Tak berkutik

"Kak, jangan seperti ini. Yura takut" ucap Yura, saat mereka tiba di parkiran depan toko buku.

Langit pun tersadar, tatapannya kembali lembut menatap Yura.

"Maaf, sudah membuatmu takut. Huft" Langit menghembuskan nafasnya pelan

"Kita pulang sekarang?" tanya Langit tersenyum, Yura pun mengangguk

.

.

"Assalamu'alaikum" salam Yura dan Langit, yang baru saja tiba di rumah. Yura memilih untuk ikut pulang ke rumah mama Kinan, karena ia penasaran dengan apa yang akan terjadi hari ini.

"Wa'alaikum salam... Loh, Yura sayang. Kamu ikut pulang ke sini?." jawab Kinan, Yura mengangguk

Langit dan Yura mencium punggung tangan Kinan, Yura langsung ke dapur. Ia hendak mengambil minuman untuk dirinya dan Langit.

"Ada apa?" tanya Kinan pada Langit

"Akan ada yang datang ke sini ga tau kapan, bilangnya mau nuntut Langit." jawab Langit, ia pun menyandarkan tubuhnya di sofa.

"Menuntut mu? Karena apa? Kamu sudah bisa buat masalah?" tanya Kinan mengerutkan dahinya

"Tidaklah ma, itu tadi..."

"Minum kak, Yura juga bawa buat mama." ucap Yura menghentikan ucapan Langit

"Terima kasih sayang" ucap Kinan dan Langit

"Jadi?" tanya Kinan lagi, namun setelah minum. Langit, malah berpamitan untuk masuk kamar karena ingin membersihkan tubuhnya.

"Ada apa sih Ra?" tanya Kinan ulang pada Yura

"Tadi pulang sekolah, Yura dan kakak ke toko buku dan mampir di kafe dengan yang lain. Tapi di sana, ada satu agen model yang majalah yang memaksa kami untuk bergabung. Yura sudah menolaknya dengan cara baik-baik, 2 kali. Tapi perempuan itu, malah memaksa dan menarik lengan kakak. Mama tau bukan bagaimana kakak, dia paling tidak suka bila ada yang menyentuhnya, selain anggota keluarga. Kakak pun menepis tangan perempuan itu cukup keras, sampai wanita itu terbentur dengan meja." jawab Yura menjelaskan

"Dan benturan itu, ternyata menyebabkan luka lebam di pinggangnya. Lalu saat kami sedang asik makan, perempuan itu datang mendekat dan bilang akan menuntut kakak. Kakak bilang untuk datang ke sini, agar berbicara dengan mama dan ayah Calvin." lanjutnya, Kinan mengangguk paham.

"Baiklah, kita tunggu wanita itu datang ke sini. Mama akan menghubungi ayah kalian, biar dia bisa mengambil rekaman CCtv di kafe itu untuk bukti." ucap Kinan, Yura mengangguk senang.

"Hari ini, sudah ada 2 yang menawari kakak jadi model. Saat di toko buku dan dengan perempuan itu. Yang pertama di toko buku, Yura pura-pura tidak melihatnya. " ucap Yura

"Benarkah? Jodohmu itu terlalu tampan, makanya banyak yang tertarik. Mama hanya berharap, hubungan kalian akan terus terjaga sampai waktunya."

"Aamiin, terima kasih atas do'anya ma. Apa mama tidak ingin memiliki baby?" tanya Yura

"Kamu ini, mama sudah tidak muda lagi. Anak mama sudah ada banyak, begitu juga dengan cucu. Sekarang hanya tinggal menikmati masa tua, melihat kalian tumbuh dan bahagia. Itu sudah cukup untuk mama, ayah juga melarang mama hamil." jawab Kinan, seraya mengusap kepala Yura. Yura pun memeluk Kinan, dari samping. Kinan membalas pelukan tersebut, ia paling suka saat dalam pelukan Yura. Tenang...

"Kalo gitu, Yura juga pamit untuk membersihkan badan ya ma." pamit Yura, ia pun mencium pipi Kinan.

.

"Jadi, apa yang akan kamu tuntut dari putraku?" tanya Calvin

Perempuan yang berniat ingin meminta ganti rugi, dengan menjadikan Langit dan Yura model majalahnya. Justru sekarang, diam seribu bahasa. Ia tak menyangka, bila Langit adalah putra dari Calvin. Parahnya, mereka berhubungan erat dengan keluarga Rothschild dan keluarga Robinson.

'Habislah, pantas saja teman-teman anak tampan itu berkata seperti itu. hiks... aku bisa menyelamatkan karirku saja, sudah sukur.' ucap perempuan itu dalam hati

"I-itu.. s-saya minta maaf, saya tidak bermaksud menuntut tuan muda Langit. Ma-maafkan saya, ini semua hanya salah paham." ucapnya tergagap, Langit hanya duduk diam tak ingin menatap wajah wanita itu.

"Salah paham? Benarkah? Lalu tujuan anda datang ke sini, untuk apa? Adikku bilang, kamu akan menuntut adik lelakiku yang adalah tunangan adik perempuanku. Bisa kamu jelaskan?" tanya Naina

'Huwaaaa... jangan gila dong, keluarga besar kumpul semua di sini.' ucapnya lagi dalam hati

"Sebenarnya kita sedang membahas apa?" tanya Zie, semua orang terkejut dan menoleh padanya.

"Kenapa kamu di sini? Bukankah tadi sudah di suruh jaga adik dan keponakan mu, Nom-nom dan Barra?" tanya Rania

"Ck, kenapa aku di suruh menjaga para bocil? Mereka membuatku pusing, lagipula ada onty Yura dan kakak Senja." jawab Zie, yang kini sudah berusia 7 tahun. Parasnya benar-benar perpaduan Naina dan Ken, sangat tampan. Bahkan ia akan mengalahkan ketampanan sang ayah dan juga Langit.

"Tapi ini bukan pembahasan untuk anak seusiamu, sayang." ucap Naina, Zie menghembuskan nafas kesal. Ia pun berlari ke ruangan, dimana adik dan keponakannya di sana. Ya, Barra keponakannya bukan?

Sedangkan wanita yang menginginkan Langit, terkesima dengan ketampanan milik Zie.

"Kita lanjutkan lagi pembahasan kita, jadi apa tujuanmu datang ke sini?" tanya Rei

DEG

Suara Rei benar-benar nge bass dan juga memiliki karakter, perawakannya yang masih gagah dan juag paras yang tak kalah tampan. Membuat wanita itu, merasa panas dingin.

"Aww" ucap Rei pelan dan menatap sang istri, yang baru saja mencubitnya

"Sudah kubilang jangan bersuara, apa kamu tidak dengar?" gerutu Rania berbisik

"Maaf" jawab Rei yang ikut berbisik

"HEI" sentak Naina, karena wanita itu malah diam saja dan menatap sang papa. Sehingga membuat wanita itu, berjingkat kaget.

"I-itu, s-saya... saya ingin meminta maaf pada tuan muda" ucap wanita itu pada akhirnya, hanya jawaban ini yang paling aman saat ini.

"Meminta maaf? Haduuhhh... untuk apa kita berkumpul semua di sini, kalo hanya untuk mendengar mu meminta maaf." celetuk Lina

"Huss" tegur Hana, seraya menyenggol pelan sikut Lina. Lina hanya memanyunkan bibirnya, dan komat-kamit. Orang yang ada di ruangan tersebut pun, menggelengkan kepalanya.

"Lina ke tempat anak-anak saja, pembahasan unfaedah banget ini." ucap Lina , seraya berlalu pergi.

"Kalau begitu cukup sampai di sini, bila sekali lagi anda membuat masalah dengan keluarga kami. Maka tidak ada maaf untukmu, ku pastikan perusahaan majalah mu akan gulung tikar." ucap Ken

GLEK

"Silahkan, pintu keluar masih terbuka." ucap Kinan, wanita itu pun segera berdiri dan menundukkan tubuhnya. Ia langsung pergi keluar dari rumah besar, kediaman Calvin dan Kinan tersebut.

"Udah? Gini doang? Ya ampun, part yang sangat membosankan. Tak ada aksi apapun gitu?" ucap Naina, ia pun segera pergi dari ruangan tersebut.

"Lalu kita harus apa? Menguliti wanita itu? Anakmu benar-benar tidak bisa di ajak menyelesaikan masalah, dengan bicara baik-baik." ucap Ezra

"Ya, dan itu sejak hamil Zie. Ia hanya ingin baku hantam terus, heran." Rei tertawa, mendengar jawaban menantunya tersebut.

"Karena sudah berkumpul di sini semua, kita adakan BBQ saja. Kebetulan semua bahan sedang komplit, aku baru belanja pagi tadi." saran Kinan

"Boleh, ayo para pria. Kalian segera bergerak di taman belakang, kami akan menyiapkan apa yang akan di bakar." ucap Ros

"Siap" ucap kompak para pria

...****************...

Tadinya ga mau double, soalnya buat besok ga ada. Tapi.... ya sudahlah🤭

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nya🥰🥰

...Happy Reading all🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Alejandra

Alejandra

Kebalik nggak, justru Zie dan Naomi ponakannya Barra...

