 27)
43 43. (Masa Lalu 28)
44 44. (Masa Lalu 29)
45 45. (Masa Lalu 30 )
46 46. ( Masa Lalu 31 )
47 47. ( Masa Lalu 32 )
48 48. ( Masa Lalu 33 )
49 49. ( Masa Lalu 34 )
50 50. ( Masa Lalu 35 )
51 51. ( Masa Lalu 36 )
52 52. ( Masa Lalu 37 )
53 53. ( Masa Lalu 38 )
54 54. ( Masa Lalu 39 )
55 55. ( Masa Lalu 40 )
56 56. ( Masa Lalu 41)
57 57. ( Masa Lalu 42 )
58 58. ( Masa Lalu 43 )
59 59. ( Masa Lalu 44 )
60 60. ( Masa Lalu 45 )
61 61. ( Masa Lalu 46 )
62 62. ( Masa Lalu 47 )
63 63. ( Masa Lalu 48 )
64 64. ( Masa Lalu 49 end )
65 65. Masa Kini1 SB
66 66. Masa Kini2 SB
67 67. Masa Kini3 SB
68 68. Masa Kini4 SB
69 69. Masa Kini5 SB
70 70. Masa Kini6 SB
71 71. Masa Kini7 SB
72 72. Masa Kini8 SB
73 73. Masa Kini9 SB
74 74. Masa Kini10 SB
75 75. Masa Kini11 SB
76 76. Masa Kini12 SB
77 77. Masa Kini13 SB
78 78. Masa Kini14 SB
79 79. Masa Kini15 SB
80 80. Masa Kini16 SB
81 81. Masa Kini17 SB
82 82. Masa Kini18 SB
83 83. Masa Kini19 SB
84 84. Masa Kini20 SB
85 85. Masa Kini21 SB
86 86. Masa Kini22 SB
87 87. Masa Kini23 SB
88 88. Masa Kini24 SB
89 89. Masa Kini25 SB
90 90. Masa Kini26 SB
91 91. Masa Kini27 SB
92 92. Masa Kini28 SB
93 93. Masa Kini29 SB
94 94. Masa Kini30 SB
95 95. Masa Kini31 SB
96 96. Masa Kini32 SB
97 97. Masa Kini33 SB
98 98. Masa Kini34 SB.
99 99. Masa Kini35 SB
100 100. Masa Kini36 SB
101 101. Masa Kini37 SB.
102 102. Masa Kini38 SB
103 103. Masa Kini39 SB
104 104. Masa Kini40 SB
105 105. Masa Kini41 SB
106 106. Masa Kini42 SB
107 107. Masa Kini43 SB
108 108. Masa Kini44 SB
109 109. Masa Kini45 SB
110 110. Masa Kini46 SB
111 111. Masa Kini47 SB
112 112. Masa Kini48 SB
113 113. Masa Kini49 SB
114 114. Masa Kini50 SB
115 115. Masa Kini51 SB
116 116. Masa Kini52 SB
117 117. Masa Kini53 SB
118 118. Masa Kini54 SB
119 119. Masa Kini55 SB
120 120. Masa Kini56 SB
121 121. Masa Kini57 SB
122 122. Masa Kini58 SB
123 123. Masa Kini59 SB
124 124. Masa Kini60 SB
125 125 Masa Kini61 SB.
126 126. Masa Kini62 SB
127 127. Masa Kini63 SB
128 128. Masa Kini64 SB
129 129. Masa Kini65 SB
130 130. Masa Kini66 SB
131 131. Masa Kini67 SB
132 132. Masa Kini68 SB
133 133. Masa Kini69 SB
134 134. Masa Kini70 SB
135 135. Masa Kini71 SB
136 136. Masa Kini72 SB
137 137. Masa Kini73 SB
138 138. Masa Kini74 SB
139 139. Masa Kini75 SB
140 140. Masa Kini76 SB
141 141. Masa Kini78 SB
142 Karya baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1. Camp
2
2.Peduli
3
3.Pertemuan
4
4.Rasa Takut
5
5. Datang ke Cafe
6
6. Bahaya!
7
7. Di Ganggu.
8
8. Tiba-tiba
9
9. Pindah,,,?!?
10
10. Masa kini
11
11. Hadiah
12
12. Kejadian
13
13. Melihatnya
14
14. Sikap abai
15
15. Misi Ringan
16
16. Sepakat (Masa lalu 1)
17
17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18
18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19
19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20
20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21
21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22
22. Khawatir (Masa lalu 7)
23
23. Cemburu (Masa lalu 8)
24
24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25
25. Menjebak (Masa lalu 10)
26
26. Hampir (Masa lalu 11)
27
27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28
28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29
29. Terjalin (Masa lalu 14)
30
30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31
31. Rencana (Masa lalu 16)
32
32. Cincin (Masa lalu 17)
33
33. Lamaran (Masa lalu 18)
34
34. (Masa lalu 19)
35
35. (Masa lalu 20)
36
36 (Masa lalu 21)
37
37. ( Masa lalu 22)
38
38. (Masa lalu 23)
39
39. (Masa lalu 24)
40
40. (Masa lalu 25)
41
41. (Masa lalu 26)
42
42. (Masa lalu 27)
43
43. (Masa Lalu 28)
44
44. (Masa Lalu 29)
45
45. (Masa Lalu 30 )
46
46. ( Masa Lalu 31 )
47
47. ( Masa Lalu 32 )
48
48. ( Masa Lalu 33 )
49
49. ( Masa Lalu 34 )
50
50. ( Masa Lalu 35 )
51
51. ( Masa Lalu 36 )
52
52. ( Masa Lalu 37 )
53
53. ( Masa Lalu 38 )
54
54. ( Masa Lalu 39 )
55
55. ( Masa Lalu 40 )
56
56. ( Masa Lalu 41)
57
57. ( Masa Lalu 42 )
58
58. ( Masa Lalu 43 )
59
59. ( Masa Lalu 44 )
60
60. ( Masa Lalu 45 )
61
61. ( Masa Lalu 46 )
62
62. ( Masa Lalu 47 )
63
63. ( Masa Lalu 48 )
64
64. ( Masa Lalu 49 end )
65
65. Masa Kini1 SB
66
66. Masa Kini2 SB
67
67. Masa Kini3 SB
68
68. Masa Kini4 SB
69
69. Masa Kini5 SB
70
70. Masa Kini6 SB
71
71. Masa Kini7 SB
72
72. Masa Kini8 SB
73
73. Masa Kini9 SB
74
74. Masa Kini10 SB
75
75. Masa Kini11 SB
76
76. Masa Kini12 SB
77
77. Masa Kini13 SB
78
78. Masa Kini14 SB
79
79. Masa Kini15 SB
80
80. Masa Kini16 SB
81
81. Masa Kini17 SB
82
82. Masa Kini18 SB
83
83. Masa Kini19 SB
84
84. Masa Kini20 SB
85
85. Masa Kini21 SB
86
86. Masa Kini22 SB
87
87. Masa Kini23 SB
88
88. Masa Kini24 SB
89
89. Masa Kini25 SB
90
90. Masa Kini26 SB
91
91. Masa Kini27 SB
92
92. Masa Kini28 SB
93
93. Masa Kini29 SB
94
94. Masa Kini30 SB
95
95. Masa Kini31 SB
96
96. Masa Kini32 SB
97
97. Masa Kini33 SB
98
98. Masa Kini34 SB.
99
99. Masa Kini35 SB
100
100. Masa Kini36 SB
101
101. Masa Kini37 SB.
102
102. Masa Kini38 SB
103
103. Masa Kini39 SB
104
104. Masa Kini40 SB
105
105. Masa Kini41 SB
106
106. Masa Kini42 SB
107
107. Masa Kini43 SB
108
108. Masa Kini44 SB
109
109. Masa Kini45 SB
110
110. Masa Kini46 SB
111
111. Masa Kini47 SB
112
112. Masa Kini48 SB
113
113. Masa Kini49 SB
114
114. Masa Kini50 SB
115
115. Masa Kini51 SB
116
116. Masa Kini52 SB
117
117. Masa Kini53 SB
118
118. Masa Kini54 SB
119
119. Masa Kini55 SB
120
120. Masa Kini56 SB
121
121. Masa Kini57 SB
122
122. Masa Kini58 SB
123
123. Masa Kini59 SB
124
124. Masa Kini60 SB
125
125 Masa Kini61 SB.
126
126. Masa Kini62 SB
127
127. Masa Kini63 SB
128
128. Masa Kini64 SB
129
129. Masa Kini65 SB
130
130. Masa Kini66 SB
131
131. Masa Kini67 SB
132
132. Masa Kini68 SB
133
133. Masa Kini69 SB
134
134. Masa Kini70 SB
135
135. Masa Kini71 SB
136
136. Masa Kini72 SB
137
137. Masa Kini73 SB
138
138. Masa Kini74 SB
139
139. Masa Kini75 SB
140
140. Masa Kini76 SB
141
141. Masa Kini78 SB
142
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!