17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)

"Apa yang terjadi?"

"Bagaimana kamu bisa sampai seperti ini?" tanya Cyrene panik.

Cyrene membiarkan Bernardo masuk dan segera mengunci pintu.

"Ke ruangan dalam saja, aku obati dulu lukamu," ucap Cyrene menahan Bernardo yang akan duduk.

"Aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil," jawab Bernardo.

"Jangan membantah!" tegas Cyrene segera menarik tangan Bernardo untuk mengikuti langkahnya.

Cyrene membawa Bernardo ke ruangan di dekat dapur dimana tempat itu selalu di gunakan untuk melepas lelah atau sekedar beristirahat untuk menikmati makan bersama.

Setelah meminta Bernardo duduk di kursi yang Cyrene persiapkan, ia segera mengambil air dan handuk kecil serta kotak obat.

"Lepaskan dulu saja jaketmu," saran Cyrene seraya meletakkan kotak obat dan wadah berisi air.

Bernardo hanya menurut, melepaskan jaket yang ia kenakan dan duduk tenang saat Cyrene mulai membersihkan luka di kepala dan dahinya.

"Bagaimana kamu bisa mendapatkan luka seperti ini?" tanya Cyrene memecah keheningan.

"Ini bukan apa-apa dibandingkan dengan luka yang biasa aku dapatkan," jawab Bernardo.

"Kau tau?"

"Jawaban ambigu darimu membuatku semakin yakin bahwa mereka yang melakukan ini padamu dan kamu tidak melawan sama sekali," sindir Cyrene.

"Yah,,, kurasa,," sahut Bernardo singkat di akhiri hembusan nafas kasar.

Cyrene mendesah pelan, membersihkan dengan hati-hati luka di kepala Bernardo menggunakan kapas dan cairan antiseptic serta menutup lukanya.

Ia mengitari Bernardo dan berdiri tepat di depan Bernardo, beralih dari kepala ke kening Bernardo yang juga memiliki luka.

Cyrene mencondongkan tubuhnya saat membersihkan luka menggunakan kapas, membuat jarak wajah mereka sangat dekat.

Selama beberapa saat, Bernardo terpaku di tempatnya. Menatap wajah wanita di depannya yang sangat dekat dengan wajahnya.

'Aku tidak akan pernah bisa berhenti mengagumi kecantikanmu, Ren,' batin Bernardo.

Entah bagaimana, tatapan Bernardo turun ke bibir Cyrene, terpaku di sana selama beberapa saat sampai ia menelan ludahnya sendiri.

"Apakah kamu tidak merasakan sakit?" tanya Cyrene tiba-tiba.

"Aa-Apa,,?" sambut Bernardo tersentak.

Cyrene menghentikan aktivitasnya sejenak, mengalihkan pandangannya dari luka di dahi Bernardo ke kedua matanya dengan kening berkerut.

"Apa sebenarnya yang sedang kamu pikirkan?" selidik Cyrene.

"Uhm,,,, tidak,,, bukan apa-apa," kilah Bernardo sedikit tergagap.

'Dasar bodoh! Apa yang aku pikirkan? Fantasiku sungguh konyol,' rutuk Bernardo dalam hati.

Cyrene kembali melanjutkan mengobati luka Bernardo dan membersihkan darah yang sebelumnya mengalir di lehernya.

"Apakah kamu ingin minum sesuatu?" tawar Cyrene.

"Tidak perlu," sahut Bernardo.

"Aku datang hanya ingin mengatakan sesuatu dan segera pergi," imbuhnya.

"Pergi? Lagi?" ulang Cyrene.

"Yah,,, aku memang tidak seharusnya berada di sini, bukan?" sambut Bernardo tersenyum tipis.

"Tapi, aku harus menyampaikan ini padamu," imbuhnya.

Bernardo menjeda sesaat kalimatnya sebelum kembali berbicara.

"Kau bisa kembali ke apartemenmu, itu adalah kabar baiknya,"

"Jadi, kau tidak perlu lagi tidur di cafe," imbuhnya.

