14. Sikap abai

Disisi tempat lain, Bernardo berjalan dengan langkah gontai memasuki sebuah gedung yang berdiri megah. Satu tangannya membawa sebuah tas dengan suara gemerincing yang sesekali terdengar ketika ia berjalan.

Ia melemparkan tas itu ke atas meja tepat di depan seorang pria yang tengah duduk di kursi kebesarannya sembari menghisap cerutu dan tersenyum puas melihat kedatangan Bernardo.

"Ahh,,, kau sudah kembali,"

"Dan membawa hasil yang memuaskan kurasa," sambutnya.

"Aku sudah mendapatkan lebih dari yang seharusnya,"

"Semua mobil sudah di modifikasi sesuai dengan permintaanmu, dan siap untuk di jual,"

"Jadi, bisa kau berikan apa yang seharusnya ku dapat?" ucap Bernardo datar.

"Seharusnya kau menjaga sikapmu, Bernardo!" hardik seorang pria di belakangnya.

"Apa?" sambut Bernardo sinis.

"Kau pikir, aku tidak tahu dengan apa yang kau lakukan?"

"Dan kau ingin mengajariku tentang apa yang harus dan tidak harus aku lakukan?"

"Lucu sekali" sindirnya.

"Haa,,, Ayolah,,, kenapa kalian harus bermusuhan di saat kalian bisa melakukan pekerjaan dengan sangat baik ketika bersama," sela pria bercerutu.

"Aku perlu mengingatkan satu hal padamu, tuan Alastor," tegas Bernardo.

"Aku tidak akan melakukan pekerjaan apa pun jika itu bersamanya," imbuhnya menunjuk pria di belakang Alastor menggunakan dagunya.

"Kau berubah sangat jauh berbeda dan bersikap begitu sejak mengenal wanita itu bukan?" sindirnya.

"Pernahkah kau mendengar istilah 'Jangan mencampuri urusan orang lain'?"

"Tidakkah kau mengerti apa maksudnya?" balas Bernardo dengan tatapan sinis.

"Wanita bodoh itu hanya membuatmu lemah, dan kau justru memilih menikahi wanita lemah itu yang sampai sekarang mayatnya saja tidak bisa di temukan," ujarnya skeptis.

"Sungguh menyedihkan," imbuhnya mencibir.

"Dan kau lebih bodoh karena tidak mengerti dengan kalimat sederhana yang baru saja aku ucapkan," balas Bernardo tetap tenang.

"Permainan katamu sungguh menyebalkan," sambutnya mendengus kesal.

"Terima kasih sudah menyadarinya. Kau juga menjadi lebih menyebalkan karena banyak bicara dari pada bekerja," balas Bernardo.

"Das,,,! Cukup,,,!" sela Alastor.

"Kau bisa pergi Bernardo. Dan sesuai janjiku, kau bebas dari pekerjaan selama sebulan kedepan," imbuhnya.

Bernardo hanya mengangguk, lalu berbalik dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun lagi.

"Dia benar-benar berubah,"

"Aku bahkan lupa kapan terakhir kali melihat senyum percaya dirinya yang selalu terlewat tinggi," gumam Alastor.

"Tapi, aku tidak peduli dengan hal itu selama dia melakukan pekerjaanya," imbuhnya.

Alastor meraih tas yang di lempar Bernardo, lalu membuka dan tersenyum lebar setelah melihat isinya.

Puluhan kunci mobil beserta surat-suratnya serta catatan lengkap tentang modifikasi dan jenis mobilnya.

"Aku tidak sabar untuk melihat seperti apa tampilan mobilnya," ujarnya menyeringai lebar.

"Das,"

"Saya tuan," sambut pria di belakangnya.

"Apakah kau sudah mendapatkan informasi tentang wanita itu?" tanya Alastor.

"Masih belum, tapi kami memang tidak pernah lagi melihatnya sejak tujuh tahun lalu,"

"Bahkan Bernardo sendiri juga tidak pernah melihatnya lagi," ungkap Das.

"Itu lebih baik. Bernardo hanya perlu menjadi boneka hidup dan itu sudah cukup,"

"Jadi, tidak perlu lagi mengawasinya,"

"Jika suatu saat kau melihat wanita itu lagi, kau hanya perlu membunuhnya tanpa sepengetahuan Bernardo," ucap Alastor.

