Mobil Ford Mustang Shelby memasuki kawasan asrama militer,lalu parkir di depan sebuah rumah.
"Mel....ayo bangun,kita udah sampai,Mel...."
Amelia memicingkan matanya lalu meregangkan tubuhnya sebentar sebelum turun dari mobil.
"ayo masuk" ajak Arayan di susul langkah kecil Amelia.
Saat pintu dibuka,Amelia mengintip dan merasa heran ketika melihat asrama pria yang harusnya berantakan tapi ini malah rapih dan bersih "om pasti melihara perempuan ya?"
Arayan hampir tertawa lepas mendengar ucapan Amelia "kok melihara sih?kaya anjing aja?"
"ya abisnya kok bisa rapih gini,kalau gak melihara perempuan apa lagi?"
"heh, peraturan di asrama memang begitu Amelia sayang,gak boleh jorok,lagian kalau kita mau mengajak nginap seseorang juga harus ada ikatan keluarga lalu bikin laporan,gak seenaknya begitu,faham?" Arayan berusaha menjelaskan pada Amelia bahwa kehidupan di asrama tidak sebebas kehidupan di luar sana.selain harus menuruti peraturan juga ada banyak batasan yang harus di patuhi.apalagi Arayan yang pangkatnya terbilang sudah tinggi.bukannya tidak ingin menempati rumah dinas tapi menurut Arayan berada di asrama lebih membuatnya nyaman dan bisa bersiap lebih cepat ketika ada tugas mendesak.toh Arayan juga belum menikah jadi untuk apa rumah dinas?
"om tinggal dulu ya,om mau buat laporan dulu"
"kenapa harus buat laporan om?"
"para anggota tahu kalau om belum menikah dan om tidak memiliki saudara perempuan, kalau om gak memberikan keterangan maka om akan di usir dari asrama dengan alasan melakukan hal tidak senonoh,jabatan om juga bisa di turunkan atau di copot,faham?" tutur Arayan memegang kedua pundak Amelia.
"bro...." tanpa menunggu lama kedua teman dekat Arayan muncul didepan pintu "wiiiihhh.....siapa ini yang mampir ke asrama?kok gak ngasih kabar dulu?" Lewis langsung masuk begitu saja dan mengacak-acak rambut Amelia.
"memangnya om Arayan gak bilang?" Amelia melirik Arayan
"om belum sempat,lagian kalian ini gak bisa apa ngasih waktu buat istirahat dulu?"
"eeh bro, kemarin ada yang nanyain kamu" Lewis menggiring Arayan ke teras rumah,entah apa yang mereka berdua bahas hingga harus menjauh dari Amelia.
"Amelia..." panggil Harold lembut "udah gede ya bocilku ini" ucap Harold.
Arayan menepis tangan Lewis dari pundaknya dan masuk kembali kedalam rumah ketika melihat Harold mendekati Amelia.
"sana mandi dulu,ganti baju dan kita cari makan" Arayan mendorong Amelia masuk kedalam kamar.
"loh, bukannya om mau buat laporan?"
"nanti saja, cepat mandi sana"
Arayan tidak bisa meninggalkan Amelia bersama kedua temannya begitu saja.ada perasaan khawatir dan apalah itu Arayan sendiri tidak mengerti dengan isi kepalanya sekarang ini.
"sana bro buat laporan dulu sebelum keluar rumah,atau kita makan di rumah aja biar Amelia gak harus keluar?" usul Harold, Harold tahu benar keluar tanpa lapor izin tinggal malah akan membuat Amelia dan Arayan tidak aman dan akan menyebabkan fitnah.
"kenapa sih bro?buat laporan aja susah cuma tinggal ke depan doang juga" Lewis tidak mengerti dengan jalan pikiran Arayan yang aneh menurut dia,Arayan yang biasanya taat akan aturan ini malah ogah-ogahan.
"ya udah pesenin,yang penting Amelia makan dulu sebelum dia tidur"
Soal makanan tidak perlu menunggu lama bagi Lewis,dia pun segera memesan beberapa porsi makan malam untuk mereka ,tidak lupa memesan minuman juga.
Beberapa menit kemudian pesananpun tiba, Arayan menatanya di atas meja.
"bocil....ayo makan" teriak Lewis membuat Amelia kesal dan keluar kamar sambil menggerutu.
"om,aku udah besar,jangan panggil bocil lagi bisa kan?"
Kedua pria itu tertawa lalu terdiam seketika,Lewis dan Harold menatap Amelia yang saat itu mengenakan piyama set tali satu bermotif panda dengan bawahan pendek di atas lutut.
Arayan melirik kedua temannya yang mendadak diam,Arayan pun menoleh ke belakang seakan penasaran dengan apa yang temannya lihat.
"hiiiss...." Arayan melempar sendok yang ada di tangannya ke atas meja "ganti" bentak Arayan menarik tangan Amelia masuk ke dalam kamar.
"apa sih om?"
"ini terlalu pendek Mel,gak bagus cepat ganti sana"
"gak aahh....gak pendek kok om,ada yang lebih pendek malah dari ini,lagian aku udah biasa pake baju ini di rumah" Amelia merasa jengkel,menepis tangan Arayan dan melewatinya begitu saja.
"aku lapar" ketus Amelia,melahap makan malamnya dengan penuh amarah.
Kedua pria yang ada didepan Amelia saling lirik tanpa berani berkomentar.mereka ikut makan tanpa mengeluarkan suara sama sekali.lalu pergi begitu makanan mereka habis.
Walaupun merasa heran dengan sikap Arayan tapi mereka tidak berani bertanya,sikap Arayan kali ini selain aneh juga tidak biasa,setegas-tegasnya seorang Arayan yang notabene komandan tidak pernah mengekang siapapun apalagi wanita sampai sejauh ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments