9. Pindah,,,?!?

### Keesoakan harinya....

Cyrene terbangun ketika aroma masakan memenuhi indra penciumannya yang membuat ia segera bangun karena rasa penasarannya.

Setibanya di dapur, Cyrene tertegun melihat Bernardo tengah memasak sesuatu. Gesturnya saat memasak sungguh kontras dengan penampilannya yang terlihat garang dan tegas.

"Selamat pagi!" sapa Bernardo saat menyadari Cyrene memandanginya.

"Pagi," balas Cyrene canggung.

"Aku sempat berpikir kamu sudah pergi tanpa pamit lagi," sindir Cyrene tersenyum.

"Apakah kamu mengusirku?" balas Bernardo.

"Entahlah, kamu terlihat seperti orang yang tidak mudah untuk di usir," jawab Cyrene.

Bernardo tertawa ringan dan kembali fokus pada apa yang ada di tangannya.

"Aku ingin menyiapkan sarapan untukmu, kuharap kamu tidak keberatan," papar Bernardo.

"Sama sekali tidak," jawab Cyrene.

Cyrene terus memandangi Bernardo yang tengah sibuk menumis sesuatu. Tangan besarnya justru membuat peralatan masak yang di miliki Cyrene terasa seperti mainan baginya.

'Aku penasaran berapa tingginya? Apakah dia juga suka Gym? Bagaimana bisa dia memiliki tubuh kekar begitu? Otot-ototnya semakin terlihat jelas jika dia memakai kaos pendek seperti sekarang,'

"Apakah ada sesuatu yang aneh diwajahku?"tanya Bernardo saat menyadari tatapan Cyrene yang tertuju padanya.

Cyrene tersentak saat suara Bernardo mengacaukan pikirannya. Ia mengeleng pelan untuk menutupi keterkejutannya dan tersenyum sebelum menjawab.

"Tidak ada," jawab Cyrene mengelengkan kepalanya.

"Hanya saja, aku tidak menyangka melihatmu memasak," lanjutnya.

"Apakah itu hal aneh?" tanya Bernardo tersenyum lembut.

"Sejujurnya, itu terlihat manis," jawab Cyrene tersenyum lebar.

"Apakah kamu mengolokku, Ren?" tanya Bernardo menaikkan alisnya.

"Tidak,, tidak,, tidak,," jawab Cyrene mengibaskan kedua tangannya.

"Aku mana berani mengolokmu," sanggahnya.

"Tapi melihat orang sepertimu memasak itu adalah hal yang sangat berbeda," sambungnya.

"Orang sepertiku?" Bernardo menaikkan alisnya lagi.

"Jangan salah paham, yang ku maksud adalah_,,, Errr_,,," Cyrene menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menatap lekat Bernardo.

"Kamu berbadan besar dan tinggi, juga berwajah garang, tapi melakukan hal lembut seperti memasak_,,, ehh tidak bukan begitu maksudku. Aku tidak mengolokmu_,, sungguh," Cyrene berkata dengan panik menyadari apa yang baru saja ia katakan.

Bernardo tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Cyrene yang menurutnya lucu di matanya. Wajah Cyrene yang bersemu merah membuat Bernardo ingin terus menggodanya.

"Jika ada yang melihatmu saat ini, mereka akan berpikir aku mengancammu, Ren," ucap Bernardo setelah tawanya mereda.

"Karena perawakanmu lebih cocok kearah itu_,,, Heempp," Cyrene membekap mulutnya dengan cepat.

"Pft,,,Ha ha ha,,, kau orang yang sangat terus terang, bukankah begitu?" sindir Benardo kembali tertawa.

"Maaf," sesal Cyrene.

"Hei,,, aku tidak mengatakan kamu melakukan hal yang salah," sambut Bernardo kembali tertawa.

"Ishh,,, apa yang membuatmu tertawa sampai seperti itu?" sungut Cyrene memajukan bibirnya.

"Kamu," jawab Bernardo.

"Aku?" Cyrene menunjuk dirinya sendiri dengan kening bekerut.

"Apa yang salah denganku?" sambungnya.

"Yah,,, Kau yang sangat berterus terang mengatakan apa yang ada di pikiranmu," jelas Bernardo.

"Apakah itu buruk?" tanya Cyrene masih cemberut.

"Sejujurnya,,,, tidak semua buruk, namun ada kalanya hal itu bisa menempatkanmu dalam bahaya," jelas Bernardo.

"Apa maksud_,,,"

"Ssshhh,,,," Bernardo memotong ucapan Cyrene dengan meletakkan telunjuk di bibirnya.

Tangannya dengan cekatan mematikan kompor dan meletakkan kain basah di atasnya.

Peralatan yang semula ia gunakan di sembunyikan dibawah peralatan yang masih bersih. Dan makanan yang ia masak di simpan di belakang bahan makanan kering.

Bernardo menghampiri Cyrene setelah lebih dulu menyingkirkan kain basah di atas kompor dan menyimpannya di bawah wastefel.

Tangannya segera meraih tangan Cyrene dan menariknya, memintanya untuk bersembunyi diatap balkon.

"Aahh,,,!" pekiknya saat Bernardo dengan mudah mengangkat tubuh Cyrene hingga mencapai atap.

"Tetap disini! Aku akan segera kembali," perintah Bernardo.

Cyrene hanya mengangguk, memutuskan untuk percaya sepenuhnya atas tindakan Bernardo adalah untuk melindunginya.

Bernardo kembali kekamar Cyrene dan menghilangkan semua jejak bahwa Cyrene kembali pulang. Memberikan kesan bahwa Cyrene pergi dari apartemennya beberapa hari.

Siasat terakhir yang bisa ia lakukan adalah menjatuhkan ponsel Cyrene di dekat meja. Memberikan kesan ponsel itu terjatuh dan rusak di apartemennya, bukan di tangan pemiliknya untuk menghindari pemasangan alat penyadap lain.

Setelah semua selesai, Bernardo keluar menuju balkon dan mengunci pintu lalu naik ke atap, bergabung bersama Cyrene.

"Apakah mereka kembali?" bisik Cyrene mulai gemetar.

"Ya," jawab Bernardo.

"Bagaimana kamu bisa tahu?" bisiknya lagi.

"Aku memasang sebuah alat yang bisa mendeteksi seseorang akan datang. Dan itu terhubung ke ponselku," jelas Benardo menunjukan ponselnya.

Terlihat di ponsel Bernardo beberapa pria bertubuh besar melangkah memasuki lift dan menuju lantai apartemennya.

"Jadi itu sebabya kamu masih memiliki waktu untuk mengecoh mereka?" tanya Cyrene.

"Benar, aku harus memberi kesan bahwa kau tidak pulang, setidaknya itu akan membuat mereka berpikir ulang untuk mencarimu, alih-alih menunjukan diri mereka secara terus menerus di tempat umum," terang Bernardo.

"Apakah mereka juga orang yang sama dengan mereka malam itu?" tanya Cyrene.

"Aku tidak tahu pasti, tapi dari postur tubuh mereka, kurasa mereka orang yang sama,"

"Aku juga tidak mengenali mereka," tutur Bernando.

Bernardo memasangkan earphone ditelinga Cyrene dan ditelingannya sendiri sembari matanya terus tertuju pada ponsel dan memastikan posisi mereka yang berada di atap balkon tetap aman.

Para Pria itu membuka pintu apartemen Cyrene dengan sangat mudah dan mulai menelusuri seluruh ruangan apartemennya.

Cyrene menutup mulutnya, mencoba agar tidak bersuara. Menyimpan sebaris pertanyaan yang ingin ditujukan kepada Bernardo namun kondisi tidak mendukungnya untuk bertanya.

"Sepertinya wanita itu tidak kembali," ucap salah satu dari mereka.

Cyrene menghitung ada lima orang dengan postur tubuh seperti Bernardo.

"Apakah dia sudah pindah?" tanya yang lain.

"Tidak mungkin. Tempat ini tidak terlihat seperti tempat yang di tinggalkan karena pemiliknya pindah," timpal yang lain.

"Atau dia memang tidak tahu apapun tentang kita?" tanya yang lain lagi.

"Aku ragu. Itulah sebabnya kita harus mencari tahu. Satu hal yang pasti adalah, dia masih datang ke cafe itu," ucapnya.

"Sayangnya kita tidak bisa mendekatinya jika dia berada disana,"

"Disini tidak ada tanda-tanda bahwa dia pulang, dan ponselnya kutemukan rusak di kamarnya," sela salah satu dari mereka yang telah berkeliling.

'Ponsel? Rusak? Sejak kapan? Kenapa ponselku bisa rusak seperti itu?' batin Cyrene ketika melihat di layar ponsel Bernardo mereka menemukan ponsel miliknya yang memiliki retakan.

Cyrene menatap Bernardo penuh tanya. Menyadari itu Bernardo tersenyum meminta maaf dengan wajah memelas.

Cyrene menghembuskan nafasnya dan kembali fokus dengan ponsel Bernardo.

"Kita pergi dulu saja," ucap salah satu dari mereka.

"Benar, akan mencolok jika kita terlalu lama disini,"

"Aku setuju,"

"Jika pagi ini tidak ada, kita bisa kembali lagi nanti malam,"

Mereka saling menimpali ucapan demi ucapan. Hingga setelah tiga puluh menit, mereka pergi meninggalkan apartemen Cyrene tanpa meninggalkan kerusakan apapun.

'Siapa yang memerintahkan mereka? Aku bahkan tidak mengenali satupun dari mereka. Apakah mereka juga yang menghancurkan cafe? Karena berpikir Ren menyembunyikan sesuatu?' batin Bernando penuh tanya.

Bernardo melompat dari atap. Tangannya terulur keatas dengan posisi akan menangkap Cyrene melompat.

"Apa kau gila? Aku harus melompat begitu saja?" sembur Cyrene.

"Aku akan menangkapmu, jangan khawatir," hibur Bernardo.

"Tapi_,,,"

"Percayalah padaku, aku tidak akan membiarkanmu terluka apalagi terjatuh," bujuk Bernardo.

Cyrene menelan ludahnya dan memejamkan matanya. Menekan rasa takutnya dan berkata sebelum melompat.

"Awas saja jika kau tidak menangkapku!" ancam Cyrene.

Walapun ia sendiri sadar, ancamannya hanyalah sebuah ucapan tanpa tindakan. Karena ia tahu tidak bisa melakukan apapun terhadap Bernardo.

Cyrene melompat dan mendarat dengan mulus dipelukan Bernardo.

Cyrene membuka matanya dan bernafas lega menyadari dirinya tidak jatuh karena Bernardo menangkapnya. Untuk sesaat mereka saling menatap satu sama lain ketika Cyrene berada di pelukan Bernando.

"Ah,, maaf," ucap Bernardo tersadar dan segera menurunkan Cyrene.

Wajah Cyrene mulai bersemu merah dan segera memalingkan wajahnya. Ketika Bernardo mencoba membuka kembali pintu balkon, Cyrene mulai membuka suara untuk menghilangkan gemuruh dihatinya.

"Jadi, kau yang sengaja merusak ponselku?" tanya Cyrene.

"Aku minta maaf. Aku hanya tidak ingin mereka menyadap ponselmu lagi. Aku akan menggantinya dengan yang baru," ucap Bernardo.

"Dan sejak kapan kau memasang kamera di apartemenku?" selidik Cyrene.

"Pagi ini sebelum kau bangun," jawab Bernardo cepat.

Cyrene menyipitkan matanya dalam diam.

"Aku bersumpah melakukannya pagi ini, dan hanya di ruangan ini," sambut Bernardo seolah membaca pikiran Cyrene.

"Kenapa kamu sepanik itu? Aku tidak mengatakan apapun," balas Cyrene mulai tertawa.

"Karena dari wajahmu mengatakan aku melakukan hal mesum," jawab Bernardo.

Cyrene tertawa gelak. Tidak lagi merasakan ketakutan seperti sebelumnya hanya dengan kehadiran Bernardo disisinya.

Tiba-tiba Bernardo memasang wajah serius, kedua matanya menatap lekat mata Cyrene lalu berkata.

"KAMU HARUS PINDAH DARI KOTA INI, REN,,!!"

. . . . .

. .. . .

To be continued,,,,,

Terpopuler

Comments

Vincar

Vincar

kamu hanya kapas bagi Edo, Ren🤭
🌹 ku tinggalkan.

2024-06-13

1

Birru

Birru

pindah aja ren ikuti perkataan bern.. pasti jauh lebih aman...

2024-06-02

0

Jumli

Jumli

iya, pindah aja, Ren. biar aman

2024-04-23

1

lihat semua
Episodes
1 1. Camp
2 2.Peduli
3 3.Pertemuan
4 4.Rasa Takut
5 5. Datang ke Cafe
6 6. Bahaya!
7 7. Di Ganggu.
8 8. Tiba-tiba
9 9. Pindah,,,?!?
10 10. Masa kini
11 11. Hadiah
12 12. Kejadian
13 13. Melihatnya
14 14. Sikap abai
15 15. Misi Ringan
16 16. Sepakat (Masa lalu 1)
17 17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18 18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19 19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20 20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21 21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22 22. Khawatir (Masa lalu 7)
23 23. Cemburu (Masa lalu 8)
24 24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25 25. Menjebak (Masa lalu 10)
26 26. Hampir (Masa lalu 11)
27 27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28 28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29 29. Terjalin (Masa lalu 14)
30 30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31 31. Rencana (Masa lalu 16)
32 32. Cincin (Masa lalu 17)
33 33. Lamaran (Masa lalu 18)
34 34. (Masa lalu 19)
35 35. (Masa lalu 20)
36 36 (Masa lalu 21)
37 37. ( Masa lalu 22)
38 38. (Masa lalu 23)
39 39. (Masa lalu 24)
40 40. (Masa lalu 25)
41 41. (Masa lalu 26)
42 42. (Masa lalu 27)
43 43. (Masa Lalu 28)
44 44. (Masa Lalu 29)
45 45. (Masa Lalu 30 )
46 46. ( Masa Lalu 31 )
47 47. ( Masa Lalu 32 )
48 48. ( Masa Lalu 33 )
49 49. ( Masa Lalu 34 )
50 50. ( Masa Lalu 35 )
51 51. ( Masa Lalu 36 )
52 52. ( Masa Lalu 37 )
53 53. ( Masa Lalu 38 )
54 54. ( Masa Lalu 39 )
55 55. ( Masa Lalu 40 )
56 56. ( Masa Lalu 41)
57 57. ( Masa Lalu 42 )
58 58. ( Masa Lalu 43 )
59 59. ( Masa Lalu 44 )
60 60. ( Masa Lalu 45 )
61 61. ( Masa Lalu 46 )
62 62. ( Masa Lalu 47 )
63 63. ( Masa Lalu 48 )
64 64. ( Masa Lalu 49 end )
65 65. Masa Kini1 SB
66 66. Masa Kini2 SB
67 67. Masa Kini3 SB
68 68. Masa Kini4 SB
69 69. Masa Kini5 SB
70 70. Masa Kini6 SB
71 71. Masa Kini7 SB
72 72. Masa Kini8 SB
73 73. Masa Kini9 SB
74 74. Masa Kini10 SB
75 75. Masa Kini11 SB
76 76. Masa Kini12 SB
77 77. Masa Kini13 SB
78 78. Masa Kini14 SB
79 79. Masa Kini15 SB
80 80. Masa Kini16 SB
81 81. Masa Kini17 SB
82 82. Masa Kini18 SB
83 83. Masa Kini19 SB
84 84. Masa Kini20 SB
85 85. Masa Kini21 SB
86 86. Masa Kini22 SB
87 87. Masa Kini23 SB
88 88. Masa Kini24 SB
89 89. Masa Kini25 SB
90 90. Masa Kini26 SB
91 91. Masa Kini27 SB
92 92. Masa Kini28 SB
93 93. Masa Kini29 SB
94 94. Masa Kini30 SB
95 95. Masa Kini31 SB
96 96. Masa Kini32 SB
97 97. Masa Kini33 SB
98 98. Masa Kini34 SB.
99 99. Masa Kini35 SB
100 100. Masa Kini36 SB
101 101. Masa Kini37 SB.
102 102. Masa Kini38 SB
103 103. Masa Kini39 SB
104 104. Masa Kini40 SB
105 105. Masa Kini41 SB
106 106. Masa Kini42 SB
107 107. Masa Kini43 SB
108 108. Masa Kini44 SB
109 109. Masa Kini45 SB
110 110. Masa Kini46 SB
111 111. Masa Kini47 SB
112 112. Masa Kini48 SB
113 113. Masa Kini49 SB
114 114. Masa Kini50 SB
115 115. Masa Kini51 SB
116 116. Masa Kini52 SB
117 117. Masa Kini53 SB
118 118. Masa Kini54 SB
119 119. Masa Kini55 SB
120 120. Masa Kini56 SB
121 121. Masa Kini57 SB
122 122. Masa Kini58 SB
123 123. Masa Kini59 SB
124 124. Masa Kini60 SB
125 125 Masa Kini61 SB.
126 126. Masa Kini62 SB
127 127. Masa Kini63 SB
128 128. Masa Kini64 SB
129 129. Masa Kini65 SB
130 130. Masa Kini66 SB
131 131. Masa Kini67 SB
132 132. Masa Kini68 SB
133 133. Masa Kini69 SB
134 134. Masa Kini70 SB
135 135. Masa Kini71 SB
136 136. Masa Kini72 SB
137 137. Masa Kini73 SB
138 138. Masa Kini74 SB
139 139. Masa Kini75 SB
140 140. Masa Kini76 SB
141 141. Masa Kini78 SB
142 Karya baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1. Camp
2
2.Peduli
3
3.Pertemuan
4
4.Rasa Takut
5
5. Datang ke Cafe
6
6. Bahaya!
7
7. Di Ganggu.
8
8. Tiba-tiba
9
9. Pindah,,,?!?
10
10. Masa kini
11
11. Hadiah
12
12. Kejadian
13
13. Melihatnya
14
14. Sikap abai
15
15. Misi Ringan
16
16. Sepakat (Masa lalu 1)
17
17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18
18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19
19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20
20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21
21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22
22. Khawatir (Masa lalu 7)
23
23. Cemburu (Masa lalu 8)
24
24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25
25. Menjebak (Masa lalu 10)
26
26. Hampir (Masa lalu 11)
27
27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28
28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29
29. Terjalin (Masa lalu 14)
30
30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31
31. Rencana (Masa lalu 16)
32
32. Cincin (Masa lalu 17)
33
33. Lamaran (Masa lalu 18)
34
34. (Masa lalu 19)
35
35. (Masa lalu 20)
36
36 (Masa lalu 21)
37
37. ( Masa lalu 22)
38
38. (Masa lalu 23)
39
39. (Masa lalu 24)
40
40. (Masa lalu 25)
41
41. (Masa lalu 26)
42
42. (Masa lalu 27)
43
43. (Masa Lalu 28)
44
44. (Masa Lalu 29)
45
45. (Masa Lalu 30 )
46
46. ( Masa Lalu 31 )
47
47. ( Masa Lalu 32 )
48
48. ( Masa Lalu 33 )
49
49. ( Masa Lalu 34 )
50
50. ( Masa Lalu 35 )
51
51. ( Masa Lalu 36 )
52
52. ( Masa Lalu 37 )
53
53. ( Masa Lalu 38 )
54
54. ( Masa Lalu 39 )
55
55. ( Masa Lalu 40 )
56
56. ( Masa Lalu 41)
57
57. ( Masa Lalu 42 )
58
58. ( Masa Lalu 43 )
59
59. ( Masa Lalu 44 )
60
60. ( Masa Lalu 45 )
61
61. ( Masa Lalu 46 )
62
62. ( Masa Lalu 47 )
63
63. ( Masa Lalu 48 )
64
64. ( Masa Lalu 49 end )
65
65. Masa Kini1 SB
66
66. Masa Kini2 SB
67
67. Masa Kini3 SB
68
68. Masa Kini4 SB
69
69. Masa Kini5 SB
70
70. Masa Kini6 SB
71
71. Masa Kini7 SB
72
72. Masa Kini8 SB
73
73. Masa Kini9 SB
74
74. Masa Kini10 SB
75
75. Masa Kini11 SB
76
76. Masa Kini12 SB
77
77. Masa Kini13 SB
78
78. Masa Kini14 SB
79
79. Masa Kini15 SB
80
80. Masa Kini16 SB
81
81. Masa Kini17 SB
82
82. Masa Kini18 SB
83
83. Masa Kini19 SB
84
84. Masa Kini20 SB
85
85. Masa Kini21 SB
86
86. Masa Kini22 SB
87
87. Masa Kini23 SB
88
88. Masa Kini24 SB
89
89. Masa Kini25 SB
90
90. Masa Kini26 SB
91
91. Masa Kini27 SB
92
92. Masa Kini28 SB
93
93. Masa Kini29 SB
94
94. Masa Kini30 SB
95
95. Masa Kini31 SB
96
96. Masa Kini32 SB
97
97. Masa Kini33 SB
98
98. Masa Kini34 SB.
99
99. Masa Kini35 SB
100
100. Masa Kini36 SB
101
101. Masa Kini37 SB.
102
102. Masa Kini38 SB
103
103. Masa Kini39 SB
104
104. Masa Kini40 SB
105
105. Masa Kini41 SB
106
106. Masa Kini42 SB
107
107. Masa Kini43 SB
108
108. Masa Kini44 SB
109
109. Masa Kini45 SB
110
110. Masa Kini46 SB
111
111. Masa Kini47 SB
112
112. Masa Kini48 SB
113
113. Masa Kini49 SB
114
114. Masa Kini50 SB
115
115. Masa Kini51 SB
116
116. Masa Kini52 SB
117
117. Masa Kini53 SB
118
118. Masa Kini54 SB
119
119. Masa Kini55 SB
120
120. Masa Kini56 SB
121
121. Masa Kini57 SB
122
122. Masa Kini58 SB
123
123. Masa Kini59 SB
124
124. Masa Kini60 SB
125
125 Masa Kini61 SB.
126
126. Masa Kini62 SB
127
127. Masa Kini63 SB
128
128. Masa Kini64 SB
129
129. Masa Kini65 SB
130
130. Masa Kini66 SB
131
131. Masa Kini67 SB
132
132. Masa Kini68 SB
133
133. Masa Kini69 SB
134
134. Masa Kini70 SB
135
135. Masa Kini71 SB
136
136. Masa Kini72 SB
137
137. Masa Kini73 SB
138
138. Masa Kini74 SB
139
139. Masa Kini75 SB
140
140. Masa Kini76 SB
141
141. Masa Kini78 SB
142
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!