15. Misi Ringan

"Mereka siapa?" tanya Cyrene seraya menaikan kemejanya untuk menutupi bahunya yang sebelumnya terbuka selama proses pengobatan.

Namun dua orang yang terlihat asing bagi Cyrene sempat melihat luka bekas peluru di dekat tulang selangka Cyrene kembali melebarkan kedua mata mereka.

"Mereka siapa? Dan sejak kapan kalian berdua berada di sini?" tanya Cyrene menatap Barny dan Kenzo bergantian.

Mereka yang mendengar pertanyaan Cyrene tertawa pelan sembari menepuk dahi mereka masing-masing termasuk Glen yang kini telah berada di belakangnya.

"Jahat sekali, bisa-bisanya kau tidak lagi mengenali mereka," sambut Barny tergelak.

"Aku tidak pernah melihat mereka latihan bersama kita sebelumnya," sanggah Cyrene.

"Atau aku yang telah salah mengingat di sini?" imbuhnya bertanya.

"Kamu pernah berlatih bersama mereka, hanya saja saat itu berada di bawah pengawasanku," ucap Barny.

"Bukankah itu sudah cukup lama? Aku juga tidak pernah melihat mereka berdua lagi selama beberapa bulan," sambut Cyrene.

"Mereka baru saja kembali dari misi yang ku berikan," sela Carlo.

"Lalu, kenapa mereka ada di sini sekarang?" tanya Cyrene.

"Mereka hanya penasaran kenapa kau sering sekali ke ruang medis bersama Carlo," jawab Barny.

"Haa,,,?" sambut Cyrene mengerjap bingung.

"Aku berada di sini bukan karena ingin," sambut Cyrene.

"Jika aku bisa memilih, aku tidak mau ke ruangan ini," tambahnya memasang ekspresi keberatan.

"Kalau begitu, berhentilah bersikap keras kepala dan istirahatlah sampai lukamu mengering," balas Carlo.

"Errr,,,," Cyrene memutar bola matanya sebelum kembali bersuara.

"Terlalu berat," jawabnya.

"Bagaimana jika kau berikan saja misi ringan untuk mereka berdua dan Ren ikut bersama mereka?" sela Glen memberi saran seraya menunjuk Paul dan temannya.

"Misi ringan seperti apa tepatnya?" tanya Cyrene.

"Menangkap orang yang selalu melakukan pelecehan melalui foto,"

"Polisi tidak bisa bertindak karena tidak memiliki cukup bukti, jadi kita bisa membantu mereka menangkap orang ini," ungkap Carlo.

"Bukankah itu misi pelatihan dasar? Dan aku sudah menyelesaikan empat misi seperti itu sebelumnya?" sambut Cyrene bertanya.

"Memang benar," jawab Carlo menaikan bahunya.

"Tapi, apa salahnya kita membantu mereka? Anggaplah kita juga membantu para wanita yang di lecehkan oleh si bren*gsek ini," sambungnya.

"Apakah aku juga boleh memukul wajah si mesum ini?" tanya Cyrene.

"Tidak!" tegas Carlo.

"Cih,,,!" cibir Cyrene.

"Padahal orang sepertinya lebih pantas memiliki wajah tak berbentuk," imbuhnya.

"Hanya jika dia tidak melecehkanmu. Tapi, jika dia sampai melecehkanmu, terserah padamu ingin kau apakan dia. Pastikan saja dia tetap hidup," sambung Carlo.

"Bagus! Itu melegakan untuk di dengar," jawab Cyrene.

"Berhentilah kalian berdua!" erang Glen.

"Kenapa sekarang Ren juga menjadi sadis sepertimu, Carlo? Apa sebenarnya yang kau ajarkan padanya?" tambahnya bertanya.

"Aku hanya bercanda, dan dia juga tahu itu," sambut Carlo tertawa.

"Jadi, apakah kau mau menerima misinya?" tanya Carlo.

"Dan kabar baiknya, itu ada di kota tempat tinggal asalmu," timpal Glen.

"Kenapa aku?" keluh Cyrene.

"Karena aku memintamu untuk istirahat tapi kau terus menolak," jawab Carlo.

"Perbedaannya di sini adalah, aku bisa memberimu tugas lain selama kamu berada di sana tanpa perlu kembali ke Camp,"

"Tentu saja mereka berdua akan membantumu, dan jika mereka berdua tidak cukup aku akan mengirim Barny atau Kenzo untuk menyusul,"

"Termasuk Brandon jika itu di perlukan," papar Carlo.

Cyrene terdiam dengan pandangan terus tertuju pada Carlo yang telah menjadi pelatihnya sejak kedatangannya ke Camp.

'Apakah kemampuanku sudah cukup jika aku kembali sekarang? Aku merasa aku masih belum cukup kuat, aku bahkan belum bisa mengalahkan kak Carlo,' batin Cyrene.

'Dan cepat atau lambat, mereka akan kembali mencariku lagi,'

'Aku yang sekarang memang bisa melawan mereka, tapi sampai kapan aku bisa bertahan? Satu-satunya cara agar semua berhenti adalah aku harus menyeret akar utamanya, dan dia bukan orang yang bisa di hadapi dengan mudah,'

"Aku akan menerima misinya, tapi hanya setelah kak Carlo mengabulkan satu permintaanku," jawab Cyrene pada akhirnya.

"Apa itu?" sambut Carlo.

"Sebelum itu, bisakah kakak menjanjikannya terlebih dulu untuk mengabulkan permintaanku?' pinta Cyrene.

Carlo mengerutkan keningnya, menatap kedalam mata Cyrene untuk mencari jawaban, akan tetapi tidak bisa menemukan ataupun menebak apa permintaan yang akan di sebutkan Cyrene.

"Asalkan kamu benar-benar mau mengistirahatkan tubuhmu selama menjalani misi ini, akan ku kabulkan," jawab Carlo.

"Kakak tidak bisa menarik lagi ucapan kakak," sambut Cyrene tersenyum penuh kemenangan.

"Jangan bilang kalau kau mau_,,,"

"Latih tanding bersamaku sekali saja," jawab Cyrene.

"Kau gila atau memang kau tidak menyayangi nyawamu?" protes Glen.

"Nekat," timpal Barny.

'Dia gila menantang pelatih Carlo dengan percaya diri seperti itu,' batin Paul.

"Haahh,,," desah Carlo.

"Baiklah, satu kali saja dan kita lakukan minggu depan,"

"Atau aku tidak akan serius melawanmu dalam keadaan terluka seperti itu," tambahnya.

"Dengan senang hati," sambut Cyrene tersenyum lebar.

"Setidaknya dalam satu minggu jahitan ini sudah di lepas," imbuhnya.

"Aku tidak tau harus bagaimana mengahadapi ini," sela Kenzo menepuk dahinya.

"Dia hanya menjadikanku sebagai kelinci percobaan untuk mengukur sejauh mana kemampuannya berkembang," cetus Carlo melipat kedua tangannya.

"Ah,,, ternyata kakak mengenalku dengan sangat baik," sambut Cyrene menepuk tangannya dengan senyum lebar terbentuk di bibirnya.

"Kembalilah ke kamarmu!" perintah Carlo.

"Kita bicarakan tentang misi ini nanti," imbuhnya.

"Baik," jawab Cyrene.

Cyrene menurut kembali ke kamarnya dengan meninggalkan mereka yang masih tidak bisa mengerti dengan jalan pikirannya.

...%%%%%%%%...

"Hai tampan,"

Suara lembut seorang wanita yang berdiri di belakang Bernardo sontak membuat ia menoleh dan mendapati wanita dengan tatapan menggoda menghampiri dirinya, lalu duduk di sampingnya begitu saja.

Bernardo meneguk minuman dari gelas di tangannya dan meminta bartender untuk mengisi lagi gelasnya yang telah kosong.

"Bolehkah aku menemanimu minum?" tanya wanita itu tersenyum.

"Tidak!" jawab Bernardo tanpa menoleh.

"Bukankah sendiri itu tidak menyenangkan? Kau juga terlihat kesepian. Aku bersedia menemaimu," ujar si wanita.

"Kau bersedia, tapi aku tidak, enyahlah!" sambut Bernardo dingin.

"Jangan begitu," jawab si wanita mengulurkan satu tangannya dan mendarat di atas tangan Bernardo.

"Jauhkan tanganmu dariku jika kau masih ingin memiliki tangan itu!" dengus Bernardo menoleh ke arah si wanita dengan tatapan tajam.

Wanita itu segera menarik tangannya dan bergidik ngeri melihat wajah Bernardo.

"Enyahlah!" usir Bernardo dengan suara dingin.

Wanita itu bangun dari duduknya dan melangkah mundur. Ia bisa merasakan tatapan dingin itu bukanlah sebuah ancaman belaka.

Bernardo menghembuskan nafas kasar, kembali meneguk minumannya dan meletakkan beberapa lembar uang di bawah gelasnya sebelum pergi meninggalkan night club yang sering ia datangi.

Ia kembali ke apartemen Cyrene yang telah kosong sejak beberapa tahun terakhir, membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sembari meletakkan satu tangan menutupi wajahnya.

"Aku sangat merindukan suaranya," gumamnya pelan.

"Hahhh,,,,"

Sekali lagi ia mendesah pelan, bangun dari berbaringnya dan berniat untuk membersihkan diri ketika kakinya tidak sengaja meyentuh sesuatu di bawah tempat tidur.

Bernardo segera berjongkok dan memeriksa bawah tempat tidur. Keningnya seketika berkerut saat melihat sebuah kotak ukuran sedang berada di sana dan segera mengeluarkan kotak itu.

"Kotak ini,,,," gumamnya sembari berusaha mengingat sesuatu.

Bernardo merasa tidak asing dengan kotak itu, namun ia juga gagal untuk mengingat sesuatu yang telah ia lupakan. Perlahan ia membuka kotak itu untuk melihat isinya.

Segera setelah melihat isinya, wajahnya berubah muram. Tertawa mencemooh dirinya sendiri sembari mengusap wajahnya.

Beberapa barang yang pernah ia berikan kepada Cyrene terkumpul menjadi satu di sana. Gelang, ikat rambut, dan beberapa benda lainnya. Benda yang terlihat sederhana namun ia bisa mengingat jelas wajah bahagia Cyrene ketika menerima pemberian darinya.

Hal terakhir yang menarik perhatiannya adalah sebuah bingkai foto yang di letakkan dalam keadaan terbalik. Dengan penasaran, ia mengeluarkan bingkai itu dan membaliknya.

Tubuhnya terduduk lemas setelah melihat foto di tangannya. Cyrene yang mengenakan gaun pengantin sederhana dan dirinya yang mengenakan setelan tuksedo di ambil setelah mereka berdua mengucapkan sumpah pernikahan mereka.

Bernardo menyapukan jarinya di atas foto itu, memandangi wajah Cyrene yang terlihat bahagia meski pernikahan yang mereka jalani di lakukan dengan sangat sederhana dan secara diam-diam. Mereka bahkan tidak memiliki tamu undangan selain teman dan sahabat mereka masing-masing.

Seketika tubuhnya tersentak seolah mengingat sesuatu. Bernardo membalik kotak itu dan mencari sesuatu. Beberapa saat mencari, namun ia tidak bisa menemukan benda yang ia cari.

"Kenapa itu tidak ada di sini? Seharusnya benda itu juga ada di sini jika semua barang yang aku berikan padanya di kumpulkan di kotak ini,"

"Tapi, dimana? Kenapa tidak ada?"

