Pertemuan Tak Terduga

Setelah mengantar Yura sampai bunda Ros, Langit pun melangkahkan kakinya kembali untuk ke rumah Kinan. Dia penasaran dengan isi dari flashdisk, yang tadi di berikan oleh bu Dewi.

Kalau ada yang bertanya-tanya, kenapa Langit jalan kaki sampai kediaman Kinan. Kan mang supir diminta langsung, masukin mobil ke garasi rumah Kinan. Langit nganter Yura nya jalan kaki, kan rumah mereka udah deketan sekarang mah. Bisi lupa...

"Kakak, kok baru pulang?" tanya Senja seraya mengulurkan tangan dan mencium punggung tangan Langit, Senja kini berusia 9 tahun. Sedang mengerjakan tugas di teras rumah, sembari menemani Naomi dan Barra. Ada Zie sih sebenarnya, tapi ia sedang asyik dengan kegiatannya sendiri yang bermain lumpur.

"Iya, tadi kak Yura ada latihan untuk lomba minggu depan. Jadi kakak menunggu kak Yura, Zie mana?" Senja hanya menjawab dengan dagunya, Langit menggelengkan kepala. Zie walau sudah 7 tahun, tapi ia sangat senang bermain seperti ini.

"Tumben Naomi sama Barra anteng, ga nyerang kakak." Langit menelisik ke taman, ternyata Naomi dan Barra sedang anteng dengan para mbak memetik sayuran.

"Pantas saja, ya sudah.. kakak masuk ke dalam ya." Senja mengangguk dan melanjutkan kegiatannya.

.

BRUK

Langit melempar tas, ke sofa. Ia pun melangkahkan kakinya ke meja belajar, lalu membuka laptop. Langit menyambungkan flashdisk, ia membuka satu file di sana.

klik

Terputar lah vidio kejadian di kantor, saat Yura dan Arabella pertama bertemu. Dan juga kejadian di kelas, saat Arabella menabrak Yura. Sehingga mengakibatkan, ponsel Yura jatuh dan pecah. Tatapan Langit pun berubah gelap, ia mengirimkan pesan pada bu Dewi. Meminta data, mengenai gadis yang ada di vidio tersebut.

Setelahnya, Langit segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Kenapa bu Dewi melakukan ini? Bu Dewi pengadu kah? hehehe... Bu Dewi meyakini kecurigaannya, bila ada main antara orang tua Arabella dan kepala sekolah. Apalagi memang ada berita simpang siur, tentang kepala sekolah yang sering menerima uang suap. Dan hanya keluarga Yura dan Langit, yang bisa menghentikan hal ini dan melengserkan kepala sekolah.

Karena Reinhard, merupakan pemilik sekolah tersebut. Harus di kaji ulang, dalam memilih pemimpin sekolah. Padahal bu Dewi lebih senang pak Nugraha, yang menjadi kepala sekolah. Selain jujur dan santun, beliau selalu menyelesaikan masalah. Dengan cara melihat dan mendengar dari dua sisi, bukan karena siapa yang memberikan uang paling besar.

Setelah Langit selesai melakukan aktifitasnya di kamar mandi, ia keluar dengan baju lengkap dan tengah menggosok rambut menggunakan handuk. Wajah yang terlihat segar dan semakin tampan, ia mengambil ponsel. Ternyata sudah ada balasan dari bu Dewi, ia pun duduk di sisi ranjang dan membaca data tersebut.

Nama siswa/i : Arabella Gracewell

"Cih... wajah dan sifatmu, tidak secantik namamu." gumam Langit

"Gracewell? Bukankah dia pemilik yayasan di kota X? Kenapa memindahkan putrinya ke sekolah ini, apa ada maksud lain?" tanya Langit pada dirinya sendiri

Merupakan pindahan dari sekolah XXX, di kota X.

"Apa sebenarnya alasan dia di pindahkan kemari? Tak ada yang aneh, apa aku harus bertanya pada ayah Calvin atau kakak Naina? Aku akan coba cari tau sendiri dulu, bila tidak dapat. Baru meminta tolong pada kakak atau ayah." Langit pun kembali bangun dan mendekat ke arah meja belajar, ia kembali membuka laptopnya. Dan mulai sibuk mencari informasi, mengenai wanita itu.

.

.

"Memanennya sudah?" tanya Senja pada Naomi

"Tudah, tape syetali. Nonom hayus, penen ninum." Jawabnya

"Bala duda hanyus, nau ninum." sambung Barra

"Waaahhh... Keringat nya banyak sekali, sini kakak lap dulu. Nanti mbak yang ambilin, minum buat Nonom sama Barra ya." Naomi dan Barra mengangguk, lalu mendekat pada Senja.

"Ta Denda, tadi Bala tudah ambin wotel banak." Ucap Bara bercerita

"Oya? Bara ambil wortel, karena suka kan?" Barra mengangguk semangat

"Waaahhh.... Barra hebat suka sayur" Puji Senja, membuat Barra bertepuk tangan kegirangan

"Nonom duda, nonom ambin tingtong." Ucap Naomi tak mau kalah

"Tingtong? Itu mah bunyi bel rumah, Nom." Ucap Senja bertanya-tanya

"Butan ih, tata. Tingtong, yan temalin nenek Los bitin comdo." Jawab Naomi kesal

"Bikin combro?" Naomi mengangguk

"Ooohhh... Singkong, Astaghfirullah... Ajaib sekali bahasa kalian, hahahahha" Senja pun tertawa karena bahasa kedua bocil itu.

Naomi dan Barra yang tidak paham, malah ikut tertawa. Sampai akhirnya mbak datang, membawa minuman dingin.

Karena sudah sore, para mbak mengajak Naomi dan Barra untuk mandi.

.

.

"Pokoknya kamu harus buat sekolah itu kalah, ayah tidak mau tau. Kamu ayah pindahkan kesana sementara, karena sekolah kita harus menang walau dengan cara curang sekalipun." Ucap ayah Ara

"Ayah tenang saja, itu mudah. Aku bisa membuat partner ku, tidak hadir saat olimpiade nanti." Jawab Ara

"Bagus, jadilah anak berguna." Ucap ayah Arabella, yang ternyata ketua yayasan sekolah xxx.

"Aku ingin ayah mengeluarkan guru yang bernama Dewi, dia merupakan salah satu rintangan. Dannn.... Aku ingin ayah, menekan kepala sekolah. Agar pria bernama Langit, mau menjadi kekasihku." Ucap Ara tersenyum percaya diri

"Itu mudah, asal kamu bisa membuat sekolah itu kalah. Agar sekolah kita menjadi, sekolah favorit." Jawab ayah Ara

Dihhh

.

.

Waktu pun berlalu, H -2 menuju olimpiade.

"AWAAASSS" teriak seseorang, seraya menarik tangan Evi yang hampir tertabrak.

"Astaghfirullah" Evi menekan dadanya, jantungnya berdebar sangat kencang.

Seandainya tak ada yang menarik dirinya, sudah di pastikan. Bila sekarang, ia tengah ada di dalam mobil Ambulance.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya seorang perempuan yang ternyata adalah.... Ita.

"Tidak apa-apa kak, untung kakak selamatkan saya. Haduh, masih gemeteran saya kak. Hiks... Takut banget." jawab Evi, lalu Yura pun berlari mendekat ke arah Evi

"Kamu ga apa-apa kan Vi?" Evi menggelengkan kepalanya, tapi jantungnya masih belum aman.

"Terima kasih kak, karena sudah menyelamatkan teman saya." Ucap Yura pada Syahid dan Ita

"Sama-sama, itu... karena Allah menyayangi temanmu." Jawab Ita, membuat Yura mengerutkan dahinya

Ita mengajak berkenalan, Yura pun menerima uluran tersebut.

Drrrttt

Yura langsung melepaskan tangan Ita, begitu juga dengan Ita.

"Kamu /kakak" Ucap mereka bersama, lalu tersenyum.

"Apa kakak melihatnya?" tanya Yura

"Ya, beberapa menit sebelum kejadian terjadi. Untung suami kakak, bisa segera menemukan dan menyelamatkan temanmu." jawab Ita

"Sekali lagi terima kasih kak, melalui kakak. Allah menyelamatkan temanku, terima kasih." Ucap Yura lagi

"Hei... Kakak hanya sebagai perantara nya, jangan seperti ini." ucap Ita

"Aku rasa, mobil itu memang sengaja ingin menabrak temanmu. Berhati-hatilah, sepertinya ada yang tidak suka padamu." Ucap Syahid pada Yura

Deg

"Tidak suka padaku? Lalu, apa urusannya dengan temanku? Kenapa bukan aku, yang dia targetkan?" tanya Yura

"Karena mungkin, dia hanya ingin membuat mentalmu down. Dengan mencelakai teman-temanmu, berhati-hatilah." jawab Ita, Yura terkejut dan langsung menatap wajah Ita dan Syahid.

Jeng jeng

...****************...

Nyari momen yang pas, biar Syahid ma Ita bisa masuk. Ternyata dapet juga🤭

Semoga suka dan klik ya💃

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nya🥰🥰

...Happy Reading all🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Hariyanti

Hariyanti

wah ..... apa mereka para indigo yang punya indra keenam 🤔🤔🤔🤔

2025-03-25

1

Alejandra

Alejandra

Kok Zandra bisa nyasar...

