Hadeeehhhh

Sejak kejadian Cery, waktu pun berlalu dengan cepat. Kini Yura sudah menginjak kelas 3 SMP dan Langit kelas 1 SMA.

Yura yang tumbuh semakin cantik, dikenal dengan gadis baik hati, lembut, ramah. Namun bila sudah marah, sangat mengerikan. Sehingga banyak pria yang mengaguminya, namun tak berani mendekat. Dan Langit, yang juga tumbuh semakin tampan dan semakin dingin. Hanya Yura, yang bisa merubah ekspresi wajahnya menjadi lebih lembut.

"Ngit, lu udah beres tugas Matematika belum. Ajarin gue no 2, ga dapet-dapet jawabannya gue dari kemaren." tanya Kalingga, yang juga tampan

"Udah, sini." jawab Langit, ia pun mengeluarkan buku dan alat tulisnya.

"Gue juga, tunggu... barengan woy." ucap Narendra, tak kalah tampan.

"No berapa lu, yang belum di kerjain?" tanya Kalingga

"No 2 ma 5, pake rumus yang mana?" jawabnya, seraya duduk di bangku menghadap Langit.

"No 5 mah yang ini...." Kalingga menjelaskan pada Narendra

"Lahhhh... macam itu ternyata, gampang bener dah." ucap Narendra, ia pun mulai fokus mengerjakan soal tersebut. Langit tersenyum tipis, sampai-sampai tak terlihat oleh orang lain.

"Oke, lanjut no 2" ucap Narendra, Langit mulai menjelaskan secara perlahan, singkat dan padat.

"Gampangan cara punya lu, di banding yang dari buku sama penjelasan bu Intan." ucap Narendra, Kalingga mengangguk

"GUe juga ikutan belajar dong" ucap teman sekelasnya yang perempuan

"Sorry, udah selesai." jawab Narendra, ia membereskan bangku dan bukunya. Naren yang duduk di sebelah Langit dan Langit sendiri memilih duduk dekat jendela, tak peduli hal itu. Ia kembali mendengarkan musik dan melihat ke arah jendela, melihat gadisnya yang sedang berolah raga di lapangan. Tertawa bersama kedua sahabatnya, tanpa sadar Langit tersenyum saat Yura tertawa.

Gadis yang ingin bergabung, namun di tolak merasa sangat kesal. Ia pun melihat ke jendela, penasaran dengan apa yang di lihat Langit. Sampai membuatnya tersenyum seperti itu, ANAK SMP?

Narendra dan Kalingga melihat, gadis itu mengepalkan kedua tangannya.

"Ngapain lo masih di sini? Pergi sana!!!" sentak Kalingga tidak suka, apalagi saat ia melihat kemana arah pandangan gadis itu.

"Ck" setelah berdecak, gadis itu pun pergi dan duduk di bangkunya.

"Lu mah Lin, di bilangin jangan pernah deketin Langit. Ngeyel banget, dia mah udah ada jodoh dari kecil. Bucin abis, ga ada yang bisa bikin itu laki mengalihkan pandangannya, dari gadis cantik itu." ucap teman sebangkunya

"Cih, sehebat apa sih cewek itu? Liat aja, gue pasti bisa naklukin Langit." ucap gadis yang bernama Alin tersebut

"Serah lu dah, pokonya gue udah ngingetin lu. Dan asal lu tau, ceweknya Langit itu bukan cewek biasa. Dia walau terlihat lembut, tapi ga mudah di tindas. Jangan pernah berani, bangunin singa yang lagi tidur tenang." balas teman sebangkunya yang bernama Lea

'Alah, emang segarang apa? Liat aja nanti' gumam Luna

Lea hanya menggelengkan kepalanya, ia tau sekeras kepala apa Luna. Karena ia satu SMP dengannya, orang-orang pun tau seperti apa sifatnya.

'Sebodo ahhh... yang penting gue udah peringatin lu.'

.

.

"Sudah selesai?" tanya Langit, ia mengusap sayang kepala Yura

"Sudah, tapi... Yura harus k perpustakaan dulu kak, ada buku yang mau Yura cari." jawab Yura menengadah dan tersenyum

"Apa di perpustakaan di rumah tidak ada bukunya?" tanya Langit

"Yura rasa tidak ada, karena Yura sudah membaca semuanya." jawab Yura, Langit terdiam

"Kita beli saja ya, pulang ini kita mampir ke toko buku." saran Langit, ia merapihkan anak rambut yang menghalangi wajah Yura

"Baiklah, supaya bukunya juga bisa di baca sama yang lain di rumah bunda. Ayo!!" Langit mengangguk, saat akan berbalik

Mereka di kejutkan dengan seseorang, yang tiba-tiba berangkul tangan Langit. Dengan refleks, Langit menarik tangannya dan mendorong orang itu.

"Awww, kamu kasar banget sih Lang" ucap gadis itu, yang ternyata adalah Luna

"Dihhh... siapa sih lo, SKSD banget rangkul laki orang." ucap Cery

"Iuuhhh... sok kecantikan banget" sambung Evi

Sedangkan Yura, masih cukup terkejut karena tiba-tiba ada yang berani seperti itu pada Langit.

"Sayang" panggil Langit, menyadarkan Yura. Yura pun tersenyum dan menatap Langit, Langit tau bila Yura tidak suka.

"Yuk" ajak Langit, ia pun membuka jaketnya dan memberikannya pada Narendra. Tentu saja hal itu, membuat dirinya senang. Hal itu mengejutkan Luna, ha-hanya karena di sentuh olehnya?

"Jangan SKSD lo, jadi aja malu." ucap Cery

"Yang sopan lo sama yang lebih tua, gue senior lo ya." ucap Luna marah

"Cieeee... tua, iya deh orang tua." ucap Cery tertawa, Evi dan Narendra pun ikut tertawa dan melakukan tos.

Luna semakin kesal, bila di komik mungkin kepalanya sudah penuh asap. hahaha

"Yuk ay" ajak Kalingga pada Cery

"Gasss, kita susul Yura dan kak Langit." Kalingga mengangguk, mereka berpegangan tangan dan berjalan ke arah parkiran.

"Hayu kak Ren, kita juga pergi. Tinggalkan orang tua ini, biar di jemput ke panti jompo." ajak Evi, seraya menatap sinis pada Luna

Kalian tanya apa hubungan 2 sejoli itu?

Kalo Cery dan Kalingga, mereka semakin dekat setelah kejadian Cery dulu. Dan saling mengungkapkan perasaan, saat Cery menginjak kelas 2 SMP.

Evi dan Narendra? Mereka dekat, tapi belum ada keputusan dengan kedekatan mereka. Jadi, gimana menurut kalian?

"Aku akan membalas kalian, lihat saja." gumam Luna seraya menatap punggung keempat orang itu, menjauh darinya.

.

"Dimana ya kak bukunya?" tanya Yura, dengan tangan kanannya yang menggeser-geserkan buku. Karena tangan kirinya, di genggam oleh Langit.

"Emang buku apa?" tanya Langit, ia memegang sebuah buku kedokteran di tanga kiri.

"Buku Biologi, tapi keluaran dulu banget." jawab Yura memajukan bibir bawahnya, semakin lucu di mata Langit.

"Kalo itu bukan di sini carinya, ayo ikut ke sana." ajak Langit, Yura hanya mengikuti kemana dia dibawa.

"Coba cari di sini, kakak tunggu di sini." titah Langit

"Gimana mau nyari ke sana?" tanya Yura

"Kenapa?" Yura mengangkat tangan yang di genggam oleh Langit, Langit pun terkekeh dan melepaskannya.

Yura berdiri di depan Langit, Langit memiringkan kepalanya.

"Jangan pernah tertawa di depan gadis lain, ini hanya milik Yura." ucap Yura seraya menekan kedua pipi Langit, sehingga bibirnya seperti ikan.

"HAHAHAHA...." Langit melepaskan tangan Yura, dari pipinya.

"Aku hanya milik kamu, jadi jangan khawatir." jawab Langit, mengusap kepala Yura. Yura mengangguk dan tersenyum, ia berbalik dan melangkahkan kakinya ke ujung lorong rak buku.

Langit pun fokus dengan buku anatomi di tangannya, posisinya yang tengah berdiri dan bersandar. Membuat fokus para pengunjung terpusat padanya, terutama para ciwik.

"Hai, mau jadi model ga?" tanya seseorang, Langit mengalihkan tatapannya dan menatap si penanya dengan dingin.

"Tidak..

...****************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nya🥰🥰

...Happy Reading All💓💓💓...

Terpopuler

Comments

Ani Mak NitaAdelia

Ani Mak NitaAdelia

jadiin satu ajah KA author,,biar lebih seru🥰

2024-05-14

2

Calista

Calista

senior macam qm mah gak perlu di sopanin

2024-03-14

2

Calista

Calista

rasain emang enak di dorong sama langit

2024-03-14

2

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Senior Belagu
3 Senior yang Ngeyel
4 Lost Contact
5 Kondisi Ezra dan Ros
6 Pindah Rumah Sakit
7 Hukuman
8 Amarah Naina
9 Kabar Baik
10 Kabar Baik Lagi
11 Hadiah untuk 3 Dokter
12 Felicia
13 Cery
14 Hadeeehhhh
15 Kekesalan Langit
16 Tak berkutik
17 Murid Baru
18 Pertemuan Tak Terduga
19 Kepala Sekolah Berulah
20 Adu Mulut
21 Keterkejutan Tania dan Ara
22 Akhir dari Tania dan Arabella
23 Perlombaan di Mulai
24 Perlombaan
25 Netan, Setan, Necan
26 Key Marah
27 Kondisi Nenek
28 Guntur namanya
29 Keterkejutan Baskoro
30 DUKA
31 Berita Kematian
32 Duka yang Mendalam
33 Keributan
34 Keturunan Reinhard
35 Tranding topik
36 Baskoro dan Dina 1
37 Baskoro dan Dina 2
38 Cieeee.... Charlie Angel!!!
39 Jalan-jalan ke mall
40 Judulin sendiri, ok!!
41 Kedatangan Ayah Satria
42 Akhir dari Damar dan Sakti
43 Naomi.... Naomi....
44 Penyerangan
45 Ada Apa Dengan Hari ini?
46 Salah Cari Lawan
47 Part 47
48 Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49 Lamaran Dadakan
50 Pernikahan Baskoro dan Hana
51 Nggak Level
52 Chat an
53 Mulai Bergerak
54 Pertarungan
55 Yura Terluka
56 Kondisi Yura
57 Pembalasan
58 Yura Bangun
59 Yura dan Ros
60 Happy Birthday Love
61 Danu
62 Danu 2
63 Operasi Berjalan Lancar
64 Part 64
65 Feli
66 Part 66
67 Ibu Danu Siuman
68 Rita calon Masalah
69 Fitnah
70 Waaahhhh
71 Part 71
72 Masa Lalu Menyakitkan
73 Cerita Cery
74 Masih tentang Cery dan Kalingga
75 Dinar dalam Bahaya
76 Amarah Yura
77 Kepanikan Langit
78 Dinar Koma
79 Hukuman yang Pantas
80 Kondisi Ibu Kandung Dinar
81 Operasi
82 Dinar Siuman
83 Kepulangan Danu dan Arum
84 Tentang Dela
85 Dinar kembali drop
86 Tentang Aylin
87 Penculikan
88 Misi Penyelamatan
89 Aksi Penyelamatan
90 Kondisi Rei
91 Ken Marah
92 Happy Ending
93 Bewara
94 Sudah Pecah Telor
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Awal Mula
2
Senior Belagu
3
Senior yang Ngeyel
4
Lost Contact
5
Kondisi Ezra dan Ros
6
Pindah Rumah Sakit
7
Hukuman
8
Amarah Naina
9
Kabar Baik
10
Kabar Baik Lagi
11
Hadiah untuk 3 Dokter
12
Felicia
13
Cery
14
Hadeeehhhh
15
Kekesalan Langit
16
Tak berkutik
17
Murid Baru
18
Pertemuan Tak Terduga
19
Kepala Sekolah Berulah
20
Adu Mulut
21
Keterkejutan Tania dan Ara
22
Akhir dari Tania dan Arabella
23
Perlombaan di Mulai
24
Perlombaan
25
Netan, Setan, Necan
26
Key Marah
27
Kondisi Nenek
28
Guntur namanya
29
Keterkejutan Baskoro
30
DUKA
31
Berita Kematian
32
Duka yang Mendalam
33
Keributan
34
Keturunan Reinhard
35
Tranding topik
36
Baskoro dan Dina 1
37
Baskoro dan Dina 2
38
Cieeee.... Charlie Angel!!!
39
Jalan-jalan ke mall
40
Judulin sendiri, ok!!
41
Kedatangan Ayah Satria
42
Akhir dari Damar dan Sakti
43
Naomi.... Naomi....
44
Penyerangan
45
Ada Apa Dengan Hari ini?
46
Salah Cari Lawan
47
Part 47
48
Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49
Lamaran Dadakan
50
Pernikahan Baskoro dan Hana
51
Nggak Level
52
Chat an
53
Mulai Bergerak
54
Pertarungan
55
Yura Terluka
56
Kondisi Yura
57
Pembalasan
58
Yura Bangun
59
Yura dan Ros
60
Happy Birthday Love
61
Danu
62
Danu 2
63
Operasi Berjalan Lancar
64
Part 64
65
Feli
66
Part 66
67
Ibu Danu Siuman
68
Rita calon Masalah
69
Fitnah
70
Waaahhhh
71
Part 71
72
Masa Lalu Menyakitkan
73
Cerita Cery
74
Masih tentang Cery dan Kalingga
75
Dinar dalam Bahaya
76
Amarah Yura
77
Kepanikan Langit
78
Dinar Koma
79
Hukuman yang Pantas
80
Kondisi Ibu Kandung Dinar
81
Operasi
82
Dinar Siuman
83
Kepulangan Danu dan Arum
84
Tentang Dela
85
Dinar kembali drop
86
Tentang Aylin
87
Penculikan
88
Misi Penyelamatan
89
Aksi Penyelamatan
90
Kondisi Rei
91
Ken Marah
92
Happy Ending
93
Bewara
94
Sudah Pecah Telor

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!