"Baik," jawab Das.

...%%%%%%%%%...

Cyrene yang baru saja kembali ke Camp di sambut dengan tatapan intimidasi dari beberapa pria yang sering melihat dirinya pergi bersama Carlo. Mereka bahkan membicarakan tentang dirinya di belakang.

Meski begitu, sebanyak apa pun perkataan merendahkan yang ia dengar dari teman satu Camp nya, Cyrene hanya mengabaikannya.

Salah satu di antaranya adalah Paul. Dimana Cyrene dapat melampaui dirinya di saat dia menjalani misi sederhana dan kembali dengan kenyataan bahwa posisi Cyrene sudah berada jauh di atasnya saat dia kembali ke Camp.

"Cyrene bisa datang dan pergi seenaknya dari Camp ini, bahkan pelatih Carlo juga terlihat mengistimewakan dirinya," ujar Paul.

"Aku meninggalkan Camp hanya tiga bulan, dan sekarang dia sudah berada di posisi dimana dia bisa bebas, bahkan bisa menerima misi di luar Camp,"

"Dia juga menerima Jeep untuk dirinya sendiri, bayangkan saja!" dengus Paul kesal.

"Aku yang sudah berada di sini lebih lama saja belum bisa mendapatkan itu," imbuhnya.

"Bukankah itu karena dia bisa menyelesaikan misi lebih awal dari ketentuan waktu yang di berikan?" sambut teman yang berada di sampingnya.

"Bagiku itu terdengar tidak masuk akal," sanggah Paul.

"Dia hanya wanita, dia bisa apa memangnya?" sambungnya mencibir.

"Apakah kamu pernah melihat dia latihan?" tanya sang teman.

"Tidak,"

"Jangan menilai terlalu cepat," tegur sang teman.

"Aku pernah dengar dari mereka yang sering latihan bersamanya dan menjalani misi bersamanya,"

"Mereka memberikan penilaian sama bahwa Cyrene memang layak, bahkan lebih dari kata layak untuk berada di posisinya sekarang,"

"Mungkin dia memang memiliki kualifikasi, itulah sebabnya dia bisa berada di posisinya saat ini,"

"Kualifikasi? Lihat saja dia, dia sangat sering masuk ke ruang medis, dan pelatih Carlo juga selalu ke sana setelah wanita itu berada di dalam,"

"Menurutmu, apa yang mereka lakukan?" ujar Paul sembari menunjuk satu arah dengan dagunya.

Teman yang berada di sampingnya mengarahkan pandangannya ke satu arah yang di tunjuk Paul, lalu melebarkan kedua matanya saat melihat Cyrene masuk ke ruang medis di ikuti Carlo di belakangnya.

"Kenapa kalian tidak bertanya langsung saja alih-alih berasumsi tanpa dasar di belakang mereka?"

Interupsi di belakang mereka membuat mereka berdua terlonjak kaget dan segera menoleh ke belakang.

"Senior Barny, senior Kenzo," sambut Paul dan temannya sembari membungkuk hormat.

"Haish,,,, padahal kau baru melakukan pelatihan dasar dan hampir kehabisan waktu, tapi kau masih bisa menilai orang lain," sindir Barny.

"Jelas saja kau tidak melihat Cyrene latihan dan tidak latihan bersama kalian, karena dia berlatih bersama kami," timpal Kenzo

"Dan kalian berdua tentu tahu apa artinya bukan?" imbuhnya.

"A-Apa? Bagaimana mungkin?" sambut Paul terkejut.

"Ikuti aku!" ucap Barny.

Barny dan Kenzo melangkah melewati mereka, mengabaikan keterkejutan yang terlihat di wajah keduanya dan memberi isyarat agar mereka berdua mengikuti langkahnya.

Barny dan Kenzo membawa Paul dan temannya masuk ke ruang medis setelah terlebih dulu mengetuk pintu dan mendapat izin dari Carlo untuk masuk.

Betapa terkejutnya mereka saat mereka berada di dalam dan melihat Cyrene tidak seperti yang Paul kira. Sebaliknya, mereka berdua justru melihat Cyrene tengah di obati akibat luka di punggungnya kembali mengeluarkan darah.

Luka jahit yang masih terlihat baru dan dua luka bekas peluru yang belum sembuh total. Bahkan Cyrene tidak terlihat kesakitan saat Glen mengobati lukanya sekaligus mengganti perban baru

"Kenapa kau tidak membiarkan Glen mengobatimu sebelum kembali kemari? Setidaknya untuk menghentikan pendarahannya," ucap Carlo sedikit kesal.

"Itu hanya akan membuat polisi melihat kami berada di sana," sanggah Cyrene.

"Lagi pula, bukankah kakak sendiri yang meminta agar aku segera kembali?" imbuhnya membela diri.

"Aku memang memintamu untuk segera kembali, tapi jika lukamu memang perlu perawatan, kamu bisa berhenti sebentar dan mengobati lukamu," jawab Carlo.

"Bukankah Glen membawa peralatan medisnya?" imbuhnya bertanya.

"Selesai," sela Glen.

Glen menjauh sebentar untuk meletakkan peralatan yang baru saja ia gunakan dan melepaskan sarung tangannya.

"Apakah kau memang benar-benar ingin libur atau apa?" sambung Carlo kembali bertanya.

"Bukan itu yang aku ma_,,,"

Cyrene memutar badannya agar berhadapan dengan Carlo bersiap untuk protes, namun kalimatnya terhenti saat melihat Barny dan Kenzo sudah berada di sana bersama dua orang lagi yang ia lupa namanya.

"Mereka siapa?" tanya Cyrene.

Pertanyaan Cyrene justru menghadirkan suara tawa di sertai menepuk dahi mereka masing-masing termasuk Glen yang berada di belakangnya.

. . . . .

. . . . .

To be continued,,,,

NOTE:

-Kualifikasi.

Adalah keahlian yang di perlukan untuk melakukan sesuatu atau menduduki jabatan tertentu. Kualifikasi bisa mendorong seseorang untuk memiliki suatu keahlian atau kecakapan khusus.

