Para waiters perempuan itu saling berbisik sambil terus menatap Arayan, sesekali mereka cekikikan lalu berhenti ketika Amelia melirik mereka.
"ini pesanannya, selamat menikmati" waiters tadi menyajikan pesanan dengan genit,dia menyelipkan rambutnya dibelakang telinga dan memberi senyuman berarti pada Arayan yang ternyata malah tidak terkesan sama sekali bahkan tidak meliriknya sedikitpun.
"terimakasih" hanya itu yang Arayan katakan sambil menerima pesanannya tanpa menoleh sedikitpun.
Dengan kecewa waiters itupun pergi.
"mau makan kapan kalau kamu terus memperhatikan waiters-waiters itu?" tatapan Arayan tajam menusuk, walaupun cuek dan terlihat tidak perduli ternyata Arayan diam-diam memperhatikan Amelia dan gerak-gerik semua orang tanpa harus menoleh.
Amelia pun menyantap makanan dengan tidak nyaman itu yang Arayan lihat.
Seorang anak laki-laki berusia lima tahun tiba-tiba menghampiri mereka berdua dengan membawa ponsel ditangannya "Tante pasti istlinya om,om tentala ya?atu boleh minta foto gak?" ucapan cadel anak kecil itu membuat Amelia tersenyum kembali.
"Boleh dong,sini" Amelia bangun dari duduknya,Arayan sontak berdiri dan memegang pergelangan tangan Amelia lalu pindah duduk di samping Amelia, menggendong tubuh mungil anak itu untuk duduk di pangkuannya.merekapun Selfi bersama dari ponsel miliknya.
Sikap Arayan membuat beberapa waiters perempuan dan tamu yang ada di sana sedikit kecewa,mereka yang tadinya sibuk memperhatikan Arayan sekarang kembali fokus pada makanan dan pekerjaan mereka.
"Sayang,kamu ini.....maafkan anak saya,dia memang bercita-cita jadi militer" ucap seorang ibu yang tak lain adalah ibu dari bocah tersebut "apa kalian suami istri?kalian sangat serasi dan lagi ramah,terimakasih sudah mengijinkan anak saya berfoto dengan kalian" ibu itu lalu menggandeng tangan anaknya dan berlalu dari hadapan mereka berdua.
"om gak mau pindah duduk?" Amelia heran karena Arayan tidak juga beranjak dari kursi dan kembali ke tempat duduknya.
"gak,di sini juga sama kok" jawab Arayan memindahkan makanannya.
Duduk di samping Amelia rasanya lebih nyaman bagi Arayan ketimbang harus di lihatin semua orang yang membuat makanan yang dia makan jadi berasa hambar.
Amelia melepas seragam yang sedari tadi membalut tubuh kecilnya, keringat mengucur dari balik telinganya.
"tunggu" Arayan menahan tangan Amelia.
"kenapa?"
"jangan di lepas,pakai aja sebentar lagi juga habis" celetuk Arayan menghabiskan makanannya dengan tangan yang masih menahan tangan Amelia.
"panas om"
Arayan tidak perduli dengan ucapan Amelia atau keringat yang semakin mengucur.arayan cuma tidak mau pria-pria yang ada di restoran melihat keindahan tubuh Amelia.anggap saja ini hukuman bagi Amelia yang memakai baju sembarangan.
"oomm....."rengek Amelia tapi sayangnya Arayan tidak perduli malah melahap makanannya sampai benar-benar habis.
"kok gak di habisin?" tanya Arayan seolah tidak bersalah,padahal jelas-jelas dari tadi dia memegang tangan Amelia karena takut melepas seragam, bagaimana Amelia bisa makan?
"ayo...." Arayan menyelipkan sejumlah uang di bill holder, merekapun beranjak pergi tidak lupa Arayan menggandeng tangan Amelia hingga masuk ke dalam mobil "katanya panas?kenapa gak di lepas?" tanya Arayan setelah duduk di belakang setir mobil.
"gak jadi" ketus Amelia kembali merajuk.
"ya sudah,nanti kalau seragam om bau kecut kamu cuciin ya"
Amelia segera melepas seragam itu dan melemparnya ke jok belakang.
Arayan mencoba menahan tawanya dengan mengulum kedua bibirnya.ada perasaan bahagia ketika dia menggoda Amelia,perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
sharvik
ad visual y gk thor biar tmbah enak ngehalu y🤭🙏
2024-05-08
0