"Mungkinkah dia membuangnya?"

Bernardo kembali mendesah pelan, membereskan lagi kotak itu dan kembali mendorong kotak itu ke bawah tempat tidur dengan meninggalkan bingkai foto di tangannya.

Wajah lelanya memandangi foto Cyrene, membuat dirinya teringat kembali saat dimana hubungan mereka menjadi lebih dekat sejak cafe Cyrene baru saja di rusak seseorang dan beberapakali aparteman Cyrene di datangi oleh orang yang akan mencelakainya. Membuat Cyrene terpaksa tidur di cafe selama beberapa hari di bawah pengawasan dirinya.

...%%%%%%%%...

- - - - Flashback 7 tahun yang lalu - - - - -

. . . .

. . . .

To be continued,,,,

Terpopuler

Comments

Birru

Birru

bern dan ren sudah menikah?

2024-06-15

1

Jumli

Jumli

iklan-iklan meluncur untuk mu Thor semangat trus 💪

2024-05-08

1

Jumli

Jumli

di bawa sama dia.

2024-05-08

1

lihat semua
Episodes
1 1. Camp
2 2.Peduli
3 3.Pertemuan
4 4.Rasa Takut
5 5. Datang ke Cafe
6 6. Bahaya!
7 7. Di Ganggu.
8 8. Tiba-tiba
9 9. Pindah,,,?!?
10 10. Masa kini
11 11. Hadiah
12 12. Kejadian
13 13. Melihatnya
14 14. Sikap abai
15 15. Misi Ringan
16 16. Sepakat (Masa lalu 1)
17 17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18 18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19 19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20 20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21 21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22 22. Khawatir (Masa lalu 7)
23 23. Cemburu (Masa lalu 8)
24 24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25 25. Menjebak (Masa lalu 10)
26 26. Hampir (Masa lalu 11)
27 27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28 28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29 29. Terjalin (Masa lalu 14)
30 30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31 31. Rencana (Masa lalu 16)
32 32. Cincin (Masa lalu 17)
33 33. Lamaran (Masa lalu 18)
34 34. (Masa lalu 19)
35 35. (Masa lalu 20)
36 36 (Masa lalu 21)
37 37. ( Masa lalu 22)
38 38. (Masa lalu 23)
39 39. (Masa lalu 24)
40 40. (Masa lalu 25)
41 41. (Masa lalu 26)
42 42. (Masa lalu 27)
43 43. (Masa Lalu 28)
44 44. (Masa Lalu 29)
45 45. (Masa Lalu 30 )
46 46. ( Masa Lalu 31 )
47 47. ( Masa Lalu 32 )
48 48. ( Masa Lalu 33 )
49 49. ( Masa Lalu 34 )
50 50. ( Masa Lalu 35 )
51 51. ( Masa Lalu 36 )
52 52. ( Masa Lalu 37 )
53 53. ( Masa Lalu 38 )
54 54. ( Masa Lalu 39 )
55 55. ( Masa Lalu 40 )
56 56. ( Masa Lalu 41)
57 57. ( Masa Lalu 42 )
58 58. ( Masa Lalu 43 )
59 59. ( Masa Lalu 44 )
60 60. ( Masa Lalu 45 )
61 61. ( Masa Lalu 46 )
62 62. ( Masa Lalu 47 )
63 63. ( Masa Lalu 48 )
64 64. ( Masa Lalu 49 end )
65 65. Masa Kini1 SB
66 66. Masa Kini2 SB
67 67. Masa Kini3 SB
68 68. Masa Kini4 SB
69 69. Masa Kini5 SB
70 70. Masa Kini6 SB
71 71. Masa Kini7 SB
72 72. Masa Kini8 SB
73 73. Masa Kini9 SB
74 74. Masa Kini10 SB
75 75. Masa Kini11 SB
76 76. Masa Kini12 SB
77 77. Masa Kini13 SB
78 78. Masa Kini14 SB
79 79. Masa Kini15 SB
80 80. Masa Kini16 SB
81 81. Masa Kini17 SB
82 82. Masa Kini18 SB
83 83. Masa Kini19 SB
84 84. Masa Kini20 SB
85 85. Masa Kini21 SB
86 86. Masa Kini22 SB
87 87. Masa Kini23 SB
88 88. Masa Kini24 SB
89 89. Masa Kini25 SB
90 90. Masa Kini26 SB
91 91. Masa Kini27 SB
92 92. Masa Kini28 SB
93 93. Masa Kini29 SB
94 94. Masa Kini30 SB
95 95. Masa Kini31 SB
96 96. Masa Kini32 SB
97 97. Masa Kini33 SB
98 98. Masa Kini34 SB.
99 99. Masa Kini35 SB
100 100. Masa Kini36 SB
101 101. Masa Kini37 SB.
102 102. Masa Kini38 SB
103 103. Masa Kini39 SB
104 104. Masa Kini40 SB
105 105. Masa Kini41 SB
106 106. Masa Kini42 SB
107 107. Masa Kini43 SB
108 108. Masa Kini44 SB
109 109. Masa Kini45 SB
110 110. Masa Kini46 SB
111 111. Masa Kini47 SB
112 112. Masa Kini48 SB
113 113. Masa Kini49 SB
114 114. Masa Kini50 SB
115 115. Masa Kini51 SB
116 116. Masa Kini52 SB
117 117. Masa Kini53 SB
118 118. Masa Kini54 SB
119 119. Masa Kini55 SB
120 120. Masa Kini56 SB
121 121. Masa Kini57 SB
122 122. Masa Kini58 SB
123 123. Masa Kini59 SB
124 124. Masa Kini60 SB
125 125 Masa Kini61 SB.
126 126. Masa Kini62 SB
127 127. Masa Kini63 SB
128 128. Masa Kini64 SB
129 129. Masa Kini65 SB
130 130. Masa Kini66 SB
131 131. Masa Kini67 SB
132 132. Masa Kini68 SB
133 133. Masa Kini69 SB
134 134. Masa Kini70 SB
135 135. Masa Kini71 SB
136 136. Masa Kini72 SB
137 137. Masa Kini73 SB
138 138. Masa Kini74 SB
139 139. Masa Kini75 SB
140 140. Masa Kini76 SB
141 141. Masa Kini78 SB
142 Karya baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1. Camp
2
2.Peduli
3
3.Pertemuan
4
4.Rasa Takut
5
5. Datang ke Cafe
6
6. Bahaya!
7
7. Di Ganggu.
8
8. Tiba-tiba
9
9. Pindah,,,?!?
10
10. Masa kini
11
11. Hadiah
12
12. Kejadian
13
13. Melihatnya
14
14. Sikap abai
15
15. Misi Ringan
16
16. Sepakat (Masa lalu 1)
17
17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18
18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19
19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20
20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21
21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22
22. Khawatir (Masa lalu 7)
23
23. Cemburu (Masa lalu 8)
24
24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25
25. Menjebak (Masa lalu 10)
26
26. Hampir (Masa lalu 11)
27
27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28
28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29
29. Terjalin (Masa lalu 14)
30
30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31
31. Rencana (Masa lalu 16)
32
32. Cincin (Masa lalu 17)
33
33. Lamaran (Masa lalu 18)
34
34. (Masa lalu 19)
35
35. (Masa lalu 20)
36
36 (Masa lalu 21)
37
37. ( Masa lalu 22)
38
38. (Masa lalu 23)
39
39. (Masa lalu 24)
40
40. (Masa lalu 25)
41
41. (Masa lalu 26)
42
42. (Masa lalu 27)
43
43. (Masa Lalu 28)
44
44. (Masa Lalu 29)
45
45. (Masa Lalu 30 )
46
46. ( Masa Lalu 31 )
47
47. ( Masa Lalu 32 )
48
48. ( Masa Lalu 33 )
49
49. ( Masa Lalu 34 )
50
50. ( Masa Lalu 35 )
51
51. ( Masa Lalu 36 )
52
52. ( Masa Lalu 37 )
53
53. ( Masa Lalu 38 )
54
54. ( Masa Lalu 39 )
55
55. ( Masa Lalu 40 )
56
56. ( Masa Lalu 41)
57
57. ( Masa Lalu 42 )
58
58. ( Masa Lalu 43 )
59
59. ( Masa Lalu 44 )
60
60. ( Masa Lalu 45 )
61
61. ( Masa Lalu 46 )
62
62. ( Masa Lalu 47 )
63
63. ( Masa Lalu 48 )
64
64. ( Masa Lalu 49 end )
65
65. Masa Kini1 SB
66
66. Masa Kini2 SB
67
67. Masa Kini3 SB
68
68. Masa Kini4 SB
69
69. Masa Kini5 SB
70
70. Masa Kini6 SB
71
71. Masa Kini7 SB
72
72. Masa Kini8 SB
73
73. Masa Kini9 SB
74
74. Masa Kini10 SB
75
75. Masa Kini11 SB
76
76. Masa Kini12 SB
77
77. Masa Kini13 SB
78
78. Masa Kini14 SB
79
79. Masa Kini15 SB
80
80. Masa Kini16 SB
81
81. Masa Kini17 SB
82
82. Masa Kini18 SB
83
83. Masa Kini19 SB
84
84. Masa Kini20 SB
85
85. Masa Kini21 SB
86
86. Masa Kini22 SB
87
87. Masa Kini23 SB
88
88. Masa Kini24 SB
89
89. Masa Kini25 SB
90
90. Masa Kini26 SB
91
91. Masa Kini27 SB
92
92. Masa Kini28 SB
93
93. Masa Kini29 SB
94
94. Masa Kini30 SB
95
95. Masa Kini31 SB
96
96. Masa Kini32 SB
97
97. Masa Kini33 SB
98
98. Masa Kini34 SB.
99
99. Masa Kini35 SB
100
100. Masa Kini36 SB
101
101. Masa Kini37 SB.
102
102. Masa Kini38 SB
103
103. Masa Kini39 SB
104
104. Masa Kini40 SB
105
105. Masa Kini41 SB
106
106. Masa Kini42 SB
107
107. Masa Kini43 SB
108
108. Masa Kini44 SB
109
109. Masa Kini45 SB
110
110. Masa Kini46 SB
111
111. Masa Kini47 SB
112
112. Masa Kini48 SB
113
113. Masa Kini49 SB
114
114. Masa Kini50 SB
115
115. Masa Kini51 SB
116
116. Masa Kini52 SB
117
117. Masa Kini53 SB
118
118. Masa Kini54 SB
119
119. Masa Kini55 SB
120
120. Masa Kini56 SB
121
121. Masa Kini57 SB
122
122. Masa Kini58 SB
123
123. Masa Kini59 SB
124
124. Masa Kini60 SB
125
125 Masa Kini61 SB.
126
126. Masa Kini62 SB
127
127. Masa Kini63 SB
128
128. Masa Kini64 SB
129
129. Masa Kini65 SB
130
130. Masa Kini66 SB
131
131. Masa Kini67 SB
132
132. Masa Kini68 SB
133
133. Masa Kini69 SB
134
134. Masa Kini70 SB
135
135. Masa Kini71 SB
136
136. Masa Kini72 SB
137
137. Masa Kini73 SB
138
138. Masa Kini74 SB
139
139. Masa Kini75 SB
140
140. Masa Kini76 SB
141
141. Masa Kini78 SB
142
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!