10. Masa kini

"Kamu harus pindah dari kota ini, Ren!" pinta Bernardo.

"Apa,,?!?" sambut Cyrene terkejut.

"Kenapa aku harus pindah?" tanya Cyrene.

"Mereka akan terus mencarimu. Dan aku khawatir tidak bisa selalu datang untuk menjagamu," terang Bernardo.

"Kamu tidak harus selalu datang untukku," sambut Cyrene.

"Mereka bisa menyakitimu, Ren!" balas Bernardo meninggikan suaranya.

"Kau tidak tau apa saja yang bisa mereka lakukan padamu," imbuhnya.

"Aku bisa menghubungi polisi jika mereka datang lagi," jawab Cyrene.

"Apa kau pikir polisi akan berguna jika menghadapi mereka? Itu hanya akan membuat mereka mengantarkan nyawa mereka sendiri," balas Bernardo.

"Aku tetap tidak mau pindah," tolak Cyrene kekeh pada pendiriannya.

Bernando meraih bahu Cyrene sembari menahan tubuhnya membuat mereka saling berhadapan

"Dengar!" ucap Bernardo memasang wajah serius.

"Kamu hanya pergi sementara. Hanya empat atau lima bulan. Dan selama itu aku akan mengalihkan perhatian mereka agar mereka tidak lagi mengincarmu," terangnya.

"Mereka akan terus datang kemari untuk mencarimu, bahkan mungkin akan membawamu bersama mereka dengan atau tanpa persetujuan darimu," imbuhnya.

"Lalu bagaimana dengan Cafe-ku? Itu adalah bagian dari hidupku," kekeh Cyrene.

"Pikirkanlah tentang keselamatanmu, Ren!" geram Bernardo.

"Aku tau kamu khawatir padaku, tapi aku tetap tidak bisa pergi begitu saja," jawab Cyrene seraya menurunkan tangan Bernando dari bahunya.

"Dan sampai kapan aku harus bersembunyi? Sampai kapan aku harus menghindari mereka? Kalaupun aku pergi beberapa bulan, bahkan tahun, dan suatu saat aku kembali lagi, itu tidak menutup kemungkinan mereka tidak akan kembali untuk menggangguku bukan?" lanjutnya.

"Apakah kamu juga bisa menjamin mereka akan berhenti mengusikku hanya karena aku pergi beberapa bulan?" imbuhnya.

Bernardo terdiam, tidak bisa menyangkal dari kemungkinan yang disebutkan Cyrene padanya.

"Bukankah kamu sendiri yang mengatakan, bahwa kamu akan melepaskan diri dari mereka?" tanya Cyrene.

"Aku memang berencana begitu, tapi ini tidak sesederhana itu, Ren," tutur Bernardo melembut.

"Lalu apa masalahnya?" tukas Cyrene.

"Aku masih dalam satu misi lagi," ungkap Bernardo.

"Maksudmu,,, mencuri?" tanya Cyrene melebarkan matanya.

"Yah,,, setelah misi terakhir ini selesai, aku akan bicara padanya untuk berhenti," terang Bernardo.

'Bahkan jika setelah ini aku harus menyerahkan diri ke polisi untuk menerima hukumanku, dengan jaminan kamu tetap aman, aku akan melakukannya bagaimanapun caranya,' lanjutnya dalam hati.

"Apakah mereka akan akan menyetujuinya?" tanya Cyrene penuh harap.

"Bagaimana jika mereka justru menyakitimu?" lanjutnya.

"Memang tidak akan mudah membuat mereka setuju. Tapi, kurasa dia bisa mengabulkannya mengingat aku selalu menolak ketika dia menawarkan sesuatu, dan dia akan mengabulkan permintaanku kapan pun aku membutuhkannya," papar Bernardo.

"Kuharap itu akan berhasil," harap Cyrene.

"Aku pun mengharapkan hal yang sama," balas Bernardo.

'Lebih dari apapun, aku sangat mengharapkannya,' batin Bernando.

"Bukan berarti aku setuju untuk pindah," tukas Cyrene.

"Haahhh,,, kau sangat keras kepala," desah Bernardo.

"Kuharap mereka akan mengerti jika aku menjelaskan tentangmu pada mereka, bahwa kau bukanlah ancaman bagi mereka" tutur Bernardo menengadah menatap langit-langit.

"Untuk malam ini, bisakah kamu tidak pulang, Ren?" harap Bernardo.

"Aku mungkin tidak bisa menemuimu dalam beberapa hari kedepan,"

"Tapi aku juga ingin memastikan kamu tetap aman,"

"Jadi, bisakah kamu membantuku dengan tidak kembali ke apartemen ini sampai aku kembali menemuimu dan memastikan keadaan aman?" sambungnya penuh harap.

Cyrene menatap mata Bernardo yang juga tengah menatapnya. Kecemasan terlihat jelas di matanya membuat Cyrene melunak dan mengikuti permintaan Bernardo.

"Baiklah, aku akan tinggal dicafe mulai malam ini," jawab Cyrene.

"Cafe?" ulang Bernardo.

"Apakah kamu bisa tinggal di sana?" imbuhnya bertanya.

"Aku memiliki ruangan pribadi berserta kamar di cafe, itu membantuku saat aku tidak pulang karena pekerjaan," terang Cyrene.

"Jadi, kamu tidak keberatan jika tinggal di sana sampai aku kembali? Setidaknya di cafe lebih aman," ucap Bernardo.

"Jika dengan hal itu kamu berhenti khawatir, aku akan melakukannya," jawab Cyrene.

"Terima kasih sudah mau mengerti," balas Bernardo.

"Lebih baik kita pergi sekarang," saran Bernardo.

Cyrene mengangguk setuju. Tanpa membuang waktu lagi, Bernardo membereskan semua makanan yang ia buat pagi ini dan membersihkan dapur, sementara Cyrene mengganti pakaiannya dan bersiap untuk pergi ke cafe.

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

####Masa kini

"Apa yang sedang kau lakukan disini, Ren?"

Suara seseorang yang tiba-tiba muncul sedikit mengejutkan Cyrene, menyadarkan ia dari lamunan masa lalunya. Dengan cepat ia bangun dari berbaringnya dan memasukan kalung yang ada ditangannya kedalam saku kemejanya.

"Glen?" desis Cyrene setelah menoleh ke sumber suara dan melihat siapa yang datang.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Cyrene.

"Itulah tepatnya hal yang baru saja kutanyakan padamu," sambut Glen.

Glen mendekati Cyrene dan duduk disebelahnya. Duduk dengan meluruskan kaki sembari menengadah menatap langit.

Keheningan menyelimuti mereka berdua. Angin malam yang berhembus sedikitpun tidak menganggu mereka, sampai Glen memecah keheningan.

"Apakah kau marah pada Carlo?" tanya Glen tanpa menoleh.

"Tidak," jawab Cyrene singkat.

"Kenapa aku harus marah padanya?" imbuhnya bertanya.

Glen menaikan bahunya tanpa melepaskan pandangannya dari langit sebelum membuka suara untuk menjawab.

"Karena kamu di larang latihan mungkin," jawabnya.

Cyrene menoleh sekilas, tersenyum tipis dan kembali menatap langit tanpa memberikan jawaban. Keheningan kembali berlangsung selama beberapa saat sampai Glen kembali membuka suara.

"Bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?" tanya Glen.

Glen menoleh dan menatap Cyrene yang secara tidak sengaja melakukan hal yang sama hingga membuat pandangan mereka bertemu satu sama lain.

Cyrene hanya mengangguk kemudian menaikan alisnya sebagai jawaban.

"Sejujurnya, aku penasaran dengan orang yang telah menciptakan mendung diwajahmu. Seperti apa dia dan apa yang telah dia lakukan padamu?" tanya Glen.

Cyrene menatap Glen dengan raut wajah datar. Tidak memperlihatkan emosi sedikitpun, dan terkesan dingin.

"Itu bukan hal yang perlu untuk kau ketahui," jawab Cyrene, kemudian memalingkan wajahnya dan kembali menatap langit.

"Aku sangat mengerti hal itu," sambut Glen.

"Akan tetapi, berbagi adalah obat terbaik untuk membuatmu merasa lebih baik," sambung Glen.

"Apakah kau juga merangkap sebagai seorang psikiater, Glen?" sambut Cyrene mulai tersenyum.

"Jika kau menganggapnya begitu, maka anggaplah begitu," balas Glen.

Cyrene hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan Glen, namun tetap tidak memberikan jawaban apapun dari pertanyaan yang Glen ajukan padanya.

Glen mendesah pelan setelah menunggu lama dan tetap tidak mendapatkan jawabannya.

"Lebih baik kau segera istirahat, atau Carlo tidak akan membiarkanmu ikut latihan besok," ucap Glen.

"Bahkan, kalaupun aku istirahat sekalipun, dia tetap tidak akan membiarkanku ikut latihan besok," sambut Cyrene tersenyum kecut.

"Kenapa?" tanya Glen.

Cyrene kembali menatap Glen dan menyipitkan matanya.

"Apakah kau sungguh bertanya karena tidak tau jawabannya?" sindir Cyrene.

Glen terdiam dan berpikir sejenak.

"Ah,,, karena lukamu kembali terbuka?" tebak Glen.

"Benar. Dan itu menyebalkan," gerutu Cyrene.

"Hei,,, kau memang sudah seharusnya beristirahat disaat kamu masih terluka," sambut Glen terkekeh pelan.

"Aku sudah cukup beristirahat," balas Cyrene.

"Kau terjun kedalam latihan setelah tiga hari sebelumnya menjalani operasi, kau tau?" ucap Glen menepuk dahinya.

"Dimana seharusnya kau harus istirahat minimal satu minggu atau bahkan lebih," sambungnya.

"Baiklah,, baiklah,, aku tidak menyangkal hal itu. Tapi, aku juga sudah menurut untuk mengurangi jam latihanku," jawab Cyrene.

"Dia melakukan ini untuk kebaikanmu sendiri, kau tahu itu bukan?" tanya Glen.

"Aku tahu," jawab Cyrene, lalu kembali mendesah.

Cyrene kembali berbaring diatas rumput, menatap ribuan bintang dilangit. Melihat hal itu, Glen menggelengkan kepalanya dan ikut berbaring disamping Cyrene.

Seoalah teringat akan sesuatu, Cyrene bangun dangan cepat dan menoleh kearah Glen yang masih berbaring.

"Apakah besok kamu sibuk, Glen?" tanya Cyrene.

"Tidak, satu-satunya orang yang sedang dalam perawatanku hanya kamu, Ren. Kenapa kamu bertanya?" jawab Glen kembali bertanya.

"Bisakah kamu besok menemaniku untuk melakukan uji coba pada Jeep yang sudah selesai dimodifikasi?" harap Cyrene.

"Jangan melakukan hal konyol lagi, Ren!" tegur Glen bangun dari berbaringnya.

"Jangan membahayakan dirimu lagi," pintanya.

"Jika aku pergi bersamamu, kak Carlo akan memberikan ijin," jawab Cyrene beralasan.

"Jadi kau menjadikanku sebagai tameng?" sambut Glen menyipitkan matanya.

"Tidak persis begitu, tapi setidaknya kau bisa mengawasiku," jawab Cyrene enteng.

"Kita bicarakan itu besok bersama Carlo, dan biarkan dia yang memutuskannya. Sekarang kembalilah ke kamarmu dan beristirahat," harap Glen.

"Baiklah, aku akan menemuimu besok pagi," ucap Cyrene beranjak dari tempatnya.

Cyrene meninggalkan Glen dalam keheningan malam. Glen menyisir rambut menggunakan jarinya dengan frustasi, menatap punggung Cyrene yang semakin menjauh.

"Rasanya seperti dia menolakku sebelum aku mengatakan apa pun padanya," desahnya pelan.

...%%%%%%%%...

. . . . .

 . . . . .

To be continued,,,,

Terpopuler

Comments

Vincar

Vincar

Cyrene yang dulunya wanita lembut menjelma menjadi wanita kuat, tangguh, dan tak takut mengahadapi bahaya....

