3.Pertemuan

### 7 Tahun yang lalu.....

Sebuah Restoran Asia yang terlihat elegan dan mewah. Cyrene menatap restoran itu dengan tatapan tak percaya. Berulang kali ia memeriksa ponselnya untuk memastikan alamat yang ia terima melalui pesan dengan nama 'Bernardo' tertera di sana.

"Kencan buta menyebalkan!" gerutunya.

"Jika aku sampai salah alamat, ini akan sangat memalukan. Kenapa tempatnya terlewat mewah seperti ini?" imbuhnya.

Dengan langkah berat, ia memasuki Restoran yang disambut dengan ramah oleh seorang pria berjas hitam yang berdiri didepan pintu masuk.

Nafasnya tercekat begitu melihat apa yang ada didalamnya. Beberapa pasangan yang tengah menikmati hidangan mengenakan pakaian mewah mereka. Lilin yang ada disetiap meja memberikan cahaya redup menambah kesan hangat.

Cyrene menunduk melihat pakaian yang ia kenakan, lalu kembali melihat sekeliling. Wajahnya berubah tersenyum masam seolah tengah menahan sakit.

'Tidak mungkin disini kan? Ini terlalu mewah. Bagaimana jika aku salah?' bisik hatinya.

Menggeleng pelan, perlahan Cyrene melangkah mundur berniat pergi meninggalkan tempat itu. Merasa dirinya telah salah tempat jika berada disana. Tanpa memikirkan apa pun lagi, Cyrene segera membalikan badannya.

Tanpa di sadari olehnya, dibelakang Cyrene telah berdiri seorang pria yang hendak masuk. Tepat ketika ia membalikkan badannya, tak bisa dihindari Cyrene menabrak pria itu, ia seolah baru saja membentur dinding keras hingga membuatnya terhuyung kebelakang kehilangan keseimbangan. Namun, sepasang tangan kokohnya bergerak lebih cepat menahan Cyrene, menghindarkan dirinya dari terjatuh.

"Ahh,,,M-Maaf,,,, Maafkan saya, saya tidak sengaja," sesal Cyrene gugup dan segera menegakkan badannya, menunduk malu.

"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya pria itu cemas.

"Saya baik-baik saja, terima kasih. Dan maaf telah menabrak anda," jawab Cyrene seraya mendongak untuk melihat pria yang ditabraknya lalu menunduk lagi.

'Besar sekali, tinggiku bahkan tak mencapai bahunya. Aduhh,,, jika dia marah, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan,' batin Cyrene menelan ludah kala melihat pria yang bertubuh tinggi dan besar berdiri didepannya.

"Cyrene,,,? Apakah aku benar?" tanya pria itu.

Cyrene mengarahkan pandangannya pada pria itu sedikit terkejut karena pria itu mengetahui namanya, tapi pria itu justru tersenyum lembut padanya.

"Iya,,, Benar,,, Anda,,,?" tanya Cyrene mengerutkan kening.

"Aku Bernardo," jawab pria itu mengulurkan tangannya.

"Ahh iya,,," Cyrene menyambut tangannya dengan canggung, menyadari dialah pria yang akan ditemuinya.

'Tangannya kecil sekali. Tubuh kecilnya seolah bisa saja hancur jika aku mengenggamnya terlalu kuat,' batin Bernardo.

"Meja kita ada didalam, ayo kita masuk," ajaknya.

"Ahh iya, baik," jawab Cyrene gugup.

Bernardo berjalan beriringan mengimbangi langkah Cyrene. Begitu tiba dimeja mereka yang terletak dibalkon dengan atap terbuka. Bernardo menarik kursi untuk Cyrene duduk.

"Terma kasih," ucap Cyrene tersenyum.

'Dia tau cara menjadi seorang pria,' batin Cyrene tersenyum kagum.

"Bukan masalah," jawab Bernardo lalu mengitari meja dan menarik kursi lain untuk dirinya sendiri.

"Kau tampak berbeda dari saat kita mengobrol melalui pesan," kata Bernardo tersenyum menatap lekat Cyrene yang duduk di depannya.

"Kau bahkan lebih cantik secara pribadi dibandingkan dengan foto yang kau kirimkan," imbuhnya.

'Kenapa dia terlihat tegang sekali? Apakah dia takut padaku?' batin Bernardo.

"Uhm,,, terima kasih,,,,," ucap Cyrene gugup.

"Sebelum itu, ijinkan saya meminta maaf kepada anda terlebih dahulu," imbuhnya.

"Meminta maaf?" ulang Bernardo dengan kening berkerut.

Cyrene menatap Bernado sekilas, lalu menunduk lagi sembari meremas jari tangannya.

"Itu,,,Uhm,,,,sebenarnya,,,itu,,, bukan saya," ungkap Cyrene meremas tangannya yang mulai berkeringat, tidak berani menatap matanya.

"Bukan kamu?" ulang Bernardo mengerutkan kening.

"Yang mengobrol bersama anda di aplikasi kencan adalah teman saya. Dia menggunakan foto dan nama saya,"

"Saya bahkan tidak tau apa saja yang dia katakan, dia hanya mengatakan telah membuat janji untuk bertemu,"

"Dan saya menemui anda untuk meminta maaf atas namanya juga atas nama saya sendiri," ungkap Cyrene terus menunduk.

"Jadi, kau menyesal menemuiku malam ini?" tanya Bernand.

"Tidak,,, bukan begitu," sanggah Cyrene segera mengangkat wajahnya.

"Emmm itu_,,," kalimat Cyrene terpotong saat pelayan datang menyela.

"Permisi tuan,nona. Apakah anda siap memesan?" tanya pelayan itu ramah,

"Ya,,," jawab Bernardo singkat lalu menerima daftar menu.

"Apa yang ingin kamu makan?" tanya Bernardo.

"Emmm,,,saya,,,"

'Aduh,,,kenapa aku segugup ini? Aku juga sulit sekali bersikap normal,' rutuk hatinya.

Bernardo dengan sabar menunggu apa yang ingin dipesan Cyrene dengan terus menatap lekat wajah cantik di depannya.

"Apakah kau tidak keberatan jika aku yang memesan?" tanya Bernardo seolah melihat kebingungan Cyrene.

"Ya,,,tolong,,," jawab Cyrene cepat dengan senyum canggung.

Bernardo tersenyum dan mulai memilih menu, sementara sang pelayan mencatat pesanan mereka sembari menahan tawanya. Pelayan itu bahkan memperhatikan pakaian yang di kenakan Cyrene serta memberikan senyuman mengejek.

Cyrene menunduk gelisah, samar-samar ia bisa mendengar Bernardo memesan Khao Tom,Pad Thai dan menu lain yang tak dimengerti olehnya.

"Apa kau takut padaku?" tanya Bernardo setelah pelayan pergi.

"Ehh,,, Apa? Tidak!" elak Cyrene tergagap menjawab pertanyaan Bernardo yang tidak diduganya.

Menghembuskan nafas panjang dan mengatur suaranya, Cyrene mulai tersenyum dan berkata pelan.

"Sejujurnya,,, Agak,,, Tapi, mendengar anda bertanya seperti itu sedikit mengangkat perasaan itu," jawab Cyrene.

"Dan lebih kearah gugup alih-alih takut pada anda. Terima kasih sudah bertanya," tambahnya.

"Takut aku akan menyakitimu karena apa yang telah temanmu lakukan?"tanya Bernardo.

"Ehmm,,, Ya,,, Salah satunya. Hal itu akan membuat orang lain berpikir dirinya telah dipermainkan juga di tipu," jawab Cyrene mulai bisa mengontrol suaranya.

"Sejujurnya,,, Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Lagi pula jika memang benar itu yang terjadi kita bisa mulai lagi dari awal," sahut Bernardo tenang.

Cyrene tersenyum tulus. Di lubuk hatinya ia merasa terkesan dengan sikap yang ditunjukkan Bernardo.

'Siapa yang akan menyangka, pria yang terlihat kuat seperti Bernardo, di dukung dengan badannya yang besar justru memiliki sikap yang selembut ini,' batin Cyrene.

"Jadi,,, Ceritakan tentang dirimu," ucap Bernardo.

"Oh,,, Dan tolong jangan bersikap formal padaku. Aku ingin kamu juga menikmati awal yang nyaman untukmu," tambahnya.

Cyrene tersenyum setuju. Namun sebelum Cyrene membuka suara, pelayan datang lagi membawakan pesanan mereka.

Sesaat Cyrene memperhatikan pelayan yang ada didepannya dan beberapa pelayan wanita yang ada disana. Mereka terlihat cantik dan menawan. Para pengunjung wanita yang berada disana pun sangat cantik dengan balutan pakaian mewah mereka.

Bernardo sendiri mengenakan setelan jas hitam yang elegan. Sementara dirinya hanya mengenakan setelan jens dengan atasan lengan panjang. Tapi, mata Bernardo justru hanya terpaku pada Cyrene.

"Apa yang ingin kamu ketahui?" tanya Cyrene setelah pelayan pergi.

"Semua hal tentangmu," jawab Bernardo menggerakkan satu tangannya.

"Seperti apa yang kamu lakukan setiap hari. Apa saja yang berkaitan denganmu. Setidaknya aku ingin tau beberapa hal dasar tentang dirimu untuk pertemuan kita selanjutnya," jawab Bernardo terus terang.

"Kamu,,, Menginginkan pertemuan kedua?" tanya Cyrene dengan mata melebar.

"Tentu saja! Dan jujur saja, aku sangat ingin hal itu terjadi. Tapi, itu akan terjadi hanya jika kamu setuju," jawab Bernardo.

"Aku mengerti," jawab Cyrene.

"Aku seorang barista di cafe yang ada dipusat kota," ucap Cyrene memulai.

"Itu mengesankan, memperlihatkan bahwa kamu menyukai seni," komentar Bernardo.

"Benarkah? Aku tak pernah berpikir demikian," jawab Cyrene.

"Tentu saja, bukankah kesenian juga diperlukan?" tanya Bernardo tersenyum.

"Kurasa begitu, lalu bagaimana denganmu?" tanya Cyrene.

"Pekerjaanku berhubungan dengan mobil," jawab Bernardo.

"Makanlah dulu, rasa makanannya akan berkurang ketika dingin," ucap Bernardo.

Sikap lembut Bernardo pada Cyrene mau tak mau menimbulkan rasa nyaman dan aman pada Cyrene. Rasa canggung yang semula memenuhi hatinya telah menguap begitu saja. Bernardo bahkan tak segan menatap tajam pada orang yang mentertawakan Cyrene.

Mereka mengurangi obrolan mereka ketika menikmati hidangan yang ada didepan mereka.

"Apakah kamu buru-buru pulang setelah ini?" tanya Bernardo.

"Tidak, aku tidak memiliki jadwal lain setelah ini, jadi aku bebas," jawab Cyrene.

"Mengapa kamu bertanya?" imbuhnya bertanya.

"Apakah kamu keberatan jika kita jalan-jalan sebentar?" tanya Bernardo.

"Dengan senang hati," jawab Cyrene dengan senyum dibibirnya.

Tersenyum senang, Bernardo meletakkan beberapa lembar uang dimeja, lalu meraih tangan Cyrene dan bergegas meninggalkan meja tanpa banyak bicara.

"Tunggulah disini sebentar," kata Bernardo ketika mereka berada diluar restoran dan berdiri dipinggir jalan.

"Aku memarkirkan mobilku disana," ucapnya sembari menunjuk sebuah tempat yang berjarak beberapa meter dari restoran.

"Kenapa kau memarkirkan mobil sejauh itu?" tanya Cyrene heran.

"Akan ku jawab nanti," jawab Bernardo, lalu pergi meninggalkan Cyrene begitu saja.

"Ehh,, Tunggu,, ,Bernardo,,," panggil Cyrene namun Bernardo hanya melambai, dan memberi isyarat untuk menunggu.

Ketika Bernardo tak terlihat lagi dari pandangannya, Cyrene merasakan bahunya ditepuk oleh seseorang.

"Iya,,,? Maaf, apakah ada masalah?" tanya Cyrene ketika berbalik dan mendapati tiga pria didepannya.

"Apakah kamu sendirian cantik?" tanya salah satu pria.

Cyrene terkejut dengan pria yang bertanya tiba-tiba menarik tangannya. Perasaan panik merayap dihatinya.

"Tolong lepaskan tangan saya!" pinta Cyrene berusaha menenangkan diri dan menarik tangannya.

"Ayolah,,, Kami bisa menemanimu. Apakah kau ditinggalkan kekasihmu?" tanya pria lain dengan seringai lebar di wajahnya.

"Saya bersama pasangan saya, jadi tolong lepaskan tangan saya," jawab Cyrene.

"Jangan menggertak seperti itu, itu tidak akan berguna," ujarnya memperkuat cengkraman tangannya.

"Hei,,, Lepaskan!" bentak Cyrene.

"Jangan marah, aku akan mengajakmu bersenang-senang," ucapnya lagi seraya menarik paksa Cyrene agar mengikuti mereka.

"Lepaskan atau aku akan teriak," ancam Cyrene meski dalam hatinya ia ragu itu akan berguna.

"Apa kau yakin?" tanya pria satunya lagi yang entah sejak kapan telah berdiri dibelakang Cyrene dan menempelkan sebilah pisau dilehernya.

Seketika tubuhnya membeku saat merasakan sentuhan dingin dari logam menempel dilehernya.

Kepanikan bertambah saat Cyrene melirik kearah restoran tadi dan petugas keamanan tak terlihat disana.

'Apa yang harus kulakukan?' ratapnya dalam hati.

. . . . .

. . . .

To be continued,,,,,

Terpopuler

Comments

Vincar

Vincar

ku tinggalkan 🌹🌹

2024-06-10

1

Vincar

Vincar

Dia gak tahu kalau 7 thn kemudian dia akan jadi wanita yg sangat kuat 😏

2024-06-10

1

Birru

Birru

🌹untuk author...

2024-05-31

1

lihat semua
Episodes
1 1. Camp
2 2.Peduli
3 3.Pertemuan
4 4.Rasa Takut
5 5. Datang ke Cafe
6 6. Bahaya!
7 7. Di Ganggu.
8 8. Tiba-tiba
9 9. Pindah,,,?!?
10 10. Masa kini
11 11. Hadiah
12 12. Kejadian
13 13. Melihatnya
14 14. Sikap abai
15 15. Misi Ringan
16 16. Sepakat (Masa lalu 1)
17 17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18 18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19 19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20 20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21 21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22 22. Khawatir (Masa lalu 7)
23 23. Cemburu (Masa lalu 8)
24 24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25 25. Menjebak (Masa lalu 10)
26 26. Hampir (Masa lalu 11)
27 27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28 28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29 29. Terjalin (Masa lalu 14)
30 30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31 31. Rencana (Masa lalu 16)
32 32. Cincin (Masa lalu 17)
33 33. Lamaran (Masa lalu 18)
34 34. (Masa lalu 19)
35 35. (Masa lalu 20)
36 36 (Masa lalu 21)
37 37. ( Masa lalu 22)
38 38. (Masa lalu 23)
39 39. (Masa lalu 24)
40 40. (Masa lalu 25)
41 41. (Masa lalu 26)
42 42. (Masa lalu 27)
43 43. (Masa Lalu 28)
44 44. (Masa Lalu 29)
45 45. (Masa Lalu 30 )
46 46. ( Masa Lalu 31 )
47 47. ( Masa Lalu 32 )
48 48. ( Masa Lalu 33 )
49 49. ( Masa Lalu 34 )
50 50. ( Masa Lalu 35 )
51 51. ( Masa Lalu 36 )
52 52. ( Masa Lalu 37 )
53 53. ( Masa Lalu 38 )
54 54. ( Masa Lalu 39 )
55 55. ( Masa Lalu 40 )
56 56. ( Masa Lalu 41)
57 57. ( Masa Lalu 42 )
58 58. ( Masa Lalu 43 )
59 59. ( Masa Lalu 44 )
60 60. ( Masa Lalu 45 )
61 61. ( Masa Lalu 46 )
62 62. ( Masa Lalu 47 )
63 63. ( Masa Lalu 48 )
64 64. ( Masa Lalu 49 end )
65 65. Masa Kini1 SB
66 66. Masa Kini2 SB
67 67. Masa Kini3 SB
68 68. Masa Kini4 SB
69 69. Masa Kini5 SB
70 70. Masa Kini6 SB
71 71. Masa Kini7 SB
72 72. Masa Kini8 SB
73 73. Masa Kini9 SB
74 74. Masa Kini10 SB
75 75. Masa Kini11 SB
76 76. Masa Kini12 SB
77 77. Masa Kini13 SB
78 78. Masa Kini14 SB
79 79. Masa Kini15 SB
80 80. Masa Kini16 SB
81 81. Masa Kini17 SB
82 82. Masa Kini18 SB
83 83. Masa Kini19 SB
84 84. Masa Kini20 SB
85 85. Masa Kini21 SB
86 86. Masa Kini22 SB
87 87. Masa Kini23 SB
88 88. Masa Kini24 SB
89 89. Masa Kini25 SB
90 90. Masa Kini26 SB
91 91. Masa Kini27 SB
92 92. Masa Kini28 SB
93 93. Masa Kini29 SB
94 94. Masa Kini30 SB
95 95. Masa Kini31 SB
96 96. Masa Kini32 SB
97 97. Masa Kini33 SB
98 98. Masa Kini34 SB.
99 99. Masa Kini35 SB
100 100. Masa Kini36 SB
101 101. Masa Kini37 SB.
102 102. Masa Kini38 SB
103 103. Masa Kini39 SB
104 104. Masa Kini40 SB
105 105. Masa Kini41 SB
106 106. Masa Kini42 SB
107 107. Masa Kini43 SB
108 108. Masa Kini44 SB
109 109. Masa Kini45 SB
110 110. Masa Kini46 SB
111 111. Masa Kini47 SB
112 112. Masa Kini48 SB
113 113. Masa Kini49 SB
114 114. Masa Kini50 SB
115 115. Masa Kini51 SB
116 116. Masa Kini52 SB
117 117. Masa Kini53 SB
118 118. Masa Kini54 SB
119 119. Masa Kini55 SB
120 120. Masa Kini56 SB
121 121. Masa Kini57 SB
122 122. Masa Kini58 SB
123 123. Masa Kini59 SB
124 124. Masa Kini60 SB
125 125 Masa Kini61 SB.
126 126. Masa Kini62 SB
127 127. Masa Kini63 SB
128 128. Masa Kini64 SB
129 129. Masa Kini65 SB
130 130. Masa Kini66 SB
131 131. Masa Kini67 SB
132 132. Masa Kini68 SB
133 133. Masa Kini69 SB
134 134. Masa Kini70 SB
135 135. Masa Kini71 SB
136 136. Masa Kini72 SB
137 137. Masa Kini73 SB
138 138. Masa Kini74 SB
139 139. Masa Kini75 SB
140 140. Masa Kini76 SB
141 141. Masa Kini78 SB
142 Karya baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1. Camp
2
2.Peduli
3
3.Pertemuan
4
4.Rasa Takut
5
5. Datang ke Cafe
6
6. Bahaya!
7
7. Di Ganggu.
8
8. Tiba-tiba
9
9. Pindah,,,?!?
10
10. Masa kini
11
11. Hadiah
12
12. Kejadian
13
13. Melihatnya
14
14. Sikap abai
15
15. Misi Ringan
16
16. Sepakat (Masa lalu 1)
17
17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18
18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19
19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20
20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21
21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22
22. Khawatir (Masa lalu 7)
23
23. Cemburu (Masa lalu 8)
24
24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25
25. Menjebak (Masa lalu 10)
26
26. Hampir (Masa lalu 11)
27
27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28
28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29
29. Terjalin (Masa lalu 14)
30
30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31
31. Rencana (Masa lalu 16)
32
32. Cincin (Masa lalu 17)
33
33. Lamaran (Masa lalu 18)
34
34. (Masa lalu 19)
35
35. (Masa lalu 20)
36
36 (Masa lalu 21)
37
37. ( Masa lalu 22)
38
38. (Masa lalu 23)
39
39. (Masa lalu 24)
40
40. (Masa lalu 25)
41
41. (Masa lalu 26)
42
42. (Masa lalu 27)
43
43. (Masa Lalu 28)
44
44. (Masa Lalu 29)
45
45. (Masa Lalu 30 )
46
46. ( Masa Lalu 31 )
47
47. ( Masa Lalu 32 )
48
48. ( Masa Lalu 33 )
49
49. ( Masa Lalu 34 )
50
50. ( Masa Lalu 35 )
51
51. ( Masa Lalu 36 )
52
52. ( Masa Lalu 37 )
53
53. ( Masa Lalu 38 )
54
54. ( Masa Lalu 39 )
55
55. ( Masa Lalu 40 )
56
56. ( Masa Lalu 41)
57
57. ( Masa Lalu 42 )
58
58. ( Masa Lalu 43 )
59
59. ( Masa Lalu 44 )
60
60. ( Masa Lalu 45 )
61
61. ( Masa Lalu 46 )
62
62. ( Masa Lalu 47 )
63
63. ( Masa Lalu 48 )
64
64. ( Masa Lalu 49 end )
65
65. Masa Kini1 SB
66
66. Masa Kini2 SB
67
67. Masa Kini3 SB
68
68. Masa Kini4 SB
69
69. Masa Kini5 SB
70
70. Masa Kini6 SB
71
71. Masa Kini7 SB
72
72. Masa Kini8 SB
73
73. Masa Kini9 SB
74
74. Masa Kini10 SB
75
75. Masa Kini11 SB
76
76. Masa Kini12 SB
77
77. Masa Kini13 SB
78
78. Masa Kini14 SB
79
79. Masa Kini15 SB
80
80. Masa Kini16 SB
81
81. Masa Kini17 SB
82
82. Masa Kini18 SB
83
83. Masa Kini19 SB
84
84. Masa Kini20 SB
85
85. Masa Kini21 SB
86
86. Masa Kini22 SB
87
87. Masa Kini23 SB
88
88. Masa Kini24 SB
89
89. Masa Kini25 SB
90
90. Masa Kini26 SB
91
91. Masa Kini27 SB
92
92. Masa Kini28 SB
93
93. Masa Kini29 SB
94
94. Masa Kini30 SB
95
95. Masa Kini31 SB
96
96. Masa Kini32 SB
97
97. Masa Kini33 SB
98
98. Masa Kini34 SB.
99
99. Masa Kini35 SB
100
100. Masa Kini36 SB
101
101. Masa Kini37 SB.
102
102. Masa Kini38 SB
103
103. Masa Kini39 SB
104
104. Masa Kini40 SB
105
105. Masa Kini41 SB
106
106. Masa Kini42 SB
107
107. Masa Kini43 SB
108
108. Masa Kini44 SB
109
109. Masa Kini45 SB
110
110. Masa Kini46 SB
111
111. Masa Kini47 SB
112
112. Masa Kini48 SB
113
113. Masa Kini49 SB
114
114. Masa Kini50 SB
115
115. Masa Kini51 SB
116
116. Masa Kini52 SB
117
117. Masa Kini53 SB
118
118. Masa Kini54 SB
119
119. Masa Kini55 SB
120
120. Masa Kini56 SB
121
121. Masa Kini57 SB
122
122. Masa Kini58 SB
123
123. Masa Kini59 SB
124
124. Masa Kini60 SB
125
125 Masa Kini61 SB.
126
126. Masa Kini62 SB
127
127. Masa Kini63 SB
128
128. Masa Kini64 SB
129
129. Masa Kini65 SB
130
130. Masa Kini66 SB
131
131. Masa Kini67 SB
132
132. Masa Kini68 SB
133
133. Masa Kini69 SB
134
134. Masa Kini70 SB
135
135. Masa Kini71 SB
136
136. Masa Kini72 SB
137
137. Masa Kini73 SB
138
138. Masa Kini74 SB
139
139. Masa Kini75 SB
140
140. Masa Kini76 SB
141
141. Masa Kini78 SB
142
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!