2025-01-16

1

Titin Maryati

Titin Maryati

👍👍👍

2024-06-27

2

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Senior Belagu
3 Senior yang Ngeyel
4 Lost Contact
5 Kondisi Ezra dan Ros
6 Pindah Rumah Sakit
7 Hukuman
8 Amarah Naina
9 Kabar Baik
10 Kabar Baik Lagi
11 Hadiah untuk 3 Dokter
12 Felicia
13 Cery
14 Hadeeehhhh
15 Kekesalan Langit
16 Tak berkutik
17 Murid Baru
18 Pertemuan Tak Terduga
19 Kepala Sekolah Berulah
20 Adu Mulut
21 Keterkejutan Tania dan Ara
22 Akhir dari Tania dan Arabella
23 Perlombaan di Mulai
24 Perlombaan
25 Netan, Setan, Necan
26 Key Marah
27 Kondisi Nenek
28 Guntur namanya
29 Keterkejutan Baskoro
30 DUKA
31 Berita Kematian
32 Duka yang Mendalam
33 Keributan
34 Keturunan Reinhard
35 Tranding topik
36 Baskoro dan Dina 1
37 Baskoro dan Dina 2
38 Cieeee.... Charlie Angel!!!
39 Jalan-jalan ke mall
40 Judulin sendiri, ok!!
41 Kedatangan Ayah Satria
42 Akhir dari Damar dan Sakti
43 Naomi.... Naomi....
44 Penyerangan
45 Ada Apa Dengan Hari ini?
46 Salah Cari Lawan
47 Part 47
48 Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49 Lamaran Dadakan
50 Pernikahan Baskoro dan Hana
51 Nggak Level
52 Chat an
53 Mulai Bergerak
54 Pertarungan
55 Yura Terluka
56 Kondisi Yura
57 Pembalasan
58 Yura Bangun
59 Yura dan Ros
60 Happy Birthday Love
61 Danu
62 Danu 2
63 Operasi Berjalan Lancar
64 Part 64
65 Feli
66 Part 66
67 Ibu Danu Siuman
68 Rita calon Masalah
69 Fitnah
70 Waaahhhh
71 Part 71
72 Masa Lalu Menyakitkan
73 Cerita Cery
74 Masih tentang Cery dan Kalingga
75 Dinar dalam Bahaya
76 Amarah Yura
77 Kepanikan Langit
78 Dinar Koma
79 Hukuman yang Pantas
80 Kondisi Ibu Kandung Dinar
81 Operasi
82 Dinar Siuman
83 Kepulangan Danu dan Arum
84 Tentang Dela
85 Dinar kembali drop
86 Tentang Aylin
87 Penculikan
88 Misi Penyelamatan
89 Aksi Penyelamatan
90 Kondisi Rei
91 Ken Marah
92 Happy Ending
93 Bewara
94 Sudah Pecah Telor
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Awal Mula
2
Senior Belagu
3
Senior yang Ngeyel
4
Lost Contact
5
Kondisi Ezra dan Ros
6
Pindah Rumah Sakit
7
Hukuman
8
Amarah Naina
9
Kabar Baik
10
Kabar Baik Lagi
11
Hadiah untuk 3 Dokter
12
Felicia
13
Cery
14
Hadeeehhhh
15
Kekesalan Langit
16
Tak berkutik
17
Murid Baru
18
Pertemuan Tak Terduga
19
Kepala Sekolah Berulah
20
Adu Mulut
21
Keterkejutan Tania dan Ara
22
Akhir dari Tania dan Arabella
23
Perlombaan di Mulai
24
Perlombaan
25
Netan, Setan, Necan
26
Key Marah
27
Kondisi Nenek
28
Guntur namanya
29
Keterkejutan Baskoro
30
DUKA
31
Berita Kematian
32
Duka yang Mendalam
33
Keributan
34
Keturunan Reinhard
35
Tranding topik
36
Baskoro dan Dina 1
37
Baskoro dan Dina 2
38
Cieeee.... Charlie Angel!!!
39
Jalan-jalan ke mall
40
Judulin sendiri, ok!!
41
Kedatangan Ayah Satria
42
Akhir dari Damar dan Sakti
43
Naomi.... Naomi....
44
Penyerangan
45
Ada Apa Dengan Hari ini?
46
Salah Cari Lawan
47
Part 47
48
Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49
Lamaran Dadakan
50
Pernikahan Baskoro dan Hana
51
Nggak Level
52
Chat an
53
Mulai Bergerak
54
Pertarungan
55
Yura Terluka
56
Kondisi Yura
57
Pembalasan
58
Yura Bangun
59
Yura dan Ros
60
Happy Birthday Love
61
Danu
62
Danu 2
63
Operasi Berjalan Lancar
64
Part 64
65
Feli
66
Part 66
67
Ibu Danu Siuman
68
Rita calon Masalah
69
Fitnah
70
Waaahhhh
71
Part 71
72
Masa Lalu Menyakitkan
73
Cerita Cery
74
Masih tentang Cery dan Kalingga
75
Dinar dalam Bahaya
76
Amarah Yura
77
Kepanikan Langit
78
Dinar Koma
79
Hukuman yang Pantas
80
Kondisi Ibu Kandung Dinar
81
Operasi
82
Dinar Siuman
83
Kepulangan Danu dan Arum
84
Tentang Dela
85
Dinar kembali drop
86
Tentang Aylin
87
Penculikan
88
Misi Penyelamatan
89
Aksi Penyelamatan
90
Kondisi Rei
91
Ken Marah
92
Happy Ending
93
Bewara
94
Sudah Pecah Telor

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!