Semuanya masih samar dalam penglihatan Amelia,hingga lama kelamaan semuanya fokus kembali,Amelia melihat seorang pria mengenakan pakaian seragam hijau tapi bukan pria kekar yang menyelamatkannya tempo hari.
"cepat cuci mukamu dan makanlah"
Amelia perlahan turun dari tempat tidurnya menuju wastafel,mencuci mukanya dan berjalan menuju sebuah meja.sekilas Amelia memperhatikan menu makanan tersebut.
Nasi kotak yang dibungkus dengan plastik vacuum dan segelas susu dengan sereal yang mengambang diatasnya.
Dengan enggan Amelia duduk dan membuka plastik yang membungkus makanannya, menyuapi mulut mungilnya dengan makanan.
Apa yang sudah Amelia alami kemarin rasanya seperti mimpi,tapi ketika dia bangun hari ini ternyata semua adalah kenyataan yang pahit, Amelia kecil yang harus melihat ibunya meninggal dengan cara yang mengenaskan,kota tercintanya hancur seketika.
"ayah.....apa ayah baik-baik saja" ucapnya pelan,rasa nasi yang dia makan rasanya menjadi asin bercampur air matanya.
Pria kekar yang menyelamatkannya masuk diikuti dua temannya.postur tubuh ketiga pria itu benar-benar kekar,tapi pria yang menyelamatkan Amelia lebih kekar lagi bahkan lebih tinggi dari kedua pria yang berjalan dibelakangnya.
"siapa nama kamu?" Amelia terdiam, tatapannya justru tertuju pada pria kekar penyelamatnya bukan pria yang bertanya padanya.
"aku tanya sekali lagi,siapa nama kamu?"pria itu menyondongkan tubuhnya, meletakkan kedua telapak tangannya diatas meja guna menahan bobot tubuhnya yang kekar.
Amelia masih bergeming, Amelia malah lebih tertarik dengan pria yang berdiri di bawah lampu,hidungnya mancung,brewok tipis dengan cambang,alis tebal dengan rahang simetris,pria dengan cleft chin terindah,sorot mata yang tajam ,gaya rambut crew cut, postur tubuh yang kekar dan berotot walaupun tertutup seragam militer,melipat kedua tangannya di dada seakan menonjolkan otot-otot tangannya.
Pria yang ada didepan Amelia tersadar bahwa bocah kecil itu lebih tertarik dengan komandannya dibanding dirinya.
"komandan sepertinya dia lebih tertarik padamu"
Pria kekar itu menoleh lalu menghampiri dan duduk didepan Amelia yang masih tertegun.
"apa namamu Amelia?" suara berat pria sang penyelamat membuat Amelia sontak mengangguk "kami tahu kejadian kemarin membuatmu terpukul tapi ada kenyataan lain yang harus kamu terima,haahh....."deru nafas di susul pergerakan rahang yang naik turun membuat Amelia sedikit menelan ludah "ayah kamu sudah meninggal dan menjadi salah satu korban peperangan kemarin, ayahmu di temukan tidak jauh dari jasad ibumu sebuah peluru menembus kepala ayahmu,kami hanya mau menyampaikan itu,setelah makan kami akan mengantarmu ke panti asuhan diluar kota,kami akan memastikan kamu aman sebelum kami kembali ke negara kami" pria itu berdiri dan pergi meninggalkan Amelia yang masih membisu.
"kalian bersiaplah, setelah bocah itu selesai makan kita langsung berangkat"
"komandan yakin mau mengantarkan bocah itu ke panti?"
"tidak ada yang menginginkan dia di sini,bahkan panglima sendiri sudah memasrahkannya padaku,apapun keputusanku itu yang akan kalian dengarkan"
Kedua orang itu terdiam dan saling pandang,rupanya hal ini yang membuat Arayan marah tadi.
Memang begitulah kejamnya hidup, sebagai seorang militer mereka tidak boleh memiliki perasaan apapun,tega tidak tega mereka tetap.harus tega,harus bersikap tegas dan kejam juga mengikuti peraturan dari kemiliteran.
Jika seorang perwira memiliki sikap lemah maka dia tentu akan kalah dalam peperangan.karena itulah Arayan di angkat jadi komandan perang selain sikapnya yang dingin dia juga disebut panglima yang kejam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
YuWie
mmg latar belakang di negara mana ini. kok arayan mau plg ke negaranya...hmmm
2024-03-09
0