### 7 Tahun yang lalu.....
Sebuah Restoran Asia yang terlihat elegan dan mewah. Cyrene menatap restoran itu dengan tatapan tak percaya. Berulang kali ia memeriksa ponselnya untuk memastikan alamat yang ia terima melalui pesan dengan nama 'Bernardo' tertera di sana.
"Kencan buta menyebalkan!" gerutunya.
"Jika aku sampai salah alamat, ini akan sangat memalukan. Kenapa tempatnya terlewat mewah seperti ini?" imbuhnya.
Dengan langkah berat, ia memasuki Restoran yang disambut dengan ramah oleh seorang pria berjas hitam yang berdiri didepan pintu masuk.
Nafasnya tercekat begitu melihat apa yang ada didalamnya. Beberapa pasangan yang tengah menikmati hidangan mengenakan pakaian mewah mereka. Lilin yang ada disetiap meja memberikan cahaya redup menambah kesan hangat.
Cyrene menunduk melihat pakaian yang ia kenakan, lalu kembali melihat sekeliling. Wajahnya berubah tersenyum masam seolah tengah menahan sakit.
'Tidak mungkin disini kan? Ini terlalu mewah. Bagaimana jika aku salah?' bisik hatinya.
Menggeleng pelan, perlahan Cyrene melangkah mundur berniat pergi meninggalkan tempat itu. Merasa dirinya telah salah tempat jika berada disana. Tanpa memikirkan apa pun lagi, Cyrene segera membalikan badannya.
Tanpa di sadari olehnya, dibelakang Cyrene telah berdiri seorang pria yang hendak masuk. Tepat ketika ia membalikkan badannya, tak bisa dihindari Cyrene menabrak pria itu, ia seolah baru saja membentur dinding keras hingga membuatnya terhuyung kebelakang kehilangan keseimbangan. Namun, sepasang tangan kokohnya bergerak lebih cepat menahan Cyrene, menghindarkan dirinya dari terjatuh.
"Ahh,,,M-Maaf,,,, Maafkan saya, saya tidak sengaja," sesal Cyrene gugup dan segera menegakkan badannya, menunduk malu.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya pria itu cemas.
"Saya baik-baik saja, terima kasih. Dan maaf telah menabrak anda," jawab Cyrene seraya mendongak untuk melihat pria yang ditabraknya lalu menunduk lagi.
'Besar sekali, tinggiku bahkan tak mencapai bahunya. Aduhh,,, jika dia marah, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan,' batin Cyrene menelan ludah kala melihat pria yang bertubuh tinggi dan besar berdiri didepannya.
"Cyrene,,,? Apakah aku benar?" tanya pria itu.
Cyrene mengarahkan pandangannya pada pria itu sedikit terkejut karena pria itu mengetahui namanya, tapi pria itu justru tersenyum lembut padanya.
"Iya,,, Benar,,, Anda,,,?" tanya Cyrene mengerutkan kening.
"Aku Bernardo," jawab pria itu mengulurkan tangannya.
"Ahh iya,,," Cyrene menyambut tangannya dengan canggung, menyadari dialah pria yang akan ditemuinya.
'Tangannya kecil sekali. Tubuh kecilnya seolah bisa saja hancur jika aku mengenggamnya terlalu kuat,' batin Bernardo.
"Meja kita ada didalam, ayo kita masuk," ajaknya.
"Ahh iya, baik," jawab Cyrene gugup.
Bernardo berjalan beriringan mengimbangi langkah Cyrene. Begitu tiba dimeja mereka yang terletak dibalkon dengan atap terbuka. Bernardo menarik kursi untuk Cyrene duduk.
"Terma kasih," ucap Cyrene tersenyum.
'Dia tau cara menjadi seorang pria,' batin Cyrene tersenyum kagum.
"Bukan masalah," jawab Bernardo lalu mengitari meja dan menarik kursi lain untuk dirinya sendiri.
"Kau tampak berbeda dari saat kita mengobrol melalui pesan," kata Bernardo tersenyum menatap lekat Cyrene yang duduk di depannya.
"Kau bahkan lebih cantik secara pribadi dibandingkan dengan foto yang kau kirimkan," imbuhnya.
'Kenapa dia terlihat tegang sekali? Apakah dia takut padaku?' batin Bernardo.
"Uhm,,, terima kasih,,,,," ucap Cyrene gugup.
"Sebelum itu, ijinkan saya meminta maaf kepada anda terlebih dahulu," imbuhnya.
"Meminta maaf?" ulang Bernardo dengan kening berkerut.
Cyrene menatap Bernado sekilas, lalu menunduk lagi sembari meremas jari tangannya.
"Itu,,,Uhm,,,,sebenarnya,,,itu,,, bukan saya," ungkap Cyrene meremas tangannya yang mulai berkeringat, tidak berani menatap matanya.
"Bukan kamu?" ulang Bernardo mengerutkan kening.
"Yang mengobrol bersama anda di aplikasi kencan adalah teman saya. Dia menggunakan foto dan nama saya,"
"Saya bahkan tidak tau apa saja yang dia katakan, dia hanya mengatakan telah membuat janji untuk bertemu,"
"Dan saya menemui anda untuk meminta maaf atas namanya juga atas nama saya sendiri," ungkap Cyrene terus menunduk.
"Jadi, kau menyesal menemuiku malam ini?" tanya Bernand.
"Tidak,,, bukan begitu," sanggah Cyrene segera mengangkat wajahnya.
"Emmm itu_,,," kalimat Cyrene terpotong saat pelayan datang menyela.
"Permisi tuan,nona. Apakah anda siap memesan?" tanya pelayan itu ramah,
"Ya,,," jawab Bernardo singkat lalu menerima daftar menu.
"Apa yang ingin kamu makan?" tanya Bernardo.
"Emmm,,,saya,,,"
'Aduh,,,kenapa aku segugup ini? Aku juga sulit sekali bersikap normal,' rutuk hatinya.
Bernardo dengan sabar menunggu apa yang ingin dipesan Cyrene dengan terus menatap lekat wajah cantik di depannya.
"Apakah kau tidak keberatan jika aku yang memesan?" tanya Bernardo seolah melihat kebingungan Cyrene.
"Ya,,,tolong,,," jawab Cyrene cepat dengan senyum canggung.
Bernardo tersenyum dan mulai memilih menu, sementara sang pelayan mencatat pesanan mereka sembari menahan tawanya. Pelayan itu bahkan memperhatikan pakaian yang di kenakan Cyrene serta memberikan senyuman mengejek.
Cyrene menunduk gelisah, samar-samar ia bisa mendengar Bernardo memesan Khao Tom,Pad Thai dan menu lain yang tak dimengerti olehnya.
"Apa kau takut padaku?" tanya Bernardo setelah pelayan pergi.
"Ehh,,, Apa? Tidak!" elak Cyrene tergagap menjawab pertanyaan Bernardo yang tidak diduganya.
Menghembuskan nafas panjang dan mengatur suaranya, Cyrene mulai tersenyum dan berkata pelan.
"Sejujurnya,,, Agak,,, Tapi, mendengar anda bertanya seperti itu sedikit mengangkat perasaan itu," jawab Cyrene.
"Dan lebih kearah gugup alih-alih takut pada anda. Terima kasih sudah bertanya," tambahnya.
"Takut aku akan menyakitimu karena apa yang telah temanmu lakukan?"tanya Bernardo.
"Ehmm,,, Ya,,, Salah satunya. Hal itu akan membuat orang lain berpikir dirinya telah dipermainkan juga di tipu," jawab Cyrene mulai bisa mengontrol suaranya.
"Sejujurnya,,, Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Lagi pula jika memang benar itu yang terjadi kita bisa mulai lagi dari awal," sahut Bernardo tenang.
Cyrene tersenyum tulus. Di lubuk hatinya ia merasa terkesan dengan sikap yang ditunjukkan Bernardo.
'Siapa yang akan menyangka, pria yang terlihat kuat seperti Bernardo, di dukung dengan badannya yang besar justru memiliki sikap yang selembut ini,' batin Cyrene.
"Jadi,,, Ceritakan tentang dirimu," ucap Bernardo.
"Oh,,, Dan tolong jangan bersikap formal padaku. Aku ingin kamu juga menikmati awal yang nyaman untukmu," tambahnya.
Cyrene tersenyum setuju. Namun sebelum Cyrene membuka suara, pelayan datang lagi membawakan pesanan mereka.
Sesaat Cyrene memperhatikan pelayan yang ada didepannya dan beberapa pelayan wanita yang ada disana. Mereka terlihat cantik dan menawan. Para pengunjung wanita yang berada disana pun sangat cantik dengan balutan pakaian mewah mereka.
Bernardo sendiri mengenakan setelan jas hitam yang elegan. Sementara dirinya hanya mengenakan setelan jens dengan atasan lengan panjang. Tapi, mata Bernardo justru hanya terpaku pada Cyrene.
"Apa yang ingin kamu ketahui?" tanya Cyrene setelah pelayan pergi.
"Semua hal tentangmu," jawab Bernardo menggerakkan satu tangannya.
"Seperti apa yang kamu lakukan setiap hari. Apa saja yang berkaitan denganmu. Setidaknya aku ingin tau beberapa hal dasar tentang dirimu untuk pertemuan kita selanjutnya," jawab Bernardo terus terang.
"Kamu,,, Menginginkan pertemuan kedua?" tanya Cyrene dengan mata melebar.
"Tentu saja! Dan jujur saja, aku sangat ingin hal itu terjadi. Tapi, itu akan terjadi hanya jika kamu setuju," jawab Bernardo.
"Aku mengerti," jawab Cyrene.
"Aku seorang barista di cafe yang ada dipusat kota," ucap Cyrene memulai.
"Itu mengesankan, memperlihatkan bahwa kamu menyukai seni," komentar Bernardo.
"Benarkah? Aku tak pernah berpikir demikian," jawab Cyrene.
"Tentu saja, bukankah kesenian juga diperlukan?" tanya Bernardo tersenyum.
"Kurasa begitu, lalu bagaimana denganmu?" tanya Cyrene.
"Pekerjaanku berhubungan dengan mobil," jawab Bernardo.
"Makanlah dulu, rasa makanannya akan berkurang ketika dingin," ucap Bernardo.
Sikap lembut Bernardo pada Cyrene mau tak mau menimbulkan rasa nyaman dan aman pada Cyrene. Rasa canggung yang semula memenuhi hatinya telah menguap begitu saja. Bernardo bahkan tak segan menatap tajam pada orang yang mentertawakan Cyrene.
Mereka mengurangi obrolan mereka ketika menikmati hidangan yang ada didepan mereka.
"Apakah kamu buru-buru pulang setelah ini?" tanya Bernardo.
"Tidak, aku tidak memiliki jadwal lain setelah ini, jadi aku bebas," jawab Cyrene.
"Mengapa kamu bertanya?" imbuhnya bertanya.
"Apakah kamu keberatan jika kita jalan-jalan sebentar?" tanya Bernardo.
"Dengan senang hati," jawab Cyrene dengan senyum dibibirnya.
Tersenyum senang, Bernardo meletakkan beberapa lembar uang dimeja, lalu meraih tangan Cyrene dan bergegas meninggalkan meja tanpa banyak bicara.
"Tunggulah disini sebentar," kata Bernardo ketika mereka berada diluar restoran dan berdiri dipinggir jalan.
"Aku memarkirkan mobilku disana," ucapnya sembari menunjuk sebuah tempat yang berjarak beberapa meter dari restoran.
"Kenapa kau memarkirkan mobil sejauh itu?" tanya Cyrene heran.
"Akan ku jawab nanti," jawab Bernardo, lalu pergi meninggalkan Cyrene begitu saja.
"Ehh,, Tunggu,, ,Bernardo,,," panggil Cyrene namun Bernardo hanya melambai, dan memberi isyarat untuk menunggu.
Ketika Bernardo tak terlihat lagi dari pandangannya, Cyrene merasakan bahunya ditepuk oleh seseorang.
"Iya,,,? Maaf, apakah ada masalah?" tanya Cyrene ketika berbalik dan mendapati tiga pria didepannya.
"Apakah kamu sendirian cantik?" tanya salah satu pria.
Cyrene terkejut dengan pria yang bertanya tiba-tiba menarik tangannya. Perasaan panik merayap dihatinya.
"Tolong lepaskan tangan saya!" pinta Cyrene berusaha menenangkan diri dan menarik tangannya.
"Ayolah,,, Kami bisa menemanimu. Apakah kau ditinggalkan kekasihmu?" tanya pria lain dengan seringai lebar di wajahnya.
"Saya bersama pasangan saya, jadi tolong lepaskan tangan saya," jawab Cyrene.
"Jangan menggertak seperti itu, itu tidak akan berguna," ujarnya memperkuat cengkraman tangannya.
"Hei,,, Lepaskan!" bentak Cyrene.
"Jangan marah, aku akan mengajakmu bersenang-senang," ucapnya lagi seraya menarik paksa Cyrene agar mengikuti mereka.
"Lepaskan atau aku akan teriak," ancam Cyrene meski dalam hatinya ia ragu itu akan berguna.
"Apa kau yakin?" tanya pria satunya lagi yang entah sejak kapan telah berdiri dibelakang Cyrene dan menempelkan sebilah pisau dilehernya.
Seketika tubuhnya membeku saat merasakan sentuhan dingin dari logam menempel dilehernya.
Kepanikan bertambah saat Cyrene melirik kearah restoran tadi dan petugas keamanan tak terlihat disana.
'Apa yang harus kulakukan?' ratapnya dalam hati.
. . . . .
. . . .
To be continued,,,,,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Vincar
ku tinggalkan 🌹🌹
2024-06-10
1
Vincar
Dia gak tahu kalau 7 thn kemudian dia akan jadi wanita yg sangat kuat 😏
2024-06-10
1
Birru
🌹untuk author...
2024-05-31
1