19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)

"EEHHH,,,,???" Emma terpekik namun segera menutup mulutnya.

"Kenapa kamu seterkejut itu?" sambut Cyrene heran.

"Bukankah seharusnya kamu menyimpan fotonya? Kamu bahkan tidak menunjukan fotonya padaku dan membuatku terlihat bodoh saat menemui dia tanpa tahu seperti apa wajahnya,"

"Dan sekarang kamu membuat masalah di saat seharunya kamu meminta maaf padanya," tegur Cyrene.

Emma segera mengeluarkan ponselnya dan membuka kembali aplikasi kencan yang masih ia simpan. Beberapa kali ia menatap Bernardo, lalu beralih ke ponselnya dan kembali menatap Bernardo lagi.

"Jadi,,,, kamu,,,,"

Emma menelan ludahnya, nyalinya seketika menciut begitu saja saat menyadari kesalahan apa yang telah ia lakukan.

"Ah,,, sekarang aku mengerti," ucap Bernardo yang sejak tadi diam.

"Kamu yang mengobrol denganku melalui pesan,"

"Caramu berbicara terasa sama persis ketika kamu berbicara melalui pesan," imbuhnya.

"Itu,,,, memang aku,,,, aku minta maaf," ucap Emma.

'Aku memang melihat fotonya dan dia terlihat tampan dengan kulit coklatnya. Tapi aku tidak pernah menyangka dia berbadan tinggi dan besar seperti ini,' batin Emma.

'Aku berani bertaruh dia memiliki tinggi sekitar 200 atau 205cm, jika mengingat tingginya hampir menyentuh pintu cafe. Apakah dia seorang atlet atau apa?'

'Gavin saja hanya sampai di batas bawah telinga, apakah sekarang aku akan selamat jika seperti ini? Apakah dia akan memaafkan aku? Padahal tadi aku bisa dengan percaya dirinya mengayunkan gagang sapu padanya,'

Emma merutuk dirinya sendiri di dalam hati sembari berharap Bernardo akan memaafkan dirinya. Ia ingin menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud untuk menipunya, namun keberaniannya untuk berbicara menguap begitu saja.

"Uhm,,, aku benar-benar minta maaf," sesal Emma menundukan kepalanya.

"Tidak apa-apa," sambut Bernardo tersenyum tipis.

"Cyrene sudah menjelaskannya sekaligus meminta maaf atas namamu, dan aku tidak mempermasalahkan hal itu," imbuhnya.

"Eh,,, sungguh?" sahut Emma segera mengangkat wajahnya.

"Yah,,, setidaknya sekarang aku mengerti mengapa saat aku bertemu dengan Cyrene dia tampak berbeda," jawab Bernardo.

"Dan ternyata kalian memang dua orang yang memiliki sikap yang saling bertolak belakang," imbuhnya.

"Ehmm,,, aku juga minta maaf soal pagi ini," ucap Emma lagi.

"Bukan aku yang seharusnya menerima permintaan maaf," sahut Bernardo.

"Karena bukan aku yang mendapatkan pukulan darimu," lanjutnya.

"Tapi aku menuduh kakak seenaknya tanpa mencoba untuk mendengarkan penjelasan," sanggah Emma.

"Karena kamu mengkhawatirkan Cyrene dan berpikir aku melakukan hal buruk, aku bisa mengerti perasaan itu," balas Bernardo.

Emma tercengang menatap pria di depannya yang masih mempertahankan posisinya berlutut di depan Cyrene, seolah tak percaya dengan penglihatan dan pendengarannya sendiri dengan bagaimana cara pria itu bersikap.

'Ternyata memang benar cover tidak selamanya mencerminkan sikap seseorang. Dia memang terlihat sedikit menyeramkan, tapi cara dia mengobati kak Ren tadi sangat lembut,' batin Emma.

"Terima kasih," jawab Emma tersenyum.

Bernardo hanya membalas dengan senyuman dan segera kembali beralih menatap Cyrene.

"Apakah masih sakit?" tanya Bernardo khawatir.

"Aku tidak apa-apa," jawab Cyrene.

"Lagi pula, pukulan Emma tidak sesakit itu," imbuhnya.

"Maaf kak, aku benar-benar tidak sengaja," sesal Emma.

"Hooo,,, jadi kekacauan pagi ini di sebabkan olehnya?" sela Gavin menunjuk Emma.

"Diam kau!" sergah Emma.

"Potong saja gajinya untuk mengganti rugi meja yang rusak," celetuk Gavin.

"Lupakan saja! Lebih baik kalian berdua bereskan semuanya," jawab Cyrene.

"Hari ini banyak bahan yang akan datang, dan besok kita akan mulai membuka cafe dengan memberikan menu gratis untuk semua orang yang datang selama satu hari," imbuhnya.

"Biarkan aku membantumu untuk hari ini, juga besok," sela Bernardo.

"Ehh,,? Tidak perlu, kamu termasuk tamu di sini, jadi tidak perlu melakukan apa pun," sambut Cyrene.

"Setidaknya, dengan tambahan satu orang akan meringankan pekerjaan," jawab Bernardo.

"Ah,,, aku juga bisa memanggil temanku untuk membantu," imbuhnya.

"Itu hanya akan merepotkanmu sa_,,,"

"SETUJUUU,,,,,!" seru Gavin dan Emma serempak memotong perkataan Cyrene.

"Heh,,,, kalian ini,,,," tegur Cyrene.

"Ada tiga suara di sini, Ren. Dan kamu sendirian, bukankah suara terbanyak adalah pemenangnya?" sambut Berardo tersenyum.

"Tapi_,,,,"

"Kak,,, ayolah,,, setidaknya pekerjaan kita akan menjadi lebih ringan jika ada tambahan orang," potong Emma.

"Sebagai gantinya, aku akan membuatkan sesuatu untuk di nikmati bersama nanti, dan kakak hanya perlu menghidangkan kopi untuk semua orang," imbuhnya.

"Aku setuju soal itu," sambut Bernardo cepat.

"Lihat,,, kak Bernardo bahkan setuju hanya dengan kopi," celetuk Gavin.

"Haahh,,,, mereka ini,,,," desah Cyrene meletakkan telapak tangan di dahinya.

"Dan kamu juga sudah mengenal temanku," timpal Benardo.

"Temanmu?" ulang Cyrene dengan kening berkerut.

"Theo," jawab Bernardo.

"Dia pernah kemari meski hanya mengantar barang, tapi dia akan dengan senang hati membantu," sambungnya.

"Tapi_,,,"

"Kalau begitu kita sepakat, aku akan menghubunginya," potong Bernardo seraya berdiri dan sedikit menjauh sembari mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

"Hei,,, jangan seenaknya saja membuat keputusan!" protes Cyrene.

Bernardo hanya menaikan bahunya, sementara Gavin dan Emma mulai membereskan kekacauan yang pagi ini Emma buat. Meski keduanya sering kali bertengkar, namun mereka menjadi kompak ketika berhubungan dengan pekerjaan.

Cyrene menghela nafas panjang, lalu tersenyum kala melihat tiga orang di depannya terlihat akrab dalam waktu singkat.

Beberapa jam kemudian, pintu cafe terbuka di ikuti dengan sosok pria yang tidak asing bagi Cyrene. Pria itu segera di sambut hangat oleh Bernardo dan melakukan perkenalan singkat dengan Gavin dan Emma sebelum memulai pekerjaan.

"Waktunya makan siang!" seru Cyrene setelah selesai menyiapkan beberapa makanan di satu meja.

"Woah,,, ku pikir kamu hanya seorang barista, aku tidak menyangka kau juga seorang koki," puji Theo kala melihat beraneka macam makanan di atas meja.

"Aku hanya bisa membuat beberapa makanan saja," elak Cyrene.

"Padahal masakan kak Ren tidak kalah dengan makanan bintang lima," celetuk Gavin.

"Itu membuatku penasaran," sahut Theo.

"Aromanya bahkan sudah menggugah selera," imbuhnya.

"Jangan berlebihan!" sanggah Cyrene.

"Ini hanya makanan sederhana dimana semua orang bisa membuatnya," imbuhnya.

"Aku meragukan itu benar," jawab Theo.

"Kuharap kau tak menarik kembali ucapanmu," sambut Cyrene tersenyum.

Mereka duduk mengelilingi meja dan mulai menyantap makan siang mereka di selingi obrolan ringan. Kehadiran Theo sedikitpun tidak memunculkan situasi canggung.

Mereka bertiga akrab dalam waktu singkat, bahkan bersekongkol agar Bernardo bisa duduk di samping Cyrene saat makan, memunculkan senyum jahil di bibir Theo, Gavin dan Emma.

Saat Bernardo tengah menyuap makanan ke dalam mulutnya, Theo dengan sengaja menyenggol tangan Bernardo dan sukses membuat noda saus pada wajah Bernardo.

"Oh,,, maaf, aku sengaja, pft,,,," ucap Theo tertawa.

"Kau,,,,," desis Bernardo.

Theo melenggang pergi begitu saja sebelum Bernardo sempat mengeluarkan protesnya. Begitu pula dengan Gavin dan Emma yang turut pergi bersama Theo.

"Tck,,, ada apa dengannya?" decak Bernardo.

"Uhm,,, kamu memiliki noda saus di wajahmu," ucap Cyrene.

"Aaa,,,?" sambut Bernardo bingung.

"Saus? Dimana?" imbuhnya bertanya.

Bernardo meraih serbet di meja dan berniat untuk membersihkan noda saus diwajahnya ketika tiba-tiba Cyrene mendekatkan wajahnya dengan tangan terulur. Dengan gerakan hati-hati, Cyrene menyapukan ibu jarinya di bawah sudut bibir Bernardo.

"Di sini," ujar Cyrene.

Cyrene mengangkat wajahnya hingga membuat tatapan mereka bertemu. Tanpa sadar gerakan jarinya terhenti saat ia menatap Bernardo dari dekat. Jantungnya tiba-tiba berdebar lebih cepat dari biasanya, membuat wajahnya merona dan segera menjauhkan wajahnya.

"Uhm,, maaf,,," ujar Cyrene segera menjauhkan tangannya sekaligus memalingkan wajahnya.

"Kenapa minta maaf?" tanya Bernardo menatap Cyrene yang menghindari tatapannya dengan seringai menghiasi wajahnya.

Bernardo mendaratkan dua jarinya di dagu Cyrene sembari membimbing wanita di sampingnya untuk kembali menatapnya, hingga pandangan mereka kembali bertemu, menciptakan keheningan yang terasa sangat panjang bagi Cyrene dan membuat wajahnya kian memerah.

Secara perlahan, pandangan Bernardo bergerak turun dan terhenti di bibir Cyrene, lalu kembali ke matanya seolah meminta ijin.

. . . .

. . . .

To be continued...

Terpopuler

Comments

Birru

Birru

diijinkan ayo

2024-06-17

0

Rona Risa

Rona Risa

diizinkan 🤭❤️

2024-04-09

1

Rona Risa

Rona Risa

waaaaah 😍 kok aku yang salting 🤭🤣

2024-04-09

1

lihat semua
Episodes
1 1. Camp
2 2.Peduli
3 3.Pertemuan
4 4.Rasa Takut
5 5. Datang ke Cafe
6 6. Bahaya!
7 7. Di Ganggu.
8 8. Tiba-tiba
9 9. Pindah,,,?!?
10 10. Masa kini
11 11. Hadiah
12 12. Kejadian
13 13. Melihatnya
14 14. Sikap abai
15 15. Misi Ringan
16 16. Sepakat (Masa lalu 1)
17 17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18 18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19 19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20 20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21 21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22 22. Khawatir (Masa lalu 7)
23 23. Cemburu (Masa lalu 8)
24 24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25 25. Menjebak (Masa lalu 10)
26 26. Hampir (Masa lalu 11)
27 27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28 28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29 29. Terjalin (Masa lalu 14)
30 30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31 31. Rencana (Masa lalu 16)
32 32. Cincin (Masa lalu 17)
33 33. Lamaran (Masa lalu 18)
34 34. (Masa lalu 19)
35 35. (Masa lalu 20)
36 36 (Masa lalu 21)
37 37. ( Masa lalu 22)
38 38. (Masa lalu 23)
39 39. (Masa lalu 24)
40 40. (Masa lalu 25)
41 41. (Masa lalu 26)
42 42. (Masa lalu 27)
43 43. (Masa Lalu 28)
44 44. (Masa Lalu 29)
45 45. (Masa Lalu 30 )
46 46. ( Masa Lalu 31 )
47 47. ( Masa Lalu 32 )
48 48. ( Masa Lalu 33 )
49 49. ( Masa Lalu 34 )
50 50. ( Masa Lalu 35 )
51 51. ( Masa Lalu 36 )
52 52. ( Masa Lalu 37 )
53 53. ( Masa Lalu 38 )
54 54. ( Masa Lalu 39 )
55 55. ( Masa Lalu 40 )
56 56. ( Masa Lalu 41)
57 57. ( Masa Lalu 42 )
58 58. ( Masa Lalu 43 )
59 59. ( Masa Lalu 44 )
60 60. ( Masa Lalu 45 )
61 61. ( Masa Lalu 46 )
62 62. ( Masa Lalu 47 )
63 63. ( Masa Lalu 48 )
64 64. ( Masa Lalu 49 end )
65 65. Masa Kini1 SB
66 66. Masa Kini2 SB
67 67. Masa Kini3 SB
68 68. Masa Kini4 SB
69 69. Masa Kini5 SB
70 70. Masa Kini6 SB
71 71. Masa Kini7 SB
72 72. Masa Kini8 SB
73 73. Masa Kini9 SB
74 74. Masa Kini10 SB
75 75. Masa Kini11 SB
76 76. Masa Kini12 SB
77 77. Masa Kini13 SB
78 78. Masa Kini14 SB
79 79. Masa Kini15 SB
80 80. Masa Kini16 SB
81 81. Masa Kini17 SB
82 82. Masa Kini18 SB
83 83. Masa Kini19 SB
84 84. Masa Kini20 SB
85 85. Masa Kini21 SB
86 86. Masa Kini22 SB
87 87. Masa Kini23 SB
88 88. Masa Kini24 SB
89 89. Masa Kini25 SB
90 90. Masa Kini26 SB
91 91. Masa Kini27 SB
92 92. Masa Kini28 SB
93 93. Masa Kini29 SB
94 94. Masa Kini30 SB
95 95. Masa Kini31 SB
96 96. Masa Kini32 SB
97 97. Masa Kini33 SB
98 98. Masa Kini34 SB.
99 99. Masa Kini35 SB
100 100. Masa Kini36 SB
101 101. Masa Kini37 SB.
102 102. Masa Kini38 SB
103 103. Masa Kini39 SB
104 104. Masa Kini40 SB
105 105. Masa Kini41 SB
106 106. Masa Kini42 SB
107 107. Masa Kini43 SB
108 108. Masa Kini44 SB
109 109. Masa Kini45 SB
110 110. Masa Kini46 SB
111 111. Masa Kini47 SB
112 112. Masa Kini48 SB
113 113. Masa Kini49 SB
114 114. Masa Kini50 SB
115 115. Masa Kini51 SB
116 116. Masa Kini52 SB
117 117. Masa Kini53 SB
118 118. Masa Kini54 SB
119 119. Masa Kini55 SB
120 120. Masa Kini56 SB
121 121. Masa Kini57 SB
122 122. Masa Kini58 SB
123 123. Masa Kini59 SB
124 124. Masa Kini60 SB
125 125 Masa Kini61 SB.
126 126. Masa Kini62 SB
127 127. Masa Kini63 SB
128 128. Masa Kini64 SB
129 129. Masa Kini65 SB
130 130. Masa Kini66 SB
131 131. Masa Kini67 SB
132 132. Masa Kini68 SB
133 133. Masa Kini69 SB
134 134. Masa Kini70 SB
135 135. Masa Kini71 SB
136 136. Masa Kini72 SB
137 137. Masa Kini73 SB
138 138. Masa Kini74 SB
139 139. Masa Kini75 SB
140 140. Masa Kini76 SB
141 141. Masa Kini78 SB
142 Karya baru
Episodes

Updated 142 Episodes

1
1. Camp
2
2.Peduli
3
3.Pertemuan
4
4.Rasa Takut
5
5. Datang ke Cafe
6
6. Bahaya!
7
7. Di Ganggu.
8
8. Tiba-tiba
9
9. Pindah,,,?!?
10
10. Masa kini
11
11. Hadiah
12
12. Kejadian
13
13. Melihatnya
14
14. Sikap abai
15
15. Misi Ringan
16
16. Sepakat (Masa lalu 1)
17
17. Rasa Khawatir (Masa lalu 2)
18
18. Keributan pagi hari (Masa lalu 3)
19
19. Pertama kali berkumpul (Masa lalu 4)
20
20. Mengenal lebih dekat (Masa lalu 5)
21
21. Kemunculan Das (Masa lalu 6)
22
22. Khawatir (Masa lalu 7)
23
23. Cemburu (Masa lalu 8)
24
24.Perasaan yang berubah (Masa lalu 9)
25
25. Menjebak (Masa lalu 10)
26
26. Hampir (Masa lalu 11)
27
27. Aku Mencintaimu (Masa lalu 12)
28
28. Tidak Mengingat (Masa lalu 13)
29
29. Terjalin (Masa lalu 14)
30
30. Kencan sesungguhnya. (Masa lalu 15)
31
31. Rencana (Masa lalu 16)
32
32. Cincin (Masa lalu 17)
33
33. Lamaran (Masa lalu 18)
34
34. (Masa lalu 19)
35
35. (Masa lalu 20)
36
36 (Masa lalu 21)
37
37. ( Masa lalu 22)
38
38. (Masa lalu 23)
39
39. (Masa lalu 24)
40
40. (Masa lalu 25)
41
41. (Masa lalu 26)
42
42. (Masa lalu 27)
43
43. (Masa Lalu 28)
44
44. (Masa Lalu 29)
45
45. (Masa Lalu 30 )
46
46. ( Masa Lalu 31 )
47
47. ( Masa Lalu 32 )
48
48. ( Masa Lalu 33 )
49
49. ( Masa Lalu 34 )
50
50. ( Masa Lalu 35 )
51
51. ( Masa Lalu 36 )
52
52. ( Masa Lalu 37 )
53
53. ( Masa Lalu 38 )
54
54. ( Masa Lalu 39 )
55
55. ( Masa Lalu 40 )
56
56. ( Masa Lalu 41)
57
57. ( Masa Lalu 42 )
58
58. ( Masa Lalu 43 )
59
59. ( Masa Lalu 44 )
60
60. ( Masa Lalu 45 )
61
61. ( Masa Lalu 46 )
62
62. ( Masa Lalu 47 )
63
63. ( Masa Lalu 48 )
64
64. ( Masa Lalu 49 end )
65
65. Masa Kini1 SB
66
66. Masa Kini2 SB
67
67. Masa Kini3 SB
68
68. Masa Kini4 SB
69
69. Masa Kini5 SB
70
70. Masa Kini6 SB
71
71. Masa Kini7 SB
72
72. Masa Kini8 SB
73
73. Masa Kini9 SB
74
74. Masa Kini10 SB
75
75. Masa Kini11 SB
76
76. Masa Kini12 SB
77
77. Masa Kini13 SB
78
78. Masa Kini14 SB
79
79. Masa Kini15 SB
80
80. Masa Kini16 SB
81
81. Masa Kini17 SB
82
82. Masa Kini18 SB
83
83. Masa Kini19 SB
84
84. Masa Kini20 SB
85
85. Masa Kini21 SB
86
86. Masa Kini22 SB
87
87. Masa Kini23 SB
88
88. Masa Kini24 SB
89
89. Masa Kini25 SB
90
90. Masa Kini26 SB
91
91. Masa Kini27 SB
92
92. Masa Kini28 SB
93
93. Masa Kini29 SB
94
94. Masa Kini30 SB
95
95. Masa Kini31 SB
96
96. Masa Kini32 SB
97
97. Masa Kini33 SB
98
98. Masa Kini34 SB.
99
99. Masa Kini35 SB
100
100. Masa Kini36 SB
101
101. Masa Kini37 SB.
102
102. Masa Kini38 SB
103
103. Masa Kini39 SB
104
104. Masa Kini40 SB
105
105. Masa Kini41 SB
106
106. Masa Kini42 SB
107
107. Masa Kini43 SB
108
108. Masa Kini44 SB
109
109. Masa Kini45 SB
110
110. Masa Kini46 SB
111
111. Masa Kini47 SB
112
112. Masa Kini48 SB
113
113. Masa Kini49 SB
114
114. Masa Kini50 SB
115
115. Masa Kini51 SB
116
116. Masa Kini52 SB
117
117. Masa Kini53 SB
118
118. Masa Kini54 SB
119
119. Masa Kini55 SB
120
120. Masa Kini56 SB
121
121. Masa Kini57 SB
122
122. Masa Kini58 SB
123
123. Masa Kini59 SB
124
124. Masa Kini60 SB
125
125 Masa Kini61 SB.
126
126. Masa Kini62 SB
127
127. Masa Kini63 SB
128
128. Masa Kini64 SB
129
129. Masa Kini65 SB
130
130. Masa Kini66 SB
131
131. Masa Kini67 SB
132
132. Masa Kini68 SB
133
133. Masa Kini69 SB
134
134. Masa Kini70 SB
135
135. Masa Kini71 SB
136
136. Masa Kini72 SB
137
137. Masa Kini73 SB
138
138. Masa Kini74 SB
139
139. Masa Kini75 SB
140
140. Masa Kini76 SB
141
141. Masa Kini78 SB
142
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!