Begitulah setiap bulannya,setiap kali Arayan pulang ke rumah Amelia pasti sudah tidur dan ketika Arayan pergi Amelia masih terlelap.
"Non,ini ada surat dari tuan Arayan"
"Simpan saja" dengan nada ketus Amelia melewati bu nensi begitu saja.
BRAAKKK.....
Bu nensi hanya mengelus dada ketika Amelia membanting pintu kamarnya.
Selama mereka satu atap sikap Amelia memang selalu begitu,sulit untuk mendekati anak yang satu ini apalagi mengajaknya mengobrol.
Hingga malam menjelang Amelia belum juga keluar dari kamarnya,makan siang yang sudah bu nensi siapkan juga sudah terlalu dingin untuk di sajikan.
Bu nensi mencoba mendekati pintu kamar Amelia,tapi tidak berani mengetuknya hanya berdiri didepan pintu beberapa saat lalu memutuskan pergi ke dapur dan memasak untuk makan malam siapa tahu Amelia lapar.
Jam sembilan malam, Amelia keluar dari kamarnya tapi bukannya langsung menuju meja makan malah pergi ke taman belakang,duduk di sofa sambil mendengarkan musik dari headset bluetooth miliknya.
"Non.....non....." Amelia bergeming hingga akhirnya bu nensi menepuk pelan pundaknya barulah Amelia menoleh dan melepaskan headset.
"Boleh saya duduk di sini?" Bu nensi menunjuk ke sofa kosong di samping Amelia.amelia hanya mengangguk.
"Saya tahu non pasti kesepian,tapi non harus ngerti pekerjaan om seperti apa?di luar sana dia berjuang antara hidup dan mati, mempertaruhkan nyawa demi melindungi negara dan orang-orang yang tidak dia kenal sama sekali,jika dia kembali dalam keadaan hidup maka itu adalah anugerah buat kita tapi jika......." Bu nensi terdiam rasanya cukup berat buatnya mengatakan itu,arayan terlalu baik bagi Bu nensi tidak rela rasanya bu nensi harus kehilangan tuannya.
"Aku mengerti bu,aku hanya rindu om.....aku hanya mau bersama om,sarapan bersama dan berbagi cerita seperti orang lain, sebentar lagi aku juga mau masuk sekolah,aku ingin om menjemputku ketika pulang sekolah dan jalan-jalan seperti orang lain,aku tidak punya siapa-siapa di dunia ini bu selain om"Amelia menunduk,bu nensi sangat mengerti apa yang Amelia rasakan.di usapnya punggung anak itu dengan lembut dengan tiba-tiba Amelia memeluk Bu nensi dan menangis sesenggukan.ini adalah hal pertama yang Amelia lakukan setelah sekian lama hidup satu atap.
Pagi sekali Amelia bangun dan duduk di meja makan dengan kemeja putih dan celana jeans selutut,bu nensi menatap heran,melihat dari atas ke bawah dari bawah ke atas seolah melihat orang asing.
"Selamat pagi bu?sarapanku mana?"
Bu nensi segera tersadar dan menyiapkan sarapan untuk Amelia,menata ayam goreng dan sayuran diatas nasi lalu menyajikannya kedepan Amelia.
"Selamat sarapan non" dengan perasaan aneh sekaligus bahagia Bu nensi pun meninggalkan Amelia.
"Bu,temani aku sarapan ya" pinta Amelia membuat langkah bu nensi terhenti seketika dan langsung menoleh.
Ini adalah hal yang luar biasa, sebuah keajaiban di pagi ini.entah bu nensi harus melompat kegirangan atau salto saat itu juga saking bahagianya,sikap Amelia hari ini sungguh luar biasa bagi bu nensi.
"Bu,ayo sarapan"
Bu nensi segera menarik kursi dan duduk,bibirnya tidak berhenti tersenyum dan menatap Amelia yang sedang asik sarapan.ingin rasanya dia segera menelepon Arayan dan memberitahu semua yang tejadi pagi ini.
Selesai sarapan Amelia pamit ke tempat les dan tidak lupa melambaikan tangan dan memberi senyum pada bu nensi.
"Benarkah?" Suara Arayan dari balik telepon genggam.
"Iya tuan,aku rasa non amel cuma butuh pendekatan dan semalam non Amel cerita sambil menangis kalau dia cuma ingin menjalani hidup normal seperti anak-anak yang lain,aku rasa tuan harus menyempatkan banyak waktu untuk non amel"
Penjelasan dari bu nensi membuat arayan terdiam, Amelia memang bukanlah siapa-siapa bagi Arayan juga tidak memiliki ikatan darah tapi dia hanyalah anak-anak yang butuh kasih sayang orang tua sementara kedua orangtuanya sudah meninggal, ketika Arayan membawa kembali Amelia dari panti sejak saat itu Arayan adalah walinya dan sebagai wali tentunya Arayan harus siap membahagiakannya, memperlakukan Amelia sebagai bagian dari keluarganya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
YuWie
jelek jg sifat amel..masih 7th tapi sulit klo diomongin
2024-03-09
1