12. Kejadian

Seorang pria berperawakan tinggi besar dan berkulit coklat melangkah gontai memasuki apartemen yang terlihat kosong namun terawat. Rambut ikal hitam pekat sepanjang bahu diikat kebelakang, serta janggut dan kumis diwajahnya yang kurang terawat menambah kesan garang di wajahnya.

Pria itu memasuki salah satu ruangan yang ternyata adalah sebuah kamar yang tampak bersih dan rapi, menatap kosong pada kamar itu seolah telah kehilangan sosok yang seharusnya berada di sana.

"SRUGHHH,,,!!"

dia menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur dengan mata menatap langit-langit kamar. Satu tangannya bergerak meraba lehernya dan mengeluarkan kalung yang ia kenakan, menatap kalung itu dengan tatapan bersalah. Wajah kerasnya melembut ketika ia melihat kalung itu, lalu tersenyum getir.

"Kamu ada dimana sekarang? Apakah kamu baik-baik saja?"

Ia bergumam pelan sembari menatap kalung liontin cincin dengan ukiran 'Renerdo' didalamnya.

"Aku terus mencarimu, tapi tidak pernah bisa mendapatkan informasi apapun. Kamu bahkan tidak pulang setelah tujuh tahun berlalu. Kemana sebenarnya kamu pergi, Ren?" gumamnya lagi.

"Rasa bersalah ini terus menghantuiku, apa kau tahu itu? Membayangkan mereka melakukan hal buruk padamu, membuatku semakin tenggelam dalam rasa bersalaku. Satu-satunya hal yang membuatku bertahan hidup dan menjalani kehidupanku sekarang hanyalah rasa percaya bahwa kamu akan kembali. Entah dari mana rasa itu datang, aku tidak bisa menjelaskannya,"

Pria yang tidak lain adalah Bernardo kembali bergumam kepada diri sendiri. Menatap kamar yang sebelumnya adalah kamar Cyrene. Penampilanya bahkan berubah seratus delapan puluh derajat.

Rambut yang semula pendek kini berubah panjang dan ia hanya mengikat rambutnya, bukan memotongnya. Kumis dan janggutnya yang sebelumnya selalu ia cukur bersih, kini ia biarkan begitu saja.

"Aku akan menerima semua kemarahanmu, tapi kumohon, jangan benci aku," ucapnya getir.

Bernardo mengenggam kuat kalung itu dengan harapan Cyrene segera kembali. Meski itu hanya dalam hitungan menit.

Ia memasuki apartemen Cyrene dengan cara menyelinap setelah berhasil membuat duplikat kunci melalui kenalannya. Berhasil meretas semua informasi penting tentang Cyrene hingga mempermudah dirinya jika seseorang memergokinya berada di apartemen yang ditinggalkan Cyrene dan bisa memberikan jawaban mengapa dirinya berada di sana.

Bernardo mendesah pelan, lalu bangun dari berbaringnya dan melangkah ke dapur. Ia menyeduh kopi yang ia beli untuk ia nikmati sendiri.

Dirinya selalu membersihkan apartemen itu sejak Cyrene pergi meninggalkan kota. Mereka yang berada di lantai bawah hanya mengatakan Cyrene tidak pindah, dan akan kembali, hanya saja tidak ada yang tahu kapan wanita itu akan kembali.

Setelah beberapa waktu berlalu, Bernardo keluar dari apartemen Cyrene. Menghampiri mobil yang ia parkirkan tak jauh dari gedung apartemen Cyrene, dan pergi setelah melihat jendela kamar untuk terakhir kali.

...%%%%%%%%...

### Disisi tempat lain,,,

Cyrene mengemudikan jeep dengan perasaan puas yang terlihat jelas di wajahnya.

"Kau tidak mencoba alatnya, Ren?" tanya Glen memecah keheningan.

"Disini terlalu ramai, Glen. Aku akan mencobanya saat perjalanan pulang," jawab Cyrene tanpa menoleh.

"Jadi, apa yang ingin kamu lakukan sekarang?" tanya Glen.

"Apakah kau lapar, Glen? Bagaimana kalau kita makan sesuatu?" tawar Cyrene masih terus fokus mengemudi.

"Bukan ide buruk," sambut Glen tersenyum.

"Baiklah, kita ke bistrot yang ada di depan sana," ucap Cyrene mulai mengurangi kecepatan jeep nya.

Mereka berdua masuk dan memilih tempat duduk ternyaman bagi mereka, memesan makanan yang mereka inginkan saat pelayan menghampiri mereka, lalu menunggu.

"Apakah aku boleh menanyakan sesuatu padamu, Ren?" tanya Glen.

"Tanyakan saja," sambut Cyrene.

"Apakah kamu akan mengambil tawaran Carlo untuk kembali ke kota tempat tinggalmu?" tanya Glen.

"Apakah itu buruk?" jawab Cyrene balas bertanya.

"Tidak sama sekali, hanya saja, jika kamu pergi, bisakah aku ikut bersamamu sebagai doktermu?" tanya Glen sedikit berharap.

"Itu bukan wewenangku untuk memutuskannya," jawab Cyrene datar.

"Kau memiliki wewenang untuk itu, karena kamu memiliki kesempatan untuk memilih siapa yang akan kamu percaya untuk bersamamu selama misi berjalan sekaligus menjaga identitasmu," jelas Glen.

"Jika memang akan seperti yang kamu katakan, maka aku tidak keberatan," jawab Cyrene.

"Kau serius?" tanya Glen memastikan.

"Permisi,, silahkan pesanan anda,"

Seorang pelayan menyela sebelum Cyrene sempat memberikan jawabannya seraya memberikan pesanan mereka. Meletakkan makanan yang mereka berdua pesan, lalu berlalu pergi.

Mereka berdua menikmati makan siang dalam diam. Namun, hal itu tidak berlangsung lama ketika suara tembakan terdengar keras membuat semua pengunjung yang berada di dalam bistrot berteriak panik.

"DORR,,,!!"

Cyrene hanya melirik sekilas untuk melihat siapa yang membuat keributan ditempat ramai menggunakan senjata berbahaya.

"Tetap duduk ditempat kalian jika kalian tidak ingin terluka!" perintah seorang pria mengenakan topi ski dan penutup wajah.

Seluruh pengunjung bistrot menurut duduk dengan wajah takut mereka, beberapa orang meletakkan tangan diatas kepela mereka ketika suara tembakan kembali terdengar.

"Keluarkan semua benda berharga milik kalian, termasuk uang yang ada didalam sana," ujarnya menunjuk meja kasir.

Glen bersiap berdiri, namun dengan cepat dicegah Cyrene seraya menggelengkan kepalanya. Saat salah satu pria mendatangi meja mereka, Cyrene hanya mengakat kedua tangannya sembari menaikan bahunya sebagai tanda ia tidak memiliki dompet, namun memberi isyarat kepada Glen agar memberikan dompet miliknya pada mereka.

Glen hanya bisa mengikuti apa yang di minta Cyrene padanya meski hatinya menolak. Hingga, para perampok itu berhasil menjarah semua barang berharga dari pengunjung bistrot dan bistrot itu sendiri.

"Kenapa kau diam saja, Ren?" tanya Glen sedikit kesal.

"Apa kau sadar mereka ada sebelas orang?" jawab Cyrene balas bertanya dengan intonasi tenang.

"Sebelas? mereka hanya berlima," sanggah Glen.

"Ada dua mobil diluar, sebagian dari mereka berada diluar menunggu mereka selesai merampok, sekaligus mengawasi jika sewaktu-waktu polisi datang agar mereka bisa kabur," jelas Cyrene.

"Aku bisa menghadapi mereka, tapi aku tidak ingin," terang Cyrene.

Cyrene kembali memakan makanan didepannya dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa.

"Bagaimana bisa kau membirakan ini terjadi begitu saja? Dan itu tepat didepan matamu?" tanya Glen tidak puas.

"Tenanglah,,!" jawab Cyrene.

"Nikmati saja makan siangmu," imbuhnya.

"Entahlah, aku bahkan tidak bernafsu lagi untuk itu," dengus Glen.

"Sikap tidak sabar yang kau miliki bisa menjerumuskanmu kapan saja, Glen," tutur Cyrene.

"Dan itu akan merugikanmu," imbuhnya.

Glen hanya mendengus kesal, lalu memalingkan wajahnya.

Cyrene menghela nafas panjang, lalu bangun dari duduknya. Ia mendekati wanita penjaga kasir yang masih tampak syok dengan kejadian yang baru saja terjadi.

"Hubungi polisi, dan mintalah mereka untuk pergi kearah timur menuju ngarai, kalian akan mendapatkan kembali apa yang sudah mereka rampas," ucap Cyrene seraya meletakan beberapa lembar uang.

"Untuk makanan yang telah kami makan," ucap Cyrene lagi.

Setelah mengatakan itu, Cyrene segera pergi meninggalkan raut wajah bingung dari pegawai kasir, namun dia tetap melakukan apa yang di intruksikan Cyrene padanya.

"Apa maksudmu mengatakan hal tadi?" tanya Glen.

Cyrene menaikan bahunya, lalu melangkah keluar dari bistrot diikuti Glen. Tanpa menjawab pertanyaan Glen, ia segera masuk kedalam jeep nya, dan menyalakan mesin.

"Aku sudah bilang aku tidak ingin menghadapi mereka,"

"Tidak jika itu di sini," imbuhnya.

Tanpa disadari oleh Cyrene, seseorang tampak berlari berusaha mengejar Cyrene yang telah masuk kedalam mobil. Namun saat orang itu mencapai mobil, Cyrene telah lebih dulu menjalankan mobil jeep nya.

Cyrene mengemudi dengan mengambil arah berlawanan dengan para perampok yang merampas barang berharga milik pengunjung bistrot.

Glen menjadi lebih terkejut lagi saat jalan yang di tuju cyrene adalah sebuah ngarai. Seolah telah memperhitungkan segalanya, Cyrene segera memasukan benda yang terlihat seperti Pendrive yang sebelumnya ia tunjukan pada Glen sekaligus menarik tuas transmisi.

Dalam hitungan detik, tiba-tiba kecepatan mobil bertambah lebih cepat dari yang seharusnya, dan cukup untuk membuat Glen terkejut hingga membuat ia mencengkram seatbelt yang melekat di tubuhnya.

"Pastikan saja lidahmu tidak tergigit," gumam Cyrene tersenyum percaya diri.

"Ngarai adalah tempat latihan terbaik," imbuhnya.

"Ren,, apa kau gila?" seru Glen tampak syok.

"Dalam hitungan mundur dua puluh detik, maka kau akan mengerti," ucap Cyrene masih fokus mengemudi.

Lembah curam dikanan kiri di jalan yang mereka lalui membuat Glen bergidik. Membayangkan jika sedikit saja ban mobil yang mereka tumpangi tergelincir, maka bisa di pastikan mobil itu akan masuk jurang. Meski begitu, ia tetap menghitung mundur.

Tepat di detik ke lima hitungan mundur, Glen melihat mobil yang dinaiki para perampok di bistrot tadi. Cyrene segera mendahului mobil itu, dalam sepersekian detik, ia memutar kemudi, membuat mobil menukik tajam dan berputar, berbalik arah menghadap mobil mereka.

Memanfaatkan keterkejutan mereka, Cyrene mengeluarkan pistol dari balik bajunya dan mengarahkan ke ban mobil mereka, membuat mobil hilang kendali dan menabrak tebing.

"BBRRAAKKK,,,,,, !!!!"

Suara keras lain berasal dari mobil dibelakang mereka, yang merupakan rekan mereka dalam merampok.

"Tetaplah di dalam mobil jika kau ingin membantu," tegas Cyrene.

"Apa,,,?!? Hei,,, Ren,,," Glen melebarkan matanya saat Cyrene turun dan menemui mereka.

Tepat seperti dugaan Cyrene sebelumnya, mereka berjumlah sebelas orang. Mereka serentak keluar dari mobil mereka tanpa luka parah di tubuh mereka seolah Cyrene memang sengaja untuk tidak membuat mereka terbunuh.

"Sial,,, aku lupa kalau Ren tidak akan bergerak jika itu didepan umum, kecuali dalam keadaan terdesak," umpat Glen kesal pada dirinya sendiri.

"Sekarang apa? Jika aku keluar, itu akan berakibat sama seperti waktu itu, Ren terluka lebih parah," gumam Glen.

Glen hanya bisa melihat dari dalam mobil dimana Cyrene berdiri tenang sembari mengikat rambut panjangnya. Berdiri didepan mereka yang tampak kesal dan memberikan tatapan siap membunuh.

...%%%%%%%%%...

. . . . .

. . . . .

To be continued....

NOTE...

-Bistrot

Adalah restoran kecil yang menyediakan menu makanan sederhana dengan harga menengah.

-Ngarai

Adalah sebuah lembah dalam bersisi terjal yang terbentuk akibat erosi aliran air sungai. Ngarai juga bisa disebut lembah dalam yang sempit dengan lereng yang sangat curam.

Terpopuler

Comments

Pena dua jempol

Pena dua jempol

kutinggalkan mawah merah untuk kakak dan 1 iklan 🌹🫰🏿

2024-06-25

0

Vincar

Vincar

Bagaimana mereka bisa terpisah ya?

kutinggalkan 🌹

2024-06-18

1

Birru

Birru

ren sangat luar biasa...

