Bulanpun berlalu.
Hari ini adalah hari pelantikan sekaligus penyumpahan,hari yang di tunggu-tunggu tentunya.
Ada sekitar tujuh ratus perwira dari berbagai akademi.
Upacara ini juga di hadiri menteri pertahanan, presiden,wakil presiden dan beberapa orang-orang penting
Upacara di awali dengan penganugrahan lulusan terbaik dari setiap akademi.akademi militer,akademi angkatan laut, akademi angkatan udara dan akademi kepolisian dari presiden lalu pengucapan janji.
Pada akhir upacara ada beberapa demonstrasi dari para siswa militer.
Selepas upacara, Arayan langsung mengumpulkan semua anggotanya dan mengadakan breefing darurat.
"hari ini kita akan berangkat ke negara P, ada beberapa aksi bersenjata dari warga sipil,ingat kali ini kalian tidak di perbolehkan membunuh warga sipil sekalipun mereka membawa senjata kalian hanya perlu menangkapnya dan menginterogasi mereka, karena ini adalah jebakan para teroris,tidak semua warga sipil pemberontak tapi ada ancaman yang membuat mereka terpaksa membawa senjata itu,faham"
"siap....."
Merekapun sibuk mempersiapkan senjata dan semua perlengkapan khusus.
*
Sementara itu di rumah Arayan.
Bu nensi dan Amelia sibuk mempersiapkan pesta kecil-kecilan untuk menyambut Arayan pulang.
"non...."
"kenapa Bu?"
"ini telepon dari om"
Amelia menatap Bu nensi,lalu menerima panggilan dari arayan.
"aku sudah tahu om" sebelum mendengar ucapan Arayan,Amelia langsung bisa menebak.
"maaf ya,om janji setelah ini selesai om akan langsung pulang bersama om Harold dan om Lewis,kita pergi kemping bersama"
"ya" Amelia memberikan ponsel itu kembali,dengan penuh rasa kecewa Amelia kembali ke kamarnya.menatap ponselnya yang sejak tadi ada diatas meja belajar.beberapa panggilan masuk dari Arayan juga tujuh pesan chat.
Kali ini yang di pikiran Amelia adalah "bagaimana jika om gak kembali? bagaimana jika om mati di sana?lalu aku sama siapa?" semua hal buruk tiba-tiba berkecamuk di pikiran Amelia hingga membuatnya meneteskan airmata.
Di pandangnya foto Arayan di layar ponsel "tuhan,om itu orang baik, tolong selalu lindungi dia untukku" Amelia pun terlelap sambil memeluk ponselnya di dada.
Amelia menjalani hari-harinya seperti biasa,pergi ke sekolah,pergi les dan menghabiskan waktu didalam kamar.seperti itulah hari-hari Amelia, Amelia tidak berani menghubungi Arayan atau bahkan sekedar mengirim pesan singkat, Amelia tidak berani mengganggu konsentrasinya.
"Bu,aku boleh gak tidur di kamar om?"
Bu nensi terdiam, selama ini tidak ada yang boleh masuk ke kamarnya Arayan kecuali dirinya,tapi Bu nensi tahu kalau Amelia sangat rindu omnya.tanpa harus meminta ijin dari Arayan Bu nensi mengiyakan keinginan Amelia "tapi hanya malam ini ya non"
Amelia mengangguk,lalu berlari ke kamar Arayan, sesungguhnya ini adalah kali kedua Amelia masuk ke kamar Arayan hanya saja yang pertama itu tanpa ijin Bu nensi.tepatnya ketika Amelia memotret foto Arayan untuk profil layar ponselnya.
Amelia merebahkan tubuhnya sambil memeluk baju seragam Arayan,mencium bau parfum Arayan di baju seragam rasanya seperti memeluk omnya itu.
Amelia melihat ponselnya, tidak ada satupun pesan dari Arayan apalagi telepon.setiap detik Amelia membuka layar ponselnya tapi tetap tidak ada apapun.baru kali ini Amelia merasa gelisah padahal sebelum-sebelumnya tidak seperti ini,apa mungkin karena ini perang pertama Arayan bagi Amelia setelah tinggal di sini? entahlah?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments