Soni menghabiskan bekal tersebut tanpa tersisa sebutir nasi pun.
"Apa kamu nggak sarapan sebelum kekantor?" Tanya Satria mengerutkan alisnya.
"Nggak bos! Apalah dayaku yang jomblo nggak ada istri yang siapin bekal kaya boss!" Imbuhnya prihatin dengan diri sendiri.
"Makanya cari istri!"
"Belum ketemu tipe ideal bos!"
"Belum tentu wanita yang kamu anggap tipe ideal itu setia! Jangan mudah percaya sama perempuan... Rayuannya sangat menakutkan!" Katanya.
"Ohh begitu ya boss! Boss spill dong gimana caranya dapat yang setia.... "
"Mana aku tau!"
"Sempat boss tau! Ayolah boss aku ini udah jomblo sudah bertahun-tahun.... " Keluhnya.
"Itu bukan urusanku! Bereskan itu... Aku nggak mau kalau sampai ada seekor lalat masuk Keruanganku!" Suruhnya dengan dingin.
"Siap boss!"
"Hm... Jam berapa pertemuannya?" Tanya Satria.
Rupanya yang Soni bisikan pada Satria tadi itu adalah bertemu dengan anak presdir dari perusahaan yang ingin berinvestasi di perusahaannya.
"Bos yakin mau ketemu?" Ragu-ragu dia bertanya.
"Ck... Aku nggak punya alasan untuk menolaknya!"
"Iya juga sih!"
"Terus pertemuannya kapan?" Tanya Satria dengan tak sabaran.
"Sebentar siang bos!"
"Oke..."
Soni menghela nafas, menggelengkan kepala kemudian meletakkan rantang bekal itu tepat di hadapan bosnya.
"Bos! Nggak baik loh main perempuan!" Katanya menasehati.
Soni langsung di beri tatapan sinis, "siapa yang main perempuan?"
"Dimohon kepekaannya bos... Aku lihat istri bos yang sekarang cukup baik, jadi.... "
"Jadi apa?" Satria memotong perkataan Soni, "Kamu kira aku suka jajan diluar sana?"
"Ya siapa tau!"
"Heh... Istriku yang sekarang juga belum aku apa-apain kenapa aku harus lirik cewek lain lagi?"
Sontak ucapan itu membuat Soni menganga, "Ha? Serius? Wahh nggak normal... Sepertinya bos harus kerumah sakit sekarang!"
Hubungan mereka berdua memang sudah sangat dekat, sudah seperti saudara bahkan Satria sangat mempercayai Soni, dia juga sangat terbuka padanya.
Soni memberinya tatapan menyelidik menurunkan pandangannya ke bagian bawah Satria yang menonjol, "Apa nggak bisa berdiri lagi bos?" Tanyanya.
Haaaahh...
Ia malah menghembuskan nafasnya, "Aku masih normal, tapi nggak tau juga ya Son... Setiap kali mau berhubungan sama istri aku... Pasti aku ingat lagi sama mantan istriku itu!"
"Ohh itu tandanya bos belum bisa move on!"
Satria terdiam, dia melamun sebentar. Sekalilagi menghela nafas berat.
Dia mengetuk meja kerjanya dengan jari telunjuk sembari memikirkan perkataan Soni, sekertarisnya itu hanya bisa menggelengkan kepala.
"Dia selalu optimis dalam pekerjaan, tapi dalam percintaannya kadang dia jadi pria yang sangat plin-plan!" gumam Soni dalam hati.
...***...
Siang hari di sebuah restoran mewah Satria tengah menyeruput sebuah kopi bersama seorang wanita cantik nan anggun.
Wanita itulah yang Soni bicarakan sebelumnya.
Sambil mengibaskan rambutnya kebelakang Wanita yang bernama Renata itu berpose dengan manis di depan Satria.
"Ehhem, Sat... Udah lama lohh kita nggak ketemu, kayaknya terakhir itu pas semester 7 nggak sihh? Atau sebelum sidang?" Kata Renata.
"Aku udah nggak ingat!" Balas Satria dengan dingin.
"Masa sih? Tapi aku masih ingat semua lohh... Soal ciuman pertama kita juga... Sat aku kangen banget sama kamu.... " Ungkap Renata.
Ternyata dialah pacar pertama Satria ketika dia masih kuliah, hubungan mereka kala itu hanya beberapa bulan saja.
"Apa harus diungkit lagi?"
"Ya harus... Itu ciuman pertama aku, dan aku yakin itu juga ciuman pertama kamu kan?"
"Aku nggak pernah anggap itu ciuman pertamaku, karena kamu yang langsung menciumku tanpa izin!"
"Lohh kamu kan pacar aku waktu itu... Masa aku harus izin dulu.... "
"Ahh udahlah... Aku nggak mau bahas itu lagi, itu cuma masa lalu, cepat katakan kenapa kamu ingin ketemu?"
"Kan aku udah bilang kalau aku kangen banget-banget-banget sama kamu!"
"Kita bukan lagi anak usia 20an Ren! Apalagi aku udah nikah!" Tegasnya.
"Ya nggakpapa dong... Tapi aku dengar katanya kamu udah cerai sama istri kamu, jadi nggak masalah aku dekatin kamu! Aku juga nggak masalah sama status kamu yang udah jadi duda! Asalkan kita bersama lagi Sat.... " Lirihnya.
Satria tertawa garing, dia menyilangkan tangan, "bersama lagi? Itu udah nggak mungkin Ren..."
"Lohh kenapa? Kan kamu udah cerai, asal kamu tau yah... Aku menolak banyak lamaran cowok ya karena tungguin kamu! Jadi please ayo balikan...."
"Aku bilang nggak mungkin!"
"Kenapa lagi sih Sat? Aku kurang apa? Aku kaya... Aku lebih cantik daripada mantan istri kamu... Terus apanya yang kurang?"
"Karena dari awal kita nggak cocok! Kamu kaya... Tapi itu uang orangtua kamu! Kamu cuman tau menghabiskannya tanpa tau bagaimana susahnya menghasilkan uang!"
"Ya itu karena aku anak merekalah! Mereka cari uang untuk anaknya kan? Ayolah Sat... Kalau kamu setuju buat balikan, aku janji bakalan suruh papa aku berinvestasi lebih banyak keperusahaan kamu!"
"Hahah.... Itu alasan kenapa kita nggak cocok Ren... Kamu mengusahakan semuanya dengan uang orangtuamu bukan dengan usahamu sendiri!" Ucap Satria sambil tertawa datar padanya.
"Bukan begitu Sat... Kamu salah paham!"
"Aku tau betul sama sifat kamu Ren... Udah cukup kita ngobrolnya, dan bilang ke papa kamu, kalau memang ingin berinvestasi jangan karena hubungan percintaan anaknya, bisnis adalah bisnis!"
Satria berdiri, Namun kemudian Renata meraih tangannya, "Jangan pergi dulu Sat.... Aku masih mau ngomong sama kamu!"
"Kamu mau bicara apa lagi?"
"Sat.... Perasaan ku nggak pernah berubah sama kamu, aku udah coba buka hati buat oranglain tapi nggak bisa... Aku tetap nggak bisa lupain kenangan kita saat pacaran!" Kata Renata dengan mata berkaca-kaca.
Satria menepis tangannya, "aku ingat nggak pernah punya kenangan manis sama kamu! Kamu aja yang selalu excited soal semua hal tanpa peduli aku suka atau enggak!"
"Kok kamu jahat banget sih Sat... Aku begini karena dulu kamu minta putus secara sepihak! Asal kamu tau yah... Aku sampai masuk rumah sakit pas tau kamu nikah lohh.... "
"Aku nggak peduli.... "
Renata meneteskan air mata didepannya, memang dia yang sangat mengidamkan Satria bahkan dialah yang lebih dulu menyatakan perasaannya pada Satria.
Walaupun Renata tau Satria itu pria yang dingin namun dia gigih untuk mendekatinya dengan cara apapun sebab Satria orangnya jenius dan terkenal dikalangan para mahasiswa.
Dan tak disangka Renata lebih penasaran lagi akan sosok Satria hingga membuatnya tergila-gila.
Hanya saja dia menunjukkan rasanya cintanya dengan cara yang salah, ia banyak mengekang Satria bahkan melarang ada mahasiswa yang dekat dengannya hingga membuat Satria risih dan ilfil pada Renata.
"Memang benar aku bercerai! Tapi perlu kamu tau... Aku punya 3 orang anak dari pernikahan pertamaku!" Ungkapnya.
"Apaaa, sebanyak itu?" Matanya melebar mendengarnya, "tapi aku nggak masalah kok! Aku bisa jaga anak-anak kamu dan kita bisa membesarkan mereka!"
Satria mengerutkan alisnya, dia memandang tak percaya dengan apa yang mantan pacarnya itu katakan.
"Urus perawatan kulitmu saja sudah sangat merepotkan, jadi mana mungkin kamu bisa merawat 3 orang anak! Ohh iya... Aku juga perlu kasih tau ke kamu, kalau aku udah nikah untuk kedua kalinya!"
Spontan mata Renata terbelalak sempurna, seakan ia baru saja tersambar petir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments