"Tidak, bisa kau pergi dari hadapanku?" jawab Langit dengan tatapan menusuk
Glek
"B-baik kalo begitu, saya permisi." ucap pria itu, yang ternyata seorang fotografer majalah yang cukup terkenal.
"Ayo kak, udah dapet Yura." ucap Yura tersenyum senang, karena buku yang di carinya dapat. Tiba-tiba ponselnya pun berdering, Yura mengambil dan menerima panggilan tersebut.
'Dimana Ra?' Cery
"Aku di toko buku yang ada di jl. xxx, deket kafe xxx."
'Kita di kafenya, nanti ke sini ya.'
"Ok, kebetulan pengen makan cupcake di sana sama pinky smoothies yang di sana."
'OK, kita tunggu di mari. Gue pesenin ya, kak Langit mau apa?'
"Bentar... kakak mau apa? Yang lain lagi di kafe..." Yura mengarahkan ponsel pada Langit
"Tiramisu cake sama Cappucino"
'Okeeee... bye'
"Assalamu'alaikum"
'Hehehe... Wa'alaikum salam'
"Bayar yuk kak" ajak Yura, Langit mengangguk
Mereka berdua jalan, ke arah kasir dan membayar buku yang mereka mau. Setelahnya, Langit dan Yura berjalan kaki ke kafe yang tak jauh dari toko buku.
Kling
Terdengar suara lonceng, saat mereka masuk. Kafe ini sangat sederhana, namun isinya terasa hangat. Dan makanannya pun, terjangkau untuk anak-anak sekolah.
Yura melihat ke sekeliling, mencari teman-temannya. Ia tersenyum saat melihat Evi, melambaikan tangannya. Langit dan Yura berjalan ke arah mereka, namun saat baru beberapa langkah, ada yang menghentikan langkah mereka.
"Kalian adik kakak ya, mau nggak jadi model untuk produk kami. Kalian cocok, cantik dan tampan." Wajah Langit langsung berubah tidak suka, Yura tersenyum dan memegang tangan Langit.
"Maaf, tapi kami tidak bisa menerima tawarannya. Dan satu lagi, kami bukan adik kakak. Kami sudah bertunangan, mari kak." tolak Yura dengan lembut
"Oohh... tapi, kami tidak akan mengganggu waktu sekolah kalian. Setidaknya kalian bisa mendapatkan uang sendiri, tanpa harus mengandalkan orang tua." ucap wanita dewasa itu
"Tapi maaf kak, kami tetap menolaknya. Terima kasih, masalah uang jajan. Kami bisa mendapatkannya, tanpa harus menjadi model. Permisi kak..." jawab Yura mulai merasa risih, namun wanita itu ternyata masih belum menyerah. Saat Yura dan Langit melewatinya, wanita itu memegang lengan Langit.
Karena memang sudah refleksnya, tidak suka di sentuh orang lain. Langit menepis tangan tersebut, dengan sangat kasar.
"AAHH" wanita itu berteriak, karena tubuhnya membentur meja.
"Bukankah tunanganku sudah menolaknya, kenapa anda memaksa? Ayo!!" Langit menarik tangan Yura, Yura menatap ke belakang dan sedikit menundukkan tubuhnya meminta maaf.
Keempat teman mereka hanya menghembuskan nafas, melihat kejadian tersebut. Langit adalah satu-satunya pria, yang sangat menakutkan di mata mereka. Tak pernah pandang bulu bila tidak suka, tak peduli bagaimana perasaan lawannya. Benar-benar sangat dingin, hangat hanya pada gadisnya.
Mereka yang sudah bertahun-tahun mengenalnya saja, bisa di hitung oleh jari mungkin. Bisa melihat senyuman, dari bibirnya Langit. Tapi bila melihat senyuman, yang hanya tertuju pada Yura. Itu hampir setiap hari, hanya sabtu-minggu tidak. Karena mereka libur sekolah, kecuali bila mereka berkumpul.
"Gila... gila.. pangeran es kita, tidak tersentuh kawan." ucap Narendra, Kalingga tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana bila dia menuntut mu, karena telah melukainya. Lihat..." ucap Kalingga seraya mengangkat sedikit dagunya, ke arah wanita tadi yang tengah mengompres pinggangnya yang terbentur meja.
"Tuntut saja" jawab Langit, Yura menghembuskan nafasnya pelan
"Kakak, jangan terlalu kasar pada perempuan." ucap Yura
"Aku bisa saja, selama mereka tidak menyentuhku. Tubuhku menolak sentuhan orang lain, minta tisu basah." jawab Langit, Yura mengambilnya dari tas dan memberikannya pada Langit. Langit segera menerima dan mengelap lengan, yang tadi di sentuh oleh wanita itu.
Keempat temannya, lagi-lagi menggelengkan kepala melihat kelakuan Langit.
Bisik-bisik pengunjung mulai terdengar, ada yang memuji sikap Langit. Karena benar-benar menjaga dirinya dari wanita lain, ada juga yang menyayangkan sikap langit. Karena terlalu kasar, namun Langit tak peduli tentang hal itu.
Yura tersenyum dan berbinar, saat melihat makanan dan minuman favoritnya. Ia melupakan kejadian tadi, lalu mengambil dan memakan pesanannya.
Mereka pun memakan pesanan mereka, dan membicarakan apa saja yanga akan mereka ikuti di turnamen olahraga dan olimpiade MIPA di sekolah mereka nanti.
"Yura, kamu jadi ikut olimpiade MIPA?" Yura mengangguk, karena mulutnya sedang mengunyah
"Dan kamu kak Langit?" tanya Evi
"Tentu saja kita basket" bukan Langit yang menjawab, tetapi Narendra.
"Ooohhh" ucap Evi dan Cery
"Kalian apa?" tanya Kalingga
"Aku atletik kak" jawab Cery
"Dan aku renang" jawab Evi
"Waahh.. pantas saja setiap hari munggu, kalian selalu menghilang. Kalian latihan di sekolah?" Evi dan Cery mengangguk serempak, saat di tanya Narendra
"Kenapa kamu ga bilang sama kakak, kakak kan bisa antar jemput. Kita bisa bareng ke sekolah, karena jadwal latihan kita sama." ucap Kalingga pada Cery
"Cery hanya tidak mau merepotkan kakak, bukankah kita beda arah. Nanti kakak malah jalan memutar dan capek, karena antar jemput Cery." jawab Cery menatap Kalingga
"Haish... kamu ini, menganggap kakak apa? Hmm?" tanya Kalingga tidak suka dengan jawaban kekasihnya
"Kekasih Cery lah, bukan supir." jawab Cery
"Kakak tidak keberatan, mulai minggu ini kakak akan antar jemput." ucap Kalingga tak ingin di bantah
"Iya iya, oke kakakku sayang." ucap Cery tersenyum
"Sudah ku bilang, panggil abang." tegur Kalingga
"Ups... lupa, iya abang ku sayang." ucap Cery lagi, Kalingga pun mengusap sayang kepala Cery. Evi menghembuskan nafas kasar dan mengalihkan tatapannya ke arah lain, ia pun mengerutkan dahinya saat wanita yang tadi memaksa Langit dan Yura mendekat.
"Pssstt" Evi pun memberi kode
"Apa?" tanya Narendra
"Itu" jawabnya, seraya menggerakkan dagu ke arah depan.
Semua serentak mengalihkan tatapan mereka, Langit langsung kembali mengalihkan tatapannya.
"Aku akan menuntut mu, kamu lihat ini" ucap wanita itu, seraya mengangkat sedikit bajunya dan memperlihatkan memar di pinggang.
Yura membulatkan kedua matanya, ia tak menyangka bila tepisan Langit akan berakibat seperti ini.
"M-maafkan kami bu." ucap Yura... ia ingin berdiri, namun Langit menahannya
"Jangan meminta maaf, dia yang salah karena telah memaksa kita." tekan Langit, Yura pun kembali duduk dengan wajah takut. Baru kali ini ia melihat, Langit seserius ini.
"Kalau mau, silahkan anda berurusan dengan kedua orang tua kami. Silahkan datang ke jalan xxx, aku akan menunggu anda di rumah.." ucap Langit, ia pun mengajak Yura untuk pulang.
Yura berpamitan dengan teman-temannya, keempat temannya mengangguk. Apalagi mereka melihat wajah Langit yang kelam, bukan kali pertama mereka melihat hal itu. Itu artinya, Langit merasa sangat terganggu dan marah.
"Sebaiknya kita juga pulang saja" ajak Kalingga pada Cery, Cery mengangguk. Ia pun, menerima uluran tangan sang kekasih. Begitu juga dengan Narendra, yang mengajak Evi untuk pulang.
"Anda berurusan dengan orang yang salah nyonya, semoga besok anda dan karir anda baik-baik saja." ucap Kalingga memperingati
"Sudah jelas di sini, anda yang salah. Karena memaksa, sudah jelas-jelas di tolak. Semoga beruntung" sambung Narendra
Mereka pun pergi meninggalkan kafe
...****************...
...****************...
Buat yang suka novel Fantasi, boleh mampir ke novel adekku🥰🥰
Jangan lupa like, komen, gift dan vote nya🥰🥰
...Happy Reading all🥰🥰🥰...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
LENY
LEBIH2 DARI ANAK PRESIDEN LANGIT. GMN KL UNTUK SOSIALISASI PASTILAH KITA PERNAH BERSALAMAN SAMA ORANG BAIK PRIA MAUPUN WANITA KL BEGITU SULIT YA. APLG SEMAKIN TINGGI POSISI KITA PASTILAH AKAN KETEMU BNYK ORANG BERSIKAP ACUH DINGIN BOLEH TAPI JGN TERLALU LEBAY🙏🙏
2024-08-04
1
LENY
KAYAKNYA TERLALU BERLEBIHAN YA SIKAP LANGIT DAN KASAR SEKALI. APA IYA SEGITUNYA GAK BISA TERSENTUH ORANG LAIN LEBAY BENER. KL DUNIA NYATA MANA ADA SIKAP KAYAK BEGITU. DUNIA HALU OK LAH. BERARTI SETIAP KELUAR JLN ADA TERUS MASALAH BERABE JUGA. KASIHAN JG WANITA TADI WAJAR KL DIA NUNTUT TAPI PASTI KALAH KRN YG DILAWAN ANAK ORANG BERKUASA ☹
2024-08-04
1
Calista
tuntut aja yg ada nanti qm sendiri yg rugi bukan langit
2024-03-14
4