Kabar Baik Lagi

"Ada apa? Kenapa wajah kalian seperti itu? Kenapa dokter Salman terburu-buru masuk ke dalam sana?" Tanya Kania

Mereka semua hanya diam, tak ada yang bisa menjawab. Karena mereka sendiri, sedang menunggu jawaban.

Mereka semua diam di depan ruangan Ezra, Rei dan Calvin kini tengah berjalan bolak balik.

BRUK

"Awww" Rei dan Calvin mengaduh, karena saling bertabrakan.

"Apa kalian tidak bisa diam?" Tanya Kania kesal, tapi ingin tertawa.

"Duduk" Ucap Rania

Kedua pria itu pun langsung duduk, tanpa bersuara.

"Kenapa ga dari tadi sih, heran." Ucap Kinan

Naina dan Yura tak berkomentar apapun, walau ingin tertawa. Tapi, rasa khawatir pada ayah Ezra lebih besar.

Ceklek

Dokter Salman pun keluar, dengan wajah terlihat lega.

"Bagaimana dok?" Tanya Rei

"Alhamdulillah, Ezra sudah siuman." Jawab dokter Salman

"Alhamdulillah" Ucap mereka semua serempak

"Tapi, aku sengaja menyuntikkannya obat tidur saat ini. Karena kondisinya yang belum pulih dengan baik, dia masih perlu banyak beristirahat. Namun bersyukur, sudah keluar dari masa kritis dan bangun dari koma." Jelas Salman

"Apa ruangan Ezra akan di tempatkan, di satu tempat yang sama dengan Ros?" Tanya Salman

"Ya, agar kami lebih mudah menjaga mereka." Jawab Kinan

"Baiklah, kalau begitu aku akan segera menyiapkan ruangan yang paling besar di lantai ini." Ucap dokter Salman

"Terima kasih dok" Ucap Calvin

"Ya, kalau begitu saya permisi tuan, nyonya." Semua orang mengangguk

"Syukurlah, begitu bunda bangun. Ayah pun bangun, baby pasti senang." Ucap Yura

"Ya, kamu benar. Baby pasti senang." Sambung Naina

Kinan, Hana dan Rania memilih untuk kembali ke penginapan. Naina pun demikian, ia sudah terlalu lama meninggalkan anak-anak. Terutama Naomi, yang masih meminum ASI.

Nanti akan bergantian dengan Lina, Lina yang akan menjaga Ros malam ini.

.

.

"Undaaaa... Syudan pulan? Lama-lama, ji tanen. Dede nanis, nau mimi tatana." Ucap Zea

"Benarkah?" Tanya Naina, ia pun mengambil Naomi dari pangkuan Lina. Naina dan Ken, baru saja selesai membersihkan diri dan ganti baju.

"Dede nangis? Mau mimi, iya?" Tanya Naina seraya bercanda pada Naomi

Naomi pun tertawa, karena merasa geli pada perutnya.

"Ji duda nau, unda." Ucap Zea cemburu

"Zea sama ayah ya, sini" Zea pun langsung berlari pada sang ayah

"Ayah jadi zombi, aaaaa" Ucap Ken, pura-pura memakan perut Zea

"Aaaa... Toyon, toyon ji. Yayah nau nakan ji.. Hahahahaha, apun apun... yayah apun" Tawa Zea pun pecah, membuat sang adik ikut tertawa.

"Lin, tolong jaga bunda di rumah sakit ya. Kakak tidak bisa meninggalkan Zea dan Naomi, takut mereka akan nangis semalaman." Ucap Naina

"Kakak ini seperti sama siapa aja, ga perlu minta tolong. Bunda Ros kan, bundanya Lina juga." Jawab Lina, Naina tersenyum. Ia sedang memberi ASI, langsung dari sumbernya pada Naomi. Tangan kanannya menepuk pelan pantat sang baby, yang lambat laun terlelap.

"Kakak sangat bangga melihatmu tumbuh, semakin besar dan juga semakin cantik. Kamu pun menjadi lulusan terbaik, terima kasih. Dan kakak juga meminta maaf, karena kamu harus di sibukkan dengan perusahaan milik Yura." Ucap Naina

"Ya, maafkan Yura ya kak." Sambung Yura

Lina tersenyum, ia menatap Naina dan Yura bergantian.

"Tentu saja tidak apa-apa, Lina yang harusnya berterima kasih. Karena kakak, Lina bisa melanjutkan pendidikan sampai sini. Kakak juga berterima kasih pada Yura, karena sudah di berikan kesempatan mendapatkan pengalaman. Dengan mengurus perusahaan, kakak jadi banyak tau." Jawab Lina

"Sudah malam, sebaiknya kamu segera beristirahat. Seharian ini sudah banyak menangis" Ucap Langit pada Yura, Yura menoleh dan mengangguk

"Ya, sebaiknya kamu juga tidur yang. Seharian ini kamu sudah lelah sekali, nangis dan...

