"Bagaimana dokter?" tanya Calvin dengan suara bergetar, melihat sendiri sahabatnya meregang nyawa. Ia benar-benar takut, tubuhnya juga langsung lemas. Begitu pula dengan apa yang di rasakan oleh Rei, sesak
"Ada baiknya, anggota keluarga di panggil semua. Semoga dengan kehadiran mereka, semangat untuk bertahan semakin besar." jawab dokter
Calvin dan Rei mengangguk, ia memanggil anak buahnya
"J"
"Iya tuan"
"Kirim beberapa helikopter dan jemput semua anggota keluarga, tanpa terkecuali." titah Rei, anak buah yang di panggil J mengangguk dan berlalu pergi. Tentunya ia tidak akan menggunakan helikopter biasa, karena kendaraan tersebut hanya dapat menampung sedikit penumpang. Tentu kalian bisa menebak bukan, helikopter apa yang akan di pakai oleh J.
Rei dan Calvin menghubungi keluarganya, mereka meminta istri dan yang lainnya bersiap. Karena akan ada yang datang menjemput mereka, walau bingung Rania dan Kinan mengiyakan perintah tersebut.
Rei menghubungi Ken, ia menjelaskan apa yang terjadi. Tentu saja mendengar kabar itu, ia terkejut. Ken segera meminta Naina bersiap, juga pada Yura. Tak lupa pada Langit, agar segera bersiap untuk dirinya dan juga adiknya.
Semua anggota keluarga akan berangkat, termasuk anak panti yang masih tinggal di sana.
.
.
"Tuan, karena ini desa kecil. Mau tak mau, kami menyarankan untuk memindahkan ketiga pasien ke rumah sakit besar. Karena alat di sini kurang lengkap, beruntung kondisinya saat ini bisa di katakan aman. Jarak dari sini ke kota sekitar 2-3 jam, semoga semuanya akan baik-baik saja." ucap dokter yang menangani Ezra, Ros dan putranya.
"Baiklah, siapkan semuanya. Kita akan berangkat sekarang juga." ucap Calvin
Para medis langsung melakukan persiapan, tiga ambulance sudah siap di luar. Calvin akan masuk di ambulance Ezra, Rei di ambulance Ros dan bayinya di temani K.
"K, hubungi J. Agar mereka mendarat di rumah sakit besar di kota, kita akan berangkat sekarang juga." titah Rei, sebelum ia naik ke dalam ambulance
"Siap tuan" K langsung melakukan yang di titah tuannya, bahkan ia juga sudah menyewa sebuah home stay di dekat rumah sakit. Untuk tempat beristirahat semua anggota keluarga, begitulah anak buah Rei. Selalu tau apa yang di butuhkan tuannya, tanpa ada titah.
Ketiga ambulance pun berangkat, dengan di kawal 6 mobil hitam milik anak buah Rei.
"Siapa sebenarnya mereka? Apa mereka orang-orang penting?" tanya salah satu perawat
"Hah? Kamu tidak tau kalau salah satu tuan tadi adalah pengusaha terkenal?" tanya balik perawat lainnya, perawat pertama menggelengkan kepalanya
"Kudetnya" ucap si perawat dua seraya menggelengkan kepalanya, ia pun pergi masuk ke dalam rumah sakit
"Pantas saja, pengawalannya ketat sekali." ucap si perawat pertama, yang ikut menyusul masuk
Tanpa pihak rumah sakit itu ketahui, bila besok lusa mereka akan mendapat kejutan besar dari Rei. Yaitu, dengan datangnya alat-alat canggih dan terbaru yang di butuhkan para dokter spesialis di rumah sakit ini. Tentu Rei yang sudah memesannya, langsung dari luar negeri.
.
.
Sedangkan di rumah sakit, Naina dan yang lain sudah sampai terlebih dahulu. Wajah cemas terpampang jelas, di wajah semua orang. Terutama Naina dan Yura, bahkan Yura sempat pingsan saat di jalan tadi. Dan kini Langit ada di sampingnya, memapah tubuh lemah Yura.
Setelah hampir 2 jam menunggu, ketiga ambulance pun datang.
Semua orang yang duduk, langsung berdiri. Mereka langsung menunggu di pintu masuk arah IGD, para dokter sigap membukakan pintu ambulance dan menerima para pasien.
"Bagaimana kondisinya?" tanya dokter rekan Ezra, ia di hubungi langsung oleh Calvin. Kebetulan ia juga ikut seminar dengan Calvin, sehingga ia yang tadinya ingin merebahkan tubuhnya, langsung bangun dan segera ke rumah sakit.
Begitu juga dokter kandungan yang menangani Ros, selama ia hamil di Jakarta. Ia juga menanyakan kondisi Ros yang menangani Ros di rumah sakit yang pertama.
Kedua dokter itu menerima berkas catatan mengenai perkembangan Ezra dan Ros, tak lama datang dokter anak yang segera mengambil alih anak Ezra dan Ros.
Saat berankar Ezra dan Ros di turunkan, semua perempuan histeris. Terutama Naina dan Yura, bahkan mereka sampai tak sadarkan diri. Untung Langit dan Ken ada di samping mereka, sehingga tubuhnya tidak sampai terjatuh. Sedangkan kedua anak Ken dan Naina, terlelap. Sehingga tidak tau apa yang terjadi pada ibunya, bila tau sudah di pastikan mereka akan menangis.
"Bawa anak-anak ke penginapan, tenangkan mereka." titah Rei pada Rania, begitu juga Calvin yang meminta hal yang sama pada Kinan. Begitu juga dengan Lina dan Hana, mereka di minta untuk membawa anak-anak panti dan juga Senja.
"Bawa mereka ke IGD" ucap dokter lain pada Ken dan Langit
Sedangkan Ros dan Ezra langsung di bawa ke ruang ICU, di lantai yang sudah di siapkan. Para dokter meneruskan tindakan, yang sudah di lakukan oleh dokter sebelumnya. Para medis sibuk semua, tambah lagi Rei sudah menyiapkan 1 lantai khusus untuk mereka. Dan hanya dokter yang sudah di pilih olehnya, bahkan Rei juga mengerahkan anak buah untuk mengamankan lantai tersebut. Di mulai dari keluar lift, hingga di depan ruangan khusus untuk Ezra, Ros dan sang putra.
Setelah 2 jam, semua petugas rumah sakit yang menangani ketiga pasien pun keluar.
"Bagaimana?" tanya Rei dan Calvin
"Kondisi bayi, baik-baik saja. Semua nya aman, hanya tinggal menunggu berat badannya meningkat agar bisa di keluarkan dari inkubator. Semua organ dalamnya, berfungsi dengan sangat baik." jawab Raisa, dokter anak.
"Kondisi Ezra cukup memprihatinkan, tapi alat-alat di sini semoga bisa membantu Ezra segera pulih. Kepalanya terbentur cukup keras, begitu juga dengan dadanya. Kakinya terjepit, sehingga mengakibatkan adanya kerusakan di beberapa syaraf. Namun, itu masih bisa di sembuhkan dengan beberapa kali operasi. Kita tunggu beberapa hari ke depan, semoga ada kemajuan." ucap dokter Salman, dokter yang menangani Ezra.
"Kondisi Ros juga, bisa di bilang memprihatinkan. Walau memang kepalanya hanya mengalami beberapa jahitan, tak ada luka serius yang di sebabkan dari benturan tersebut. Luka di dadanya juga, menyebabkan memar cukup luas. Namun karena pelindung yang ada di mobil itu berjalan sebagaiman mestinya, sehingga meminimalkan cedera pada beberapa bagian. Hanya saja karena shock, membuatnya enggan untuk bangun. Hal itu yang menyebabkan Ros koma, jadi keluarga dekatnya sangat berperan penting di sini." lanjut dokter Ceril
Rei dan Calvin, bisa menghembuskan nafas lega. Walau tidak sepenuhnya baik-baik saja, tetapi setidaknya mereka sudah berada di tangan yang tepat, dan di rumah sakit yang mumpuni.
"Baik dok, terima kasih. Kami hanya mempercayakan adik kami pada kalian, tak ada dokter manapun yang boleh naik ke lantai ini. Kecuali ada kalian yang mendampingi, dan jangan biarkan siapapun masuk kecuali keluarga kami. " ucap Rei
"Baik tuan" jawan ketiga dokter tersebut, mereka pun pamit untuk masuk ke ruangan istirahat.
Rei berani membayar mahal mereka bertiga, hanya untuk merawat Ezra, Ros dan si bayi. HANYA MEREKA BERTIGA, jadi tak ada yang mereka lakukan selain mengawasi ketiga pasien tersebut. Bahkan ruang istirahat mereka juga berada di lantai yang sama, masalah makanan terjamin, akan di kirim 3x sehari.
...****************...
...Happy Reading all🥰🥰🥰...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
Kania Rahman
yang punya uang dan kuasa apa pun bisa kita mh apa atuh cuma cangkaruk,sehat selalu 💪💪
2024-12-09
1
Dwi Setyaningrum
wah keren papa Rey..semoga Ezra d Ros segera siuman d sehat agar bisa membesarkan anaknya dg bahagia tentunya
2024-06-08
3
Calista
semoga ezra cepet sembuh dan pulih ya
2024-03-12
2