"Lalu, apa yang kau berikan pada mereka sebagai gantinya?" sambut Cyrene bertanya.

"Aku harus melakukan hal lain yang aku yakin tidak akan kau sukai," jawab Bernardo.

"Apa yang mereka berikan?" tanya Cyrene.

"Mereka tidak akan mengganggumu lagi," jawab Bernardo.

"Dan kamu percaya dengan apa yang di katakan mereka?" sambut Cyrene menaikkan intonasi suaranya.

"Untuk saat ini aku hanya bisa percaya dengan apa yang mereka katakan," jawab Bernardo.

'Setidaknya sampai aku menemukan cara terbaik untuk mengeluarkanmu dari lingkaran ini sepenuhnya,' lanjutnya dalam hati.

"Lalu, kemana kamu akan pergi setelah ini?" tanya Cyrene.

"Entahlah," jawab Bernardo menaikan bahunya.

"Aku sendiri bahkan tidak yakin, aku juga tidak ingin kembali ke rumahku,"

"Mungkin pilihan terbaiknya aku tinggal di hotel untuk sementara," lanjutnya.

"Itu justru akan membuat mereka berpikir kamu melakukan hal yang mencurigakan," sambut Cyrene.

"Maksudmu?" tanya Bernardo mengerutkan keningnya.

Cyrene meninggalkan Bernardo sejenak untuk meletakkan kotak obat dan membersikan handuk yang bernoda darah.

"Ini hanya firasatku saja, jadi jangan jadikan ini sebagai alasan untuk bertindak," ucap Cyrene kembali menghampiri Bernardo seraya menarik kursi dan duduk di depannya.

"Firasatku mengatakan, mereka hanya ingin membuatmu lengah dengan mengatakan hal yang membuatmu lega,"

"Akan tetapi, hal ini berlaku hanya jika mereka seperti yang pernah kamu ceritakan padaku," tutur Cyrene.

"Seperti apa mereka dan bagaimana pola pikir mereka, kamu tentu bisa menebaknya mengingat kamu sudah bersama mereka dalam waktu lama," sambungnya.

Bernardo terdiam selama beberapa saat sembari menatap lekat wanita yang kini duduk di depannya. Bukan karena apa yang baru saja ia katakan, melainkan karena betapa cepatnya dia bisa menyimpulkan dengan akurat hanya berdasarkan dari apa yang pernah ia ceritakan pada Cyrene.

"Bagaimana kamu bisa berpikir sejauh itu?" tanya Bernardo.

'Aku penasaran sejauh mana dia bisa menarik kesimpulan hanya dari apa yang aku ceritakan padanya,' batin Bernardo.

"Aku sendiri tidak tahu, itu hanya penalaran logikaku saja," sambut Cyrene menaikan bahunya.

"Aku juga merasa, jika mereka bisa menekanmu hingga membuatmu tidak memiliki ruang untuk bergerak, itu artinya mereka juga bisa menarik perkataan mereka sesuka hati mereka," imbuhnya.

"Akan tetapi, jika mereka termasuk orang yang memiliki harga diri tinggi, itu akan menjadi cerita yang berbeda," sambungnya.

"Apakah itu artinya kamu akan menghubungi polisi jika berhadapan dengan mereka?" tanya Bernardo.

"Meski aku lebih berharap itu tidak pernah terjadi," sambungnya cepat.

"Aku memikirkan banyak hal saat kamu tidak muncul selama satu minggu ini," ungkap Cyrene.

"Ketika kamu mengatakan polisi tidak akan berguna untuk menghadapi mereka, aku mulai berpikir, satu-satunya hal yang masuk akal bisa terjadi adalah ada satu atau dua orang dari mereka yang masuk ke kepolisian untuk menjadi mata-mata,"

"Yang artinya, aku hanya akan mengantarkan nyawaku sendiri jika aku tetap nekat kesana,"

"Dan jika ingin meminta bantuan hukum, bukan polisi yang bisa membantu, tapi posisi yang lebih tinggi dari polisi," paparnya.

"Maksudmu seperti FBI atau CIA?" sambut Bernardo.

"Sejenis itu, namun bukan mereka. Kamu tentu tahu, FBI dan CIA memiliki tugas yang jauh berbeda bukan?" jawab Cyrene.

Bernardo mengangguk tanda setuju sampai Cyrene kembali melanjutkan kalimatnya.

"Aku pernah mendengar ada sebuah organisasi dimana mereka tidak terikat dengan negara seperti polisi atau tentara, namun mereka membantu tugas polisi,"

"Dan tidak semua orang mengetahui tentang mereka," ungkap Cyrene.

"Mungkin seperti merekalah yang bisa membantumu untuk keluar dari lingkaran ini," imbuhnya.

Bernardo kembali tercengang dengan tatapan kagum pada wanita di depannya. Namun di saat yang sama ia juga merasa was-was jika mereka tahu dengan pola pikir Cyrene yang baru saja ia dengar. Kemungkinan Cyrene berada dalam bahaya menjadi semakin tinggi jika Alastor mengetahui tentang Cyrene.

"Kau sungguh wanita yang berbeda, Ren," gumam Bernardo lirih.

"Hemm,,, kamu mengatakan sesuatu?" sambut Cyrene menoleh cepat ke arah Bernardo.

"Ya, kamu perlu istirahat. Ini sudah larut," elak Bernardo.

"Kamu bisa tetap di sini jika kamu mau,"

"Dan lagi, kamu masih terluka," ucap Cyrene.

"Tapi_,,,"

"Teman-teman dari organisasimu tidak akan kemari," potong Cyrene.

"Seperti yang kamu bilang, cafe ini berada di pusat kota, meski mereka sempat menghancurkan cafe ku, mereka tidak mungkin melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya,

"Jika aku adalah mereka, aku tidak akan bertindak mencolok yang akan membuat diriku terekspos," imbuhnya.

Bernardo terdiam sejenak. Memikirkan hal lebih sederhana jika dirinya berada di sana, ia bisa melindungi Cyrene dari mereka jika sewaktu-waktu datang.

"Baiklah," desah Bernardo kalah.

"Kamu bisa gunakan tempat tidurnya, dan aku yang tidur di sofa," ucap Cyrene lagi.

"Hei,,, aku menolak gagasan itu," protes Bernardo.

"Lebih baik aku yang di sof_,,,"

"Protesmu di tolak!" potong Cyrene segera bangun dari duduknya sembari berkacak pinggang.

"Aku sudah cukup lelah dengan hari ini karena mengurus renovasi cafe, jadi jangan menambah bebanku dengan bertingkah seperti bocah yang tidak bisa di atur," sambungnya.

"Hei,,, apa-apaan itu?" sambut Bernardo tertawa.

"Sekarang pergi tidur atau aku hubungi ambulance untuk menyeretmu ke rumah sakit!" ancam Cyrene.

"Kau hanya menggertak bukan?" sambut Bernardo menyipitkan matanya.

"Oh,,, kau menantangku?" balas Cyrene segera mengeluarkan ponselnya.

"Baik, justru akan lebih baik jika kau bermalam di rumah sakit malam ini," imbuhnya seraya menekan nomor.

"Kau tidak akan berani," ledek Bernardo.

Di luar dugaan, Cyrene benar-benar menghubungi ambulance yang membuat Bernardo terkejut dan segera merampas ponsel Cyrene dari tangan pemiliknya saat terdengar suara dari pelayanan ambulance.

"Baik,,, Baik,,, aku tidur. Jadi jangan menghubungi ambulance," ucap Bernardo mematikan panggilan dari ponsel Cyrene..

"Anak pintar," celetuk Cyrene.

Mereka saling bertatapan dengan tangan Bernardo yang mencengkram pergelangan tangan Cyrene. Usaha Bernardo merebut ponsel Cyrene membuat posisi mereka seperti akan berpelukan, dan sukses membuat Bernardo kembali berdebar. Namun, detik berikutnya Bernardo tertawa untuk menutupi debaran di hatinya.

Cyrene turut tertawa menyadari sikap konyol yang dia lakukan. Dua alasan yang berbeda membuat mereka tertawa bersama sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat.

...%%%%%%%%...

Untuk kesekian kalinya, Bernardo merubah posisi tidurnya. Kepalanya sedikit terangkat untuk memastikan apakah Cyrene sudah tidur atau belum.

Detik berikutnya, ia tersenyum ketika melihat Cyrene telah terlelap di sofa yang tidak jauh dari tempatnya berada. Dengan gerakan hati-hati, Bernardo turun dari tempat tidur dan menghampiri Cyrene.

. . . . .

. . . . .

To be continued,,,,

NOTE...

- FBI

FBI atau (Federal Bureau of Investigation) Adalah organisasi keamanan nasional yang di gerakkan oleh intelijen dan berfokus pada ancaman yang memiliki tanggung jawab penegakan hukum.

FBI memiliki tangung jawab menyelidiki kasus pembunuhan, kejahatan antar negara dan penculikan di Amerika Serikat.

-CIA

Badan intelijen pusat CIA atau (Central Inteligence Agency) adalah salah satu badan intelijen pemerintah federal Amerika Serikat.

CIA cenderung mencari informasi dari intelijen asing dan melakukan operasi rahasia.

Terpopuler

Comments

Birru

Birru

pemikiran ren sangat luas dapat menyimpulkan hanya lewat cerita saja

2024-06-17

1

Rona Risa

Rona Risa

🌹dan iklan untuk cyrene yang udah keren dari dulu ❤️❤️❤️

2024-04-08

1

Rona Risa

Rona Risa

wah wah 👀👀

2024-04-08

1

lihat semua
Episodes
1 1. Camp
2 2.Peduli
3 3.Pertemuan
4 4.Rasa Takut
5 5. Datang ke Cafe
6 6. Bahaya!
7 7. Di Ganggu.
8 8. Tiba-tiba
9 9. Pindah,,,?!?
10 10. Masa kini
11 11. Hadiah
12 12. Kejadian
13 13. Melihatnya
14 14. Sikap abai
15 15. Misi Ringan
16 16. Sepakat (Masa lalu 1)
17 17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18 18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19 19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20 20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21 21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22 22. Khawatir (Masa lalu 7)
23 23. Cemburu (Masa lalu 8)
24 24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25 25. Menjebak (Masa lalu 10)
26 26. Hampir (Masa lalu 11)
27 27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28 28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29 29. Terjalin (Masa lalu 14)
30 30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31 31. Rencana (Masa lalu 16)
32 32. Cincin (Masa lalu 17)
33 33. Lamaran (Masa lalu 18)
34 34. (Masa lalu 19)
35 35. (Masa lalu 20)
36 36 (Masa lalu 21)
37 37. ( Masa lalu 22)
38 38. (Masa lalu 23)
39 39. (Masa lalu 24)
40 40. (Masa lalu 25)
41 41. (Masa lalu 26)
42 42. (Masa lalu 27)
43 43. (Masa Lalu 28)
44 44. (Masa Lalu 29)
45 45. (Masa Lalu 30 )
46 46. ( Masa Lalu 31 )
47 47. ( Masa Lalu 32 )
48 48. ( Masa Lalu 33 )
49 49. ( Masa Lalu 34 )
50 50. ( Masa Lalu 35 )
51 51. ( Masa Lalu 36 )
52 52. ( Masa Lalu 37 )
53 53. ( Masa Lalu 38 )
54 54. ( Masa Lalu 39 )
55 55. ( Masa Lalu 40 )
56 56. ( Masa Lalu 41)
57 57. ( Masa Lalu 42 )
58 58. ( Masa Lalu 43 )
59 59. ( Masa Lalu 44 )
60 60. ( Masa Lalu 45 )
61 61. ( Masa Lalu 46 )
62 62. ( Masa Lalu 47 )
63 63. ( Masa Lalu 48 )
64 64. ( Masa Lalu 49 end )
65 65. Masa Kini1 SB
66 66. Masa Kini2 SB
67 67. Masa Kini3 SB
68 68. Masa Kini4 SB
69 69. Masa Kini5 SB
70 70. Masa Kini6 SB
71 71. Masa Kini7 SB
72 72. Masa Kini8 SB
73 73. Masa Kini9 SB
74 74. Masa Kini10 SB
75 75. Masa Kini11 SB
76 76. Masa Kini12 SB
77 77. Masa Kini13 SB
78 78. Masa Kini14 SB
79 79. Masa Kini15 SB
80 80. Masa Kini16 SB
81 81. Masa Kini17 SB
82 82. Masa Kini18 SB
83 83. Masa Kini19 SB
84 84. Masa Kini20 SB
85 85. Masa Kini21 SB
86 86. Masa Kini22 SB
87 87. Masa Kini23 SB
88 88. Masa Kini24 SB
89 89. Masa Kini25 SB
90 90. Masa Kini26 SB
91 91. Masa Kini27 SB
92 92. Masa Kini28 SB
93 93. Masa Kini29 SB
94 94. Masa Kini30 SB
95 95. Masa Kini31 SB
96 96. Masa Kini32 SB
97 97. Masa Kini33 SB
98 98. Masa Kini34 SB.
99 99. Masa Kini35 SB
100 100. Masa Kini36 SB
101 101. Masa Kini37 SB.
102 102. Masa Kini38 SB
103 103. Masa Kini39 SB
104 104. Masa Kini40 SB
105 105. Masa Kini41 SB
106 106. Masa Kini42 SB
107 107. Masa Kini43 SB
108 108. Masa Kini44 SB
109 109. Masa Kini45 SB
110 110. Masa Kini46 SB
111 111. Masa Kini47 SB
112 112. Masa Kini48 SB
113 113. Masa Kini49 SB
114 114. Masa Kini50 SB
115 115. Masa Kini51 SB
116 116. Masa Kini52 SB
117 117. Masa Kini53 SB
118 118. Masa Kini54 SB
119 119. Masa Kini55 SB
120 120. Masa Kini56 SB
121 121. Masa Kini57 SB
122 122. Masa Kini58 SB
123 123. Masa Kini59 SB
124 124. Masa Kini60 SB
125 125 Masa Kini61 SB.
126 126. Masa Kini62 SB
127 127. Masa Kini63 SB
128 128. Masa Kini64 SB
129 129. Masa Kini65 SB
130 130. Masa Kini66 SB
131 131. Masa Kini67 SB
132 132. Masa Kini68 SB
133 133. Masa Kini69 SB
134 134. Masa Kini70 SB
135 135. Masa Kini71 SB
136 136. Masa Kini72 SB
137 137. Masa Kini73 SB
138 138. Masa Kini74 SB
139 139. Masa Kini75 SB
140 140. Masa Kini76 SB
141 141. Masa Kini78 SB
142 Karya baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1. Camp
2
2.Peduli
3
3.Pertemuan
4
4.Rasa Takut
5
5. Datang ke Cafe
6
6. Bahaya!
7
7. Di Ganggu.
8
8. Tiba-tiba
9
9. Pindah,,,?!?
10
10. Masa kini
11
11. Hadiah
12
12. Kejadian
13
13. Melihatnya
14
14. Sikap abai
15
15. Misi Ringan
16
16. Sepakat (Masa lalu 1)
17
17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18
18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19
19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20
20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21
21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22
22. Khawatir (Masa lalu 7)
23
23. Cemburu (Masa lalu 8)
24
24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25
25. Menjebak (Masa lalu 10)
26
26. Hampir (Masa lalu 11)
27
27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28
28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29
29. Terjalin (Masa lalu 14)
30
30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31
31. Rencana (Masa lalu 16)
32
32. Cincin (Masa lalu 17)
33
33. Lamaran (Masa lalu 18)
34
34. (Masa lalu 19)
35
35. (Masa lalu 20)
36
36 (Masa lalu 21)
37
37. ( Masa lalu 22)
38
38. (Masa lalu 23)
39
39. (Masa lalu 24)
40
40. (Masa lalu 25)
41
41. (Masa lalu 26)
42
42. (Masa lalu 27)
43
43. (Masa Lalu 28)
44
44. (Masa Lalu 29)
45
45. (Masa Lalu 30 )
46
46. ( Masa Lalu 31 )
47
47. ( Masa Lalu 32 )
48
48. ( Masa Lalu 33 )
49
49. ( Masa Lalu 34 )
50
50. ( Masa Lalu 35 )
51
51. ( Masa Lalu 36 )
52
52. ( Masa Lalu 37 )
53
53. ( Masa Lalu 38 )
54
54. ( Masa Lalu 39 )
55
55. ( Masa Lalu 40 )
56
56. ( Masa Lalu 41)
57
57. ( Masa Lalu 42 )
58
58. ( Masa Lalu 43 )
59
59. ( Masa Lalu 44 )
60
60. ( Masa Lalu 45 )
61
61. ( Masa Lalu 46 )
62
62. ( Masa Lalu 47 )
63
63. ( Masa Lalu 48 )
64
64. ( Masa Lalu 49 end )
65
65. Masa Kini1 SB
66
66. Masa Kini2 SB
67
67. Masa Kini3 SB
68
68. Masa Kini4 SB
69
69. Masa Kini5 SB
70
70. Masa Kini6 SB
71
71. Masa Kini7 SB
72
72. Masa Kini8 SB
73
73. Masa Kini9 SB
74
74. Masa Kini10 SB
75
75. Masa Kini11 SB
76
76. Masa Kini12 SB
77
77. Masa Kini13 SB
78
78. Masa Kini14 SB
79
79. Masa Kini15 SB
80
80. Masa Kini16 SB
81
81. Masa Kini17 SB
82
82. Masa Kini18 SB
83
83. Masa Kini19 SB
84
84. Masa Kini20 SB
85
85. Masa Kini21 SB
86
86. Masa Kini22 SB
87
87. Masa Kini23 SB
88
88. Masa Kini24 SB
89
89. Masa Kini25 SB
90
90. Masa Kini26 SB
91
91. Masa Kini27 SB
92
92. Masa Kini28 SB
93
93. Masa Kini29 SB
94
94. Masa Kini30 SB
95
95. Masa Kini31 SB
96
96. Masa Kini32 SB
97
97. Masa Kini33 SB
98
98. Masa Kini34 SB.
99
99. Masa Kini35 SB
100
100. Masa Kini36 SB
101
101. Masa Kini37 SB.
102
102. Masa Kini38 SB
103
103. Masa Kini39 SB
104
104. Masa Kini40 SB
105
105. Masa Kini41 SB
106
106. Masa Kini42 SB
107
107. Masa Kini43 SB
108
108. Masa Kini44 SB
109
109. Masa Kini45 SB
110
110. Masa Kini46 SB
111
111. Masa Kini47 SB
112
112. Masa Kini48 SB
113
113. Masa Kini49 SB
114
114. Masa Kini50 SB
115
115. Masa Kini51 SB
116
116. Masa Kini52 SB
117
117. Masa Kini53 SB
118
118. Masa Kini54 SB
119
119. Masa Kini55 SB
120
120. Masa Kini56 SB
121
121. Masa Kini57 SB
122
122. Masa Kini58 SB
123
123. Masa Kini59 SB
124
124. Masa Kini60 SB
125
125 Masa Kini61 SB.
126
126. Masa Kini62 SB
127
127. Masa Kini63 SB
128
128. Masa Kini64 SB
129
129. Masa Kini65 SB
130
130. Masa Kini66 SB
131
131. Masa Kini67 SB
132
132. Masa Kini68 SB
133
133. Masa Kini69 SB
134
134. Masa Kini70 SB
135
135. Masa Kini71 SB
136
136. Masa Kini72 SB
137
137. Masa Kini73 SB
138
138. Masa Kini74 SB
139
139. Masa Kini75 SB
140
140. Masa Kini76 SB
141
141. Masa Kini78 SB
142
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!