Lost Contact

"Tinggi 82 cm, berat badan 11 kg. Sehat sekali dede Nom-Nom" ucap salah satu petugas kesehatan yang memeriksa tinggi dan berat badan Naomi, batita itu tergelak saat ia menggelitik perutnya.

"Gimana sus?" tanya dokter Tatiana

"Bagus dok, semuanya normal dan sangat sehat" jawab Susan sang perawat

"Coba liat giginya dong, udah tumbuh berapa ya?" tanya dokter

"Sudah banyak dokter" jawab Naina dengan suara di buat anak kecil, dokter Tatiana tersenyum dan membuka mulut Naomi pelan.

"Waahh... gigi gerahamnya sudah tumbuh satu, gigi depan atas bawahnya masing-masing sudah 2." Naina tersenyum senang

"Udah siap belum nih, dede mau di suntik loh" ucap dokter Tatiana, ia mengajak main Naomi. Agar bayi itu lebih rileks dan tidak terlalu terkejut, saat nanti ia menyuntik bayi gembul itu.

Hari ini, di hari tepatnya Naomi berusia 1 tahun. Adalah jadwal imunisasi Pneumokokus (PCV), Vaksin pneumokokus (PCV) dapat membantu mencegah penyakit radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia).

Jadwal imunisasi PCV dimulai sejak bayi usia 2 bulan dan diberikan 3 kali dengan interval 4—8 minggu (usia bayi 2, 4, 6 bulan). Sementara imunisasi ulang (booster) diberikan pada umur 12—15 bulan.

Saat Naomi sedang tertawa dan tidak fokus dengan tangan dokter Tatiana, saat itu juga dokter menyuntikan vaksin tersebut. Ekspresi Naomi yang terkejut dan langsung terdiam, menjadi hiburan untuk Naina dan yang lainnya. Hebatnya Naomi, ia hanya terkejut namun tidak menangis.

"MasyaAllah.. pintarnya, dari kecil Naomi ga pernah nangis ya kalo di suntik. Gemmeeessss banget sih kamu" ucap dokter Tatiana, ia pun mengangkat Naomi dari pangkuan Naina. Naina yang sudah biasa, hanya tersenyum dan membiarkan hal tersebut.

"Udah pinter apa aja dede gemess?" tanya Tatiana, namun ia menoleh pada Naina

"Banyak kak, makan aja maunya sendiri, corat coret, berdiri sendiri walau cuma sebentar, udah ngerangkak kemana aja. Bahkan udah mulai mapah-mapah dengan berpegangan pada meja, kursi, pokonya apa aja yang bisa jadi pegangan." jawab Naina dengan wajah pusing dengan ke aktifan sang putri mahkota

"Waduh... udah pinter ya. Kalo ngomong, udah bawel apa aja ini?"

"Mama, papa, kadang ngikutin apa yang aku ucapkan kak. Tapi yang belakangnya aja, Naomi juga udah paham kalo aku bilang no. " dokter Tatiana mengangguk

Mereka membicarakan perkembangan Naomi dan dokter Tatiana juga menerangkan, apa saja yang sudah bisa di lakukan oleh bayi di usia Naomi. Baik itu secara fisik, motorik, bahasa, sosial, emosional, dan secara kognitif.

"Alhamdulillah, semuanya OK." ucap dokter Tatiana

"Alhamdulillah, terima kasih kak. Kalau begitu saya pamit, kakak dan suster jangan lupa hadir nanti malam." ucap Naina

"Insya Allah, semoga tidak ada pasien darurat." jawab Tatiana, Naina pun berpamitan pada perawat yang bertugas menemani Tatiana.

Nanti malam adalah perayaan ulang tahun Naomi yang pertama, namun hanya akan di lakukan di panti asuhan. Naina dan Ken tidak mau ada wartawan, bahkan sampai sekarang wajah kedua anaknya tidak di publish ke media.

.

.

"Beli kado apa ya kak?" tanya Yura, kini mereka berdua tengah ada di mall. Mencari kado untuk si bungsu, kesayangan semua orang.

"Naomi lagi senang apa?" tanya Langit balik

"Lagi seneng coret-coret, apa aja di coretin sama si gembul." jawab Yura tertawa, bila mengingat Zie yang suka marah-marah karena kegiatan mewarnainya di ganggu oleh Naomi.

"Kita belikan alat gambar kalo gitu, sama itu." jawab Langit seraya menunjuk sebuah sepeda roda tiga berwarna ping

"Iiiii.... lucu banget ini kak, ya udah ini aja sama alat gambar." ucap Yura setuju dengan ide Langit

Mereka pun menghampiri salah satu pegawai, meminta yang mereka inginkan agar di bungkus dan di antar ke mansion Naina. Setelah itu, mereka lanjut mencari alat gambar ke toko buku. Yura sengaja mencari buku sketsa berukuran besar dan Crayon dan Pensil Warna Set Art Crayon 168 pcs.

Jangan tanya mereka punya uang darimana?

"Sekarang mau kemana?" tanya Langit

"Langsung ke panti asuhan, kak Naina minta bantuan buat ngecek kondisi di sana." jawab Yura, Langit mengangguk.

.

.

Acara ulang tahun berlangsung lancar, aura kebahagiaan terpancar di panti asuhan tersebut. Naomi yang tadinya aktif dan senang bermain dengan kakak-kakak barunya, kini sudah terlelap dalam aisan sang ayah. Sedangkan Zie, tengah di gendong oleh sang opa.

"Anak-anak sudah kelelahan, sebaiknya kita pulang. Sudah ada petugas kebersihan, yang akan membereskan semua ini." ucap Kinan

"Iya ma, kita pamitan terlebih dahulu pada ibu panti. Bagaimana kabar bunda Ros, apa ada menghubungi mama?" tanya Naina

Kinan dan Rania menggelengkan kepalanya, sudah 3 hari tak ada kabar dari Ros dan juga Ezra.

"Perasaan Naina tidak enak ma, sudah 2 malam Naina memimpikan bunda." ucap Naina seraya mengusap wajahnya, ia merasa kesal. Karena ia tidak bisa melacak keberadaan Ros dan Ezra, buntu... benar-benar buntu.

"Berdo'alah semua baik-baik saja, mama harap hanya masalah sinyal." jawab Rania yang tidak kalah khawatir

Yura? Jangan dikira karena dia diam, bukan berarti dia tidak merasakan apa yang dirasakan oleh Naina. Bahkan ia merasakan perasaan ini, sejak terakhir ia dan Ros melakukan panggilan vidio 4 hari yang lalu. Aura sang bunda berbeda, walau tersenyum namun terlihat gelap.

Yura sangat pandai menyembunyikan perasaannya, tapi tidak dari Langit. Langit bisa merasakan perubahan mood Yura, sekecil apapun itu. Namun Langit, memberikan Yura waktu dengan pikiran dan perasaannya sendiri. Rencananya Langit, memang ingin membicarakan hal ini dengan Yura. Tapi waktu belum tepat, karena sibuk dengan acara Naomi.

"Ayo kita pulang" ajak Langit

"Iya kak" jawab Yura mengangguk, terlihat helaan nafas pada Yura. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, sedangkan di depan ada supir pribadi dan 1 pengawal.

"Do'a kan bunda baik-baik saja, kak Naina dan kak Ken pasti tidak akan tinggal diam." ucap Langit mengusap kepala Yura pelan, Yura menoleh dan mengangkat sedikit kepalanya, agar bisa melihat wajah Langit. Lambat laun, air matanya menetes. Langit ikut sakit, melihat gadis kecilnya seperti ini.

"Tapi hatiku tidak bisa di bohongi kak, bunda sedang tidak baik-baik saja saat ini. Bukan aku mendo'akan yang tidak baik, tapi aku bisa merasakannya." jawab Yura dengan suara bergetar, Langit menarik Yura kedalam pelukannya.

"Tidurlah" ucap Langit seraya menepuk pelan lengan atas Yura, ia menghembuskan nafasnya pelan. Lambat laun terdengar nafas teratur dari Yura, itu artinya ia sudah terlelap. Sudah beberapa hari ini, Yura tidak bisa tidur. Karena isi kepala dan hatinya yang terasa kacau dan tidak karuan, setiap kali menutup mata. Bayangan wajah Ros hadir, terlihat tatapan sedih.

Dalam pelukan Langit, rasa nyaman di rasakan olehnya. Sehingga ia bisa terlelap dengan mudahnya, Langit menoleh ke samping. Melihat kondisi jalanan dari jendela, gelap dan hanya di terangi setitik cahaya.

"Apa masih belum ada kabar paman?" tanya Langit pada pengawal

"Belum tuan muda, sinyalnya hilang. Kita tidak bisa melacak keberadaan nyonya Ros dan tuan Ezra, namun tim kami masih berusaha." jawab pengawal

"Ya, terima kasih paman" ucap Langit tersenyum kecil

...****************...

...Happy Reading all🥰🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Hariyanti

Hariyanti

H2C ini mah ...... harap-harap cemas 😰😰😰😰

2025-03-25

1

Kania Rahman

Kania Rahman

semoga baik "saja 👍👍💪💪

2024-12-09

1

LENY

LENY

WAH ANAK2 KEN DAN NAINA TDH PERNAH DI PUBLISH HEBAT KEGIATAN AMAL SEDEKAH MEREKA JG GAK DIPAMER INI BARU KEREN MANTAP 👍👍. BEDA SAMA KENYATAAN KL DI KITA ANAK MSH KECIL SDH DI PUBLISH DAN CARI UANG🤭🤭😊

2024-08-04

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Senior Belagu
3 Senior yang Ngeyel
4 Lost Contact
5 Kondisi Ezra dan Ros
6 Pindah Rumah Sakit
7 Hukuman
8 Amarah Naina
9 Kabar Baik
10 Kabar Baik Lagi
11 Hadiah untuk 3 Dokter
12 Felicia
13 Cery
14 Hadeeehhhh
15 Kekesalan Langit
16 Tak berkutik
17 Murid Baru
18 Pertemuan Tak Terduga
19 Kepala Sekolah Berulah
20 Adu Mulut
21 Keterkejutan Tania dan Ara
22 Akhir dari Tania dan Arabella
23 Perlombaan di Mulai
24 Perlombaan
25 Netan, Setan, Necan
26 Key Marah
27 Kondisi Nenek
28 Guntur namanya
29 Keterkejutan Baskoro
30 DUKA
31 Berita Kematian
32 Duka yang Mendalam
33 Keributan
34 Keturunan Reinhard
35 Tranding topik
36 Baskoro dan Dina 1
37 Baskoro dan Dina 2
38 Cieeee.... Charlie Angel!!!
39 Jalan-jalan ke mall
40 Judulin sendiri, ok!!
41 Kedatangan Ayah Satria
42 Akhir dari Damar dan Sakti
43 Naomi.... Naomi....
44 Penyerangan
45 Ada Apa Dengan Hari ini?
46 Salah Cari Lawan
47 Part 47
48 Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49 Lamaran Dadakan
50 Pernikahan Baskoro dan Hana
51 Nggak Level
52 Chat an
53 Mulai Bergerak
54 Pertarungan
55 Yura Terluka
56 Kondisi Yura
57 Pembalasan
58 Yura Bangun
59 Yura dan Ros
60 Happy Birthday Love
61 Danu
62 Danu 2
63 Operasi Berjalan Lancar
64 Part 64
65 Feli
66 Part 66
67 Ibu Danu Siuman
68 Rita calon Masalah
69 Fitnah
70 Waaahhhh
71 Part 71
72 Masa Lalu Menyakitkan
73 Cerita Cery
74 Masih tentang Cery dan Kalingga
75 Dinar dalam Bahaya
76 Amarah Yura
77 Kepanikan Langit
78 Dinar Koma
79 Hukuman yang Pantas
80 Kondisi Ibu Kandung Dinar
81 Operasi
82 Dinar Siuman
83 Kepulangan Danu dan Arum
84 Tentang Dela
85 Dinar kembali drop
86 Tentang Aylin
87 Penculikan
88 Misi Penyelamatan
89 Aksi Penyelamatan
90 Kondisi Rei
91 Ken Marah
92 Happy Ending
93 Bewara
94 Sudah Pecah Telor
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Awal Mula
2
Senior Belagu
3
Senior yang Ngeyel
4
Lost Contact
5
Kondisi Ezra dan Ros
6
Pindah Rumah Sakit
7
Hukuman
8
Amarah Naina
9
Kabar Baik
10
Kabar Baik Lagi
11
Hadiah untuk 3 Dokter
12
Felicia
13
Cery
14
Hadeeehhhh
15
Kekesalan Langit
16
Tak berkutik
17
Murid Baru
18
Pertemuan Tak Terduga
19
Kepala Sekolah Berulah
20
Adu Mulut
21
Keterkejutan Tania dan Ara
22
Akhir dari Tania dan Arabella
23
Perlombaan di Mulai
24
Perlombaan
25
Netan, Setan, Necan
26
Key Marah
27
Kondisi Nenek
28
Guntur namanya
29
Keterkejutan Baskoro
30
DUKA
31
Berita Kematian
32
Duka yang Mendalam
33
Keributan
34
Keturunan Reinhard
35
Tranding topik
36
Baskoro dan Dina 1
37
Baskoro dan Dina 2
38
Cieeee.... Charlie Angel!!!
39
Jalan-jalan ke mall
40
Judulin sendiri, ok!!
41
Kedatangan Ayah Satria
42
Akhir dari Damar dan Sakti
43
Naomi.... Naomi....
44
Penyerangan
45
Ada Apa Dengan Hari ini?
46
Salah Cari Lawan
47
Part 47
48
Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49
Lamaran Dadakan
50
Pernikahan Baskoro dan Hana
51
Nggak Level
52
Chat an
53
Mulai Bergerak
54
Pertarungan
55
Yura Terluka
56
Kondisi Yura
57
Pembalasan
58
Yura Bangun
59
Yura dan Ros
60
Happy Birthday Love
61
Danu
62
Danu 2
63
Operasi Berjalan Lancar
64
Part 64
65
Feli
66
Part 66
67
Ibu Danu Siuman
68
Rita calon Masalah
69
Fitnah
70
Waaahhhh
71
Part 71
72
Masa Lalu Menyakitkan
73
Cerita Cery
74
Masih tentang Cery dan Kalingga
75
Dinar dalam Bahaya
76
Amarah Yura
77
Kepanikan Langit
78
Dinar Koma
79
Hukuman yang Pantas
80
Kondisi Ibu Kandung Dinar
81
Operasi
82
Dinar Siuman
83
Kepulangan Danu dan Arum
84
Tentang Dela
85
Dinar kembali drop
86
Tentang Aylin
87
Penculikan
88
Misi Penyelamatan
89
Aksi Penyelamatan
90
Kondisi Rei
91
Ken Marah
92
Happy Ending
93
Bewara
94
Sudah Pecah Telor

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!