2024-06-18

0

Vincar

Vincar

Melarikan diri dari sebuah masalah bukan solusi yang tepat 👍

2024-06-18

0

Birru

Birru

ren sangat keras kepala susah dibilangin mengeyel🤣

2024-06-02

1

lihat semua
Episodes
1 1. Camp
2 2.Peduli
3 3.Pertemuan
4 4.Rasa Takut
5 5. Datang ke Cafe
6 6. Bahaya!
7 7. Di Ganggu.
8 8. Tiba-tiba
9 9. Pindah,,,?!?
10 10. Masa kini
11 11. Hadiah
12 12. Kejadian
13 13. Melihatnya
14 14. Sikap abai
15 15. Misi Ringan
16 16. Sepakat (Masa lalu 1)
17 17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18 18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19 19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20 20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21 21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22 22. Khawatir (Masa lalu 7)
23 23. Cemburu (Masa lalu 8)
24 24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25 25. Menjebak (Masa lalu 10)
26 26. Hampir (Masa lalu 11)
27 27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28 28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29 29. Terjalin (Masa lalu 14)
30 30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31 31. Rencana (Masa lalu 16)
32 32. Cincin (Masa lalu 17)
33 33. Lamaran (Masa lalu 18)
34 34. (Masa lalu 19)
35 35. (Masa lalu 20)
36 36 (Masa lalu 21)
37 37. ( Masa lalu 22)
38 38. (Masa lalu 23)
39 39. (Masa lalu 24)
40 40. (Masa lalu 25)
41 41. (Masa lalu 26)
42 42. (Masa lalu 27)
43 43. (Masa Lalu 28)
44 44. (Masa Lalu 29)
45 45. (Masa Lalu 30 )
46 46. ( Masa Lalu 31 )
47 47. ( Masa Lalu 32 )
48 48. ( Masa Lalu 33 )
49 49. ( Masa Lalu 34 )
50 50. ( Masa Lalu 35 )
51 51. ( Masa Lalu 36 )
52 52. ( Masa Lalu 37 )
53 53. ( Masa Lalu 38 )
54 54. ( Masa Lalu 39 )
55 55. ( Masa Lalu 40 )
56 56. ( Masa Lalu 41)
57 57. ( Masa Lalu 42 )
58 58. ( Masa Lalu 43 )
59 59. ( Masa Lalu 44 )
60 60. ( Masa Lalu 45 )
61 61. ( Masa Lalu 46 )
62 62. ( Masa Lalu 47 )
63 63. ( Masa Lalu 48 )
64 64. ( Masa Lalu 49 end )
65 65. Masa Kini1 SB
66 66. Masa Kini2 SB
67 67. Masa Kini3 SB
68 68. Masa Kini4 SB
69 69. Masa Kini5 SB
70 70. Masa Kini6 SB
71 71. Masa Kini7 SB
72 72. Masa Kini8 SB
73 73. Masa Kini9 SB
74 74. Masa Kini10 SB
75 75. Masa Kini11 SB
76 76. Masa Kini12 SB
77 77. Masa Kini13 SB
78 78. Masa Kini14 SB
79 79. Masa Kini15 SB
80 80. Masa Kini16 SB
81 81. Masa Kini17 SB
82 82. Masa Kini18 SB
83 83. Masa Kini19 SB
84 84. Masa Kini20 SB
85 85. Masa Kini21 SB
86 86. Masa Kini22 SB
87 87. Masa Kini23 SB
88 88. Masa Kini24 SB
89 89. Masa Kini25 SB
90 90. Masa Kini26 SB
91 91. Masa Kini27 SB
92 92. Masa Kini28 SB
93 93. Masa Kini29 SB
94 94. Masa Kini30 SB
95 95. Masa Kini31 SB
96 96. Masa Kini32 SB
97 97. Masa Kini33 SB
98 98. Masa Kini34 SB.
99 99. Masa Kini35 SB
100 100. Masa Kini36 SB
101 101. Masa Kini37 SB.
102 102. Masa Kini38 SB
103 103. Masa Kini39 SB
104 104. Masa Kini40 SB
105 105. Masa Kini41 SB
106 106. Masa Kini42 SB
107 107. Masa Kini43 SB
108 108. Masa Kini44 SB
109 109. Masa Kini45 SB
110 110. Masa Kini46 SB
111 111. Masa Kini47 SB
112 112. Masa Kini48 SB
113 113. Masa Kini49 SB
114 114. Masa Kini50 SB
115 115. Masa Kini51 SB
116 116. Masa Kini52 SB
117 117. Masa Kini53 SB
118 118. Masa Kini54 SB
119 119. Masa Kini55 SB
120 120. Masa Kini56 SB
121 121. Masa Kini57 SB
122 122. Masa Kini58 SB
123 123. Masa Kini59 SB
124 124. Masa Kini60 SB
125 125 Masa Kini61 SB.
126 126. Masa Kini62 SB
127 127. Masa Kini63 SB
128 128. Masa Kini64 SB
129 129. Masa Kini65 SB
130 130. Masa Kini66 SB
131 131. Masa Kini67 SB
132 132. Masa Kini68 SB
133 133. Masa Kini69 SB
134 134. Masa Kini70 SB
135 135. Masa Kini71 SB
136 136. Masa Kini72 SB
137 137. Masa Kini73 SB
138 138. Masa Kini74 SB
139 139. Masa Kini75 SB