Terpopuler

Comments

Birru

Birru

paul kalo omong seenak jidat kena tabok sm ren tau rasa lo

2024-06-15

1

Jumli

Jumli

hello. kau pikir cuma pria yg bisa segala nya

2024-05-08

1

Jumli

Jumli

jadi mereka udah nikah😳

2024-05-08

1

lihat semua
Episodes
1 1. Camp
2 2.Peduli
3 3.Pertemuan
4 4.Rasa Takut
5 5. Datang ke Cafe
6 6. Bahaya!
7 7. Di Ganggu.
8 8. Tiba-tiba
9 9. Pindah,,,?!?
10 10. Masa kini
11 11. Hadiah
12 12. Kejadian
13 13. Melihatnya
14 14. Sikap abai
15 15. Misi Ringan
16 16. Sepakat (Masa lalu 1)
17 17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18 18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19 19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20 20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21 21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22 22. Khawatir (Masa lalu 7)
23 23. Cemburu (Masa lalu 8)
24 24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25 25. Menjebak (Masa lalu 10)
26 26. Hampir (Masa lalu 11)
27 27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28 28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29 29. Terjalin (Masa lalu 14)
30 30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31 31. Rencana (Masa lalu 16)
32 32. Cincin (Masa lalu 17)
33 33. Lamaran (Masa lalu 18)
34 34. (Masa lalu 19)
35 35. (Masa lalu 20)
36 36 (Masa lalu 21)
37 37. ( Masa lalu 22)
38 38. (Masa lalu 23)
39 39. (Masa lalu 24)
40 40. (Masa lalu 25)
41 41. (Masa lalu 26)
42 42. (Masa lalu 27)
43 43. (Masa Lalu 28)
44 44. (Masa Lalu 29)
45 45. (Masa Lalu 30 )
46 46. ( Masa Lalu 31 )
47 47. ( Masa Lalu 32 )
48 48. ( Masa Lalu 33 )
49 49. ( Masa Lalu 34 )
50 50. ( Masa Lalu 35 )
51 51. ( Masa Lalu 36 )
52 52. ( Masa Lalu 37 )
53 53. ( Masa Lalu 38 )
54 54. ( Masa Lalu 39 )
55 55. ( Masa Lalu 40 )
56 56. ( Masa Lalu 41)
57 57. ( Masa Lalu 42 )
58 58. ( Masa Lalu 43 )
59 59. ( Masa Lalu 44 )
60 60. ( Masa Lalu 45 )
61 61. ( Masa Lalu 46 )
62 62. ( Masa Lalu 47 )
63 63. ( Masa Lalu 48 )
64 64. ( Masa Lalu 49 end )
65 65. Masa Kini1 SB
66 66. Masa Kini2 SB
67 67. Masa Kini3 SB
68 68. Masa Kini4 SB
69 69. Masa Kini5 SB
70 70. Masa Kini6 SB
71 71. Masa Kini7 SB
72 72. Masa Kini8 SB
73 73. Masa Kini9 SB
74 74. Masa Kini10 SB
75 75. Masa Kini11 SB
76 76. Masa Kini12 SB
77 77. Masa Kini13 SB
78 78. Masa Kini14 SB
79 79. Masa Kini15 SB
80 80. Masa Kini16 SB
81 81. Masa Kini17 SB
82 82. Masa Kini18 SB
83 83. Masa Kini19 SB
84 84. Masa Kini20 SB
85 85. Masa Kini21 SB
86 86. Masa Kini22 SB
87 87. Masa Kini23 SB
88 88. Masa Kini24 SB
89 89. Masa Kini25 SB
90 90. Masa Kini26 SB
91 91. Masa Kini27 SB
92 92. Masa Kini28 SB
93 93. Masa Kini29 SB
94 94. Masa Kini30 SB
95 95. Masa Kini31 SB
96 96. Masa Kini32 SB
97 97. Masa Kini33 SB
98 98. Masa Kini34 SB.
99 99. Masa Kini35 SB
100 100. Masa Kini36 SB
101 101. Masa Kini37 SB.
102 102. Masa Kini38 SB
103 103. Masa Kini39 SB
104 104. Masa Kini40 SB
105 105. Masa Kini41 SB
106 106. Masa Kini42 SB
107 107. Masa Kini43 SB
108 108. Masa Kini44 SB
109 109. Masa Kini45 SB
110 110. Masa Kini46 SB
111 111. Masa Kini47 SB
112 112. Masa Kini48 SB
113 113. Masa Kini49 SB
114 114. Masa Kini50 SB
115 115. Masa Kini51 SB
116 116. Masa Kini52 SB
117 117. Masa Kini53 SB
118 118. Masa Kini54 SB
119 119. Masa Kini55 SB
120 120. Masa Kini56 SB
121 121. Masa Kini57 SB
122 122. Masa Kini58 SB
123 123. Masa Kini59 SB
124 124. Masa Kini60 SB
125 125 Masa Kini61 SB.
126 126. Masa Kini62 SB
127 127. Masa Kini63 SB
128 128. Masa Kini64 SB
129 129. Masa Kini65 SB
130 130. Masa Kini66 SB
131 131. Masa Kini67 SB
132 132. Masa Kini68 SB
133 133. Masa Kini69 SB
134 134. Masa Kini70 SB
135 135. Masa Kini71 SB
136 136. Masa Kini72 SB
137 137. Masa Kini73 SB
138 138. Masa Kini74 SB
139 139. Masa Kini75 SB
140 140. Masa Kini76 SB
141 141. Masa Kini78 SB
142 Karya baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1. Camp
2
2.Peduli
3
3.Pertemuan
4
4.Rasa Takut
5
5. Datang ke Cafe
6
6. Bahaya!
7
7. Di Ganggu.
8
8. Tiba-tiba
9
9. Pindah,,,?!?
10
10. Masa kini
11
11. Hadiah
12
12. Kejadian
13
13. Melihatnya
14
14. Sikap abai
15
15. Misi Ringan
16
16. Sepakat (Masa lalu 1)
17
17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18
18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19
19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20
20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21
21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22
22. Khawatir (Masa lalu 7)
23
23. Cemburu (Masa lalu 8)
24
24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25
25. Menjebak (Masa lalu 10)
26
26. Hampir (Masa lalu 11)
27
27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28
28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29
29. Terjalin (Masa lalu 14)
30
30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31
31. Rencana (Masa lalu 16)
32
32. Cincin (Masa lalu 17)
33
33. Lamaran (Masa lalu 18)
34
34. (Masa lalu 19)
35
35. (Masa lalu 20)
36
36 (Masa lalu 21)
37
37. ( Masa lalu 22)
38
38. (Masa lalu 23)
39
39. (Masa lalu 24)
40
40. (Masa lalu 25)
41
41. (Masa lalu 26)
42
42. (Masa lalu 27)
43
43. (Masa Lalu 28)
44
44. (Masa Lalu 29)
45
45. (Masa Lalu 30 )
46
46. ( Masa Lalu 31 )
47
47. ( Masa Lalu 32 )
48
48. ( Masa Lalu 33 )
49
49. ( Masa Lalu 34 )
50
50. ( Masa Lalu 35 )
51
51. ( Masa Lalu 36 )
52
52. ( Masa Lalu 37 )
53
53. ( Masa Lalu 38 )
54
54. ( Masa Lalu 39 )
55
55. ( Masa Lalu 40 )
56
56. ( Masa Lalu 41)
57
57. ( Masa Lalu 42 )
58
58. ( Masa Lalu 43 )
59
59. ( Masa Lalu 44 )
60
60. ( Masa Lalu 45 )
61
61. ( Masa Lalu 46 )
62
62. ( Masa Lalu 47 )
63
63. ( Masa Lalu 48 )
64
64. ( Masa Lalu 49 end )
65
65. Masa Kini1 SB
66
66. Masa Kini2 SB
67
67. Masa Kini3 SB
68
68. Masa Kini4 SB
69
69. Masa Kini5 SB
70
70. Masa Kini6 SB
71
71. Masa Kini7 SB
72
72. Masa Kini8 SB
73
73. Masa Kini9 SB
74
74. Masa Kini10 SB
75
75. Masa Kini11 SB
76
76. Masa Kini12 SB
77
77. Masa Kini13 SB
78
78. Masa Kini14 SB
79
79. Masa Kini15 SB
80
80. Masa Kini16 SB
81
81. Masa Kini17 SB
82
82. Masa Kini18 SB
83
83. Masa Kini19 SB
84
84. Masa Kini20 SB
85
85. Masa Kini21 SB
86
86. Masa Kini22 SB
87
87. Masa Kini23 SB
88
88. Masa Kini24 SB
89
89. Masa Kini25 SB
90
90. Masa Kini26 SB
91
91. Masa Kini27 SB
92
92. Masa Kini28 SB
93
93. Masa Kini29 SB
94
94. Masa Kini30 SB
95
95. Masa Kini31 SB
96
96. Masa Kini32 SB
97
97. Masa Kini33 SB
98
98. Masa Kini34 SB.
99
99. Masa Kini35 SB
100
100. Masa Kini36 SB
101
101. Masa Kini37 SB.
102
102. Masa Kini38 SB
103
103. Masa Kini39 SB
104
104. Masa Kini40 SB
105
105. Masa Kini41 SB
106
106. Masa Kini42 SB
107
107. Masa Kini43 SB
108
108. Masa Kini44 SB
109
109. Masa Kini45 SB
110
110. Masa Kini46 SB
111
111. Masa Kini47 SB
112
112. Masa Kini48 SB
113
113. Masa Kini49 SB
114
114. Masa Kini50 SB
115
115. Masa Kini51 SB
116
116. Masa Kini52 SB
117
117. Masa Kini53 SB
118
118. Masa Kini54 SB
119
119. Masa Kini55 SB
120
120. Masa Kini56 SB
121
121. Masa Kini57 SB
122
122. Masa Kini58 SB
123
123. Masa Kini59 SB
124
124. Masa Kini60 SB
125
125 Masa Kini61 SB.
126
126. Masa Kini62 SB
127
127. Masa Kini63 SB
128
128. Masa Kini64 SB
129
129. Masa Kini65 SB
130
130. Masa Kini66 SB
131
131. Masa Kini67 SB
132
132. Masa Kini68 SB
133
133. Masa Kini69 SB
134
134. Masa Kini70 SB
135
135. Masa Kini71 SB
136
136. Masa Kini72 SB
137
137. Masa Kini73 SB
138
138. Masa Kini74 SB
139
139. Masa Kini75 SB
140
140. Masa Kini76 SB
141
141. Masa Kini78 SB
142
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!