" Yaa... Aku masuk kamar bee" Potong Naina

"Kalau begitu Yura dan Langit pamit lebih dulu, selamat malam semua." Ucap Langit, Yura pun berdiri dan menggandeng tangan kekasihnya.

Langit mengantar Yura sampai depan pintu, Yura memeluk Langit sebentar dan masuk ke kamar.

Langit lanjut masuk ke dalam kamarnya.

"Hahhh... " Naina menghembuskan nafasnya, seraya menatap Langit dan Yura.

"Kenapa?" Tanya Ken dan Lina

"Aku hanya berharap, mereka benar-benar berjodoh. Mereka sangat cocok, semoga Langit bisa menjaga Yura dengan sangat baik." Jawab Naina

"Aku percaya pada Langit, dimata, pikiran dan hatinya... Hanya ada Yura. Dia sepertiku, bila sudah mencintai. Maka ia takkan melirik wanita lainnya, ia akan menjaga pandangan dari wanita lainnya." Sambung Ken

"Kakak tidak perlu khawatir, mereka adalah pasangan bucin. Ken dan Naina season 2, hahaha"

"Kamu ada-ada saja, di luar sudah ada paman J. Dia yang akan mengantarmu ke rumah sakit, pergilah." Ucap Naina

"Okeeee.... Lina sudah merindukan bunda, kalo gitu Lina pamit ya kak. Assalamu'alaikum" Pamit Lina

"Wa'alaikum salam" Jawab Ken dan Naina

Ken menggendong putranya, sedang Naomi menggendong putrinya. Mereka pun masuk ke dalam kamar.

.

.

"Ayo paman" Ajak Lina ceria, tak sabar rasanya bertemu dengan sang bunda kesayangan.

"Baik nona muda" Jawab J

"Paman ini, aku kan sudah bilang. Kalau aku tidak suka si panggil nona muda, kita semua sama. Ya... Kita sama." Tegur Lina, ia pun masuk ke mobil. Duduk di sebelah J, dengan menghela nafas. Lina memalingkan wajahnya ke jendela, menatap jalanan.

Ia mengingat seperti apa dulu, saat belum jatuh. Manja, cengeng dan selalu memaksa bila menginginkan sesuatu. Tapi sekarang, ia tau betapa sulitnya mencari uang. Semua butuh proses, begitu juga dengan merubah diri.

"Kamu hebat, bisa bertahan sampai saat ini. Bahkan bisa merubah sifat manja mu, itu adalah yang paling baik." Ucap J, tanpa melihat Lina.

Lina menoleh dan tersenyum, tidak mungkin paman J. Tidak mengetahui apapun, bunda dan kakaknya pasti sudah bercerita.

"Paman benar, aku bersyukur di pertemukan dengan bunda dan kak Naina. Tanpa mereka, mungkin aku tidak akan menjadi seperti ini. Mungkin... Aku menjadi salah satu di antara mereka" Tunjuk Lina pada anak-anak yang sedang mengamen di lampu merah, karena mereka sedang berhenti di sana.

"Atau mungkin... Bisa saja bertemu dengan orang jahat dan menjadikan aku seorang wanita, yang menjajakan dirinya di sebuah rumah b*rdil." Lanjut Lina dengan wajah sedihnya

Ia jadi ingat, pertemuannya dengan seorang wanita. Yang sedang bersembunyi di balik mobilnya, karena sedang di kejar oleh orang-orang berjas hitam. Yang ternyata anak buah seorang m*cikari, yang sudah membeli wanita itu dari kekasihnya.

Lina menghubungi kakaknya dan menyelesaikan semua itu, dengan cara menebus dan membawanya ke dinsos.

Entahlah, apa alasan kakaknya membawa wanita itu ke dinsos sampai sekarang. Tidak mengajaknya bergabung ke rumah singgah, milik bunda Ros.

Namun ia percaya, bila kakaknya memiliki alasan kuat.

...****************...

Maaf telat...

...Happy Reading all💓💓💓...

Terpopuler

Comments

Rini Yulianti

Rini Yulianti

mf lina yg orang tuany meninggal semuanya??

2025-01-30

1

Calista

Calista

pasti lah naina lbh tau apa yg harus dia lakukan.

2024-03-13

4

Calista

Calista

semoga aj langit dan yura berjodoh sampai maut memisahkan mereka

2024-03-13

3

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Senior Belagu
3 Senior yang Ngeyel
4 Lost Contact
5 Kondisi Ezra dan Ros
6 Pindah Rumah Sakit
7 Hukuman
8 Amarah Naina
9 Kabar Baik
10 Kabar Baik Lagi
11 Hadiah untuk 3 Dokter
12 Felicia
13 Cery
14 Hadeeehhhh
15 Kekesalan Langit
16 Tak berkutik
17 Murid Baru
18 Pertemuan Tak Terduga
19 Kepala Sekolah Berulah
20 Adu Mulut
21 Keterkejutan Tania dan Ara
22 Akhir dari Tania dan Arabella
23 Perlombaan di Mulai
24 Perlombaan
25 Netan, Setan, Necan
26 Key Marah
27 Kondisi Nenek
28 Guntur namanya
29 Keterkejutan Baskoro
30 DUKA
31 Berita Kematian
32 Duka yang Mendalam
33 Keributan
34 Keturunan Reinhard
35 Tranding topik
36 Baskoro dan Dina 1
37 Baskoro dan Dina 2
38 Cieeee.... Charlie Angel!!!
39 Jalan-jalan ke mall
40 Judulin sendiri, ok!!
41 Kedatangan Ayah Satria
42 Akhir dari Damar dan Sakti
43 Naomi.... Naomi....
44 Penyerangan
45 Ada Apa Dengan Hari ini?
46 Salah Cari Lawan
47 Part 47
48 Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49 Lamaran Dadakan
50 Pernikahan Baskoro dan Hana
51 Nggak Level
52 Chat an
53 Mulai Bergerak
54 Pertarungan
55 Yura Terluka
56 Kondisi Yura
57 Pembalasan
58 Yura Bangun
59 Yura dan Ros
60 Happy Birthday Love
61 Danu
62 Danu 2
63 Operasi Berjalan Lancar
64 Part 64
65 Feli
66 Part 66
67 Ibu Danu Siuman
68 Rita calon Masalah
69 Fitnah
70 Waaahhhh
71 Part 71
72 Masa Lalu Menyakitkan
73 Cerita Cery
74 Masih tentang Cery dan Kalingga
75 Dinar dalam Bahaya
76 Amarah Yura
77 Kepanikan Langit
78 Dinar Koma
79 Hukuman yang Pantas
80 Kondisi Ibu Kandung Dinar
81 Operasi
82 Dinar Siuman
83 Kepulangan Danu dan Arum
84 Tentang Dela
85 Dinar kembali drop
86 Tentang Aylin
87 Penculikan
88 Misi Penyelamatan
89 Aksi Penyelamatan
90 Kondisi Rei
91 Ken Marah
92 Happy Ending
93 Bewara
94 Sudah Pecah Telor
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Awal Mula
2
Senior Belagu
3
Senior yang Ngeyel
4
Lost Contact
5
Kondisi Ezra dan Ros
6
Pindah Rumah Sakit
7
Hukuman
8
Amarah Naina
9
Kabar Baik
10
Kabar Baik Lagi
11
Hadiah untuk 3 Dokter
12
Felicia
13
Cery
14
Hadeeehhhh
15
Kekesalan Langit
16
Tak berkutik
17
Murid Baru
18
Pertemuan Tak Terduga
19
Kepala Sekolah Berulah
20
Adu Mulut
21
Keterkejutan Tania dan Ara
22
Akhir dari Tania dan Arabella
23
Perlombaan di Mulai
24
Perlombaan
25
Netan, Setan, Necan
26
Key Marah
27
Kondisi Nenek
28
Guntur namanya
29
Keterkejutan Baskoro
30
DUKA
31
Berita Kematian
32
Duka yang Mendalam
33
Keributan
34
Keturunan Reinhard
35
Tranding topik
36
Baskoro dan Dina 1
37
Baskoro dan Dina 2
38
Cieeee.... Charlie Angel!!!
39
Jalan-jalan ke mall
40
Judulin sendiri, ok!!
41
Kedatangan Ayah Satria
42
Akhir dari Damar dan Sakti
43
Naomi.... Naomi....
44
Penyerangan
45
Ada Apa Dengan Hari ini?
46
Salah Cari Lawan
47
Part 47
48
Hari Bercocok tanam bersama NomNom
49
Lamaran Dadakan
50
Pernikahan Baskoro dan Hana
51
Nggak Level
52
Chat an
53
Mulai Bergerak
54
Pertarungan
55
Yura Terluka
56
Kondisi Yura
57
Pembalasan
58
Yura Bangun
59
Yura dan Ros
60
Happy Birthday Love
61
Danu
62
Danu 2
63
Operasi Berjalan Lancar
64
Part 64
65
Feli
66
Part 66
67
Ibu Danu Siuman
68
Rita calon Masalah
69
Fitnah
70
Waaahhhh
71
Part 71
72
Masa Lalu Menyakitkan
73
Cerita Cery
74
Masih tentang Cery dan Kalingga
75
Dinar dalam Bahaya
76
Amarah Yura
77
Kepanikan Langit
78
Dinar Koma
79
Hukuman yang Pantas
80
Kondisi Ibu Kandung Dinar
81
Operasi
82
Dinar Siuman
83
Kepulangan Danu dan Arum
84
Tentang Dela
85
Dinar kembali drop
86
Tentang Aylin
87
Penculikan
88
Misi Penyelamatan
89
Aksi Penyelamatan
90
Kondisi Rei
91
Ken Marah
92
Happy Ending
93
Bewara
94
Sudah Pecah Telor

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!