### Keesokan harinya.
Cyrene datang menemui Glen sesuai dangan yang sudah ia katakan kemarin malam.
Begitu Cyrene tiba di ruang medis, ia dikejutkan dengan Carlo yang sudah berada disana seolah tengah menunggu dirinya. Carlo memberi isyarat menggunakan jari tangannya dengan menunjuk kursi kosong di depannya, meminta Cyrene duduk berhadapan dengan Glen yang duduk disamping Carlo.
"Kau yakin ingin melakukan uji coba itu sekarang?" tanya Carlo memastikan.
"Ya, karena hanya itu yang bisa kulakukan untuk saat ini," jawab Cyrene.
"Aku memintamu untuk istirahat lebih lama," harap Carlo.
" Berapa lama?" tanya Cyrene.
"Satu bulan," jawab Carlo.
"Mustahil," sanggah Cyrene.
"Itu terlalu lama. Lagi pula aku baik-baik saja," sambungnya.
"Luka dipunggungmu bahkan belum mengering. Dan kembali terbuka setelah latih tanding kemarin, apakah itu yang kau sebut baik-baik saja?" sanggah Carlo.
"Tapi, kali ini aku hanya melakukan uji coba. Itu tidak akan membebani fisik, benar bukan?" jawab Cyrene.
"Biasanya kau lebih suka latihan menembak, kenapa sekarang Jeep?" tanya Carlo.
"Jika ada hal yang belum kupelajari dari menggunakan senjata api, aku dengan senang hati akan berlatih lagi," jawab Cyrene tenang.
"Hhaahh,,," desah Carlo meletakkan telapak tangan di wajahnya.
"Sepertinya aku harus meminta Dexter segera kembali kemari untuk sementara," lanjutnya.
"Dexter? Aku baru pertama kali mendengar namanya. Siapa dia?" sambut Cyrene penasaran.
"Satu-satunya yang tercepat dalam merakit senjata. Dan bisa membuat senjata api, termasuk menembak dengan menghindari penghalang didepan target," terang Carlo.
"Itu luar biasa," sambut Cyrene antusias.
"Dimana dia sekarang?" imbuhnya bertanya.
"Masih dalam misi, dan aku belum mendengar kabar apakah dia sudah menyelesaikan misi terakhir atau belum," jelas Carlo.
"Bahkan dalam tujuh tahun?" sambut Cyrene tak percaya.
"Lebih tepatnya delapan tahun," ralat Carlo.
"Misi apa yang dia lakukan hingga memakan waktu selama itu?" tanya Cyrene.
"Dia sekaligus menjalani kehidupan biasa, dan bukan sepenuhnya terpaku dengan misi. Dia telah menyelesaikan misi tiga bulan setelah ditugaskan, tapi dia menetap di sana dan menerima misi apa pun yang kami berikan padanya," terang Carlo.
"Dan pergi kemana pun misi itu di berikan, namun dia tidak perlu lagi kembali ke Camp ini," imbuhnya.
"Sepertinya dia memiliki posisi yang sama seperti kakak," sambut Cyrene.
"Hampir, hanya saja aku tidak mungkin meninggalkan Camp ini," ucap Carlo.
"Dan kau sudah melampauinya jika hanya dari segi bela diri, dan kinerja menyelesaikan tugas," imbuhnya.
"Mustahil, aku tidak bisa menembak target yang terhalang oleh sesuatu," sanggah Cyrene.
"Tapi reflekmu jauh lebih baik darinya," balas Carlo.
"Dan dia tidak bisa menciptakan alat yang bisa membuat mobil bisa melaju lebih cepat seperti yang kamu lakukan dan kamu juga mengemudi dengan sangat baik, dan itu lebih baik darinya," jelas Carlo.
"Bisa di katakan, kamu termasuk pengemudi terbaik di Camp ini untuk saat ini," imbuhnya
"Entahlah, aku tak yakin dengan itu, aku bahkan tidak bisa merakit senjata," sambut Cyrene menaikkan bahunya.
"Kelebihan dan kekurangan akan selalu di miliki setiap orang, Ren," sela Glen.
"Itulah sebabnya kenapa ketika menjalani misi selalu di butuhkan dua orang dengan kemampuan berbeda," imbuhnya.
"Aku juga mengerti tentang hal itu," sambut Cyrene tersenyum tipis.
"Jadi,,," ucap Cyrene beralih menatap Carlo.
"Apakah aku di perbolehkan atau tidak?" imbuhnya bertanya.
"Baiklah, aku mengijinkanmu melakukan uji coba jeep dengan ditemani Glen," ucap Carlo.
"Terima kasih, kak," sambut Cyrene tersenyum.
"Glen, bawalah perlengkapan medismu, mungkin kamu akan membutuhkannya, lebih tepatnya Cyrene yang memerlukannya," saran Carlo.
"Tentu saja aku akan membawanya," jawab Glen cepat.
"Dan untuk mu Cyrene!" Carlo kembali menatap Cyrene.
"Lebih baik perlakukan dengan baik jeep yang akan kau gunakan," saran Carlo.
"Mengapa?" Cyrene mengerutkan keningnya.
"Karena jeep itu akan menjadi milikmu, jangan menghancurkan usaha mereka yang susah payah memodifikasi jeep sesuai dengan apa yang kamu sukai," ungkap Carlo.
"Tunggu sebentar,," Cyrene mengangkat satu tangannya.
"Kenapa Jeep itu menjadi milikku? Aku bahkan baru tujuh tahun disini, bukankah itu terlalu cepat bagiku untuk mendapatkan sesuatu? Terutama itu adalah Jeep," tanya Cyrene terkejut.
"Karena kau telah menyelamatkan mereka yang berada dalam bahaya ketika ditengah misi, salah satunya Glen yang membuatmu harus menjalani operasi," jelas Carlo.
"Disamping itu, kinerjamu yang sangat baik, caramu memimpin saat menjalankan misi dan kau yang menjadi ketuanya, semua yang bersamamu ketika menjalankan tugas, tak satupun dari mereka mengeluh. Mereka bahkan memujimu dan ingin memberikan sesuatu untukmu," papar Carlo.
"Kenapa mereka berlebihan seperti itu?" keluh Cyrene menepuk dahinya.
"Itu hal yang wajar bukan? Jika dibandingkan dengan kau yang mengorbankan nyawa mu sendiri," jawab Carlo.
"Aku bahkan berpikir untuk memberimu libur," imbuhnya.
"Libur?" Cyrene melebarkan matanya.
"Ya, tapi aku aku akan memberimu pilihan," jawab Carlo.
"Dan apa itu?" sambut Cyrene.
"Kamu bisa libur dan tetap disini, namun bebas melakukan apa pun yang kamu mau dan tidak memiliki jadwal latihan. Atau kamu pulang ke kotamu tinggal dan menjalankan misi berjalan yang mungkin akan kuberikan sewaktu-waktu padamu," papar Carlo.
"Tentu saja, kamu akan ku masukan kedalam departemen kepolisisan, namun tetap menjaga identitasmu. Posisi di kepolisian hanya untuk memudahkanmu mencari informasi yang kamu butuhkan, dan hanya mereka yang dipercaya saja yang tau siapa kamu sebenarnya, intinya identitasmu tetap aman," papar Carlo.
"Apakah itu artinya aku juga bebas melakukan apa pun?" tanya Cyrene.
"Ya, karena pada dasarnya kamu sudah mendapat hak istimewa atas pencapaianmu, jadi bisa dikatakan posisimu saat ini sebagai tangan kananku, namun tetap memiliki kebebasan," jelas Carlo.
"Apakah aku juga boleh mewarnai rambutku?" tanya Cyrene.
"Tentu saja," jawab Carlo dengan kening berkerut.
"Dari semua hal yang kukatakan, kamu hanya tertarik dengan mewarnai rambut?" tanya Carlo.
"Karena aku ingin mewarnai sedikit rambutku," jawab Cyrene menaikan bahunya.
"Baiklah, jika itu yang kamu mau, kamu bisa melakukannya. Itu adalah hal remeh, kau tau?" sambut Carlo terkekeh sembari mengeleng-gelengkan kepalanya..
"Kau bisa pergi, dan tolong ingatlah jangan memaksakan dirimu sampai kamu benar-benar pulih," harap Carlo.
Cyrene memberikan anggukan tegas dan segera pergi bersama Glen. Mereka berdua pergi menggunakan mobil Glen menuju tempat dimana mobil dimodifikasi.
Mereka berdua tiba setelah beberapa menit menempuh perjalanan dijalan berbatu. Disambut dengan bangunan dinding batu yang berdiri kokoh mengelilingi area itu.
Terdapat bangunan setinggi dua puluh meter dimana bagian dalamnya sangat luas berisi beberapa mobil yang telah selesai di modifikasi dan beberapa masih dalam tahap modifikasi.
Kedatangan Cyrene disambut hangat oleh orang yang berada disana. Dimana mereka telah mengenal satu sama lain, namun hanya beberapa yang akrab dengan Cyrene.
"Wah,,, ini kejutan. Aku tidak menyangka kau akan datang setelah lama tidak muncul disini," sambut pria berkulit hitam dengan perawakan lebih tinggi dan besar dari Glen.
"Apa kabar, Dixon?" sapa Cyrene tersenyum ramah.
"Jauh lebih baik setelah kau datang," jawab Dixon dengan senyum lebar.
"Caramu bericara masih tetap manis seperti biasa," sambut Cyrene yang di balas dengan tawa ringan.
"Ingin menguji jeep milikmu?" ucap Dixon bertanya.
"Benar,,, Eerrr,," Cyrene memutar bola matanya, masih setengah percaya dengan apa yang Carlo katakan sebelumnya.
"Jadi yang dikatakan kak Carlo benar? Bahwa ini_,,,"
"Jeep milikmu, untukmu. Tentu saja benar, kau pikir aku akan bercanda jika sudah berkaitan dengan mobil? Terlebih itu untukmu?" potong Dixon cepat.
"Ini adalah jenis Jeep Gladiator yang kurubah total dari segi mesin dan body-nya, tapi aku yakin ini akan sangat pas untukmu. Warna hitam metalik, dan bagian dalam yang kubuat senyaman mungkin," terang Dixon.
"Dan tolong jangan tersinggung, aku juga memposisikan bagian dalamnya agar sesuai dengan tinggi tubuhnmu," imbuhnya.
"Menakjubkan," Cyrene berdecak kagum melihat jeep hitam didepannya.
"Ingin mencobanya?" tawar Dixon.
"Bolehkah?" tanya Cyrene dengan mata berbinar.
"Tentu saja. Ini sudah siap untukmu," jawab Dixon tertawa renyah.
Dengan bantuan Dixon, Cyrene mengeluarkan jeep itu dengan mulus. Setelah menerima kunci, Cyrene segera menaiki jeep diikuti Glen.
"Apakah kita akan turun ke kota?" tanya Glen seraya memasang seatbelt.
"Yap,,, karena itu tujuanku sejak awal bukan? Jika kita hanya mengujinya disini, itu tidak akan menghasilkan apa pun. Lagi pula aku juga mau mencoba ini," ucap Cyrene santai.
Cyrene menunjukkan benda kecil berbentuk seperti Pendrive pada Glen, dan ia tau betul itu bukanlah Pendrive.
"Kamu sudah menyempurnakannya?" tanya Glen.
"Tepat, aku penasaran bagaimana hasilnya. Dan tenang saja, aku janji tidak akan berlebihan," janji Cyrene.
"Aku percaya padamu, jika memang kau sudah berkata seperti itu, maka akan seperti itu," sambut Glen.
"Kita berangkat?" tanya Cyrene.
"Baiklah," sambut Glen.
Cyrene tersenyum dan mulai menghidupkan mesin mobil. Suara raungan jeep yang menggema membuat Cyrene tersenyum puas. Ia segera menjalankan mobilnya menuruni bukit menuju jalanan kota.
...%%%%%%%%...
.....
. . . .
To be continued,,,
NOTE:
-Pendrive
Adalah perangkat data penyimpanan portable yang sering di gunakan untuk menyimpan file digital
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Vincar
Menyala Cyrene❤️🔥
2024-06-18
0
Birru
andai saja didunia nyata bisa seperti itu pasti punya mobil sesuai keinginan kita
2024-06-04
1
Jumli
keren yaa. bentuk kendaraan bisa di ubah2 sendiri 😍
2024-04-25
1