2025-01-16

1

Calista

Calista

skrng aj bilang salah paham,knp waktu di kafe ngotot mau nuntut

2024-03-14

4

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

benar Na, cuma begitu doank yah😁😁😁

2024-03-08

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Senior Belagu
3 Senior yang Ngeyel
4 Lost Contact
5 Kondisi Ezra dan Ros
6 Pindah Rumah Sakit
7 Hukuman
8 Amarah Naina
9 Kabar Baik
10 Kabar Baik Lagi
11 Hadiah untuk 3 Dokter
12 Felicia
13 Cery
14 Hadeeehhhh
15 Kekesalan Langit
16 Tak berkutik
17 Murid Baru
18 Pertemuan Tak Terduga
19 Kepala Sekolah Berulah
20 Adu Mulut
21 Keterkejutan Tania dan Ara
22 Akhir dari Tania dan Arabella
23 Perlombaan di Mulai
24 Perlombaan
25 Netan, Setan, Necan
26 Key Marah
27 Kondisi Nenek
28 Guntur namanya
29 Keterkejutan Baskoro
30 DUKA
31 Berita Kematian
32 Duka yang Mendalam
33 Keributan
34 Keturunan Reinhard
35 Tranding topik
36 Baskoro dan Dina 1
37 Baskoro dan Dina 2
38 Cieeee.... Charlie Angel!!!
39 Jalan-jalan ke mall
40 Judulin sendiri, ok!!
41 Kedatangan Ayah Satria
42 Akhir dari Damar dan Sakti
43 Naomi.... Naomi....
44 Penyerangan
45 Ada Apa Dengan Hari ini?
46 Salah Cari Lawan
47 Part 47
48 Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49 Lamaran Dadakan
50 Pernikahan Baskoro dan Hana
51 Nggak Level
52 Chat an
53 Mulai Bergerak
54 Pertarungan
55 Yura Terluka
56 Kondisi Yura
57 Pembalasan
58 Yura Bangun
59 Yura dan Ros
60 Happy Birthday Love
61 Danu
62 Danu 2
63 Operasi Berjalan Lancar
64 Part 64
65 Feli
66 Part 66
67 Ibu Danu Siuman
68 Rita calon Masalah
69 Fitnah
70 Waaahhhh
71 Part 71
72 Masa Lalu Menyakitkan
73 Cerita Cery
74 Masih tentang Cery dan Kalingga
75 Dinar dalam Bahaya
76 Amarah Yura
77 Kepanikan Langit
78 Dinar Koma
79 Hukuman yang Pantas
80 Kondisi Ibu Kandung Dinar
81 Operasi
82 Dinar Siuman
83 Kepulangan Danu dan Arum
84 Tentang Dela
85 Dinar kembali drop
86 Tentang Aylin
87 Penculikan
88 Misi Penyelamatan
89 Aksi Penyelamatan
90 Kondisi Rei
91 Ken Marah
92 Happy Ending
93 Bewara
94 Sudah Pecah Telor
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Awal Mula
2
Senior Belagu
3
Senior yang Ngeyel
4
Lost Contact
5
Kondisi Ezra dan Ros
6
Pindah Rumah Sakit
7
Hukuman
8
Amarah Naina
9
Kabar Baik
10
Kabar Baik Lagi
11
Hadiah untuk 3 Dokter
12
Felicia
13
Cery
14
Hadeeehhhh
15
Kekesalan Langit
16
Tak berkutik
17
Murid Baru
18
Pertemuan Tak Terduga
19
Kepala Sekolah Berulah
20
Adu Mulut
21
Keterkejutan Tania dan Ara
22
Akhir dari Tania dan Arabella
23
Perlombaan di Mulai
24
Perlombaan
25
Netan, Setan, Necan
26
Key Marah
27
Kondisi Nenek
28
Guntur namanya
29
Keterkejutan Baskoro
30
DUKA
31
Berita Kematian
32
Duka yang Mendalam
33
Keributan
34
Keturunan Reinhard
35
Tranding topik
36
Baskoro dan Dina 1
37
Baskoro dan Dina 2
38
Cieeee.... Charlie Angel!!!
39
Jalan-jalan ke mall
40
Judulin sendiri, ok!!
41
Kedatangan Ayah Satria
42
Akhir dari Damar dan Sakti
43
Naomi.... Naomi....
44
Penyerangan
45
Ada Apa Dengan Hari ini?
46
Salah Cari Lawan
47
Part 47
48
Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49
Lamaran Dadakan
50
Pernikahan Baskoro dan Hana
51
Nggak Level
52
Chat an
53
Mulai Bergerak
54
Pertarungan
55
Yura Terluka
56
Kondisi Yura
57
Pembalasan
58
Yura Bangun
59
Yura dan Ros
60
Happy Birthday Love
61
Danu
62
Danu 2
63
Operasi Berjalan Lancar
64
Part 64
65
Feli
66
Part 66
67
Ibu Danu Siuman
68
Rita calon Masalah
69
Fitnah
70
Waaahhhh
71
Part 71
72
Masa Lalu Menyakitkan
73
Cerita Cery
74
Masih tentang Cery dan Kalingga
75
Dinar dalam Bahaya
76
Amarah Yura
77
Kepanikan Langit
78
Dinar Koma
79
Hukuman yang Pantas
80
Kondisi Ibu Kandung Dinar
81
Operasi
82
Dinar Siuman
83
Kepulangan Danu dan Arum
84
Tentang Dela
85
Dinar kembali drop
86
Tentang Aylin
87
Penculikan
88
Misi Penyelamatan
89
Aksi Penyelamatan
90
Kondisi Rei
91
Ken Marah
92
Happy Ending
93
Bewara
94
Sudah Pecah Telor

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!