Sekitar pukul dua belas malam, Arayan tiba didepan rumahnya.
Semua lampu didalam rumah mati, suasana rumah terlihat horor karena terlalu gelap.hanya beberapa lampu taman yang menyala.
"apa jangan-jangan anak itu gak pulang?"gumam Arayan sambil membuka pintu pagar.arayan mencoba mengintip dari balik jendela,meyakinkan bahwa Amelia memang tidak pulang malam ini.tidak ada kehidupan sama sekali dari dalam,kamar Amelia pun terlihat gelap.
Arayan mengeluarkan kunci rumah cadangan.tangan kekar itu meraba tembok mencari saklar lampu.setelah ruangan terang Arayan menyimpan tasnya di sofa lalu naik ke atas menuju kamar Amelia.di turunkannya gagang pintu itu perlahan "gak di kunci?" gumam Arayan.setahu Arayan jika pintu kamari tidak di kunci itu artinya Amelia ada di dalam, seperti yang sering Bu nensi laporkan padanya bahwa setiap kali Amelia keluar rumah entah itu sekolah atau les Amelia selalu mengunci pintu kamarnya.
Perlahan Arayan membuka pintu dan berjalan masuk,di lihatnya seorang perempuan tengah tertidur pulas sambil memeluk guling pemberiannya ketika Amelia berulangtahun yang ke empat belas tahun.
Kening Arayan mengerut,ketika melihat Amelia dengan hotpants pink sementara kakinya yang jenjang putih dan mulus di biarkan begitu saja,bahkan Arayan hampir melihat underwear Amelia jika saja keadaannya terang.
GLUK
"anjr**t...." Arayan segera balik badan.di kepalkannya jemarinya.
Bukan cuma bertahun-tahun tapi memang Arayan tidak pernah melihat pemandangan wanita seperti ini sama sekali dalam hidupnya.
"Amelia,kamu tahu kalau om kamu itu pria normal,harusnya jangan memakai baju seperti ini" bisik Arayan menutup kedua matanya, berjalan mundur mendekati ranjang.lalu mencoba mencari selimut untuk menyelimuti tubuh Amelia dengan mata yang masih tertutup.arayan meraba-raba tempat tidur tapi tangannya tiba-tiba berhenti,tanpa sengaja tangannya menyentuh benda asing yang terasa lembut dan empuk, Arayan mencoba meraba-rabanya beberapa kali "nyaman sekali" gumamnya sembari memijat-mijat pelan.arayan perlahan membuka matanya dan menoleh untuk memastikan benda tersebut dan betapa terkejutnya Arayan ketika dia tau bahwa yang dia pegang saat itu adalah dada Amelia yang ternyata sudah tumbuh besar.
Wajah Arayan seketika merah padam,arayan kembali memalingkan wajah beserta tubuhnya,entah kenapa jantungnya saat itu berdebar sangat kencang,dadanya sesak,keringat dingin mengucur deras "goblok...." gerutu Arayan.
Akhirnya Arayan memutuskan untuk pergi dari kamar Amelia,dia tahu semakin lama dia berada di sana maka otaknya akan korslet.
"om...." suara lembut dan parau membuat langkah Arayan terhenti.lalu membalikan badan dan memasang senyum manis walau dalam hatinya berkecamuk.
"om kapan datang?"
"baru kok,om mau bangunin kamu tapi kasihan,ya udah kamu tidur lagi ya.om mau mandi dulu" Arayan segera keluar dari kamar Amelia tidak lupa menutup rapat kembali pintu kamarnya.arayan memegangi dadanya yang masih berdebar-debar.
Di raihnya tas ransel yang ada di sofa lalu masuk ke dalam kamar, menyalakan air hangat dan bersiap mandi.
Sementara itu Amelia yang memang sudah bangun jadi sulit untuk tidur lagi, Amelia pun memutuskan untuk menyiapkan makanan hangat untuk om nya,karena yang termudah hanyalah mie ramen maka Amelia memasak dua ramen malam itu,tidak lupa telur rebus dan dua minuman dingin.di sajikannya diatas meja makan.
TOK TOK TOK
"om.....makan yu" ajak Amelia,tapi tidak ada jawaban dari Arayan Amelia mencoba membuka pintu kamar itu perlahan.
"aakhhhh...."teriak Arayan yang baru keluar dari kamar mandi.membuat jantung Amelia hampir loncat.
Apa yang terjadi pada Arayan bukanlah tanpa sebab,Arayan yang biasanya sigap dalam keadaan apapun tapi karena kejadian barusan membuat pikiran Arayan kacau dan membuatnya melamun sepanjang dia mandi.lekuk tubuh,kaki Amelia yang jenjang dan perasaan nyaman ketika memegang dada Amelia membuatnya tidak fokus itulah kenapa Arayan terkejut ketika melihat Amelia ada di kamarnya.
"apa sih om......?" Amelia terdiam sejenak matanya membulat ketika melihat Arayan yang kala itu hanya memakai handuk dipinggang sementara dadanya di biarkan terbuka begitu saja, Amelia segera memalingkan wajahnya yang berubah merah "om,aku udah bikin mie ramen,mau makan bersama?" tanya Amelia masih membelakangi Arayan.
"ok,om pakai baju dulu,nanti om nyusul"
"ok" Amelia segera keluar dari kamar Arayan, dipegangnya dada Amelia yang berdegup kencang.
Selesai berpakaian Arayan segera turun,di lihatnya dua mangkuk mie dan dua minuman kaleng telah tersaji diatas meja makan.
"mana punya om?"
Amelia menyodorkan mie ramen bagian Arayan dan minuman dinginnya.sekilas Amelia melihat Arayan dengan rambut basahnya yang menetes membasahi kaos distro entah size berapa tapi terlihat ketat di body kekarnya.
"heh,lain kali jangan pakai celana pendek gimana kalau ada orang jahat yang lihat kamu bisa-bisa di perkaos kamu,mau?"
"kan cuma di rumah,om.lagian di rumah juga cuma ada aku sama Bu nensi gak ada pria lain"
"memangnya om bukan pria?"
"kan om jarang pulang,iya lagian cuma ada om kan.amel janji kok gak bakalan pakai baju pendek didepan orang lain"
Arayan tidak bisa berkata apa-apa lagi,toh memang benar cuma ada Bu nensi dan Amelia didalam rumah selagi Arayan pergi bertugas,lagian otak Arayan saja yang sedang tidak beres.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Dia Amalia
terkotaminasi perjaka tua😂🤣😂
2024-02-10
2