Hadiah untuk 3 Dokter

ceklek

Lina sampai rumah sakit pukul 11 malam, karena tadi ia mampir ke toko kue 24 jam. Untuk membeli amunisi, nampaknya ia tidak akan bisa tidur malam ini? Ia merasa rindu dengan bunda, malam ini ia hanya ingin menatap wajah sang bunda.

"Assalamu'alaikum" ucap Lina berbisik, ia lalu ke arah meja di luar ruangan Ros. Lalu ia pun masuk ke ruang ICU, Ezra dan Ros akan di pindahkan besok pagi. Di tempat Ezra, ada Calvin dan Rei yang menjaganya.

ceklek

"Assalamu'alaikum" ucapnya lagi berbisik, air matanya lolos. Bersyukur karena kondisi sang bunda, tidak seperti pertama kali ia lihat. Kabel yang terpasang di tubuh sang bunda, sudah terlepas. Lina segera menghapus air matanya, ia pun melangkah mendekati ranjang Ros dan duduk di kursi samping ranjang. Lina menaikkan selimut sebatas dada, ia menggenggam tangan Ros.

"Terima kasih bunda, terima kasih karena sudah bangun. Lina rindu, tadi Lina sudah melihat baby. Baby semakin gemuk dan gembul, ia sangat tampan seperti ayah Ezra dan bunda Ros. Perpaduan yang sangat pas, itu artinya ayah sama bunda saling cinta. Jadi wajah bunda dan ayah, terpampang sama baby. hehehe" ucapnya pelan, ia pun terkekeh dengan ucapannya sendiri

Ros merasa ada yang menggenggam tangan dan mendengar suara samar-samar, terbangun.

"Maaf bunda, Lina sudah mengganggu tidur bunda." ucapnya pelan, Ros pun melihat wajah tersebut dan tersenyum.

"Sayang, kamu di sini? Dengan siapa?" tanya bunda Ros

"Sendiri bunda, kak Naina tidak bisa meninggalkan Zie dan Naomi. Sedangkan trio kwek-kwek terlihat lelah tadi, jadi Lina yang menemani bunda malam ini. Maaf, Lina sudah mengganggu tidur bunda." jawab Lina

"Tidak, bunda sudah tidur sejak tadi. Tapi belum bisa duduk, rasanya badan bunda remuk semua." ucap Ros

"Tidak apa-apa bunda, sebentar lagi bunda sehat kok. Kan udah di tunggu baby sama ayah Ezra." ucap Lina

"Dimana ayahmu?" tanya Ros

"Ayah ada di ruang sebelah, sedang istirahat. Karena ayah dan bunda membutuhkan waktu istirahat, tanpa memikirkan satu sama lain. Jadi, dokter menyarankan untuk pisah ruangan. Besok baru di pindahkan, menjadi satu ruangan." jawab Lina

"Bagaimana kondisi ayahmu? Dia pasti tidak baik-baik saja, karena waktu kecelakaan. Ayahmu sebisa mungkin, melindungi bunda dan baby." tanya Ros, suaranya mulai bergetar, matanya pun berkaca-kaca. Ia ingat benar, bagaimana saat sang suami melindungi dia dan bayi mereka.

"Ayah baik-baik saja bun, ayah sedang menunggu satu ruangan dengan bunda besok." jawab Lina tersenyum

Lina mengalihkan pembicaraan, ia mengajak Ros membicarakan mengenai dirinya yang menjadi lulusan terbaik. Ros tersenyum bahagia, putrinya yang sempat terpuruk. Kini sudah menjadi gadis cantik, yang tangguh.

"Bunda bangga, jadilah anak yang selalu rendah hati. Tidak boleh arogan, jadikan ilmumu berguna untuk banyak orang." pesan Ros

"Iya bun, Lina akan mengingat pesan bunda. Sudah terlalu malam, bunda sebaiknya kembali beristirahat. Agar besok terbangun lebih segar dan mudah-mudah sudah kuat untuk duduk, supaya bisa gendong baby bukan?" Ros mengangguk, Lina kembali merapihkan selimut dan membenarkan posisi bantal. Agar Ros bisa tidur lebih nyaman, Lina mencium kening sang bunda lama.

Setelah 10 menit, bunda Ros pun terlelap. Lina tersenyum dan memilih untuk keluar, ia merasa lapar. Apalagi tadi ia sudah membeli kue favoritnya, Lina pun memilih membuat kopi.

"Paman yang lain mau buat kopi tidak ya? Sebaiknya aku makan di luar saja, biar bisa barengan dan ada teman." Lina membawa paper bag tersebut keluar dan menawarkan pada yang lain, tak lupa ia juga menawarkan untuk di buatkan kopi. Para penjaga menerimanya dengan senang hati.

.

.

Waktu pun berlalu, Ezra sudah lebih baik. Namun ia harus menggunakan kursi roda, selama 6-12 bulan ke depan. Ezra masih harus melakukan 2x operasi lagi, pada kakinya dan di lanjutkan dengan terapi. Sedangkan Ros, ia sudah bisa menggendong dan menyusui baby nya.

Baby juga sudah keluar dari inkubator, sekarang sang bayi sudah terlihat lebih gemuk. Bahkan saat menyusu sangat kuat, terkadang Ros kewalahan dan merasa kesakitan. Meski sempat terpukul karena ia mendapat kabar buruk, bila rahimnya sudah di angkat. Namun ia tetap bersyukur, karena buah hati mereka baik-baik saja.

Rencanannya mereka semua, akan kembali ke ibu kota hari ini.

Bahkan Lina, Langit dan Yura sudah kembali lebih dulu seminggu yang lalu. Karena Lina yang ada pekerjaan ke luar kota, sedangkan Langit dan Yura mulai ujian semester 1 hari ini. Di susul Hana dan anak-anak, mereka juga sudah pulang keesokan harinya. Karena khawatir meninggalkan Lina, Yura dan Langit.

"Apa pulang akan langsung adakan Aqiqah?" tanya Naina

"Ya, tentu saja." jawab Ros

"Apa sudah ada namanya, yah?" tanya Ken

"Tentu saja sudah, Barra Saputra Utsman" jawab Ezra seraya menatap Ros, Ros tersenyum dan mencium kening Ezra.

"Uuunncchh... so sweet banget sih ayah sama bunda." ucap Naina

"To tiiittt" ucap Zie mengikuti Naina, Rei tertawa kencang mendengar celotehan sang cucu. Ia pun menggelitik perut Zie, yang kini ada di pangkuannya.

ceklek

"Selamat pagi semuaaa, wahhh... sedang berkumpul ternyata." masuklah dokter Salman, dokter Raisa dan dokter Ceril dengan senyuman di wajah mereka. Karena mereka juga akan ikut kembali ke ibu kota, bersama Naina dan yang lain.

"Pagi dokter" jawab semua

"Semua sudah normal dan hasil pemeriksaan sangat bagus, siang ini kalian semua sudah boleh pulang. Dan operasi Ezra, akan di lakukan di rumah sakit ibu kota. Semangat, sekarang kamu sudah mempunyai baby. Semangatmu pasti berkali-kali lipat bukan, Ez?" ucap Salman, Ezra tersenyum dan mengangguk.

Dokter Ceril dan dokter Raisa, juga menjelaskan kondisi Ros dan baby Barra. Semua normal, tak ada kendala apapun.

"Alhamdulillah, terima kasih dok." ucap Kinan

"Dan maaf kan aku, karena menahan kalian selama dua minggu ini. Aku benar-benar minta maaf, tapi aku tidak bisa mempercayai orang lain selain kalian." ucap Rei

"Kalian rekan Ezra yang paling dekat di ibu kota, jadi mau tak mau kami harus menahan kalian." lanjut Calvin

"Tidak apa-apa tuan, walau awalnya kami kesulitan. Karena cukup sulit memberikan pengertian pada anak-anak, tapi lambat laun mereka mau mengerti." jawab Ceril tersenyum

"Kalian tenang saja, kerja keras kalian selama di sini. Tidaklah gratis, aku sudah menyiapkan hadiah untuk kalian. Masing-masing dari kalian, sudah aku belikan 1 unit rumah di perumahan tak jauh dari mansion. Dan masing-masing, mendapatkan 1 unit mobil. Terima kasih..." mendengar ucapan Rei, ketiga dokter tersebut membulatkan kedua bola matanya.

"Tu-tuan... k-kami merawat Ezra dan lainnya, ikhlas. Sungguh..." ucap Raisa bergetar

"Kami pun ikhlas dan tulus, tolong terima pemberian kami. Kalian sudah menyelamatkan, nyawa kedua adik dan keponakan kami. Bahkan kalian sudah mengorbankan waktu berkumpul kalian dengan keluarga, mengorbankan waktu istirahat. Jadi, tolong di terima." ucap Rania, menggenggam tangan Ceril dan Raisa

Air mata kedua wanita itu pun jatuh, tak pernah membayangkan sama sekali mereka akan mendapatkan sebuah rumah mewah. Apalagi di perumahan elit dan satu unit mobil mewah, akhirnya keinginan anak mereka terkabulkan. Mereka bertiga yang memang bekerja tulus membantu orang-orang, tak pernah memberikan tarif tinggi pada pasien. Bahkan mereka akan menggratiskan pengobatan pada pasiennya, yang jelas-jelas tidak mampu.

Dan Ezra, Rei juga Calvin, mengetahui itu semua.

"Terima kasih, terima kasih." ucap mereka bertiga

...****************...

...Happy Reading All💓💓💓...

Terpopuler

Comments

Zanzan

Zanzan

kira2.,.yg buat beli rumah itu uang semuanya bukan ya...🤭🤭aku nyari seribu buat tambah 10 ribu aja susah...😁😁

2024-06-08

3

Ani Mak NitaAdelia

Ani Mak NitaAdelia

sultan mah bebas,,hebat sudah ayah rei😍

2024-05-14

1

Calista

Calista

wow upah nya gak kaleng" sultan mah bebas ya

2024-03-13

2

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Senior Belagu
3 Senior yang Ngeyel
4 Lost Contact
5 Kondisi Ezra dan Ros
6 Pindah Rumah Sakit
7 Hukuman
8 Amarah Naina
9 Kabar Baik
10 Kabar Baik Lagi
11 Hadiah untuk 3 Dokter
12 Felicia
13 Cery
14 Hadeeehhhh
15 Kekesalan Langit
16 Tak berkutik
17 Murid Baru
18 Pertemuan Tak Terduga
19 Kepala Sekolah Berulah
20 Adu Mulut
21 Keterkejutan Tania dan Ara
22 Akhir dari Tania dan Arabella
23 Perlombaan di Mulai
24 Perlombaan
25 Netan, Setan, Necan
26 Key Marah
27 Kondisi Nenek
28 Guntur namanya
29 Keterkejutan Baskoro
30 DUKA
31 Berita Kematian
32 Duka yang Mendalam
33 Keributan
34 Keturunan Reinhard
35 Tranding topik
36 Baskoro dan Dina 1
37 Baskoro dan Dina 2
38 Cieeee.... Charlie Angel!!!
39 Jalan-jalan ke mall
40 Judulin sendiri, ok!!
41 Kedatangan Ayah Satria
42 Akhir dari Damar dan Sakti
43 Naomi.... Naomi....
44 Penyerangan
45 Ada Apa Dengan Hari ini?
46 Salah Cari Lawan
47 Part 47
48 Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49 Lamaran Dadakan
50 Pernikahan Baskoro dan Hana
51 Nggak Level
52 Chat an
53 Mulai Bergerak
54 Pertarungan
55 Yura Terluka
56 Kondisi Yura
57 Pembalasan
58 Yura Bangun
59 Yura dan Ros
60 Happy Birthday Love
61 Danu
62 Danu 2
63 Operasi Berjalan Lancar
64 Part 64
65 Feli
66 Part 66
67 Ibu Danu Siuman
68 Rita calon Masalah
69 Fitnah
70 Waaahhhh
71 Part 71
72 Masa Lalu Menyakitkan
73 Cerita Cery
74 Masih tentang Cery dan Kalingga
75 Dinar dalam Bahaya
76 Amarah Yura
77 Kepanikan Langit
78 Dinar Koma
79 Hukuman yang Pantas
80 Kondisi Ibu Kandung Dinar
81 Operasi
82 Dinar Siuman
83 Kepulangan Danu dan Arum
84 Tentang Dela
85 Dinar kembali drop
86 Tentang Aylin
87 Penculikan
88 Misi Penyelamatan
89 Aksi Penyelamatan
90 Kondisi Rei
91 Ken Marah
92 Happy Ending
93 Bewara
94 Sudah Pecah Telor
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Awal Mula
2
Senior Belagu
3
Senior yang Ngeyel
4
Lost Contact
5
Kondisi Ezra dan Ros
6
Pindah Rumah Sakit
7
Hukuman
8
Amarah Naina
9
Kabar Baik
10
Kabar Baik Lagi
11
Hadiah untuk 3 Dokter
12
Felicia
13
Cery
14
Hadeeehhhh
15
Kekesalan Langit
16
Tak berkutik
17
Murid Baru
18
Pertemuan Tak Terduga
19
Kepala Sekolah Berulah
20
Adu Mulut
21
Keterkejutan Tania dan Ara
22
Akhir dari Tania dan Arabella
23
Perlombaan di Mulai
24
Perlombaan
25
Netan, Setan, Necan
26
Key Marah
27
Kondisi Nenek
28
Guntur namanya
29
Keterkejutan Baskoro
30
DUKA
31
Berita Kematian
32
Duka yang Mendalam
33
Keributan
34
Keturunan Reinhard
35
Tranding topik
36
Baskoro dan Dina 1
37
Baskoro dan Dina 2
38
Cieeee.... Charlie Angel!!!
39
Jalan-jalan ke mall
40
Judulin sendiri, ok!!
41
Kedatangan Ayah Satria
42
Akhir dari Damar dan Sakti
43
Naomi.... Naomi....
44
Penyerangan
45
Ada Apa Dengan Hari ini?
46
Salah Cari Lawan
47
Part 47
48
Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49
Lamaran Dadakan
50
Pernikahan Baskoro dan Hana
51
Nggak Level
52
Chat an
53
Mulai Bergerak
54
Pertarungan
55
Yura Terluka
56
Kondisi Yura
57
Pembalasan
58
Yura Bangun
59
Yura dan Ros
60
Happy Birthday Love
61
Danu
62
Danu 2
63
Operasi Berjalan Lancar
64
Part 64
65
Feli
66
Part 66
67
Ibu Danu Siuman
68
Rita calon Masalah
69
Fitnah
70
Waaahhhh
71
Part 71
72
Masa Lalu Menyakitkan
73
Cerita Cery
74
Masih tentang Cery dan Kalingga
75
Dinar dalam Bahaya
76
Amarah Yura
77
Kepanikan Langit
78
Dinar Koma
79
Hukuman yang Pantas
80
Kondisi Ibu Kandung Dinar
81
Operasi
82
Dinar Siuman
83
Kepulangan Danu dan Arum
84
Tentang Dela
85
Dinar kembali drop
86
Tentang Aylin
87
Penculikan
88
Misi Penyelamatan
89
Aksi Penyelamatan
90
Kondisi Rei
91
Ken Marah
92
Happy Ending
93
Bewara
94
Sudah Pecah Telor

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!