"selamat ulangtahun, selamat ulangtahun non Amelia,semoga panjang umur....." Suara parau itu membangunkan Amelia.
Amelia melihat bu nensi berdiri dengan kue ulangtahun dan lilin yang menyala.
"Jangan lupa make a wish non" bu nensi mendekatkan kue ke depan Amelia.
"Om pulang gak bu?" Tanya Amelia celingak-celinguk mencari sosok pria kekar di belakang bu nensi.
"Hari ini om lagi sibuk non,om masih ada urusan di barak"
Amelia kembali merebahkan tubuhnya, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Non Amel tidak mau meniup lilinnya dulu?"
"Bawa aja bu,aku masih ngantuk"
"Haaahh....." Bu nensi membawa kembali kue itu ke dapur lalu meniup lilin-lilin itu sendirian.
Ini adalah ulangtahun pertama Amelia di rumah ini dan ulangtahun pertama yang dia rayakan tanpa kedua orangtuanya juga tanpa Arayan.
Amelia menatap berkas yang tadi pagi sampai.di bukanya perlahan,ada beberapa kertas didalamnya salah satunya adalah akte kelahiran Amelia.
Waktu itu Arayan pernah menanyai banyak hal pada Amelia.nama kedua orangtua,tanggal lahir orangtuanya dan juga tanggal lahirnya.
TOK TOK TOK ......
"Non,om Arayan menelepon katanya ingin bicara sebentar"
Tidak ada sahutan dari dalam,bu nensi mencoba kembali mengetuk pintu dan memanggil Amelia tapi tetap saja sepi.
"Maaf tuan, sepertinya non Amel tidur lagi"
"Ya sudah biarkan saja,katakan padanya selamat ulangtahun dariku kadonya mungkin masih dalam perjalanan"
"Baik tuan nanti saya sampaikan"
"Makasih ya bu,oh ya jangan lupa daftarkan Amel ke sekolah yang dekat rumah itu aku sempat mencari tahu tentang sekolah itu sebelum berangkat kemari, kelihatannya sekolah itu bagus buat Amel,jika bu nensi sibuk bu nensi tidak usah menjemputnya lagian sekolah itu juga dekat,apa berkasnya sudah sampai Bu?"
"sudah tuan,Baik,besok pagi saya akan ke sekolah itu bersama non Amel"
"Makasih ya bu"
"iya tuan"
Jam delapan malam bu nensi mengetuk kamar Amelia dengan membawa makan malam diatas nampan.
"non boleh saya masuk?"
Kali ini Amelia membuka pintu dan kembali ke atas kasurnya.
"makan dulu ya non"
"aku gak lapar Bu"
"walaupun tidak lapar tapi tetap saja harus makan,nanti non sakit,bukannya besok harus ke sekolah?mau saya suapin non?"
"aku bisa sendiri Bu" Amelia mengambil nampan itu dari tangan Bu nensi.
"saya mau cerita sesuatu ya non,boleh?"
Amelia hanya mengangguk sambil terus mengaduk nasi dan lauk pauk diatas piring menjadi satu tapi belum juga memasukkan ke dalam mulut.bu nensi hanya tersenyum melihat kelakuan Amelia.
"ayahnya tuan Arayan adalah seorang jendral, beliau di juluki macan perang karena selalu memenangkan peperangan sementara ibunya adalah seorang dokter bedah yang telaten,saat nyonya kontraksi sayalah yang mengantar nyonya ke rumah sakit militer,setelah mendapat kabar tuan besar juga segera pulang didampingi prajurit setianya,saya mendampingi nyonya hingga tuan Arayan kecil lahir,suatu hari ketika tuan Arayan berusia tiga belas tahun tuan besar mendapat perintah dan harus segera ke Medan perang,beberapa hari kemudian tepatnya jam tujuh pagi, seorang jendral dari kemiliteran dan beberapa dokter datang ke rumah dengan membawa kotak pribadi tuan besar,mereka mengabarkan bahwa tuan besar gugur di Medan perang, beliau jadi salah satu sandra dan ditembak mati di kepalanya,setahun kemudian nyonya bunuh diri karena depresi,waktu itu saya juga kembali ke kampung halaman karena tuan Arayan di bawa ke panti asuhan oleh pihak militer takut Arayan seperti nyonya karena depresi, setelah memastikan tuan Arayan baik-baik saja pihak militer memanggil tuan Arayan dan memasukannya ke sekolah militer,tuan Arayan ingin dia menjadi militer dengan mengandalkan namanya sendiri tanpa embel-embel tuan besar dan ternyata tuan Arayan bisa membuktikan semua itu dan membuat bangga pihak militer.walaupun umurnya baru menginjak dua puluh lima tahun tapi jabatannya lebih tinggi daripada pemuda seusianya,tuan Arayan sendiri mendapat julukan anak macan selain karena usianya yang masih muda juga pemimpin di medan perang.gelar itu adalah gelar dari tuan besar dan tidak akan bisa hilang dari tuan Arayan"
"aku mengerti Bu" tersungging sebuah senyuman dari bibir Amelia,lalu dengan lahap Amelia melahap nasi yang sedari tadi hanya di aduk-aduk saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments