"Apa yang terjadi?"
"Bagaimana kamu bisa sampai seperti ini?" tanya Cyrene panik.
Cyrene membiarkan Bernardo masuk dan segera mengunci pintu.
"Ke ruangan dalam saja, aku obati dulu lukamu," ucap Cyrene menahan Bernardo yang akan duduk.
"Aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil," jawab Bernardo.
"Jangan membantah!" tegas Cyrene segera menarik tangan Bernardo untuk mengikuti langkahnya.
Cyrene membawa Bernardo ke ruangan di dekat dapur dimana tempat itu selalu di gunakan untuk melepas lelah atau sekedar beristirahat untuk menikmati makan bersama.
Setelah meminta Bernardo duduk di kursi yang Cyrene persiapkan, ia segera mengambil air dan handuk kecil serta kotak obat.
"Lepaskan dulu saja jaketmu," saran Cyrene seraya meletakkan kotak obat dan wadah berisi air.
Bernardo hanya menurut, melepaskan jaket yang ia kenakan dan duduk tenang saat Cyrene mulai membersihkan luka di kepala dan dahinya.
"Bagaimana kamu bisa mendapatkan luka seperti ini?" tanya Cyrene memecah keheningan.
"Ini bukan apa-apa dibandingkan dengan luka yang biasa aku dapatkan," jawab Bernardo.
"Kau tau?"
"Jawaban ambigu darimu membuatku semakin yakin bahwa mereka yang melakukan ini padamu dan kamu tidak melawan sama sekali," sindir Cyrene.
"Yah,,, kurasa,," sahut Bernardo singkat di akhiri hembusan nafas kasar.
Cyrene mendesah pelan, membersihkan dengan hati-hati luka di kepala Bernardo menggunakan kapas dan cairan antiseptic serta menutup lukanya.
Ia mengitari Bernardo dan berdiri tepat di depan Bernardo, beralih dari kepala ke kening Bernardo yang juga memiliki luka.
Cyrene mencondongkan tubuhnya saat membersihkan luka menggunakan kapas, membuat jarak wajah mereka sangat dekat.
Selama beberapa saat, Bernardo terpaku di tempatnya. Menatap wajah wanita di depannya yang sangat dekat dengan wajahnya.
'Aku tidak akan pernah bisa berhenti mengagumi kecantikanmu, Ren,' batin Bernardo.
Entah bagaimana, tatapan Bernardo turun ke bibir Cyrene, terpaku di sana selama beberapa saat sampai ia menelan ludahnya sendiri.
"Apakah kamu tidak merasakan sakit?" tanya Cyrene tiba-tiba.
"Aa-Apa,,?" sambut Bernardo tersentak.
Cyrene menghentikan aktivitasnya sejenak, mengalihkan pandangannya dari luka di dahi Bernardo ke kedua matanya dengan kening berkerut.
"Apa sebenarnya yang sedang kamu pikirkan?" selidik Cyrene.
"Uhm,,,, tidak,,, bukan apa-apa," kilah Bernardo sedikit tergagap.
'Dasar bodoh! Apa yang aku pikirkan? Fantasiku sungguh konyol,' rutuk Bernardo dalam hati.
Cyrene kembali melanjutkan mengobati luka Bernardo dan membersihkan darah yang sebelumnya mengalir di lehernya.
"Apakah kamu ingin minum sesuatu?" tawar Cyrene.
"Tidak perlu," sahut Bernardo.
"Aku datang hanya ingin mengatakan sesuatu dan segera pergi," imbuhnya.
"Pergi? Lagi?" ulang Cyrene.
"Yah,,, aku memang tidak seharusnya berada di sini, bukan?" sambut Bernardo tersenyum tipis.
"Tapi, aku harus menyampaikan ini padamu," imbuhnya.
Bernardo menjeda sesaat kalimatnya sebelum kembali berbicara.
"Kau bisa kembali ke apartemenmu, itu adalah kabar baiknya,"
"Jadi, kau tidak perlu lagi tidur di cafe," imbuhnya.
"Lalu, apa yang kau berikan pada mereka sebagai gantinya?" sambut Cyrene bertanya.
"Aku harus melakukan hal lain yang aku yakin tidak akan kau sukai," jawab Bernardo.
"Apa yang mereka berikan?" tanya Cyrene.
"Mereka tidak akan mengganggumu lagi," jawab Bernardo.
"Dan kamu percaya dengan apa yang di katakan mereka?" sambut Cyrene menaikkan intonasi suaranya.
"Untuk saat ini aku hanya bisa percaya dengan apa yang mereka katakan," jawab Bernardo.
'Setidaknya sampai aku menemukan cara terbaik untuk mengeluarkanmu dari lingkaran ini sepenuhnya,' lanjutnya dalam hati.
"Lalu, kemana kamu akan pergi setelah ini?" tanya Cyrene.
"Entahlah," jawab Bernardo menaikan bahunya.
"Aku sendiri bahkan tidak yakin, aku juga tidak ingin kembali ke rumahku,"
"Mungkin pilihan terbaiknya aku tinggal di hotel untuk sementara," lanjutnya.
"Itu justru akan membuat mereka berpikir kamu melakukan hal yang mencurigakan," sambut Cyrene.
"Maksudmu?" tanya Bernardo mengerutkan keningnya.
Cyrene meninggalkan Bernardo sejenak untuk meletakkan kotak obat dan membersikan handuk yang bernoda darah.
"Ini hanya firasatku saja, jadi jangan jadikan ini sebagai alasan untuk bertindak," ucap Cyrene kembali menghampiri Bernardo seraya menarik kursi dan duduk di depannya.
"Firasatku mengatakan, mereka hanya ingin membuatmu lengah dengan mengatakan hal yang membuatmu lega,"
"Akan tetapi, hal ini berlaku hanya jika mereka seperti yang pernah kamu ceritakan padaku," tutur Cyrene.
"Seperti apa mereka dan bagaimana pola pikir mereka, kamu tentu bisa menebaknya mengingat kamu sudah bersama mereka dalam waktu lama," sambungnya.
Bernardo terdiam selama beberapa saat sembari menatap lekat wanita yang kini duduk di depannya. Bukan karena apa yang baru saja ia katakan, melainkan karena betapa cepatnya dia bisa menyimpulkan dengan akurat hanya berdasarkan dari apa yang pernah ia ceritakan pada Cyrene.
"Bagaimana kamu bisa berpikir sejauh itu?" tanya Bernardo.
'Aku penasaran sejauh mana dia bisa menarik kesimpulan hanya dari apa yang aku ceritakan padanya,' batin Bernardo.
"Aku sendiri tidak tahu, itu hanya penalaran logikaku saja," sambut Cyrene menaikan bahunya.
"Aku juga merasa, jika mereka bisa menekanmu hingga membuatmu tidak memiliki ruang untuk bergerak, itu artinya mereka juga bisa menarik perkataan mereka sesuka hati mereka," imbuhnya.
"Akan tetapi, jika mereka termasuk orang yang memiliki harga diri tinggi, itu akan menjadi cerita yang berbeda," sambungnya.
"Apakah itu artinya kamu akan menghubungi polisi jika berhadapan dengan mereka?" tanya Bernardo.
"Meski aku lebih berharap itu tidak pernah terjadi," sambungnya cepat.
"Aku memikirkan banyak hal saat kamu tidak muncul selama satu minggu ini," ungkap Cyrene.
"Ketika kamu mengatakan polisi tidak akan berguna untuk menghadapi mereka, aku mulai berpikir, satu-satunya hal yang masuk akal bisa terjadi adalah ada satu atau dua orang dari mereka yang masuk ke kepolisian untuk menjadi mata-mata,"
"Yang artinya, aku hanya akan mengantarkan nyawaku sendiri jika aku tetap nekat kesana,"
"Dan jika ingin meminta bantuan hukum, bukan polisi yang bisa membantu, tapi posisi yang lebih tinggi dari polisi," paparnya.
"Maksudmu seperti FBI atau CIA?" sambut Bernardo.
"Sejenis itu, namun bukan mereka. Kamu tentu tahu, FBI dan CIA memiliki tugas yang jauh berbeda bukan?" jawab Cyrene.
Bernardo mengangguk tanda setuju sampai Cyrene kembali melanjutkan kalimatnya.
"Aku pernah mendengar ada sebuah organisasi dimana mereka tidak terikat dengan negara seperti polisi atau tentara, namun mereka membantu tugas polisi,"
"Dan tidak semua orang mengetahui tentang mereka," ungkap Cyrene.
"Mungkin seperti merekalah yang bisa membantumu untuk keluar dari lingkaran ini," imbuhnya.
Bernardo kembali tercengang dengan tatapan kagum pada wanita di depannya. Namun di saat yang sama ia juga merasa was-was jika mereka tahu dengan pola pikir Cyrene yang baru saja ia dengar. Kemungkinan Cyrene berada dalam bahaya menjadi semakin tinggi jika Alastor mengetahui tentang Cyrene.
"Kau sungguh wanita yang berbeda, Ren," gumam Bernardo lirih.
"Hemm,,, kamu mengatakan sesuatu?" sambut Cyrene menoleh cepat ke arah Bernardo.
"Ya, kamu perlu istirahat. Ini sudah larut," elak Bernardo.
"Kamu bisa tetap di sini jika kamu mau,"
"Dan lagi, kamu masih terluka," ucap Cyrene.
"Tapi_,,,"
"Teman-teman dari organisasimu tidak akan kemari," potong Cyrene.
"Seperti yang kamu bilang, cafe ini berada di pusat kota, meski mereka sempat menghancurkan cafe ku, mereka tidak mungkin melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya,
"Jika aku adalah mereka, aku tidak akan bertindak mencolok yang akan membuat diriku terekspos," imbuhnya.
Bernardo terdiam sejenak. Memikirkan hal lebih sederhana jika dirinya berada di sana, ia bisa melindungi Cyrene dari mereka jika sewaktu-waktu datang.
"Baiklah," desah Bernardo kalah.
"Kamu bisa gunakan tempat tidurnya, dan aku yang tidur di sofa," ucap Cyrene lagi.
"Hei,,, aku menolak gagasan itu," protes Bernardo.
"Lebih baik aku yang di sof_,,,"
"Protesmu di tolak!" potong Cyrene segera bangun dari duduknya sembari berkacak pinggang.
"Aku sudah cukup lelah dengan hari ini karena mengurus renovasi cafe, jadi jangan menambah bebanku dengan bertingkah seperti bocah yang tidak bisa di atur," sambungnya.
"Hei,,, apa-apaan itu?" sambut Bernardo tertawa.
"Sekarang pergi tidur atau aku hubungi ambulance untuk menyeretmu ke rumah sakit!" ancam Cyrene.
"Kau hanya menggertak bukan?" sambut Bernardo menyipitkan matanya.
"Oh,,, kau menantangku?" balas Cyrene segera mengeluarkan ponselnya.
"Baik, justru akan lebih baik jika kau bermalam di rumah sakit malam ini," imbuhnya seraya menekan nomor.
"Kau tidak akan berani," ledek Bernardo.
Di luar dugaan, Cyrene benar-benar menghubungi ambulance yang membuat Bernardo terkejut dan segera merampas ponsel Cyrene dari tangan pemiliknya saat terdengar suara dari pelayanan ambulance.
"Baik,,, Baik,,, aku tidur. Jadi jangan menghubungi ambulance," ucap Bernardo mematikan panggilan dari ponsel Cyrene..
"Anak pintar," celetuk Cyrene.
Mereka saling bertatapan dengan tangan Bernardo yang mencengkram pergelangan tangan Cyrene. Usaha Bernardo merebut ponsel Cyrene membuat posisi mereka seperti akan berpelukan, dan sukses membuat Bernardo kembali berdebar. Namun, detik berikutnya Bernardo tertawa untuk menutupi debaran di hatinya.
Cyrene turut tertawa menyadari sikap konyol yang dia lakukan. Dua alasan yang berbeda membuat mereka tertawa bersama sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat.
...%%%%%%%%...
Untuk kesekian kalinya, Bernardo merubah posisi tidurnya. Kepalanya sedikit terangkat untuk memastikan apakah Cyrene sudah tidur atau belum.
Detik berikutnya, ia tersenyum ketika melihat Cyrene telah terlelap di sofa yang tidak jauh dari tempatnya berada. Dengan gerakan hati-hati, Bernardo turun dari tempat tidur dan menghampiri Cyrene.
. . . . .
. . . . .
To be continued,,,,
NOTE...
- FBI
FBI atau (Federal Bureau of Investigation) Adalah organisasi keamanan nasional yang di gerakkan oleh intelijen dan berfokus pada ancaman yang memiliki tanggung jawab penegakan hukum.
FBI memiliki tangung jawab menyelidiki kasus pembunuhan, kejahatan antar negara dan penculikan di Amerika Serikat.
-CIA
Badan intelijen pusat CIA atau (Central Inteligence Agency) adalah salah satu badan intelijen pemerintah federal Amerika Serikat.
CIA cenderung mencari informasi dari intelijen asing dan melakukan operasi rahasia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Birru
pemikiran ren sangat luas dapat menyimpulkan hanya lewat cerita saja
2024-06-17
1
Rona Risa
🌹dan iklan untuk cyrene yang udah keren dari dulu ❤️❤️❤️
2024-04-08
1
Rona Risa
wah wah 👀👀
2024-04-08
1