140 140. Masa Kini76 SB
141 141. Masa Kini78 SB
142 Karya baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1. Camp
2
2.Peduli
3
3.Pertemuan
4
4.Rasa Takut
5
5. Datang ke Cafe
6
6. Bahaya!
7
7. Di Ganggu.
8
8. Tiba-tiba
9
9. Pindah,,,?!?
10
10. Masa kini
11
11. Hadiah
12
12. Kejadian
13
13. Melihatnya
14
14. Sikap abai
15
15. Misi Ringan
16
16. Sepakat (Masa lalu 1)
17
17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18
18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19
19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20
20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21
21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22
22. Khawatir (Masa lalu 7)
23
23. Cemburu (Masa lalu 8)
24
24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25
25. Menjebak (Masa lalu 10)
26
26. Hampir (Masa lalu 11)
27
27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28
28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29
29. Terjalin (Masa lalu 14)
30
30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31
31. Rencana (Masa lalu 16)
32
32. Cincin (Masa lalu 17)
33
33. Lamaran (Masa lalu 18)
34
34. (Masa lalu 19)
35
35. (Masa lalu 20)
36
36 (Masa lalu 21)
37
37. ( Masa lalu 22)
38
38. (Masa lalu 23)
39
39. (Masa lalu 24)
40
40. (Masa lalu 25)
41
41. (Masa lalu 26)
42
42. (Masa lalu 27)
43
43. (Masa Lalu 28)
44
44. (Masa Lalu 29)
45
45. (Masa Lalu 30 )
46
46. ( Masa Lalu 31 )
47
47. ( Masa Lalu 32 )
48
48. ( Masa Lalu 33 )
49
49. ( Masa Lalu 34 )
50
50. ( Masa Lalu 35 )
51
51. ( Masa Lalu 36 )
52
52. ( Masa Lalu 37 )
53
53. ( Masa Lalu 38 )
54
54. ( Masa Lalu 39 )
55
55. ( Masa Lalu 40 )
56
56. ( Masa Lalu 41)
57
57. ( Masa Lalu 42 )
58
58. ( Masa Lalu 43 )
59
59. ( Masa Lalu 44 )
60
60. ( Masa Lalu 45 )
61
61. ( Masa Lalu 46 )
62
62. ( Masa Lalu 47 )
63
63. ( Masa Lalu 48 )
64
64. ( Masa Lalu 49 end )
65
65. Masa Kini1 SB
66
66. Masa Kini2 SB
67
67. Masa Kini3 SB
68
68. Masa Kini4 SB
69
69. Masa Kini5 SB
70
70. Masa Kini6 SB
71
71. Masa Kini7 SB
72
72. Masa Kini8 SB
73
73. Masa Kini9 SB
74
74. Masa Kini10 SB
75
75. Masa Kini11 SB
76
76. Masa Kini12 SB
77
77. Masa Kini13 SB
78
78. Masa Kini14 SB
79
79. Masa Kini15 SB
80
80. Masa Kini16 SB
81
81. Masa Kini17 SB
82
82. Masa Kini18 SB
83
83. Masa Kini19 SB
84
84. Masa Kini20 SB
85
85. Masa Kini21 SB
86
86. Masa Kini22 SB
87
87. Masa Kini23 SB
88
88. Masa Kini24 SB
89
89. Masa Kini25 SB
90
90. Masa Kini26 SB
91
91. Masa Kini27 SB
92
92. Masa Kini28 SB
93
93. Masa Kini29 SB
94
94. Masa Kini30 SB
95
95. Masa Kini31 SB
96
96. Masa Kini32 SB
97
97. Masa Kini33 SB
98
98. Masa Kini34 SB.
99
99. Masa Kini35 SB
100
100. Masa Kini36 SB
101
101. Masa Kini37 SB.
102
102. Masa Kini38 SB
103
103. Masa Kini39 SB
104
104. Masa Kini40 SB
105
105. Masa Kini41 SB
106
106. Masa Kini42 SB
107
107. Masa Kini43 SB
108
108. Masa Kini44 SB
109
109. Masa Kini45 SB
110
110. Masa Kini46 SB
111
111. Masa Kini47 SB
112
112. Masa Kini48 SB
113
113. Masa Kini49 SB
114
114. Masa Kini50 SB
115
115. Masa Kini51 SB
116
116. Masa Kini52 SB
117
117. Masa Kini53 SB
118
118. Masa Kini54 SB
119
119. Masa Kini55 SB
120
120. Masa Kini56 SB
121
121. Masa Kini57 SB
122
122. Masa Kini58 SB
123
123. Masa Kini59 SB
124
124. Masa Kini60 SB
125
125 Masa Kini61 SB.
126
126. Masa Kini62 SB
127
127. Masa Kini63 SB
128
128. Masa Kini64 SB
129
129. Masa Kini65 SB
130
130. Masa Kini66 SB
131
131. Masa Kini67 SB
132
132. Masa Kini68 SB
133
133. Masa Kini69 SB
134
134. Masa Kini70 SB
135
135. Masa Kini71 SB
136
136. Masa Kini72 SB
137
137. Masa Kini73 SB
138
138. Masa Kini74 SB
139
139. Masa Kini75 SB
140
140. Masa Kini76 SB
141
141. Masa Kini78 SB
142
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!