BAB 06 : Akhirnya Datang

Mayang yang tadinya pusing soal pakaian kini jadi gelisah memikirkan mertua serta anak-anak dari Satria.

"Bi... Ibunya mas Satria orangnya gimana?"

Bi risma sekejap berfikir, "ehm... Kalau soal itu menurut saya nyonya itu baik kok!"

"Bibi serius kan? Ibunya mas Satria nggak kayak di film-film itu kan? Duhh jujur aja aku sedikit takut bii!" Ucap Mayang.

"Nyonya tenang aja! Semua bakalan baik-baik aja!" Kata Bi Risma mencoba menenangkan.

"Gimana mau tenang! Mas Satria aja nggak pernah cerita apapun sebelumnya, duh gimana ini.... Semoga mas Satria cepat pulang deh!"

Mayang beberapa kali menghela nafas didepan bi Risma hingga terdengar suara bell berbunyi kedua wanita itu terlonjak kaget bersamaan.

"Ehhm itu kayak nyonya besar udah datang! Silahkan Nyonya! Kita keluar!"

Mayang lebih dulu berjalan dengan bi Risma dibelakangnya, kedua wanita itu terlihat sangat gugup dengan kedua tangan bertaut saling meremas didepan badan mereka.

"Bibi yakin kalau itu mamanya mas Satria?" Bisik Mayang di sela langkahnya.

"Iya nyaa.... "

Krekk....

Bi Risma membuka pintu, tampak 2 buah mobil mewah memang terparkir didepan rumah, bi Risma dengan sigap berjalan cepat menghampiri mobil tersebut.

Tampak seorang ibu-ibu keluar dari mobil dengan emas perhiasan melingkar di jari dan pergelangan tangannya, tak lupa ada emas juga di lehernya.

Mayang tertegun sekilas melihat emas itu, namun yang membuatnya makin takut ketika melihat mimik wajah mertuanya yang seperti ibu mertua jahat yang ada di sinetron.

Sontak saja Mayang tersebut saat lirikan mata mertuanya tertuju padanya.

Setelah mertuanya keluar, 2 orang bocah yang wajahnya begitu mirip keluar dari mobil belakang, sepertinya itu anak Satria yang kembar.

"Wahh mukanya mirip mas Satria tapi ini lebih ke versi unyuunya ahh gemess!" Mayang menggerutu melihat si kembar keluar dari mobil.

"Eh bukannya mas Satria punya tiga anak? Yang satunya mana lagi?" sejak tadi Mayang berdiri tak jauh dari pintu, ia belum melihat anak perempuan Satria, penasaran akan hal itu Mayang makin mendekat kearah bi Risma yang berdiri didekat mobil.

Mertuanya terlihat sedikit membungkuk masuk keadalam mobil, "Viona... Keluar sayang! Kita udah sampai rumah!" Katanya pada seorang gadis kecil bernama Viona.

Gadis itu mendesis kesal merespon neneknya kemudian keluar dari mobil, sekali lagi Mayang terkesima dengan cantiknya Viona.

"Wah bibitnya mas Satria cantik dan ganteng-ganteng semua, aku nggak sabar gimana nanti kalau aku punya anak dari mas Satria juga!" harap Mayang tersenyum lebsr saat membayangkannya.

Ketiga bocah itu menghampiri neneknya, Mayang melambaikan tangan sambil mengatakan "halooo.... "

Namun tak ada yang merespon, mereka bertiga hanya terdiam memandang Mayang dengan tatapan aneh.

Mayang dengan kikuk menurunkan tangannya disituasi yang begitu canggung itu.

"Nenek... Papa mana? Kenapa dia nggak jemput kita?" Tanya salah satu anak Satria.

"Papamu sibuk! Nanti dia datang sayang... Kita masuk dulu yuk!" Ajak neneknya.

"Iya! Papa kalian belum pulang dari kantor! Kita masuk aja dulu, nanti didalam baru kita telfon papa kalian buat pulang!" Kata Mayang.

"Tante ini siapa?" Tanya salah satu dari si kembar.

Mendapat pertanyaan tersebut, Mayang jadi bingung mau menjawab apa pada seorang pria kecil yang belum mengerti apa-apa.

Apalagi sekarang ketiga bocah dihadapannya itu menatapnya dengan sangat aneh membuat sekujur tubuh Mayang serasa begitu kaku untuk sekedar bergerak.

"Ehm... Tante.... "

"Udah-udah! Kita masuk aja dulu, nenek capek nihhh.... Oughh... Punggung nenek jugaa sakit!" Lirik mertua Mayang. Akhirnya ketiga bocah itu mengiyakannya, mereka berempat masuk lebih dulu disusul Mayang dan bi Risma dibelakangnya.

Ketiga bocah itu langsung duduk di sofa ruang keluarga, begitu pula dengan mertuanya Mayang, sementara Mayang sendiri hanya berdiri seperti orang asing disamping sofa.

"Ehmm mama haus nggak? Mama mau minum apa? Biar aku ambilin?" Tawarnya.

"Mama mau air putih aja! Kamu tanya anak-anak juga, sempat mereka juga haus!" Kata mertuanya.

"Kalian mau minum apa? Mau jus atau... Susu?"

"Enggak!" Ucap Viona dengan dingin.

Mendengar itu, Mayang jadi berspekulasi kalau Viona seperti tak menyukainya.

"Kalau kalian?" Tanya Mayang pada si kembar sekaligus mencoba mengesampingkan rasa tak nyamannya pada mereka.

"Susu...." Ucap salah satu dari si kembar yang tampak begitu cerewet berbeda dengan kembarannya.

Mayang kemudian pergi ke arah dapur dengan helaan nafas panjang disetiap langkahnya.

"Hufhh aku harus sabar! Ini pertemuan pertama aku sama anak-anaknya mas Satria jadi aku harus bisa memberikan kesan pertama yang bagus sama mereka!" Gumamnya.

Mayang kembali dengan segelas air putih dan tiga gelas susu, dia tau bahwa Viona tadi menolaknya tapi Mayang tetap membuat tiga gelas susu.

Viona menatap sinis kearah gelas, "Tante tadi buatnya kebanyakan karena nggak fokus! Maaf yah! Kalau Viona nggak mau minum nggak usah!" Ucap Mayang mencoba membuat alasan.

Tiba-tiba Viona berdiri lalu pergi tanpa mengucapkan apapun.

"Ehh susunya diminum dulu! Nanti keburu dingin... " Ia mencoba menahan Viona dengan suara lembut tapi tak berhasil.

"Udah! Dia anaknya emang kayak gitu! Kalau dia bilang nggak mau berarti dia beneran nggak mau! Jadi lain kali kamu nggak usah kayak tadi!" Kata mertua Mayang.

"Iya mah!" Balas Mayang dengan menekuk wajahnya sedikit.

Berbeda dengan Viona, si kembar justru meminum susu buatan Mayang, dalam lubuk hati yang terdalam rasanya Mayang ingin bersorak bahagia melihatnya.

"Ohhiya, kamu perlu tau nama mereka, yang itu Kevin dan yang satunya itu Devin!"

Meskipun Mayang diperkenalkan dengan si kembar tetap saja dia tak bisa membedakan keduanya yang kembar.

"Hehe maaf mah! Aku belum bisa bedain!" Ucapnya cengengesan.

"Nggakpapa nanti juga kamu bakalan bisa bedain mereka, karena mulai sekarang, mereka bertiga akan tinggal dirumah ini!" Tutur mama mertunya.

Mayang sedikit terkejut mendengarnya, ia sampai tak bisa membayangkan bagaimana nasibnya kedepan jika tinggal bersama ketiga anak Satria.

"Nek! Kevin mau bawain susunya kak Viona!" Ucap salah satu dari si kembar memegang erat gelas berisi susu itu dengan kedua tangannya.

"Iya! Hati-hati yah jangan sampai susunya tumpah!" Balas mertua Mayang.

"Aku mau ikut!" Timpal Devin buru-buru menghabiskan sisa susu dari gelasnya kemudian menyusul langkah Kevin.

Kini hanya ada Mayang dan juga mama mertuanya di ruang keluarga, suasana kembali hening untuk beberapa saat.

"Duduk dulu May! Mama mau bicara sama kamu!"

Mayang terduduk dengan perasaan takut, wajahnya masih tertekuk begitu enggan untuk menatap mertuanya.

"Kamu cinta sama Satria?" Tanya mertuanya langsung to the point.

"Kok bisa kenal sama anak mama? Kenal berapa bulan sampai kalian nikah?" Lanjutnya bertanya.

Lagi-lagi Mayang tertegun, otaknya seakan tak bisa berfikir, lidahnya keluh hanya untuk sekedar berucap.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!