2024-06-15

0

lihat semua
Episodes
1 1. Camp
2 2.Peduli
3 3.Pertemuan
4 4.Rasa Takut
5 5. Datang ke Cafe
6 6. Bahaya!
7 7. Di Ganggu.
8 8. Tiba-tiba
9 9. Pindah,,,?!?
10 10. Masa kini
11 11. Hadiah
12 12. Kejadian
13 13. Melihatnya
14 14. Sikap abai
15 15. Misi Ringan
16 16. Sepakat (Masa lalu 1)
17 17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18 18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19 19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20 20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21 21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22 22. Khawatir (Masa lalu 7)
23 23. Cemburu (Masa lalu 8)
24 24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25 25. Menjebak (Masa lalu 10)
26 26. Hampir (Masa lalu 11)
27 27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28 28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29 29. Terjalin (Masa lalu 14)
30 30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31 31. Rencana (Masa lalu 16)
32 32. Cincin (Masa lalu 17)
33 33. Lamaran (Masa lalu 18)
34 34. (Masa lalu 19)
35 35. (Masa lalu 20)
36 36 (Masa lalu 21)
37 37. ( Masa lalu 22)
38 38. (Masa lalu 23)
39 39. (Masa lalu 24)
40 40. (Masa lalu 25)
41 41. (Masa lalu 26)
42 42. (Masa lalu 27)
43 43. (Masa Lalu 28)
44 44. (Masa Lalu 29)
45 45. (Masa Lalu 30 )
46 46. ( Masa Lalu 31 )
47 47. ( Masa Lalu 32 )
48 48. ( Masa Lalu 33 )
49 49. ( Masa Lalu 34 )
50 50. ( Masa Lalu 35 )
51 51. ( Masa Lalu 36 )
52 52. ( Masa Lalu 37 )
53 53. ( Masa Lalu 38 )
54 54. ( Masa Lalu 39 )
55 55. ( Masa Lalu 40 )
56 56. ( Masa Lalu 41)
57 57. ( Masa Lalu 42 )
58 58. ( Masa Lalu 43 )
59 59. ( Masa Lalu 44 )
60 60. ( Masa Lalu 45 )
61 61. ( Masa Lalu 46 )
62 62. ( Masa Lalu 47 )
63 63. ( Masa Lalu 48 )
64 64. ( Masa Lalu 49 end )
65 65. Masa Kini1 SB
66 66. Masa Kini2 SB
67 67. Masa Kini3 SB
68 68. Masa Kini4 SB
69 69. Masa Kini5 SB
70 70. Masa Kini6 SB
71 71. Masa Kini7 SB
72 72. Masa Kini8 SB
73 73. Masa Kini9 SB
74 74. Masa Kini10 SB
75 75. Masa Kini11 SB
76 76. Masa Kini12 SB
77 77. Masa Kini13 SB
78 78. Masa Kini14 SB
79 79. Masa Kini15 SB
80 80. Masa Kini16 SB
81 81. Masa Kini17 SB
82 82. Masa Kini18 SB
83 83. Masa Kini19 SB
84 84. Masa Kini20 SB
85 85. Masa Kini21 SB
86 86. Masa Kini22 SB
87 87. Masa Kini23 SB
88 88. Masa Kini24 SB
89 89. Masa Kini25 SB
90 90. Masa Kini26 SB
91 91. Masa Kini27 SB
92 92. Masa Kini28 SB
93 93. Masa Kini29 SB
94 94. Masa Kini30 SB
95 95. Masa Kini31 SB
96 96. Masa Kini32 SB
97 97. Masa Kini33 SB
98 98. Masa Kini34 SB.
99 99. Masa Kini35 SB
100 100. Masa Kini36 SB
101 101. Masa Kini37 SB.
102 102. Masa Kini38 SB
103 103. Masa Kini39 SB
104 104. Masa Kini40 SB
105 105. Masa Kini41 SB
106 106. Masa Kini42 SB
107 107. Masa Kini43 SB
108 108. Masa Kini44 SB
109 109. Masa Kini45 SB
110 110. Masa Kini46 SB
111 111. Masa Kini47 SB
112 112. Masa Kini48 SB
113 113. Masa Kini49 SB
114 114. Masa Kini50 SB
115 115. Masa Kini51 SB
116 116. Masa Kini52 SB
117 117. Masa Kini53 SB
118 118. Masa Kini54 SB
119 119. Masa Kini55 SB
120 120. Masa Kini56 SB
121 121. Masa Kini57 SB
122 122. Masa Kini58 SB
123 123. Masa Kini59 SB
124 124. Masa Kini60 SB
125 125 Masa Kini61 SB.
126 126. Masa Kini62 SB
127 127. Masa Kini63 SB
128 128. Masa Kini64 SB
129 129. Masa Kini65 SB
130 130. Masa Kini66 SB
131 131. Masa Kini67 SB
132 132. Masa Kini68 SB
133 133. Masa Kini69 SB
134 134. Masa Kini70 SB
135 135. Masa Kini71 SB
136 136. Masa Kini72 SB
137 137. Masa Kini73 SB
138 138. Masa Kini74 SB
139 139. Masa Kini75 SB
140 140. Masa Kini76 SB
141 141. Masa Kini78 SB
142 Karya baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1. Camp
2
2.Peduli
3
3.Pertemuan
4
4.Rasa Takut
5
5. Datang ke Cafe
6
6. Bahaya!
7
7. Di Ganggu.
8
8. Tiba-tiba
9
9. Pindah,,,?!?
10
10. Masa kini
11
11. Hadiah
12
12. Kejadian
13
13. Melihatnya
14
14. Sikap abai
15
15. Misi Ringan
16
16. Sepakat (Masa lalu 1)
17
17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18
18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19
19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20
20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21
21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22
22. Khawatir (Masa lalu 7)
23
23. Cemburu (Masa lalu 8)
24
24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25
25. Menjebak (Masa lalu 10)
26
26. Hampir (Masa lalu 11)
27
27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28
28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29
29. Terjalin (Masa lalu 14)
30
30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31
31. Rencana (Masa lalu 16)
32
32. Cincin (Masa lalu 17)
33
33. Lamaran (Masa lalu 18)
34
34. (Masa lalu 19)
35
35. (Masa lalu 20)
36
36 (Masa lalu 21)
37
37. ( Masa lalu 22)
38
38. (Masa lalu 23)
39
39. (Masa lalu 24)
40
40. (Masa lalu 25)
41
41. (Masa lalu 26)
42
42. (Masa lalu 27)
43
43. (Masa Lalu 28)
44
44. (Masa Lalu 29)
45
45. (Masa Lalu 30 )
46
46. ( Masa Lalu 31 )
47
47. ( Masa Lalu 32 )
48
48. ( Masa Lalu 33 )
49
49. ( Masa Lalu 34 )
50
50. ( Masa Lalu 35 )
51
51. ( Masa Lalu 36 )
52
52. ( Masa Lalu 37 )
53
53. ( Masa Lalu 38 )
54
54. ( Masa Lalu 39 )
55
55. ( Masa Lalu 40 )
56
56. ( Masa Lalu 41)
57
57. ( Masa Lalu 42 )
58
58. ( Masa Lalu 43 )
59
59. ( Masa Lalu 44 )
60
60. ( Masa Lalu 45 )
61
61. ( Masa Lalu 46 )
62
62. ( Masa Lalu 47 )
63
63. ( Masa Lalu 48 )
64
64. ( Masa Lalu 49 end )
65
65. Masa Kini1 SB
66
66. Masa Kini2 SB
67
67. Masa Kini3 SB
68
68. Masa Kini4 SB
69
69. Masa Kini5 SB
70
70. Masa Kini6 SB
71
71. Masa Kini7 SB
72
72. Masa Kini8 SB
73
73. Masa Kini9 SB
74
74. Masa Kini10 SB
75
75. Masa Kini11 SB
76
76. Masa Kini12 SB
77
77. Masa Kini13 SB
78
78. Masa Kini14 SB
79
79. Masa Kini15 SB
80
80. Masa Kini16 SB
81
81. Masa Kini17 SB
82
82. Masa Kini18 SB
83
83. Masa Kini19 SB
84
84. Masa Kini20 SB
85
85. Masa Kini21 SB
86
86. Masa Kini22 SB
87
87. Masa Kini23 SB
88
88. Masa Kini24 SB
89
89. Masa Kini25 SB
90
90. Masa Kini26 SB
91
91. Masa Kini27 SB
92
92. Masa Kini28 SB
93
93. Masa Kini29 SB
94
94. Masa Kini30 SB
95
95. Masa Kini31 SB
96
96. Masa Kini32 SB
97
97. Masa Kini33 SB
98
98. Masa Kini34 SB.
99
99. Masa Kini35 SB
100
100. Masa Kini36 SB
101
101. Masa Kini37 SB.
102
102. Masa Kini38 SB
103
103. Masa Kini39 SB
104
104. Masa Kini40 SB
105
105. Masa Kini41 SB
106
106. Masa Kini42 SB
107
107. Masa Kini43 SB
108
108. Masa Kini44 SB
109
109. Masa Kini45 SB
110
110. Masa Kini46 SB
111
111. Masa Kini47 SB
112
112. Masa Kini48 SB
113
113. Masa Kini49 SB
114
114. Masa Kini50 SB
115
115. Masa Kini51 SB
116
116. Masa Kini52 SB
117
117. Masa Kini53 SB
118
118. Masa Kini54 SB
119
119. Masa Kini55 SB
120
120. Masa Kini56 SB
121
121. Masa Kini57 SB
122
122. Masa Kini58 SB
123
123. Masa Kini59 SB
124
124. Masa Kini60 SB
125
125 Masa Kini61 SB.
126
126. Masa Kini62 SB
127
127. Masa Kini63 SB
128
128. Masa Kini64 SB
129
129. Masa Kini65 SB
130
130. Masa Kini66 SB
131
131. Masa Kini67 SB
132
132. Masa Kini68 SB
133
133. Masa Kini69 SB
134
134. Masa Kini70 SB
135
135. Masa Kini71 SB
136
136. Masa Kini72 SB
137
137. Masa Kini73 SB
138
138. Masa Kini74 SB
139
139. Masa Kini75 SB
140
140. Masa Kini76 SB
141
141. Masa Kini78 SB
142
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!